ทะลุมิติมาเป็นนักกายภาพบำบัดของท่านแม่ทัพ

ทะลุมิติมาเป็นนักกายภาพบำบัดของท่านแม่ทัพ

last updateHuling Na-update : 2026-01-07
Language: Thai
goodnovel18goodnovel
10
1 Rating. 1 Rebyu
103Mga Kabanata
1.8Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

เขาเป็นอดีตแม่ทัพที่ได้รับบาดเจ็บจนไม่อาจทำหน้าที่ได้ รักษาอย่างไรก็ไม่หาย จนได้พบกับสตรีประหลาดผู้มีผมสีทอง เขาจำต้องพานางเข้าจวนเป็นอนุ เพื่อจะได้รักษาอาการบาดเจ็บและอาการนกเขาไม่ขันได้ตลอดเวลา

view more

Kabanata 1

บทที่ 1 ข่าวของเทพธิดาผมทอง

Eleana POV

Aku sudah menunggu Mommy sekitar setengah jam lamanya, namun ia tak kunjung datang. Aku pun sudah mencoba menghubunginya, tetapi sama sekali tidak ada respon. Aku sendirian di ruangan privat ini.

Setibanya aku di tempat yang Mommy katakan, seorang pelayan menghampiriku dan menyuruhku untuk masuk ke dalam sebuah ruangan yang katanya sudah dipesan sebelumnya. Aku tidak curiga, lagi pula di sana tertera nama Mommy, di meja yang sekarang ada di depanku.

Aku sendiri bingung, kenapa Mommy repot-repot menyiapkan ruangan privat seperti ini, apakah ia akan membicarakan sesuatu yang serius atau ada urusan lain. Jujur, setelah setengah tahun aku memutuskan tinggal di apartemen, aku sedikit kurang tahu bagaimana kondisi rumah. Aku hanya pulang dan bertemu kedua orang tuaku jika liburan semester tiba, tapi tidak pernah lama karena aku harus mengurus bisnis kecil bersama teman kampusku.

Lama aku melamun, tiba-tiba pelayan kembali membuka pintu dan disusul oleh seorang lelaki di belakangnya. Aku bertambah bingung, apakah aku salah ruangan?

“Selamat malam, Nona.” Suara huski itu masuk ke dalam gendang telingaku, membuatku tanpa sadar menelan ludah.

“Maaf Tuan, sepertinya aku salah ruangan,” kataku. Aku bangkit dari kursiku, hendak pergi. Lelaki di depanku ini justru menahan tubuhku hingga aku kembali duduk di kursi.

Sungguh, lelaki yang sangat kasar.

“Nona Eleana, kau terlihat sangat cantik dari pada di foto.”

Lelaki itu tiba-tiba mengusap pipiku dan tanpa kuduga ia mengulum bibirku dengan lembut. Aku terkejut, hingga berdiri dengan cepat dan membuatnya mundur satu langkah. Sungguh, rasanya seperti baru saja tersengat listrik.

“Jangan kurang ajar Tuan,” gertakku, kesal.

Lelaki itu justru terkekeh. Tidak menunggu waktu lama, untuk membalik keadaan di mana aku sudah disudutkan di tempat, dengan tangan kokohnya yang mengurungku hingga aku tidak bisa berbuat apa pun.

“Kau calon istriku, milikku,” ucap lelaki itu.

Aku semakin tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

Bibirnya membekap bibirku lagi, dengan kedua tangan besarnya yang berada di atas kedua gundukan dadaku. Meremasnya dengan perlahan dan bertempo. Ini gila, tetapi aku tidak bisa lepas dari jeratannya dan entah kenapa aku mulai terbuai.

Rasanya, aku juga akan gila jika berlama-lama seperti ini.

***

Mikael POV

Jam yang melingkar di tangan kiriku menunjukkan pukul 18.30 waktu London. Aku masih berada di jalanan, dengan mata yang tidak bisa berhenti untuk memperhatikan sehelai foto yang selalu bisa menarik perhatianku.

Sebenarnya, aku sedang ada janji dengan seseorang. Terlambat setengah jam dari perjanjian itu, tetapi aku tidak peduli.

Setelah mobil berhenti di salah satu restoran terbaik di kota ini, aku berjalan memasuki restoran itu. Seorang pelayan langsung membawaku ke dalam ruangan privat yang sudah jauh-jauh hari kupesan. Katanya, seorang wanita sudah menungguku di dalam.

Dan benar, setelah pelayan membukakan pintu ruangan itu, seorang wanita dengan balutan gaun berwarna merah maroon tengah menatapku dengan tatapan bingung sekaligus terkejut.

