Love & Brew #กาแฟและผงเฟย์

Love & Brew #กาแฟและผงเฟย์

last updateÚltima actualización : 2025-09-30
Por:  PierrepieEn curso
Idioma: Thai
goodnovel16goodnovel
No hay suficientes calificaciones
4Capítulos
469vistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

ไลโอเนลกลับมาที่เมืองบ้านเกิดหลังจากไปนานเกือบสิบปี เขาได้พบกับเรื่องราวปริศนามากมายของโอ๊คเฮเว่นที่ไม่เคยรับรู้มาก่อน และได้พบกับรักแรกของเขา อัลแตร์

Ver más

Capítulo 1

1-1

Hutan ini sangat lebat dan terkenal angker, tapi anak bertubuh kecil kurus dengan pakaian mirip pengemis ini agaknya sudah terbiasa ke sini mencari kayu bakar, yang dikumpulkan lalu di jual ke pasar.

Di usianya yang baru jalan 8 tahunan, dia harus bekerja keras seperti orang dewasa, karena keadaannya yang miskin. Wajahnya sebenarnya tampan, matanya bulat bersih, hidungnya kecil mancung.  

Krusaaakk….si anak kecil ini lalu refleks menoleh ke arah suara itu. “Jangan-jangan ular besar,” batinnya mulai waspada, sambil menghunus golok pendeknya yang selalu menemaninya bila ke hutan.

Tiba-tiba hampir copot jantungnya, seolah melihat hantu di siang bolong, di depannya sudah berdiri seorang laki-laki yang tak dikenalnya. Tak sadar goloknya sampai terlepas dari tangan, saking kagetnya.

Pandangan laki-laki itu menusuk mata polosnya, hingga hati si anak kecil ini mengkerek, ketakutan langsung melanda hati. Kok muncul tiba-tiba saja, batinnya.

“Kamu…bawa benda ini, lalu pergii cepat…arghh…aku tak punya banyak waktu!” mata pria ini menatap tajam, tapi tangannya terlihat menekan dada kiri, seperti menahan rasa sakit, mulutnya bahkan terlihat noda darah yang mengalir dari mulutnya. 

“Tu-tuan s-siapa??! Si anak kecil dengan suaranya yang terbata bertanya.

Namun, pertanyaan itu tak terjawab, pria asing ini lalu berlari sangat cepat, dalam sekejap sudah hilang dari pandangannya, mulutnya bahkan terlihat tetes darah mengalir.

Si anak kecil ini melongo melihatnya, tapi bungkusan hitam yang diberikan langsung dia simpan di saku celananya.

Tak berselang lama, kembali si anak kecil ini terkaget-kaget, 3 orang berwajah serius sudah berdiri di depannya. Kemunculan ketiga orang ini tak beda jauh dengan pria sebelumnya yang muncul tiba-tiba.

 “Hei anak kecil, apakah kamu melihat ada laki-laki berambut panjang, wajah brewok lewat sini,” bentak seorang laki-laki pada si anak kecil ini.

“A-aanu…tadi s-saya lihat lari ke arah sana!” tunjuk si kecil ini dengan suara gagap.

Pria yang bertanya tadi sesaat menatap dengan sangar wajah si anak kecil ini, seolah memastikan tidak dibohongi.

“Hei anak kecil, kamu jangan main-main.”

Japra, nama anak kecil itu, bergetar ketakutan mendapat tekanan demikian.

“I-iya tu-tuan, awalnya dia lari ke Barat, tapi berbalik kayak hantu, l-lari ke arah Timur!” kembali bocah kecil menyahut agak gagap omongan orang-orang kasar ini.

“Hmm…anak kecil jarang berbohong, ayoo kita kejar ke Timur,” kembali si anak kecil ini melotot saking kaget dan kagumnya melihat 3 orang ini, yang melesat pergi.

Tentu saja ketiganya tak tahu, kalau si anak kecil ini memiliki kecerdasan di atas rata-rata anak sebayanya. 

