แชร์

Bab 15 Kekhawatiran

ผู้เขียน: Fit Tree Fitri
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-22 07:07:09
Pagi hari semua anggota keluarga sarapan bersama. Jack dan James bersiap untuk pergi keliling dunia untuk mengawasi bisnis. Rumah besar itu tampak sepi dan tenang. Maria berjalan menuju ruang makan. Dia melihat semua orang sudah duduk di kursi masing-masing.

“Selamat pagi,” salam Maria dengan ramah.

“Maria, kamu akan menemani Sean kemana pun dia pergi,” ucap Jack.

“Iya, Kek.” Maria melihat pada Sean yang duduk di hadapannya. Pria itu tidak bereaksi apa pun.

“Aku dan James akan terbang pagi ini,”
Fit Tree Fitri

Terima kasih. Semoga suka. Jangan lupa like dan komentar yaa. See Soon

| 18
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
Nurliana Ali
tq sdh up lg kk
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...
goodnovel comment avatar
syicinhai
double up kak...
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 137 Keluarga Besar

    James tiba di bandara. Dia berjalan dengan santai. Pria itu tidak terlihat seperti seorang Mafia.“Tuan James. Mobil sudah menunggu.” Seorang pria dengan setelan jas hitam berdiri di depan James.“Siapa kalian?” tanya James curiga. Pria itu tidak bisa percaya sembarangan orang.“Kami kiriman tuan muda Sean. Anda bisa memeriksa ponsel,” jawab pria itu.“Mm.” James mengeluarkan ponsel dan mengaktifkannya. Dia melihat pesan dari Elio.“Ini bukti kami anak buah Tuan Sean.” Pria itu memperlihatkan kode di layar ponselnya.“Dia dengan mudah tahu kedatanganku.” James tersenyum. Dia mengikuti anak buah Sean pergi menuju ke tempat parkir.“Silakan, Tuan.” Pria dengan jas dan kacamata hitam membuka pintu untuk James.Mobil melaju dengan kecepatan standar menuju kawasan pribadi milik Sean. Pria itu duduk santai di kursi belakang dan memperhatikan jalanan. Lelaki yang terus melajang setelah istrinya meninggal dan tidak pernah berpikir untuk menikah lagi.Mobil berhenti di depan taman villa yang me

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 136 Kekacauan

    Kebahagiaan Sean tidak bisa ditutupi. Seluruh dunia hampir tahu karena perubahan sikapnya. Dia mengubah jalur bisnis dan mematikan beberapa bisnis lainnya. Keluarga di Amerika pun merasakan perubahan itu tanpa perlu mendapatkan laporan dari Rome. Mereka kebingungan.“Apa yang dilakukan, Sean?” tanya Kakek Jack kesal. Pria itu melempar berkas ke lantai.“Tuan Sean memutuskan jalur perdagangan senjata ke negera konflik. Dia hanya akan bekerja sama dengan negara yang membeli senjata untuk perdamaian dunia dan melindungi diri,” jelas Luca yang merupakan asisten Jack.“Apa? Kenapa? Apa Sean sudah gila karena menikahi wanita bercadar itu? Dia mematikan bisnis dua keluarga yang telah diwariskan turun temurun.” Jari-jari Jack meremas berkas.“Kita mengalami banyak kerugian dalam beberapa bulan ini. Ternyata ini ulah Sean. Apa dia mau membunuh semua anggota keluarganya yang hidup dari bisnis ini?” Jack yang berdiri karena marah kembali duduk.“Panggilkan James!” perintah Jack.“Baik, Tuan.” Luk

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 135 Kabar Gembira

    Ruang pemeriksaan klinik terasa sejuk, dengan aroma harum bunga mawar yang samar. Aisyah duduk di kursi, tangannya menggenggam erat jemari Sean. Perutnya belum terlihat besar, namun rasa haru dan bahagia jelas terpancar dari matanya.Sean menatap istrinya dengan penuh perhatian, seolah ingin menyalurkan ketenangan lewat genggaman tangannya. Pria itu terlihat lebih gugup dari Aisyah.“Sayang, aku sudah tidak sabar mau melihat anak kita,” bisik Sean di telinga Aisyah.“Sayang, apa kamu gugup?” tanya Sean yang membuat Aisyah hampir tertawa karena suaminya lah yang gugup."Permisi, Nyonya Aisyah dan Tuan Sean. Kita akan memulai pemeriksaan,” Elena duduk di depan Aisyah dan Sean.“Silakan, Dok.” Aisyah selalu terlihat tenang. Apalagi dia seorang dokter bedah yang sudah terbiasa berada di lingkungan dan situasi menegangkan. Hanya pemeriksaan kehamilan biasa saja. Dia selalu berpikiran baik.“Baiklah. Bagaimana kabarnya? Ada keluhan mual atau lelah? Bagaimana dengan nafsu makan dan jadwal tid