Wanita itu hendak pergi karena mengira ia salah ruangan. Aku hanya bisa menyunggingkan senyum misterius. Lagi pula mau sampai dia menunggu semalaman di sini, Ibunya—Nyonya Elizabeth, tidak akan pernah datang karena kami sudah memiliki sebuah kesepakatan di awal.

Tanpa menunggu waktu lama, kulumat bibir tipisnya yang terasa begitu manis dan candu. Wanita itu berada dalam dekapanku sekarang, tidak akan bisa ke mana-mana dan tidak akan pernah kulepas. Detak jantungku berdebar tidak karuan, bersama gairah yang semakin membuncah, bisa disimpulkan ini adalah bibir termanis dari wanita mana pun yang pernah ku cicipi.

Aku dapat merasakan punggung wanita itu yang menegang, tetapi aku tidak berhenti. Hingga aku rasa, ia menikmati setiap sentuhan yang aku berikan.

***

“Kau gila Tuan.”

Eleana mendorong dada bidang nan kokoh itu sekuat tenaga, setelah pikiran jernihnya kembali. Ia mengusap kasar bibirnya, merasa jijik dan hina karena sudah bersentuhan dengan bibir seseorang yang belum ia kenal.

Lelaki di hadapannya terpaksa menghentikan aktivitas panas itu karena Eleana sudah berhasil melepaskan diri dari dekapannya. Lalu ia tersenyum kecil, menatap Eleana dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Mommy-mu, tidak akan datang jika kau berpikir demikian.”

“Apa maksudmu Tuan?”

“Mommy-mu telah menyerahkan dirimu untukku. Kau tidak diberitahu olehnya? Kasihan.” Mikael menyeringai.

Eleana bernapas terengah karena perlakuan Mikael tadi. Sekarang bibirnya terlihat membengkak karena ulahnya, ditambah ia sama sekali tidak mengerti dengan topik pembicaraan malam ini.

“Jangan bicara omong kosong.”

Tawa Mikael meledak, memenuhi ruangan privat itu.

“Kau akan menikah denganku besok lusa, jadi persiapkan dirimu dari sekarang.”

Pembawaan lelaki itu yang santai namun tegas, membuat Eleana membulatkan mata terkejut. Ia masih belum bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi, hal ini begitu cepat. Sebelum Eleana sempat bertanya lagi, Mikael menyodorkan sepucuk surat kepadanya.

“Sebelum kau membuka isi surat ini, perkenalkan, namaku Mikael abraham,” ucapnya memperkenalkan diri, sembari meraih tangan mulus Eleana yang ada di atas meja lalu menciumnya.

Sekejap, Eleana menyadari bahwa lelaki yang berdiri di hadapannya ini bukan lelaki sembarangan.

Mikael abraham, pendiri perusahaan berlian terbesar di tengah kota London. Namanya tersohor dan tidak jarang pula wajahnya sering mampir di majalah-majalah besar kota ini. Jangan lupakan pesonanya yang gampang memikat seorang wanita.

Eleana menggeleng, baginya itu tidak penting dan ia tidak peduli, karena rasa kagum yang sempat Eleana miliki saat dulu pernah membaca sebuah artikel tentang Mikael, sirna. Ia sudah tahu bagaimana sikap Mikael yang asli, sikapnya yang kurang ajar padanya.

“Mengapa, kau terlihat terkejut Nona?” Mikael kembali menunjukkan seringainya, “Apakah kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan?”

Jelas saja Eleana tidak percaya.

“Langsung saja pada inti pembicaraan Tuan, tidak usah bertele-tele,” ketus Eleana.

“Mengapa terburu-buru Nona? Kau belum memperkenalkan diri padaku secara resmi.” Mikael mendekatkan dirinya pada tubuh Eleana.

“Tanpa kuberitahu, sepertinya kau sudah tahu lebih banyak,” balas Eleana, menatap mata Mikael, sengit.

Mikael terkekeh, kekehan yang terdengar sangat menjengkelkan di telinga Eleana. “Tidak salah aku menyewa mata-mata satu tahun yang lalu, ternyata ia benar-benar profesional. Kau adalah wanita yang sulit untuk ditaklukkan dan terlalu percaya diri.”

Eleana segera menoleh, tidak terima. “Kau memata-matai aku? Kurang ajar.”

“Kau baca saja surat itu, jangan banyak bicara,” putus Mikael, sudah malas berbasa-basi. “Aku harus segera pergi sekarang,” katanya.

Lelaki itu merunduk, melumat bibir Eleana lagi dengan sangat kasar. Membuat Eleana yang belum siap dengan serangan itu terkejut setengah mati, apalagi tangan besar Mikael kembali mendekapnya hingga ia tidak bisa bergerak.

Eleana tersudut dan tidak bisa melakukan apa pun.

“I love it.” Mikael tersenyum, setelah melepaskan pagutannya karena Eleana sudah hampir kehabisan napas.