Dia menyebutkan arah yang berlawanan dari menghilangnya lelaki yang sebelumnya memberinya sebuah bungkusan.

“Apakah 3 orang itu jahat? Sehingga mengejar orang yang serahkan benda ke aku?” pikirnya sambil jalan lagi, niatnya cari kayu bakar batal, gara-gara bertemu orang-orang asing tersebut.

Sambil berjalan pelan, si anak kecil tak sadar, laki-laki yang tadi serahkan bungkusan padanya secara lihai kembali menghadang di depannya. 

“Ha-ha-ha…anak yang tabah dan cerdik, kamu cocok jadi muridku!” 

Brasss tubuh si anak kecil ini di gendongnya, lalu dengan cepat berlari ke arah Barat. 

Anak kecil ini langsung pejamkan mata, dia merasa sangat pening sekali dan tak tahu akan dibawa kemana. Dia tak sempat bertanya, rasa takut menjalari hatinya.

Sesekali dia mendengar suara ngos-ngosan, tanda orang yang membawanya ini sedang menahan sakit ditubuhnya. Tapi memaksakan diri terus berlari di tengah hutan belantara ini.

Kini mereka sudah sampai di sebuah lembah yang sangat curam, sangat jauh dari tempat tadi.

Orang ini menurunkan si anak kecil tersebut, kemudian bersemedi mengumpulkan kembali kekuatannya. Si anak kecil ini terheran-heran saat melihat asap hitam keluar dari kepala orang itu.

Hoek…hoek…! Orang ini muntah hingga 2X dan mengeluarkan darah hitam kental.

“Bangsat sekali, 3 pendekar Golok Putih bikin aku terluka dalam, pukulan halilintar mereka benar-benar hebat!” gumamnya.

Orang ini tak sadar perbuatannya di tatap si anak kecil, antara takut dan ngeri melihat keadaan orang ini.

Si anak kecil ini menduga-duga, siapakah sesungguhnya pria brewokan ini. Orang ini membuka matanya, saling pandang pun terjadi, 

Sedangkan si pria itu menjalari pakaian sederhana bocah ini, yang agaknya anak seorang petani. 

Anehnya, mata anak kecil ini bersinar tajam, seolah-olah ada sesuatu yang mujijat tersimpan di mata anak tersebut.

“Siapa namamu anak baik..?” dia bertanya pelan, suaranya parau dan berat.

“A-aku…namaku Japra tu-tuan!”

“Japra…siapa nama orangtuamu, ayahmu terutama?” desaknya lagi.

“Aku anak yatim piatu, aku hanya tinggal dengan orang tua angkat di Kampung Haliling, di kaki bukit Meratus, tapi mereka sering memukuliku, katanya aku pemalas!” sahut Japra polos.

“Emm…sini kamu mendekat!” perintahnya dengan suara keren.

Walaupun Japra menolak, tapi dia kaget bukan main, tubuhnya bak tersedot oleh tangan pria yang belum dikenalnya ini.

“Hebat…tulang pendekar…agaknya mendiang orang tuamu bukan orang sembarangan!” cetusnya kagum, Japra merasa tubuhnya dipegang tangan kasar dan kuat ini. 

Japra merasa geli, lalu berubah sakit dan kepanasan, saat tangan pria kasar ini terus memegang tubuh kurusnya.

“Dengar baik-baik Japra, benda yang aku berikan padamu sebelumnya adalah sebuah peta, untuk menemukan sebuah pusaka. Pusaka itu berada di Bukit Meratus, kalau kamu berjodoh menemukannya, kamu akan jadi pendekar tanpa tanding!”

“Pusaka…aku tak paham tu-tuan, eh paman!”

“Kamu masih kecil, tapi tulang-tulang tubuhmu sudah menggambarkan kamu bukan keturunan orang sembarangan. Japra, asal kamu tahu, 3 orang sempat yang berbincang denganmu tadi adalah 3 Pendekar Golok Putih itu, mereka sengaja mengejar aku, setelah mengalahkanku hingga terluka dalam.”

