Share

8

Author: Naomiliana
last update publish date: 2026-04-15 08:31:47
"Lalu kau dimana saat aku disiksa oleh para selir juga anakmu? Bahkan pelayan berani menghinaku. Jika ibu masih ada aku yakin ia akan membencimu. Kau bukan ayah ku! Dimana kau, saat aku meregang nyawa? Kau bahkan menutup matamu terhadap ku."

Kaisar dan semua orang terkejut, tidak menyangka jika Lian Wei berani mengatakan hal itu. Lian Wei menahan air mata di pelupuk matanya, mengingat bagaimana penyiksaan dan penderitaan yang dialami pemilik tubuh sebelumnya.

'Apa ini reaksi dari pemilik tubuh?
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   262

    “Apa kau bilang?” marah Xu Kai.“Aku akan gunakan pedang milikku.”‘Bersiaplah untuk kalah Putra Mahkota Xu yang sombong,’ batin Lian Wei. Ia menunjukkan smirk pada Xu Kai. Hanya Xu Kai sendiri yang dapat melihatnya. “Semoga aku selamat,” ucap Xu Kai pelan sembari menelan ludahnya kasar. Xu Kai dan Lian Wei saling memberi salam. Kemudian mereka bersiap pada posisi masing-masing. Lian Wei masih tenang di tempatnya, sementara Xu Kai mulai menyerang, namun Lian Wei hanya menangkis serangan. Lama mereka seperti itu membuat Lian Wei bosan. Sring!Trang!“Apa hanya ini kemampuanmu?” sindir Xu Kai.Lian Wei memblokir serangan Xu Kai dan membuatnya mundur beberapa langkah. “Apakah sudah cukup bagimu?” tanya Lian Wei. “Apa?”“Sekarang giliran ku,” ucapnya dingin. Lian Wei mulai maju menyerang Xu Kai. Aura yang dikeluarkannya sangat tajam. Ia seperti melihat musuh di depannya. Aura seorang komandan militer menguar dari dalam dirinya. Trang!Dua pedang itu saling bersentuhan menimbulkan s

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   261

    “Benar juga, sepertinya mereka saling kenal,” ucap Luo Yang.“Guru apa, murid terakhir yang guru sebutkan itu Li Xinhua?” tanya Yuze.Adipati Xinxi tidak menjawab pertanyaan dari Yuze, ia berjalan lebih dulu meninggalkan dua orang muridnya.Sementara Xu Kai masih mengejar Lian Wei dengan susah payah.“Li Xinhua!” pekik Xu Kai memanggil Lian Wei yang terus berjalan."Xinhua! Ah dengarkan aku," kejar Xu Kai. Ia akhirnya berhasil menghadang jalan Lian Wei.Lian Wei hanya bisa menarik nafas lelah menghadapi Xu Kai. Ia kemudian bersedekap dada dan menatap jengkel pada Xu Kai.“Katakan.”“Aku…” jawab Xu Kai ragu.“Kau ternyata senior di Akademi Adipati Xinxi, apa mereka tahu, jika murid akademi diharuskan ikut berperang untuk membantu Putra Mahkota Xu melawan Kekaisaran Song dalam waktu dekat ini?” ucap Lian Wei menebak arah pikiran Xu Kai.“Tidak. Mereka tidak tahu identitas asliku. Tapi benar, aku akan menempatkan murid akademi yang unggul di barisan terdepan.”“Kau!” tunjuk Lian Wei kesa

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   260

    Mingmei meminta orang untuk menyiapkan bak mandi untuknya berendam.Setelah siap ia menuangkan ramuan itu ke dalam bak, Lian Wei mengajak Xie Nian untuk kembali ke kamarnya. Lian Wei membopong Xie Nian keluar.Saat sampai di luar suara teriakan terdengar begitu kencang dari dalam rumah herbal.“Ahk! Sakit!”“Li Xinhua, ada apa dengan Mingmei?”“Dia sedang diobati, ayo pergi.”Lian Wei mengajak Xie Nian namun pandangan Xie Nian masih berada di belakang.“Aku tidak akan pakai obat ini lagi!” pekik Mingmei kuat.Lian Wei tersenyum puas.‘Taipi efek penyembuhannya cepat,’ ucap Lian Wei dalam hati.Setelah mengantarkan Xie Nian ke kamarnya, Lian Wei kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Setelah satu jam Mingmei kembali ke kediamannya, Xie Nian yang panik segera menghampirinya.“Mingmei, kau tidak apa-apa?”“Aku tidak apa-apa. Besok akan sembuh.”“Ayo aku bantu kau istirahat.”Keesokan harinya semua murid kembali berkumpul. Kali ini mereka berkumpul di aula pedang, ujian terakhir dalam me

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   259

    “Tidak mungkin.”“Apa yang kau pikirkan?”Buk!Satu pukulan membuat Lien Hua terpukul mundur. Semua orang bersorak karena hal itu, Lien Hua tidak bisa bangkit lagi sehingga ia dinyatakan kalah.“Pemenangnya adalah Li Xinhua!” ucap Luo Yang.Adipati Xinxi yang melihat dari kejauhan hanya tersenyum tipis.“Li Xinhua berapa banyak yang kau sembunyikan?” ucap Adipati Xinxi sebelum pergi dari sana.Pertandingan selanjutnya Xie Nian melawan Mayleen. Lian Wei tahu bahwa Mayleen lebih kuat dibanding dengan Lien Hua.Ia memberi peringatan pada Xie Nian, namun Xie Nian meremehkan peringatan Lian Wei.“Li Xinhua kau tenang saja. Aku akan mengalahkannya.”“Kalau kau kena pukul, aku akan siapkan obatnya,” ucap Mingmei.Xie Nian menepuk pundak Mingmei kuat.“Siapkan yang paling mahal, besok masih pertandingan pedang.”Setelah mengatakan itu Xie Nian naik ke arena. disana Mayleen sudah menunggu dengan bersedekap dada.“Weh lama sekali? Apa kau takut huh?” sindir Mayleen pada “Aku takut?”Xie Nian m

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   258

    “Kalau sudah sarapan, segera bersiap. Hari ini masih ada pertandingan.”“Ba-baik guru,” jawab Lian Wei kaku.Lian Wei melihat punggungnya pria seperempat abad itu perlahan menjauh. Lalu Lian Wei kembali masuk ke kamarnya dan meminum supnya, setelahnya ia memakan sarapannya dan bersiap untuk pertandingan berikutnya.Halaman latihan Akademi Adipati Xinxi sudah dipenuhi para murid. Udara pagi terasa sejuk, tetapi suasana justru dipenuhi ketegangan. Hari ini mereka akan menjalani pertandingan fisik.Lian Wei berdiri di antara para murid dengan pakaian latihan berwarna putih. Tatapannya tenang, sementara di seberangnya berdiri Lien Hua yang tampak percaya diri.“Pertandingan pertama, Lian Wei melawan Lien Hua!” seru Luo Yang.Murid-murid yang berada di sekitar arena langsung memperhatikan keduanya.Lien Hua melangkah maju dan mengambil posisi bertarung. Tatapannya menilai Lian Wei dari atas hingga bawah.“Jangan salahkan aku jika kau terluka,” ucap Lien Hua.Lian Wei hanya tersenyum tipis.

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   257

    Setelah Yuze mengatakan hal itu, segera mereka membubarkan diri. Lian Wei melihat pada Adipati Xinxi yang masih menatapnya.Lian Wei kembali ke kamarnya untuk beristirahat sejenak. Ia mengambil air mandinya sendiri, Mingmei tidak bisa melayani di sampingnya.Setelah Lian Wei membersihkan diri ia menyisir rambut panjangnya. Tidak lama terdengar suara ketukan pintu. Lian Wei segera memakai pakaian luarnya, lalu berjalan membuka pintu.“Xue Yan?”Yang mengetuk pintu itu adalah Xue Yan. Ia datang dengan membawa satu botol anggur yang di sembunyikannya.“Li Xinhua, Mingmei dan Xie Nian mengajak kita makan di taman untuk merayakan hari pertama kita masuk akademi.”“Ah…? Bukankah tidak boleh minum di dalam akademi?”“Kau tenang saja, Guru Besar sudah mengizinkannya.”“Guru Besar?” beo Lian Wei.“Ayo…” Xue Yan menarik tangan Lian Wei keluar kamarnya.“Ah iya iya, aku tutup kamar dulu,” ucapnya.Setelahnya mereka pergi ke taman. Di sana sudah tersaji hotpot yang panas dari Resto Xinxin. Tentu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   56

    "Apa yang terjadi disini?" suara berat menginterupsi."Kakak?" Lien Hua menoleh ke arah sumber suara."Adik? Apa yang terjadi padamu?" Xiuhuan membantu Lien Hua untuk bangun."Kak, aku ingin mengunjungi kakak pertama. Kudengar dia terluka dan belum makan, tapi mereka melarangku.""Ini sudah perinta

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   52

    Qianfan segera datang berlutut yang entah datang dari mana."Berikan obat pada kakakku yang menyamar itu.""Baik nona."Setelah kepergian Wang Xuemin, Lian Wei meminta Mingmei untuk memanggil Tabib Luo untuk datang. Tak lama kemudian Mingmei dan Tabib Luo datang ke ruang tamu. "Salam putri, anda m

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   51

    "Kakak!" suara bariton khas Jianying menggema. "Sudah ku bilang kau jangan terlalu bodoh dan jangan ganggu adikku lagi. Tapi kenapa kau masih mengganggunya kak?" "Apa?" ucapnya sambil bangun dari posisinya yang memalukan. "Lian Wei jatuh karena didorong Lien Hua, lalu luka dalamnya itu karena

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   44

    "Aku tidak tahu, aku hanya mengajakmu keluar untuk melihat kereta ini.""Apa?!" ucapnya terkejut. "Kau tahu aku sibukkan? Kenapa kau mengajakku tanpa tahu tujuan begini? Buang waktu tahu saja?!" ucapnya kesal. Wang Xuemin hanya mengangkat kedua bahunya acuh. "Menyebalkan," gerutu Lian Wei. "Hen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status