Terakhir, Mikael membelai pipi mulus Eleana dan menatap mata biru menyejukkan miliknya lekat-lekat. Eleana terlihat sedikit pucat dengan napas yang masih tidak terkontrol, rambutnya yang ditata rapi, kini sedikit berantakan.

“Tenang Baby, aku tidak akan menyakitimu,” bisiknya, lembut di telinga Eleana.

Eleana merasakan desiran aneh yang bergemuruh bercampur kesal. Ini sudah sangat kelewatan dan ia bahkan tidak bisa melakukan apa pun untuk menghentikan perbuatan Mikael yang melecehkannya.

Mikael merapikan jas hitam yang melekat di tubuhnya, kemudian berlalu tanpa mengatakan apa pun.

Tinggal Eleana sendirian dengan tubuhnya yang terduduk di kursi itu, lemas dan syok. Tanpa terasa air matanya mengalir deras, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dan apa maksud dari semua ini.

***

Eleana mencoba menenangkan dirinya dengan bergelung di atas kasur, menyelimuti tubuhnya sendiri bagai kepompong dengan selimut tebal. Ia mengabaikan segala panggilan masuk dan pesan dari teman-teman kampusnya yang tertera di ponselnya yang tidak berhenti berkedip.

Hari ini, Eleana hanya ingin sendiri.

Setelah kejadian semalam, ponsel Mommy dan Daddy tidak dapat dihubungi. Dan Eleana hanya mendapatkan pesan permintaan maaf dari kedua orang tuanya, tanpa dijelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Apakah benar, sekarang ia sudah dijual pada pengusaha kaya raya itu? Tega sekali.

“Aku benar-benar tidak mengerti, tentang jalan pikiran Mommy.” Eleana mengusap kasar air matanya yang turun melewati pipi.

Sepucuk surat yang sejak semalam tidak berani ia buka, menyedot perhatiannya. Eleana terduduk, mengambil surat itu dan segera mengeluarkan isinya. Setelah menarik napas panjang, akhirnya Eleana memberanikan diri membaca isinya, perlahan.

*Isi Surat*

Eleana sayang, ini Mommy.

Pasti saat ini kau bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

Kau juga pasti sangat marah dengan Mommy.

Maaf, Mom terpaksa melakukan ini padamu.

Perusahaan Dad bangkrut, dan Mom tidak tahu harus apa.

Ditambah dengan Dad yang didiagnosa penyakit kanker otak.

Mom bingung, harus bagaimana.

Mungkin ini adalah keputusan yang tepat.

Menikahlah dengan Mikael.

Mikael lelaki yang baik, sayang.

“Lelaki baik?” Eleana menghentikan kegiatan membacanya, kini ia merasa begitu sesak.

Mom percaya dia bisa menjagamu lebih baik dari Mom dan Dad.

Sekali lagi, Mom minta maaf karena tidak bisa hadir di hari bahagiamu.

Mom ucapkan selamat atas pernikahanmu. Katakan pada Mikael,

Mom berterima kasih karena ia sudah membiayai perusahaan dan perawatan Dad.

Jangan khawatirkan kami.

Mom pergi ke Singapure untuk membawa Dad berobat pada dokter yang lebih baik.

Suatu saat jika keadaan membaik, kita akan berjumpa lagi, sayang.

Mom harap kau mengerti kondisi kita, Eleana.

Semoga kau selalu bahagia.

Dan, Mom mencintaimu.

Eleana meremas surat itu hingga menjadi gumpalan, air matanya mengalir lebih deras bersama rasa sakit dan sesak yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Kesal, sedih, bercampur menjadi satu. Kenapa Eleana tidak diberitahu jika Daddy sakit dan perusahaan sedang ada masalah, kenapa Mommy bertindak gegabah dengan menyetujui perjodohan gila ini?

“Seharusnya, jika mereka menyayangiku. Mereka tidak akan menjualku seperti ini,” teriak wanita itu.

“Mengapa mereka justru menjualku?”

Eleana benar-benar hancur.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

Rebyu

Aran K.
Aran K.
เรื่องนี้สนุกแน่นอนค่ะ เพราะเป็นโหย่วหยวนเชียนหลี่
2026-03-06 14:25:56
1
0
103 Kabanata
บทที่ 1 ข่าวของเทพธิดาผมทอง
หงเจี้ยนหยาง แม่ทัพผู้ขึ้นชื่อว่าเป็นยอดชายชาติทหาร เป็นมหาบุรุษที่นับร้อยปีจะมีสักคนหนึ่ง อดีตจอหงวนบู๊ผู้เลื่องชื่อที่สามารถล้มกองทัพชาวหู [1] ร้อยนายเพียงลำพัง ตัวสูงใหญ่กว่าเก้าฉื่อ [2] ราวกับยักษ์ผานกู่ น่าเกรงขามจนศัตรูต่างหวาดเกรงไม่กล้าเอ่ยชื่อ ถูกขนานนามยิ่งใหญ่ว่า เสวียนหู่ [3] แห่งอี้โจวยามนี้ เจ้าเสือดำนั่นกลับเมามายในห้อง ไม่ยอมพบผู้ใด ปล่อยตัวสกปรกหนวดเครารุงรังไม่ต่างจากพวกชาวหู ตัวอ้วนหนากว่าเมื่อก่อนหลายเท่า ทิ้งตัวอยู่ท่ามกลางกองไหสุรา ส่งกลิ่นเหม็นคละคลุ้งไปทั่วบริเวณเรือนหลังบุรุษตัวเล็กสูงเพียงหกฉื่อครึ่ง [4] สวมแหวนสีดำไว้ทั้งสิบนิ้ว ดูประหลาดแต่ก็เข้ากับชุดดำล้วนของเขายิ่งนัก เมื่อบุรุษผู้นั้นเดินมาจนถึงหน้าเรือนเหม็นสุรา ท่าทางของสาวใช้สองคนที่ตัวเปียกปอนยืนเฝ้าประตูอยู่ก็ราวกับได้พบหนทางหลุดพ้นจากทะเลทุกข์“ท่านกุนซือจาง ฮือ..” สาวใช้คนหนึ่งยกมือมาปิดปากเพื่อป้องกันเสียงร้องไห้เล็ดลอดออกมา นางดีใจราวกับได้พบพระโพธิสัตว์ก็ไม่ปาน“ไปเถิด ข้าดูแลเขาเอง” บุรุษในชุดดำผู้ถูกเรียกว่ากุนซือจางโบกมืออนุญาตให้สาวใช้ไปทำสิ่งอื่นได้ ไม่ต้องทนทรมานเฝ้าหน้าเรือนของเหม็นสุ
Magbasa pa
บทที่ 2 เดินทางไปพบเทพธิดา
หงเจี้ยนหยางนั่งในรถม้าหลังใหญ่ เขากำลังออกเดินทางไปพบเทพธิดาหัวทองผู้นั้น เขาถึงขั้นยอมล้างเนื้อล้างตัว แต่ไม่ยอมโกนหนวดเครา ใส่เพียงเสื้อชั้นเดียวออกเดินทางทั้งที่อากาศหนาวเย็นจางป๋อเหวินจึงจำเป็นต้องเตรียมผ้าห่มไว้ในรถม้าหลายผืน ป้องกันไม่ให้เจ้าเสือดำเด็กน้อยป่วยเสียก่อนจะได้พบเทพธิดาผมทอง หากผู้คนรู้อาจคิดว่าเขาเป็นพี่ชายที่แสนดี แต่เจ้าตัวกลับรู้สึกคล้ายเป็นเพียงคนใช้ที่ต้องคอยดูแลคุณชายตัวใหญ่ของตระกูลหงความสัมพันธ์ระหว่างพวกเขา หนึ่งแม่ทัพ หนึ่งกุนซือ นับว่าสนิทสนมกันมาก มากจนผู้คนต่างนินทาว่าพวกเขาอาจเป็นคู่รัก เป็นบุรุษตัดแขนเสื้อ แต่ในความจริง ไม่ได้เป็นเช่นนั้นเลยปีนี้จางป๋อเหวินก็อายุสามสิบปีแล้ว แต่เป็นเพราะเขาตัวเล็กและมีใบหน้าอ่อนเยาว์ สูงเพียงหกฉื่อครึ่ง [1] จึงยังดูราวกับเด็กหนุ่มอายุไม่เกินยี่สิบปี หากเป็นบุรุษอื่นคงแต่งงานมีลูกมีหลาน ได้เป็นท่านปู่ท่านตาไปแล้ว แต่เขายังอยู่ในจวนกั๋วกงทำตัวราวกับเป็นพ่อบ้านคนหนึ่ง แม้ผู้อื่นจะยังเรียกเขาว่าท่านกุนซือก็ตามส่วนหงเจี้ยนหยาง เป็นถึงบุตรชายภรรยาเอกของจวนกั๋วกงเพียงผู้เดียว แม้จะมีพี่สาวอีกหนึ่งคน แต่ก็แต่งงานกับองค์ช
Magbasa pa
บทที่ 3 เทพธิดาหรือปีศาจจิ้งจอกจอมราคะ
ในห้องนั้นสว่างกว่าด้านหน้ามาก เพราะไม่มีหลังคา มีเพียงผนังล้อมรอบ มีเตียงไม้ที่สูงกว่าเตียงนอนทั่วไปวางอยู่ติดกำแพง และมีเก้าอี้เก่าๆ อีกตัววางอยู่ข้างเตียง“นั่งลงที่นี่ขอรับ” เด็กชายบอกพร้อมกับจูงมือหงเจี้ยนหยางให้นั่งลงบนเตียงไม้ ตัวสูงใหญ่ของชายหนุ่มถึงกับทำให้เตียงดังเอี๊ยดอ๊าด“อือ..อาเจียว เจ้าเอาแผ่นไม้ดามแขนไปให้เสี่ยวซีด้วยนะ” เสียงไพเราะของเจ้าของผมทองสั่งเด็กชาย“ได้ๆ พี่ใหญ่ ท่านลุงผู้นี้ชื่อว่า พ่างพ่าง เจ็บที่มือ” อาเจียวรายงาน“อือ..” สตรีนางนั้นยังคงวุ่นวายกับสิ่งของตรงหน้า ไม่ยอมหันหน้ามามองคนป่วยหงเจี้ยนหยางถอนหายใจ เขาไม่เคยพบโรงรักษาประหลาดเช่นนี้มาก่อน อีกทั้งเขามองอย่างไรก็รู้สึกว่าที่นี่ยากจนมาก ความหวังก่อนหน้าคล้ายใกล้จะพังทลายลงอีกครั้ง“เอาล่ะ เรียบร้อย” เทพธิดาผมทองยื่นแผ่นไม้บางแต่มีรูปร่างคล้ายแขนให้อาเจียว เด็กชายรับแผ่นไม้และวิ่งออกไปด้านนอกเทพธิดารับแผ่นกระดาษรายละเอียดคนไข้จากอาเจียวมาอ่าน ก่อนจะหันมาส่งยิ้มให้ลุงพ่างพ่าง“ท่านลุงอะไรกัน เจ้าเป็นคนหนุ่มชัดๆ” หญิงสาวเอ่ยเมื่อได้สังเกตคนตรงหน้าดีๆ อีกครั้ง“ข้าบอกเจ้าเด็กนั่นแล้ว ข้าไม่ใช่ลุง” หงเจี
Magbasa pa
บทที่ 4 นกเขาไม่ขัน
“ใจเย็นก่อน ท่านหมอไม่ได้หมายความเช่นนั้น” กุนซือจางหันไปกล่อมเจ้าเสือดำที่กำลังแยกเขี้ยวไม่พอใจ“เจ้าเข้าข้างสตรีจอมหื่นกามผู้นี้หรือ” หงเจี้ยนหยางหันไปแยกเขี้ยวใส่สหายของเขาแทน“เราฟังที่ท่านหมออธิบายก่อนดีหรือไม่”“ผู้ใดอยากฟังจอมต้มตุ๋นกัน เจ้ามัน.. อะ!!!” เขาชี้นิ้วไปทางหญิงสาว เพื่อด่าทอ แต่กลับถูกนางจับปลายนิ้วนั้นบิดจนเขาเจ็บปวดเกินจะทน ยังดีที่ชายชาติทหารเช่นเขาข่มกลั้นเสียงร้องไว้ได้เสวียนหู่แห่งอี้โจวถูกเทพธิดาสยบได้เพียงใช้ปลายนิ้ว..“เอาล่ะ เป็นคนป่วยก็ต้องอยู่นิ่งๆ อย่าดื้อ นั่งลงและให้หมอตรวจอย่างละเอียดอีกครั้งสิ” เทพธิดาสั่งเสียงเรียบนิ่ง ไม่สะทกสะท้านต่อเสียงตะคอกของอีกฝ่ายหลังจากความวุ่นวาย กุนซือจางกล่อมจนเสือดำน้อยที่ตัวสูงใหญ่ยอมตรวจร่างกายอย่างละเอียดอีกครั้ง“ดื่มสุราหนักด้วยหรือไม่” เทพธิดาถามคำถาม“...” เขาไม่ยอมตอบ ถอนหายใจแล้วหันหน้าหนี“เรียกว่าอาบสุราทั้งวันยังได้” กุนซือจางอธิบายสิ่งที่หงเจี้ยนหยางทำ“อือ..เป็นแค่ เดอเกอร์แวง ภาวะอักเสบเรื้อรังของเส้นเอ็นและปลอกหุ้มเส้นเอ็นบริเวณโคนนิ้วโป้งจนใช้ข้อมือไม่สะดวก เป็นทั้งสองมือ หนักที่มือซ้าย แต่เพราะเกิดเ
Magbasa pa
บทที่ 5 ไม่อยากเป็นอนุ
หลังจากกลับถึงจวนกั๋วกง ห้องสกปรกเน่าเหม็นของหงเจี้ยนหยางก็ถูกเก็บกวาดจนเรียบร้อยแล้ว จางป๋อเหวินยื่นกระดาษแผ่นหนึ่งให้เด็กน้อยเสวียนหู่“นี่มันอะไร” เขาถามกุนซือจาง“นางเรียกว่า ตารางกายภาพบำบัด หรือก็คือ วิธีการรักษา”“ฮะ? แช่น้ำอุ่นวันละหนึ่งเค่อ [1] เดินครึ่งชั่วยาม [2] กินอาหารที่ประกอบจากเมล็ดธัญพืช โดยเฉพาะถั่วและงา ผักใบเขียว ไข่แดง..ไข่แดงหรือ” อดีตแม่ทัพขมวดคิ้วมุ่น“อืม..ข้าถามนางแล้ว นางบอกว่าให้แยกไข่ขาวออกไปและกินเฉพาะไข่แดง” จางป๋อเหวินพยายามอธิบายเพิ่ม“ไร้สาระ แค่กิน เดินกับแช่น้ำอุ่น ไม่มีตำรับยา หรือการรักษาใด วิธีมักง่ายเช่นนี้ จะให้ข้าเชื่อได้อย่างไรว่านางเป็นเทพธิดา”“นางบอกว่าเจ้ายังต้องเดินทางไปพบนางสองวันครั้งหนึ่ง เพื่อให้นางทำ..เอ่อ นางพูดว่า..กายภาพบำบัด และเจ้าต้องห้ามดื่มสุราอีกเด็ดขาด ต้องเปลี่ยนท่านอนด้วย และยังต้อง..”“พอแล้ว ข้าไม่อยากฟัง ไปเอาเหล้ามา”“ข้าไม่ใช่คนรับใช้ในจวนของเจ้า และข้าได้บอกฮูหยินผู้เฒ่าว่าเจ้าจะรักษาตัว ห้ามในจวนเก็บสุราไว้แม้แต่จอกเดียว”“จางป๋อเหวิน!”“หมูขี้ขลาด”“ข้าไม่ได้เป็นหมู!”“สุนัขเหม็นอาจม”“จางป๋อเหวิน!!..ข้า..ข้าจะฟ
Magbasa pa
บทที่ 6 ชายแขนขาดและความหวัง
“อื้ม ลูกค้ารายใหญ่มาแล้ว เข้ามาก่อนสิ” เทพธิดาหัวทองเชื้อเชิญเสวียนหู่แห่งอี้โจว“ลูกค้าหรือ” หงเจี้ยนหยางไม่ค่อยเข้าใจคำที่สตรีประหลาดผู้นี้ใช้“แล้วสหายของเจ้าไม่ได้มาด้วยกันหรือ” เทพธิดาผมทองถามถึงกุนซือจาง“..เขา มีงานสำคัญที่ต้องทำ” ชายหนุ่มโกหก ที่จริงแล้วจางป๋อเหวินยังโกรธเรื่องที่เขาข่มขู่ไม่หาย วันนี้เขาจึงจำเป็นต้องมาหาเทพธิดาลำพัง“ไม่เป็นไร อย่างน้อยเจ้าก็มาแล้ว วันก่อนข้าทำให้เจ้าไม่พอใจจนเข้าใจผิด อย่างไรข้าก็เป็นหมอ ข้าจึงคิดว่าควรกอบกู้ชื่อเสียงความน่าเชื่อถือของตัวเองสักหน่อย ตามข้ามาสิ”หญิงสาวเดินนำหน้า พาชายหนุ่มตัวสูงออกจากโรงรักษาโกโรโกโสของนาง ก่อนจะเลี้ยวเข้าไปยังบริเวณโล่งแห่งหนึ่ง ไม่ไกลจากตรอกซิ่วสือ แม้จะไม่กว้างมาก แต่เพียงพอให้ผู้คนมารวมตัวกันทำกิจกรรมกลางแจ้งที่นั่น หงเจี้ยนหยางเห็นเครื่องเล่นหลายชนิดที่ทำจากไม้รูปร่างประหลาด มีทั้งเสา ขื่อ กำแพง กล่องสี่เหลี่ยม และคานสำหรับปีนป่าย เด็กหลายคนกำลังวิ่งเล่นอย่างสนุกสนานหลายคนไม่มีขา บางคนต้องนั่งอยู่บนเก้าอี้ไม้ บางคนมีเท้าไม้ต่อจากขาข้างที่ขาด สตรีอีกหลายคนกำลังจับราวไม้ฝึกเดิน ทุกคนล้วนเป็นคนพิการ ไม่
Magbasa pa
บทที่ 7 อายุยี่สิบสี่คือแก่แล้ว
รุ่งขึ้น ในจวนของขุนนางหงก็มีเด็กชายจากตรอกซิ่วสือมาเก็บเงินจำนวนมาก พร้อมกับตราประจำตัวของท่านกั๋วกง ฮูหยินผู้เฒ่าได้แต่หน้าดำหน้าแดงเพราะความโกรธ ไม่รู้ว่าลูกชายของตัวเองไปก่อเรื่องอะไรมาอีกฮูหยินผู้เฒ่าตั้งใจจะถามระหว่างมื้ออาหาร แต่ท่านกั๋วกงกลับรีบร้อนกินข้าวและรีบออกจากบ้าน แม้ฮูหยินผู้เฒ่าจะต้องจ่ายเงินไปจำนวนมาก แต่อย่างน้อยบุตรชายของนางกลับมาตั้งใจทำบางสิ่งอย่างแน่วแน่อีกครั้ง นางจึงไม่ได้บ่นอะไรมาก“เจ้าชื่ออะไร” หงเจี้ยนหยางถามเทพธิดาผมสองสี ระหว่างที่นั่งให้นางนวดมือให้เขา“เรียกข้าว่าท่านเทพธิดาสิ” หญิงสาวตอบราบเรียบ แต่ในน้ำเสียงมีความเย่อหยิ่งอยู่มาก“..เจ้าชื่ออะไร” เขาถามคล้ายไม่ได้ยินที่นางตอบ“ท่านเทพธิดา”เขาสะบัดมือออกจากการนวดของนางทันที“นี่ ท่านอดีตแม่ทัพ ท่านไม่อยากรักษาแล้วหรือ” ท่านเทพธิดาเอ่ยถาม นางยืดหลังเต็มความสูงเท้าเอวด้วยความไม่พอใจกับการกระทำของคนไข้ผู้ดื้อดึงไร้มารยาท“เจ้าคงไม่อยากได้เงินสองพันตำลึงทองสินะ” เขาไม่ยอมเช่นกัน“..เอ่อ สองพัน..อยากได้สิ ย่อมอยากได้ นายท่าน..ข้าชื่อว่า อันเยว่ฉีเจ้าค่ะ ปีนี้อายุยี่สิบสี่ปี ยังไม่ได้แต่งงาน และไม่คิดจะแ
Magbasa pa
บทที่ 8 ค่ำคืนเมามายแสนอันตราย
หนึ่งเดือนผ่านไป หงเจี้ยนหยางทำตามตารางการรักษาของเทพธิดาอันเยว่ฉีอย่างเคร่งครัด ข้อมือของเขาเริ่มหายปวดแล้ว และในที่สุดนางก็อนุญาตให้เขาฝึกยุทธ์ในช่วงเช้าหรือช่วงเย็นได้ แต่ยังคงห้ามไม่ให้จับอาวุธจางป๋อเหวินหายโกรธหงเจี้ยนหยางเมื่อไม่กี่วันก่อน เพราะมีลูกท้อเชื่อมน้ำตาลส่งมาจากเมืองอู่โจว และหงเจี้ยนหยางก็ยกให้กุนซือจางทั้งหมด เย็นวันนี้ท่านกุนซือจึงมาคอยดูแลเขาหากจะเรียกให้ถูกคือ ท่านกุนซือผู้นั้นมาคอยกำกับไม่ยอมให้เขาจับอาวุธ แต่บังคับให้เขาฝึกร่างกายด้วยการร่ายรำตามท่าทางของเสี่ยวจิ่วเทียนฝ่า [1] ซึ่งต้องขยับร่างกายช้าๆ อย่างทรมาน ท่านกุนซือใช้อ้างว่าเขาจะได้ฝึกสมาธิด้วย“นายท่าน เอ้อหลิงนำน้ำแกงไก่ใส่โสมมาให้เจ้าค่ะ ฮูหยินผู้เฒ่าบอกว่าช่วยให้ร่างกายแข็งแรง เอ้อหลิงจึงให้คนไปตามหาโสมอยู่สามวัน ในที่สุดวันนี้ก็ได้มา เอ้อหลิงเคี่ยวด้วยตัวเองก่อนจะนำมาให้ท่านเจ้าค่ะ” หญิงสาวร่างอรชรตัวเล็กเอวคอดได้รูปพูดขึ้นหงเจี้ยนหยางหยุดฝึกร่างกาย เขาหันไปมองดูที่มาของเสียง“เจ้าคือเอ้อหลิงคนนั้นหรือ” เขายังจำที่สาวใช้อี้ซิ่วพูดได้“เจ้าค่ะ”อนุเอ้อหลิงผู้ซึ่งหงเจี้ยนหยางไม่เคยรู้ว่านางเป็นอนุข
Magbasa pa
บทที่ 9 กอดสตรีผมทอง
พวกคนที่ประตูกระโจมต่างกระวนกระวายอย่างเห็นได้ชัด ไม่มีผู้ใดกล้าเข้าไปจับเสวียนหู่แห่งอี้โจว “รีบไปจับเขามัดไว้เร็วเข้า” เสียงของอันเยว่ฉียังคงสั่งต่อไปจางป๋อเหวินส่งคบเพลิงให้กับอันเยว่ฉี จากนั้นเขาก็วิ่งเข้าไปไล่จับชายที่มีร่างสูงใหญ่กว่าเขาสองเท่าอย่างไร้ความกลัว “เจ้ากล้าข้ามศพทหารในค่ายของข้าหรือ อย่าหวังว่าจะได้ตายดีเลย” หงเจี้ยนหยางแม้จะเจ็บข้อมือจนมือสั่น แต่เขาไม่อาจยอมให้ใครมาหยามคนตายได้ เขาจึงตั้งท่ารับมือศัตรูเต็มที่“ต้องรีบไปช่วยท่านกุนซือ เขาคนเดียวไม่ไหวแน่” อันเยว่ฉีหันไปบอกเหล่าบ่าวชายในจวนที่ยังหวาดกลัวท่านกั๋วกงไม่เลิก นางเห็นแล้วว่าอดีตแม่ทัพหงผู้นั้นมีฝีมือสูงมากแต่บรรดาบ่าวชายพวกนั้นยังคงตัวสั่นไม่กล้าขยับ“ชิ อดีตแม่ทัพอะไรกัน ไม่มีทหารมีฝีมือไว้ในบ้านสักคนเลยเหรอ” หญิงสาวทำเสียงไม่พอใจ แต่ก็ส่งคบเพลิงให้บ่าวพวกนั้น และวิ่งเข้าไปช่วยท่านกุนซืออีกแรง“ท่านแม่ทัพ ท่านต้องหยุดได้แล้ว” อันเยว่ฉีตะโกนวิ่งเข้าไปกอดเอวของหงเจี้ยนหยางเอาไว้จากด้านหลัง นางฉวยโอกาสในระหว่างที่เขากำลังยกมือตั้งรับลูกเตะของกุนซือจาง “ท่านเทพธิดา อันตราย!” จางป๋อเหวินตะโกนด้วยความตกใจ
Magbasa pa
บทที่ 10 หญิงสาวที่นอนทับบนอก
“เจ้าเป็นใคร” หงเจี้ยนหยางก้มลงมองดูปลายผมสีทองที่สะท้อนแสงโคมเล็กน้อยจากด้านนอกแล้วรู้สึกประหลาดใจ จึงเอ่ยถาม“ข้าชื่อ อันเยว่ฉี” หญิงสาวแนะนำตัวอีกครั้ง“ข้า..เหมือนจะจำได้ว่าเจ้าคือเทพธิดา นี่ข้าตายแล้วหรือ”“ยัง เจ้ายังไม่ตาย ถึงแม้ข้าจะเป็นเทพธิดาจริงๆ แต่ก็เป็นเพียงชื่อที่ผู้อื่นเรียกเท่านั้น ข้ายังคงอยู่ในโลกคนเป็นเช่นเดียวกับเจ้า”“ข้ายังไม่ตายอีกหรือ อีกนานหรือไม่” เขาถามหญิงสาวรู้สึกกังวลเพราะดูเหมือนเขาจะป่วยเป็นทั้งโรคพีทีเอสดีและป่วยซึมเศร้าด้วย“เจ้าอยากตายหรือ” นางถามระหว่างที่จับดึงเขาให้นั่งลงข้างเตียง“ข้าไม่รู้” เขานั่งลงและตอบคำถามอย่างเคร่งเครียด ไม่ยอมปล่อยมือของเทพธิดา“ชีวิตเป็นของเจ้า เหตุใดเจ้าจึงไม่รู้” นางนั่งลงข้างเขา ตัดสินใจว่าคืนนี้คงไม่ได้กลับบ้านไปนอนแล้ว ยังไงคืนนี้ก็ดูแลคนป่วยให้ผ่านพ้นไปก่อน พรุ่งนี้ค่อยเก็บเงินจากเขาก้อนโตเป็นค่ารักษานอกสถานที่“ข้า..ทุกคนล้วนทิ้งข้าไว้ ข้าไม่สมควรมีชีวิต ไม่สมควรมีความสุขและปล่อยให้พวกเขาตายตามลำพัง” เขาเริ่มมือสั่นเมื่อพูดถึงสิ่งที่หวาดกลัว“เจ้าบอกว่ามีคนปกป้องเจ้าไว้ใช่หรือไม่” นางถาม“อืม..ข้าไม่รู้จักชื่อเข
Magbasa pa
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status