Japra hanya mendengarkan saja, di usianya yang sudah 8 tahun terus berusaha memahami kenapa si pria ini bermusuhan dengan 3 pendekar golok putih itu.

“Japra, namaku Ki Palung, aku terkenal sebagai kepala rampok di kaki bukit meratus, aku merampas peta itu dari seorang pangeran yang jadi pemberontak di Kerajaan Daha. Anak buahnya 3 pendekar golok putih mengejarku, kami bentrok, tapi aku kalah karena di keroyok 3 orang bangsat itu.” 

Sambil mendengarkan Japra kini duduk di depan Ki Palung. Japra sempat terkaget-kaget, berarti pria ini orang jahat, karena ngaku perampok..? 

“Dengar pesan terakhirku, kamu harus temukan pusaka itu. Kelak kalau sudah menjadi seorang pendekar hebat. Segera cari Padepokan-ku, simpan kalung ini, sebagai tanda kamu adalah pewarisku.”

Ki Palung merengut kalung yang melingkar di lehernya. Lalu meraih tangan Japra. “Cepat simpan benda itu.” perintahnya.

Japra iya-iya saja, berarti saat ini ada 2 benda yang harus dia simpan dari Ki Palung. 

“Nah, sekarang kamu bersumpah segera!” lagi-lagi Japra yang tak paham kenapa harus bersumpah mengikuti perintah ini. 

Dia juga diminta menghadap ke Barat, ke arah matahari yang mau terbenam.

“Ikuti kata-kataku…Aku bersumpah, akan membalas dendam pada 3 Pendekar Golok Putih, aku juga bersumpah akan menjadi penerus Padepokan Ki Palung, setelah berhasil jadi pendekar hebat kelak. Langit dan bumi jadi saksi sumpahku, aku Japra…akan mati mengerikan kalau tidak melaksanakan sumpah ini!” 

Dengan suara pelan Japra mengikuti sumpah itu, tanpa paham apa maknanya, dia terlalu kecil untuk mengerti arti sumpah ini.

Tempat ini sunyi, tak ada lagi suara apapun. Bahkan suara nafas berat Ki Palung pun tak terdengar lagi.

Brukkk…Japra kaget, terdengar suara seperti benda jatuh, Japra yang tadi mengucapkan sumpah ke arah Barat, dan membelakangi Ki Palung kaget bukan main.

Dia pun otomatis berbalik dan terperanjat bukan kepalang, Ki Palung sudah tak bergerak lagi di tempatnya duduk tadi dalam posisi tertelungkup.

