LOGINSepertinya hanya dalam mimpi untuk Aline bisa mendapatkan cinta suaminya. Terbukti dari 7 tahun pernikahan hingga menghasilkan 3 buah hati tetap saja tak membuat Alan bisa melupakan cinta pertamanya yang indah. Apalagi sang mertua yang selalu menghina dirinya sebagai istri yang tak berguna. Tanpa memikirkan perasaan menantunya, ia malah berniat menjodohkan Alan dengan calon menantu idamannya kembali.. Sanggupkah Aline bertahan dalam pernikahan yang penuh penderitaan ini? Lalu bagaimana nasib ketiga anaknya jika Aline menyerah?
View More“ตาจักษ์ แม่อยากจะอุปการะหนูตะวัน” เสียงจากสตรี สูงวัย ผมสีดอกเลาเอ่ยปากบอกความต้องการของตนเองกับลูกชาย วัยเลยกลางคน ที่ใคร ๆ ต่างเรียกว่าพ่อเลี้ยง จักษ์ เจ้าของไร่แสนศิริสุขที่ตอนนี้กำลังนั่งอ่านข่าวสารบ้านเมืองผ่านไอแพดอยู่ตรงโต๊ะอาหาร
พ่อเลี้ยงจักษ์ลดไอแพดในมือลง พร้อมกับมองหน้ามารดาวัย เจ็ดสิบกว่า ๆ ของตนด้วยรอยยิ้มพร้อมกับตอบออกไป
“แล้วแต่คุณแม่เลยครับ ผมเองก็ว่าจะคุยเรื่องนี้อยู่พอดี ผมก็มีความต้องการตรงกับคุณแม่ที่อยากจะอุปการะเด็กคนนั้นเหมือนกัน มีใครเห็นแย้งอะไรไหม” จักษ์หันไปถามผู้เป็นภรรยาและลูกชายที่นั่งร่วมโต๊ะอยู่ด้วย
ภัสดาส่งยิ้มให้สามีเป็นเชิงว่าไม่ขัดข้องแต่อย่างใด ส่วนบุตรชายนั้นเอาแต่นั่งหน้านิ่วคิ้วขมวดอย่างคนใช้ความคิด
“คีย์ มีความคิดเห็นยังไงบ้าง มีอะไรไม่เห็นด้วยหรือเปล่า” ผู้เป็นบิดาเอ่ยถามออกมาอีกรอบเมื่อเห็นว่าบุตรชายนั้นยังเอาแต่นั่งนิ่ง
ชายหนุ่มเจ้าของนามว่า คีรินทร์ เงยหน้าขึ้นพร้อมกับหันไปมองบิดาที่ยังนั่งรอเอาคำตอบอยู่
“ถ้าผมบอกว่าไม่เห็นด้วยคุณพ่อกับคุณย่าจะเปลี่ยนความคิด ไหมครับ”
“...” พ่อเลี้ยงจักษ์มองหน้าบุตรชายราวกับจะค้นหาคำตอบของ อีกฝ่าย
“เราจะอุปการะเด็กคนนั้นในฐานะอะไรล่ะครับ ผมต้องเสียผลประโยชน์อะไรบ้างหรือเปล่า” ชายหนุ่มตอบบิดาด้วยเสียงเรียบนิ่ง ทว่าแฝงไปด้วยความเย็นชา
“ย่าจะอุปการะหนูตะวันในฐานะว่าที่คู่หมั้นของคีย์ ถ้าหนูตะวันเรียนจบแล้วคีย์ยังไม่แต่งงาน ย่าจะให้คีย์แต่งกับหนูตะวัน” เสียงแหบพร่าของสตรีสูงวัยเป็นผู้ตอบคำถามแทน
“ไม่เอาครับย่า! เด็กคนนั้นเพิ่งจะอายุสิบห้าเอง ผมไม่ใช่โรคจิต ชอบเด็กนะครับ” ผู้เป็นหลานชายท้วงขึ้นเสียงดังด้วยความตกใจพลาง ทำสีหน้าฝืดเฝื่อน
“ย่าก็ไม่ได้จะให้เราแต่งกันตอนนี้เสียหน่อย อีกตั้งหลายปีกว่า หนูตะวันจะเรียนจบ”
“อีกกี่ปีผมก็ไม่เอาครับ”
“แน่ใจนะ ถ้าหนูตะวันโตมาแล้วสวยอย่ามาเปลี่ยนใจทีหลังล่ะ”
ผู้เป็นย่าเอ่ยเย้า
“ไม่มีทางเปลี่ยนใจแน่นอนครับ” ผู้เป็นหลานยังคงยืนยันเสียง หนักแน่น
“เอาเป็นว่าย่าจะให้เวลาคีย์จนกว่าหนูตะวันจะเรียนจบก็แล้วกัน ถ้าคีย์มีคนที่ถูกใจคบหาจนถึงขั้นแต่งงานย่าก็ไม่ห้าม แต่ถ้าถึงตอนนั้นคีย์ยังไม่มีใคร ย่าจะให้แต่งกับหนูตะวัน” ผู้เป็นย่าเองก็ยังยืนยันคำพูดของตนเองอย่างหนักแน่นเช่นกัน
“เอาเป็นว่าตกลงตามนี้นะครับคุณแม่” จักษ์คล้อยตามมารดาที่จะให้เด็กผู้หญิงคนนั้นเข้ามาอยู่ที่บ้านในฐานะว่าที่คู่หมั้นของบุตรชายตน เพราะลึก ๆ แล้วเขาก็รู้สึกผิดกับครอบครัวของฝ่ายนั้นอยู่เหมือนกัน
“พ่อครับ!” ผู้เป็นบุตรชายหันไปโวยวายบิดาเมื่อเห็นว่าท่านเออออตามผู้เป็นย่า
“สรุปว่าคีย์ไม่เห็นด้วยเรื่องที่จะให้หนูตะวันเข้ามาอยู่ร่วมบ้านกับเราอย่างนั้นสิ” จักษ์ถามลูกชายเสียงจริงจังอีกรอบ
