공유

8

작가: Naomiliana
last update 게시일: 2026-04-15 08:31:47
"Lalu kau dimana saat aku disiksa oleh para selir juga anakmu? Bahkan pelayan berani menghinaku. Jika ibu masih ada aku yakin ia akan membencimu. Kau bukan ayah ku! Dimana kau, saat aku meregang nyawa? Kau bahkan menutup matamu terhadap ku."

Kaisar dan semua orang terkejut, tidak menyangka jika Lian Wei berani mengatakan hal itu. Lian Wei menahan air mata di pelupuk matanya, mengingat bagaimana penyiksaan dan penderitaan yang dialami pemilik tubuh sebelumnya.

'Apa ini reaksi dari pemilik tubuh?
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   256

    “Lalu selanjutnya yang bertanding adalah…” ucap Yuze terjeda.“Mingmei melawan Lien Hua!”Mendengar namanya dipanggil, Mingmei melangkah maju. Ia menggenggam busur dengan tenang, sementara Lien Hua berjalan dari sisi berlawanan.“Mohon bimbingannya,” ucap Lien Hua sambil memberi hormat.Mingmei membalas hormat, “Begitu juga denganku.”Keduanya berdiri di posisi masing-masing. Kali ini pertandingan dimulai dengan lemparan buah, mengelilingi lapangan dan terakhir menembak papan target diam. Beberapa buah kembali dilemparkan ke udara.“Mulai!”Lien Hua segera menarik busurnya.Wush!Sebuah anak panah melesat dan mengenai buah pertama tepat di tengah.“Bagus!” seru beberapa murid.Namun, Mingmei tidak terburu-buru. Tatapannya mengikuti gerakan buah yang terus berputar di udara.Tangannya perlahan menarik tali busur.Swish!Anak panah melesat dan menembus buah kedua sebelum buah itu sempat jatuh.Lien Hua mengerutkan kening, ia tidak menyangka kemampuan Mingmei akan setara dengan para muri

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   255

    “Dia membelah anak panah sebelumnya?”“Li Xinhua!” kesal Bei Chen.Lian Wei hanya mengedikan bahunya acuh, hal itu membuat jiwa persaingan dalam diri Bei Chen bangkit.Lalu mereka kembali menembak papan target itu kembali. Anak panah Lian Wei menembus hingga masuk ke papan target. Setengah bagiannya menusuk kedalam papan target.Semua yang melihat hal itu sangat terkejut dengan kejadiannya. Seorang murid mencoba menarik anak panah itu keluar namun terlalu sulit.Lian Wei berjalan dan mengambil anak panah itu dengan santai dan satu gerakan.“Apa begitu sulit menariknya keluar?” tanya Lian Wei tnapa ekspresi apapun.Mingmei hanya tersenyum puas melihatnya.“Ini belum seratus persen kekuatan yang dikeluarkan,” ucapnya pelan, namun hal itu membuat Xie Nian dan Xue Yan menoleh padanya.“Apa?”“Kenapa?” tanya Mingmei pada keduanya.“Kau bilang ini belum seratus persen kekuatannya?” tanya Xie Nian.“Memang seberapa kuat dia?” tanya Xue Yan.“Kalian akan tahu sendiri nanti,” jawab Mingmei.Ke

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   254

    “Li Xinhua, apa kau mau menjadi murid inti terakhirku? Guru sendiri yang akan mengajarimu berlatih.”“Guru… murid sungguh merasa terhormat karena diberi kesempatan menjadi murid inti Anda.”“Hahaha baguslah kalau begitu,” ucap senang Adipati Xinxi.“Tapi guru, kenapa anda memilihku?”“Guru melihat banyak potensi darimu, sepertinya kau tidak perlu belajar di akademi karena pengalamanmu sudah banyak. Namun kau tetap masuk kesini walaupun kau sudah memiliki banyak ilmu.”“Guru…”“Guru hanya tua, tapi bukan guru tidak bisa melihat potensi dalam dirimu Li Xinhua.”“Tidak. Guru tidak tua, guru tetap yang paling tampan dan gagah di akademi ini,” ucap Lian Wei lalu mengambil teh untuk memberikan teh pada Adipati Xinxi untuk menerima hubungan murid dan guru ini.Adipati Xinxi menerima teh itu dan meminumnya, setelah meminumnya ia meletakan cangkir teh itu di atas meja.“Kalau begitu guru akan mengumumkan kepada semua orang, bahwa kau adalah murid terakhirku.”“Guru bisakah anda mengumumkan ha