*****

BERSAMBUNG

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos
Sin comentarios
4 Capítulos
1-1
อัลแตร์พ่นลมหายใจออกจมูก วันนี้เขาก็ทำตัวงี่เง่าอีกแล้ว... ชายหนุ่มมองรถยนต์ส่วนตัวที่จอดนิ่งอยู่ตรงหน้าด้วยสายตาว่างเปล่า เขาเป็นคนขี้ลืมมากๆ— หมายถึง...มากจริงๆ ข้อนี้หลายๆคนที่อยู่รอบตัวต่างก็รู้ดี แต่นี่มันก็ครั้งที่สามในเดือนนี้แล้วที่เขาลืมกุญแจไว้ในรถของตัวเอง จนสุดท้ายก็ต้องโทรหาอาบาดอนให้มาช่วยทั้งๆที่ก็เพิ่งสัญญากับอีกคนว่าวันนี้จะไม่โทรไปรบกวนอย่างแน่นอน มือเรียวหยิบเอามือถือมากดโทรหาเบอร์ที่ถูกปักหมุดเอาไว้ด้านบนสุดทันที ถือสายรอไม่นานนักอีกฝ่ายก็รับ ปลายสายมีเสียงตะโกนโวยวายลอดมาเป็นระยะ อัลแตร์อดกลอกตาไม่ได้ ช่วงนี้ไอ้ยักษ์นี่ดูจะชอบออกไปหาเรื่องต่อยตีกับชาวบ้านบ่อยจริงๆ ชายหนุ่มถอนหายใจพรืด วางประเด็นเรื่องไฟต์คลับผิดกฎหมายไว้ในจุดที่ลึกที่สุดของสมองแล้วรีบพูดเข้าประเด็น “ฉันลืมกุญแจไว้ในรถอีกแล้ว นายมาช่วยหน่อยสิ” [อีกแล้วเรอะ?! ฉันว่านายควรกินพวกยาบำรุงสมองบ้างนะพวก] อาบาดอนโวยวาย แต่แม้จะฮึดฮัด สุดท้ายหลังจากบ่นเขายาวเหยียดเป็นชุด คนปลายสายก็รับปากว่าจะมาช่วยอยู่ดี จากนั้นเจ้าตัวก็ตัดสายไป ไว้ซื้อขนมไถ่โทษก็แล้วกัน...
last updateÚltima actualización : 2025-09-30
Leer más
1-2
“พระเจ้าช่วย นายดูดีเหมือนพวกนายแบบอะไรแบบนั้นเลย”หล่อนเบิกตากว้าง เดินเข้ามาใกล้พลางพิจารณาเขา “ไม่อยากเชื่อว่าจะได้เจอนายอีก” “ฉันก็ไม่อยากเชื่อว่าจะได้เจอเธออีกเหมือนกัน...ได้ยินมาว่าย้ายไปเม็กซิโกเหรอ?” “ก็ลือกันไปเรื่อย ฉันแค่ไปเยี่ยมญาติหลังจบไฮสคูลเท่านั้นเอง” “มาเถอะ ให้ฉันเป็นเจ้ามือเลี้ยงฉลองเราเจอกันวันนี้”เธอพูดเจือหัวเราะ ผายมือไปทางตู้เบเกอรี่“น่าเสียดายที่ตอนนี้ตัวเลือกไม่มากเท่าไหร่ แต่รับอะไรดีล่ะสุดหล่อ?” “ถ้าได้เค้กช็อกโกแลตกับโกโก้ร้อนสักแก้วจะซาบซึ้งมากเลยครับคุณผู้หญิง”เขารับไมตรีนั้นอย่างเต็มใจ เดินไปนั่งที่โต๊ะใกล้ๆ หยิบมือถือมาส่งข้อความให้อาบาดอนรู้ว่าตอนนี้เขาอยู่ที่ไหน กลิ่นหอมๆของโกโก้ที่ลอยมาเตะจมูกทำให้ชายหนุ่มยกยิ้ม จูลล์สมกับที่ได้รับฉายาว่าเป็นเจ้าหญิงผู้เพียบพร้อมของโรงเรียนจริงๆ สมัยเรียนไฮสคูลด้วยกันเธอทำกิจกรรมสารพัดอย่าง ไม่ว่าจะเป็นแข่งกีฬา แข่งทักษะวิชาการ แข่งร้องเพลง แข่งวาดภาพ หรือกระทั่งเชียร์ลีดเดอร์ ...แต่เขาก็ไม่คิดว่ากระทั่งเบเกอรี่และเครื่องดื่มเธอก็จะทำออกมาได้น่ากินขนาดนี้ด้วย...
last updateÚltima actualización : 2025-09-30