คีรินทร์ตั้งท่าจะตอบออกไปว่าใช่ แต่เมื่อเห็นสายตาแน่วแน่ของ ผู้เป็นย่าแล้วก็รู้ว่าคงจะขัดไม่ได้ จึงต้องจำยอมเอ่ยตอบออกไป “ผมจะไปขัดข้องอะไรได้ล่ะครับ เพราะต่อให้ผมไม่เห็นด้วย คุณพ่อกับคุณย่าก็คงยืนยันจะอุปการะเด็กคนนั้นอยู่ดี ถ้างั้นก็แล้วแต่คุณพ่อกับคุณย่าจะจัดการตามสมควรเลยครับ”
หญิงสูงวัยยิ้มออกมาอย่างพอใจ คีรินทร์จึงเอ่ยขึ้นต่ออีก “ขอแค่อย่างเดียว ระหว่างที่เด็กนั่นเข้ามาอยู่ที่นี่ อย่าให้มายุ่งวุ่นวายกับผมก็พอ”
จักษ์ได้แต่พยักหน้าตอบลูกชายเพราะรู้ดีว่าคีรินทร์เองก็รั้นไม่เบา ถ้าได้ต่อต้านอะไรขึ้นมาก็หัวชนฝาสุด ๆ เหมือนกัน
เมื่อเห็นผู้เป็นบิดาพยักหน้าตอบรับจึงหันมาสนใจกับอาหารตรงหน้าต่อ แต่ความคิดยังประหวัดไปถึงเด็กสาวผู้เป็นหัวข้อสนทนาก่อนหน้านี้ที่มีนามว่า ‘ตะวัน ศิริกร’
เมื่อคืนที่ผ่านมาตนและครอบครัวไปฟังพระสวดอภิธรรมศพยายของเด็กสาวคนนั้น ที่อีกอำเภอหนึ่งไม่ไกลเท่าไร ภาพที่เห็นเจ้าหล่อนนั่งร้องไห้ปิ่มจะขาดใจอยู่หน้าโลงศพ เรียกให้แขกเหรื่อในงานต่างรู้สึกหดหู่ไปด้วยไม่ได้ และเขาก็คงจะเป็นเหมือนคนอื่น ๆ ที่คิดว่าชีวิตของเด็กคนนั้นช่างน่าสงสารเสียกระไร ถ้าเพียงแต่เขาจะไม่ได้ยินบางประโยคหลุดออกมาจากปากของเจ้าหล่อนเสียก่อน ในขณะที่กำลังจะเดินไปเข้าห้องน้ำ เขาอยากจะบอกผู้เป็นย่ากับบิดาเหลือเกินว่าเด็กนั่นไม่ได้ไร้เดียงสาแสนซื่ออย่างที่เห็น
Tidak ada jalan untuk kembali. Aline sudah memantapkan diri melangkah maju ke depan. Meninggalkan semua rasa sakit hati yang diterimanya.Ucapan Mikha dan Puri memang terngiang-ngiang di kepalanya. Namun, tetap membuat hatinya tetap tak bergeming. Aline teguh pada pendiriannya.Cukup satu kali Aline merasakan pahitnya pernikahan. Ia tak mau mengulanginya lagi. Apalagi jika itu bersama orang yang sama.Fokus Aline sekarang untuk anak-anaknya saja.Aline masih terpekur disana. Di tempat yang sama ketika Puri menangis dan memohon tadi.Sambil menghela nafas, Aline bangkit dari duduknya. Dia harus bersiap karena pagi ini juga dia pulang ke kampung tempat dia berasal.Setelah mengemasi barang-barangnya. Aline memandang sekeliling. Ruang keluarga yang menyatu dengan ruang makan. Di pojok sana ada dapur dan teras belakang. Aline seperti menonton film dimana ada adegannya bersama anak-anak. Seharian dihabiskan mengasu
Berapa besar Mikha meyakinkan Aline tapi wanita ini tetap pada keyakinannya. Apa yang dikatakan Mikha hanya sekedar untuk meluaskan hatinya saja.Bagi Aline, cinta Alan hanya bualan. Dia tak bisa mempercayai Alan soal perasaan. Mungkin rasa sakit ini begitu berbekas sehingga Aline selalu enggan jika bersinggungan dengan mantan suaminya.Hubungan mereka saat ini tak lebih dari orang tua anak-anak saja. Walau ketiga jagoannya belum mengerti apa yang terjadi pada ayah dan ibunya. Namun, Aline berjanji akan menjelaskan secara perlahan.Hari mulai malam. Aline sebenarnya bimbang. Pikirannya ingin menginap di hotel saja. Tapi hatinya ingin kembali ke rumah yang pernah ia tempati dulu. Sudah lama tidak berkunjung. Terlebih tiga bulan ini ditinggal pemiliknya.Aline jadi penasaran akan keadaan rumah yang sekarang tak berpenghuni itu.Sampai di rumah, hanya lampu teras saja yang hidup. Aline lalu membuka kunci pintu dan menghidupkan sake