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   253

    “Besok pagi, datanglah ke Menara Tianji.”“Guru Besar…” salah seorang murid senior berseru pelan karena terkejut.Namun Adipati Xinxi telah berbalik dan melangkah pergi. Meninggalkan para murid yang saling berpandangan dengan wajah penuh kebingungan.Mereka tidak menyangka, seorang murid yang baru sehari memasuki akademi itu kembali menarik perhatian Adipati Xinxi untuk kedua kalinya.“Li Xinhua, sebenarnya apa yang Guru Besar lihat darimu yang tidak kami liaht? Kenapa sepertinya guru sangat tertarik padamu?”“Aku juga tidak tahu kakak senior.”“Li Xinhua, kau orang yang beruntung. Selama ini tidak ada satupun murid yang diundang masuk ke Menara Tianji, bahkan kami para murid inti pun hanya bisa mengetuk pintunya,” ucap Luo Yang.“sudah ayo kita berendam.”“Kakak duluan saja, aku mau keluar dulu,” ucap Lian Wei menghindari mandi bersama para seniornya.Lian wei berjalan tidak tentu arah. Ia hanya terus berjalan mengitari akademi. Sebenarnya tujuan utama dia adalah menjari jalan rahasi

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   252

    Matahari mulai condong ke barat ketika Lian Wei duduk di bawah rindangnya pohon pinus. Di tangannya terbuka sebuah buku, seolah ia sedang membacanya dengan saksama. Namun, yang sebenarnya ia perhatikan bukanlah isi buku tersebut, melainkan selembar peta Akademi Adipati Xinxi yang diselipkan di antara halaman-halamannya sebagai penyamaran agar tidak menarik perhatian orang lain.Ujung jarinya, ia menelusuri setiap jalur yang tergambar.‘Asrama murid baru berada di sisi timur... Aula Pengajaran di tengah... Paviliun Kitab Suci di utara…’ gumamnya dalam hati.Tatapannya berhenti pada sebuah tanda berbentuk kolam.‘Kolam Mata Air Giok. Hanya murid dalam dan para tetua yang diizinkan memasukinya?’Di samping nama kolam itu terdapat catatan kecil.‘Airnya mengandung energi spiritual alami yang dipercaya sebagai kolam mandi para dewa, yang membantu memulihkan kelelahan dan mempercepat penyerapan qi dalam tubuh.’Lian Wei mengangguk pelan.“Tidak heran akademi dibangun di atas urat nadi spiri

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   251

    Adipati Xinxi menatap lama kedua mata bening Lian Wei.“Li Xinhua... matamu mengingatkanku pada seorang teman lama.”Lian Wei sedikit terkejut. Ia tidak mengenal pria itu, apalagi teman yang dimaksudnya. Namun, dari sorot mata Adipati Xinxi, ia dapat merasakan kerinduan yang begitu dalam, seolah kenangan puluhan tahun lalu kembali hidup hanya karena sepasang mata yang serupa.Sesaat kemudian, Adipati Xinxi menghela nafas pelan. Ekspresinya kembali datar seperti semula.“Mungkin hanya kebetulan.”Ia mengalihkan pandangannya dari Lian Wei, lalu berbalik menghadap seluruh murid baru.Pada saat yang sama, Kepala Akademi melangkah maju dan menangkupkan kedua tangan.“Guru Besar, izinkan saya menyampaikan pengumuman kepada para murid baru.”Adipati Xinxi mengangguk tipis sebelum mundur beberapa langkah.Kepala Akademi memandang seluruh peserta dengan wajah serius.“Tradisi akademi kami dalam proses penerimaan murid baru adalah dengan diadakannya lomba keahlian untuk menentukan kalian layak

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   56

    "Apa yang terjadi disini?" suara berat menginterupsi."Kakak?" Lien Hua menoleh ke arah sumber suara."Adik? Apa yang terjadi padamu?" Xiuhuan membantu Lien Hua untuk bangun."Kak, aku ingin mengunjungi kakak pertama. Kudengar dia terluka dan belum makan, tapi mereka melarangku.""Ini sudah perinta

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   52

    Qianfan segera datang berlutut yang entah datang dari mana."Berikan obat pada kakakku yang menyamar itu.""Baik nona."Setelah kepergian Wang Xuemin, Lian Wei meminta Mingmei untuk memanggil Tabib Luo untuk datang. Tak lama kemudian Mingmei dan Tabib Luo datang ke ruang tamu. "Salam putri, anda m

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   51

    "Kakak!" suara bariton khas Jianying menggema. "Sudah ku bilang kau jangan terlalu bodoh dan jangan ganggu adikku lagi. Tapi kenapa kau masih mengganggunya kak?" "Apa?" ucapnya sambil bangun dari posisinya yang memalukan. "Lian Wei jatuh karena didorong Lien Hua, lalu luka dalamnya itu karena

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   44

    "Aku tidak tahu, aku hanya mengajakmu keluar untuk melihat kereta ini.""Apa?!" ucapnya terkejut. "Kau tahu aku sibukkan? Kenapa kau mengajakku tanpa tahu tujuan begini? Buang waktu tahu saja?!" ucapnya kesal. Wang Xuemin hanya mengangkat kedua bahunya acuh. "Menyebalkan," gerutu Lian Wei. "Hen

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status