Leer más
1-3
จูลล์ฟังแล้วก็พยายามเม้มปาก อันที่จริงมันก็ไม่ได้ช่วยอะไรเท่าไหร่นักเพราะรอยยิ้มดันวาดกว้างดันแก้มมากขึ้นเรื่อย ๆ ไม่ต้องเดาก็รู้ว่าเจ้าคนทำเค้กก้อนนี้คงจะกำลังวิ่งวนอยู่ในครัวเหมือนหนูติดจั่น มองหาที่ที่ตัวเองจะซุกหัวเข้าไปหลบดาเมจรัวๆจากคุณครูหนุ่มตรงหน้านี้อยู่แหงๆ ...อยากเห็นจังเลยน้า คงจะตลกน่าดูเชียว... หลังจากพูดคุยกันได้พักหนึ่ง อัลแตร์ก็เอียงคอ บอกกับเธอว่า “ถ้าอย่างนั้นเธอพอจะวาดรูปหมีใส่แว่นกันแดดได้มั้ย?” “ยังไงนะ?”เธอทวนเสียงสูง ครูหนุ่มล้วงมือเข้าในโค้ท ควานหาโทรศัพท์อยู่พักหนึ่งก็หยิบมาเปิดรูปของคนคนหนึ่งให้เธอดู “หมอนี่น่ะ สมัยไฮสคูลเธอน่าจะเคยเห็นเขาบ้าง” หญิงสาวเลิกคิ้ว เธอจะไปลืมหมอนี่ได้ยังไงกัน... ชายคนนี้เป็นผู้ชายคาแรคเตอร์จัดที่สุดคนหนึ่งที่เธอเคยได้เห็นมาคนหนึ่ง ทั้งสวมแว่นกันแดดตลอดเวลา ร่างกายใหญ่โตเหมือนยักษ์ทั้งๆที่อายุแค่สิบนิดๆ แถมยังชอบโผล่มาที่โรงเรียนทั้งๆที่ไม่ได้เรียนอยู่ที่เดียวกันอีก “อ่า...ฉันจำเขาได้”เธอพยักหน้า ทำท่าทางเหมือนไม่ใส่ใจขณะถาม “เขาเป็นเพื่อนนายเหรอ?” คำถามนี้คล้ายว่าจะ
last updateÚltima actualización : 2025-09-30
Leer más
2-1
หลังจากอัลแตร์จากไปพร้อมชายหน้าตาคุ้นในแว่นกันแดดสีดำ จูลล์ถึงได้หยิบเอาจานและแก้วใบเล็กไปที่หลังร้าน เพื่อที่จะพบกับไอ้หนุ่มร่างโตที่นั่งเอามือปิดหน้าอยู่คนเดียวในครัว เธอวางจานบนซิงค์แล้วหันไปมองไอ้คนไม่เอาไหนที่ทำตัวเหมือนเด็กสิบสามเพิ่งมีความรักก่อนจะถอนหายใจ “ฉันนึกว่านายมูฟออนจากเขาแล้ว” “ฉันมูฟออนแล้ว”ไลโอเนลพูดเสียงอู้อี้ ยังคงฝังหน้าอยู่ในฝ่ามือของตัวเอง จูลล์มองหูแดงๆของอีกคนแล้วย่นจมูก “นี่นายคิดว่าฉันโง่รึไงไม่ทราบ?” เธอยืนพิงอ่างล้างจาน มองเพื่อนตัวเองที่ตอนนี้เริ่มส่งเสียงเหมือนบ่นอะไรสักอย่างใส่ฝ่ามือของตัวเอง อะไรสักอย่างที่ฟังดูเหมือนกับ ‘เขา... เขาดูดีกว่าตอนล่าสุดที่เจอกัน’ หรือ ‘เสียงของเขาเพราะมาก เขาต้องเป็นคุณครูในฝันของนักเรียนแน่ๆ’ และประโยคหวานเลี่ยนชวนอ้วกอีกหลายประโยคที่จูลล์ตัดสินใจจะเมินมันเสีย “ไม่อยากขัดนะ แต่นายจะจีบเขามั้ย?” มันได้ผล ลีโอเงยหน้าออกมาจากฝ่ามือตัวเอง หน้าเขาแดงเหมือนมะเขือเทศสุกอย่างที่เธอคิดเอาไว้ และพอมันมาคู่กับตาประกายวิ้งๆแล้วมันก็ดูตลกจนเธออดหัวเราะเบาๆไม่ได้ “โอเค เปลี่ยนคำถ
last updateÚltima actualización : 2025-09-30
Leer más
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status