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 134 Tim Dokter

    Sean benar-benar memberikan kebahagiaan yang sempurna untuk Aisyah. Dia membawa keluarga istrinya pindah ke rumah mereka sehingga bisa selalu bersama. David dan Noah pun semangat pulang dan pergi kerja. Begitu juga dengan Jordan dan Leana. Setelah sekian lama berpisah akhirnya mereka bernar-benar bisa berkumpul.Aisyah tidak sendiri lagi di rumah. Dia ditemani sang ibu dalam menghabiskan waktu dengan berkarya. Keduanya mendesain pakaian bersama. Sean tidak khawatir lagi dengan kondisi istrinya. Pria itu bisa melihat dan merasakan kebahagiaan Aisyah setiap hari bercerita tentang hari-hari bersama Leana.“Ma, lihat bunga ini sangat indah.” Aisyah mengembil setangkai mawar merah dan menyelipkan di telinga Leana.“Mama sangat cantik.” Aisyah menatap Leana.“Kamu mewarisi kecantikan itu, Sayang.” Leana mencium dahi Aisyah. Ibu dan anak berjalan di taman. Mereka sedang menunggu para lelaki tercinta pulang bekerja.“Aisyah ku lebih ceria sejak keluarganya pindah kemari.” Sean melihat Aisyah d

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 133 Berkumpul

    Keluarga Jordan sangat bahagia mendengar kabar kehamilan Aisyah. Mereka meminta izin untuk datanng berkunjung dan memberi hadiah karena Sean tidak akan membiarkan sang istri keluar dari lingkungan kastil.Demi kebahagian dan ketenangan Aisyah. Sean sengaja mengundang keluarga Jordan untuk makan siang bersama di rumah tanpa sepengetahuan sang istri.“Sayang, apa kamu tidak ke kantor lagi?” tanya Aisyah melihat Sean yang setiap hari di rumah menemani dirinya sepanjang waktu.“Ada Elio yang membantuku. Aku hanya perlu memantau dari rumah.” Sean menarik kursi untuk Aiyah. Mereka akan makan siang bersama.“Yang terpenting. Aku selalu berada di sisi kamu, Sayang. Urusan lain bisa diurus yang lain,” lanjut Sean.“Permisi, Tuan. Tamu sudah datang.” Bibi Rose menunduk.“Tamu? Siapa?” tanya Aisyah.“Suru mereka masuk!” perintah Sean.“Baik, Tuan.” Bibi kembali menemui tamu yang sudah menunggu.“Selamat siang,” ucap Noah.“Kak Noah.” Aisyah berdiri dia melihat keluarga lengkapnya datang berkunjun

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 132 Sibuk Sepanjang Hari

    Sean membawa Elio dan Leon ke ruang kerja. Pria itu ingin berbicara serius dan sedikit rahasia.“Ada apa, Sean?” tanya Leon curiga.“Ehem.” Sean melihat pada Elio dan mengibaskan tangannya.“Baik, Tuan.” Elio keluar dari ruang kerja.“Hm.” Leon memperhatikan Sean.“Leon, selama hamil. Apa aku masih bisa menyentuhnya?” tanya Sean gugup.“Hanya menyentuh atau mensetubuh?” Leon balik bertanya dengan menahan senyum.“Kamu pasti mengerti. Tidak usah pura-pura bodoh.” Sean menghempaskan tubuhnya di sofa.“Tergantung kondisi tubuh Aisyah. Jika dia dan janin kuat. Tentu tidak masalah, tetapi tetap harus hati-hati dan menahan diri. Jangan terlalu ganas seperti pengantin baru,” jelas Leon tersenyum.“Aku tahu. Sekarang aku sudah lebih lembut ketika menyentuh Aisyah.” Sean mengangguk.“Tapi sebaiknya kamu benar-benar menahan diri untuk tiga bulan pertama ini. Berapa usia kandungan Aisyah?” tanya Leon.“Aku tidak tahu. Aku akan bertanya padanya.” Sean beranjak dari sofa.“Aisyah tetap harus melaku

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 90 Cinta dan Obsesi

    Aisyah pikir Sean melepaskan Khaled begitu saja. Dia tidak tahu bahwa sang suami melakukan penculikan secara diam-diam oleh anak buahnya yang merupakan pasuka elit yang direkrut dari militer.“Sayang.” Aisyah memeluk tangan Sean. Mereka duduk di sofa ruang tengah.“Ada apa, Sayang? Apa ada yang saki

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 88 Penyelamatan

    Sean yang telah tahu posisi kapal yang membawa Aisyah segera bertindak dan tidak menunggu lama. Pria itu tidak menyia-nyiakan waktu untuk mengejar sang istri. Dia tidak peduli jika harus mengejar hingga ke negara lain dan mengeluarkan biaya lebih untuk merebut kembali istrinya.“Siapkan kapal selam!

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 86 Kehilangan

    Langit malam diguyur oleh deras yang hujan. Kaca depan mobil Sean dipenuhi butiran air yang berkilau seperti pecahan kaca. Jalanan sepi, hanya suara gemuruh petir dan deru mesin yang menemani kepulangannya. Namun tiba-tiba, dari balik kabut hujan, sekelompok mobil hitam melaju cepat, memotong jalann

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 83 Obsesi

    Aisyah membuka mata dan mendapatkan satu tangan serta dua kaki yang terikat di tempat tidur mewah. Dia memperhatikan sekeliling. Ruangan yang tampak asing. Di samping meja ada tiang infus yang masih terhubung dengan pergelangan tangannya.“Astagfirullah alazim. Di mana ini?” tanya Aisyah segera dudu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status