Aline memutuskan untuk pulang kembali ke kampung halamannya. Itu karena acara peluncuran novel Mikha dilaksanakan esok lusa.Sungguh, Aline masih terkejut atas pertemuan mereka tadi. Tak menyangka jika penulis yang ia temui adalah pujaan hati mantan suaminya."Ibu!!" Seru Envier masuk ke kamar Aline."Ada apa Envier?""Telpon ayah, bu. Envier kangen!""Memang ayah nggak nelpon kamu hari ini?"Envier menggeleng. "Nggak."Aline menghela nafas. "Mungkin ayah sibuk, nak.""Envier kangen, bu." Envier cemberut."Sama nenek aja, ya.." ucap Aline. Dia sendiri tak mungkin menghubungi mantan suaminya. Selain karena telah menghapus nomor ponsel Alan. Aline juga tak ingin berhubungan lagi dengan mantan suaminya.Sambil menghentakkan kaki, Envier keluar dari kamar ibunya dan memburu sang nenek. Tak lama, Emma datang ke kamarnya."Aline! Anak-anakmu ini r
Hampir 3 bulan Alan pindah. Selama itu juga tak ada lagi komunikasi antar mereka. Alan hanya bisa menghubungi anak-anaknya melalui mertuanya saja. Itu karena Aline yang sepertinya tak ingin lagi berhubungan dengan mantan suaminya.Sebenarnya bukan tak ingin berhubungan. Lebih tepatnya menghindar.Aline tak menyangkal jika rasa sakit hati itu masih ada.Aline bagaikan pelarian bagi Alan saat pria itu ditinggalkan cinta pertamanya. Selama tujuh tahun hanya Aline yang cinta sendirian. Rasanya sudah seluruh bahasa cinta diberikannya tapi Alan tak bergeming.Ujungnya, Alan mengaku masih mencintai wanita lain. Apa tidak sakit hati Aline mendengarnya.Dicoba untuk ikhlas, merelakan Alan menikah dengan cintanya agar Aline bisa dianggap oleh keluarga Alan. Rupanya malah menjadi bumerang untuk dirinya. Keluarga Alan terutama Puri tetap mencemoohnya. Menghinanya. Mengganggap Aline sebagai benalu di hubungan Alan dan Mikha.Seringk
Aline mengerjap beberapa kali agar air matanya tak turun. Suami yang baru saja di do'akannya mulai menunjukkan kesadaran penuh walau di mulutnya memanggil nama wanita lain.Perlahan Alan membuka matanya dan menemukan Aline dengan wajah yang penuh kesedihan."Aline.." desah
Alan mengirim pesan ke istrinya melalui ponsel sesaat sebelum keluar dari bandara.Tempat sudah di reservasi. Mereka akan pergi setelah bada' maghrib. Alan juga sudah memberi tahu Puri kalau anak-anak hari ini di titipkan padanya. Ya, walaupun awalnya Puri sedikit mengomel karena harus d
"Jadi, kalian benar-benar tidak ingin bersama lagi?" Puri sampai mendengkus.Alan memalingkan wajah sampai menghela nafas kasar. Pagi minggunya ternodai karena kedatangan Puri yang mengomel."Apa sih kurangnya Mikha itu? Dia cantik, lembut terus pintar cari uang. Kamu menyi
Alan menatap lekat wajah istrinya yang tengah tertidur lelap. Biasanya setelah melayani Alan, Aline akan segera membersihkan diri dan baru tertidur.Tapi kali ini dia langsung tertidur setelah melayani Alan. Aline sepertinya kelelahan karena Alan sangat bersemangat tadi.Lelaki


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore