MasukAwalnya pernikahan Amara dan Raditya Hermansyah seorang manager sebuah perusahaan besar tampak sempurna walaupun di usia pernikahan yang ketiga mereka belum diberikan keturunan. Hingga sebuah fakta menyakitkan akhirnya terkuak tanpa sengaja. Ternyata di belakang Amara, Raditya menjalin hubungan dengan kakak perempuan tirinya bernama Laura. Merasa tak terima dengan pengkhianatan sang suami tercinta, Amara memutuskan untuk membalasnya dengan berbuat nekat merayu sang kakak ipar yang tak lain suami dari Laura, bernama Aziel Gibran yang merupakan seorang karyawan kecil biasa. Namun, siapa menyangka dalam aksi balas dendamnya justru terkuak fakta lain jika sang kakak ipar bukanlah pria biasa seperti yang diketahui banyak orang. Lalu apa yang akan terjadi apabila sang kakak ipar justru terlanjur jatuh cinta pada Amara dan mengejar cintanya? Dan rahasia apa yang disimpan Aziel selama ini? Bagaimana kisah perjuangan Amara untuk membalaskan dendam pada suami dan kakak tiri yang sama-sama telah mengkhianatinya?
Lihat lebih banyakSebuah sportscar edisi terbatas meraung pelan, memecah keheningan kompleks hunian super mewah di jantung ibu kota. Dua sosok melangkah keluar. Seorang pria blasteran dengan rahang tegas dan wajah rupawan yang angkuh, didampingi wanita muda bergaun merah yang memancarkan aura cantik sekaligus berbahaya. Mereka melangkah beriringan memasuki kediaman megah itu, layaknya sepasang raja dan ratu yang hendak menaklukkan wilayah baru.“Masuklah, Albert. Beliau sudah menunggumu. Jangan buat dia kehilangan kesabaran,” bisik sang wanita, Stacy, suaranya halus namun menekan.Langkah Albert tertahan di depan pintu mahoni besar. Ada keraguan yang membekas di matanya, sebuah keengganan yang mendalam. Namun, ia tahu betul risiko mengerikan jika ia berbalik arah sekarang. Stacy mengantarnya ke sebuah ruangan luas yang lebih menyerupai ruang kerja seorang diktator daripada ruang pertemuan biasa.Di ujung meja panjang, duduk seorang pria paruh baya yang memancarkan karisma sekaligus ancaman. Meskipun
Ucapan mas Aziel semalam tidak membuatku tak bisa berhenti untuk berpikir. Sebenarnya ada apa? Mungkinkah ada yang mas Aziel sembunyikan dariku selama ini? Pertanyaan itulah yang selalu ada dalam pemikiranku sepanjang hari ini. Tak pernah sedikit pun aku berpikiran buruk pada mas Aziel, di mataku dia adalah pria yang baik dan sempurna tak hanya secara fisik. Jadi tak mungkin bukan jika selama ini mas Aziel menyimpan sebuah kebohongan? Hari ini aku berencana membeli kebutuhan di salah satu mall besar di ibu kota. Tetapi saat aku baru saja selesai memarkir mobilku dan turun dari mobil, tak sengaja aku melihat sosok pria yang sangat tak asing masuk ke dalam mobil sport mewah limited edition yang sedang terparkir di antara beberapa mobil yang letaknya cukup jauh dari tempatku sekarang.“Mas Aziel??!” Secara refleks dan entah bagaimana aku justru bersembunyi di balik dinding beton. Memperjelas penglihatanku yang mungkin salah, aku mencoba sekali lagi memastikannya. Memang benar pria yang
“Ibu, untuk baju-baju ini apa mau didisplay sekalian di etalase?” Caca bertanya padaku sembari membawa tumpukan stok baju yang masih baru.“Sebaiknya jangan semua, kamu pilih saja model yang terbaik untuk dipajang,” perintahku.“Baik, Bu.” Caca menjawab patuh, ia mulai memilih baju model terbaik dari beberapa tumpukan baju yang dibawanya.“Selamat siang, Ibu. Selamat datang di butik Amara.” Suara karyawan baruku yang bernama Lina terdengar menyapa. “Apa yang bisa saya bantu? Ibu sedang mencari apa?” tambahnya lagi.“Aku datang ke sini bukan untuk membeli tetapi untuk bertemu dengan pemilik butik ini! Dan ingat jangan panggil aku Ibu. Tetapi Nyonya, Nyonya Hermansyah!” Deg! Langkahku terhenti seketika saat aku hendak melangkah kembali ke ruanganku. Suara itu, suara yang sangat aku kenal. Untuk apa dia datang ke sini? Apa sengaja ingin membuat keonaran?“Maaf, saya benar-benar minta maaf atas ketidak tahuan saya, Nyonya.” Lina menunduk dengan raut wajah tegang serta takut.“Di mana Ama
Aku merasa sangat gugup, hingga berkali-kali merasakan gelisah. Bagaimana tidak? Malam ini adalah malam pertamaku sebagai istri dari Aziel Gibran setelah beberapa jam yang lalu kami telah melakukan ijab kabul dan resmi menjadi suami istri. Walaupun pernikahan kami dilakukan di bawah tangan dan ini bukanlah pernikahan pertama bagiku, tetapi tetap saja aku merasakan gugup. Seorang pria yang awalnya sebagai kakak ipar, kini karena suatu hal telah menjadi suami yang sah untukku tentu hal itu bukan hal yang mudah.Yang membuatku memiliki keyakinan kuat menikah dengan mas Aziel selain sebuah kesepakatan, yaitu karena mas Aziel adalah sosok lelaki yang baik dan jujur. Dia adalah gambaran pria yang sempurna secara akhlak di mataku. Karena itulah aku percaya jika pilihanku tidaklah salah. Namun, walaupun begitu pertama kali tidur satu ranjang dengannya tetap membuatku merasa gugup setengah mati. Tok, tok, tokSuara ketukan dari luar mengejutkanku.“Boleh aku masuk, Amara?” Aku tersentak saat


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan