FAZER LOGINเกิดใหม่มาอยู่ในร่างนางร้ายที่กำลังจะถูกถอนหมั้น มีหรือที่ด็อกเตอร์สาวจากยุค 2024 จะยอมแพ้!! พบกับปฏิบัติการพลิกชะตา ปั้นร้านขนมให้ปัง พร้อมมัดใจอ๋องปีศาจให้อยู่หมัด
Ver mais"Aduh, Tuan. Hentikan ...."
"Hei, ayolah, kau amat menyukainya, 'kan?" "Pelan-pelan saja, ada kacang kecil kita di sini, Tuan." "Aaah, aku lupa. Kesayangan kita ada di sini." Suara itu, disertai desahan tak senonoh bersamaan dengan iringan melodi klasik membuat orang-orang tercengang. Khususnya bagi Fiora Alarice Alvarez, kandidat pertama yang akan mewarisi gedung hotel bernama Alvarion Grand Suites tersebut. Sayangnya, ketika ia hendak meninjau ruangan mewah untuk penginapan bagi tamu VVIP, dirinya justru dikejutkan oleh dua manusia yang nyaris seperti binatang. Dua manusia bedebah itu melakukannya di atas meja ruang tamu, di kamar itu. Intim dan gila! Menjijikkan! Semua staff yang menyertai langkah Fiora pun sampai ternganga. Mereka berusaha untuk meredam keinginan bergunjing, walaupun sangat ingin. Fiora yang merasa dipermalukan dari ujung rambut hingga kakinya, segera membuka kasar pintu kamar mewah tersebut. Dua bedebah yang sedang termakan nafsu bejat sampai terkejut. Suara pintu yang sebelumnya Fiora buka tidak mereka dengar, sampai gebrakan kedua ini membuat mereka akhirnya sadar. "Fiora?! Kenapa kau ada di sini?" Eryon, suami Fiora alias tersangka mesum yang mengejutkan sang istri berikut para staffnya begitu syok. Ah, sial, aku lupa dia sudah diagendakan untuk sidak ruangan ini. Kukira kamar sebelah, batin Eryon sambil merasa kesal sendiri. Angel—sang wanita simpanan—segera memunguti pakaian. Hanya dalaman saja yang ia kenakan. Gemetar tubuhnya karena harus digrebek oleh istri sah dari kekasihnya, alias atasannya sendiri. Namun sesegera mungkin ia memakai gaunnya. Ia tidak mau para staff itu menonton bagian tubuhnya yang menonjol. "Kupikir maling dari mana, ternyata suamiku tercinta dan babu di perusahaanku. Ck, lanjutkan saja, aku tidak jadi memakai kamar yang sudah ternoda ini untuk tamu VVIP-ku," ucap Fiora berusaha untuk tetap tenang. Kendati keinginan untuk menghabisi kedua bedebah itu sangatlah besar. Namun sebagai Nyonya Elegan, ia tidak akan mempermalukan dirinya. Bukan! Bukan ingin menyerah atau mengalah pada pengkhianatan mereka. Tentu saja Fiora yang cerdas dan berharga diri tinggi sudah memastikan mereka masuk ke dalam daftar hitamnya. Dua orang yang akan ia hancurkan sampai berkeping-keping. Tiada lagi ampunan, kendati Eryon hanyalah suami di atas kertas, dari sebuah pernikahan bisnis antar dua perusahaan milik keluarga mereka. Karena meski tak mencintai Eryon, Fiora tetap tidak terima dengan cara Eryon. Pengkhianatan serta ulah Eryon yang layaknya binatang, dan fatalnya malah kepergok Fiora serta para staff. Apalagi keberadaan Angel, wanita sok seksi yang menjijikkan itu, gundik rendahan yang berada di level terbawah. Demi Tuhan, kelakuan mereka membuat Fiora sangat malu dan terhina! "Fiora!" Eryon, pria bernama lengkap Eryon Kairos Bhaskara itu berlari menghampiri sang istri. "Kumohon, jangan laporkan hal ini pada ayahku." Fiora mengernyitkan dahi. Dasar manusia payah, bejat, dan tak berguna! Eryon lebih takut pada sang ayah, daripada merasa malu pada sang istri. Benar-benar sint!ng! Senyum miring terlukis di bibir Fiora. "Tenanglah, aku bukan bedebah pengecut sepertimu. Mengadu bukanlah gayaku," ucapnya angkuh. "Kau...." Eryon tak jadi melanjutkan perkataannya. Sesungguhnya ia tidak mengerti mengapa istrinya masih begitu kaku. Padahal Eryon dan Fiora sudah menikah selama empat tahun, meskipun sebatas pernikahan bisnis. Meski begitu, sudah ada seorang anak perempuan di dalam pernikahan itu. Setidaknya Fiora bisa merasa sedikit sakit hati, 'kan? Setidaknya untuk putri mereka. Tapi mengapa Fiora sama sekali tidak terpengaruh? Wanita itu masih saja seperti bongkahan es yang keras. Sulit untuk dikendalikan apalagi diperbudak. Inilah salah satu penyebab mengapa Eryon sampai tergoda wanita-wanita lain. Meskipun Fiora masih memberikan nafkah batin padanya sebagai salah satu kewajiban seorang istri, Eryon masih tidak puas. Baginya, Fiora tetaplah robot es yang memuakkan. Jadi, wajar, 'kan jika ia sampai menginginkan kepuasan yang lain? "Tapi sejujurnya aku mual ketika melihat perilakumu dan gundikmu itu, Eryon. Kalian sama seperti binatang. Berani-beraninya memasuki ruangan ini demi melampiaskan hasrat hina kalian. Kalian tak lebih dari sekadar bedebah menjijikkan!" ucap Fiora dengan ekspresi yang konsisten datar. Eryon menatap tajam. Tidak Terima. "Aku juga berhak atas tempat ini, Fiora. Jangan lupa, apa yang akan menjadi milikmu, maka akan menjadi milikku juga. Kamu adalah istriku, dan aku adalah suamimu. Keluarga kita sudah sepakat untuk terus bekerja sama setelah pernikahan kita sejak empat tahun yang lalu. Dan ada seorang anak yang juga telah mengikat kita berdua." "Jangan membawa-bawa anakku, jika kau sendiri tidak bisa menjadi ayah yang baik. Kau mungkin memang masih berhak atas tempat ini, tapi tidak dengan membawa perempuan jalang itu ke tempat yang seharusnya untuk elit besar, Eryon!" Tegas, Fiora membalas. "Kau boleh saja berselingkuh. Tapi ketika kau mengungkapkan perilaku binatangmu di hadapan orang lain, maka kau sudah mengkhianati kesepakatan kita. Mungkin sebelumnya, aku tidak peduli, tapi kali ini kau keterlaluan. Mustahil kau tidak tahu jadwal mengenai kunjunganku." Fiora menarik napas. Tersenyum miring. Ditatapnya wajah Eryon dan Angel secara bergantian. "Tapi, ya sudahlah. Lanjutkan saja. Karena setelah ini aku akan membongkar total ruangan ini. Renovasi harus dilakukan. Aku tidak mau ada bekas kemesuman kalian sedikit pun, sekalipun itu sidik jari kalian berdua." Eryon merasa geram. Harga dirinya dicoreng. Padahal para staff masih ada di luar pintu yang menganga. Mungkin mereka sudah berbalik badan dan tak menatap situasi di dalam, tapi telinga mereka tidak tuli. Sudah pasti ucapan angkuh Fiora yang merendahkan derajat Eryon terdengar begitu jelas. "Dasar angkuh! Pantas saja Skyla selalu enggan bersamamu lebih lama, Fiora! Kau sendiri bukan ibu yang pantas untuk dicontoh oleh anakku!" serang Eryon membawa-bawa nama Skyla, anak perempuannya yang masih berumur tiga tahun. Fiora tidak menjawab. Menurutnya hanya akan membuang-buang waktu. Lagi pula, dari awal ia sudah berencana untuk tetap tenang. Ia tidak akan gegabah dan keluar dari prinsip elegan. Belum saatnya memberikan pelajaran. Kemudian Fiora memutuskan untuk memutar badan. Berencana meninggalkan suaminya dengan gundik itu. Sebelum akhirnya.... "Nyonya... Nyonya Fiora. Saya sedang hamil anak Tuan Eryon. Dan kami akan menikah. An-anda pun harus menerima serta memperlakukan saya layaknya adik Anda, karena mungkin anak ini adalah anak laki-laki. A-ayah mertua bahkan setuju soal rencana ini. Saya bukan gundik, tapi calon adik madu Anda!" celetuk Angel yang sukses menghentikan langkah Fiora. Hamil? Anak laki-laki? Ayah Mertua merestui? Tapi kenapa Eryon takut jika Fiora mengadu pada James, ayah dari Eryon? Lalu, kalau tidak salah ingat, perut Angel masih rata. Sekalipun hamil, bagaimana bisa gundik itu tahu mengenai gender anaknya? Pikiran Fiora berkecamuk seketika. Dan apa yang akan terjadi setelahnya ketika Fiora sendiri sudah dibuat marah, tapi justru ditampar pernyataan sedemikian rupa oleh gundik suaminya? *** Bersambung ....ห้าปีต่อมา...กาลเวลาได้ผันผ่านไปราวกับสายน้ำที่ไม่เคยไหลกลับ แผ่นดินต้าเยี่ยนภายใต้การดูแลขององค์รัชทายาทเซียวเช่อ และพระชายากู้ซินซินได้เข้าสู่ยุคสมัยที่รุ่งเรืองและสงบสุขอย่างที่ไม่เคยเป็นมาก่อน ราษฎรอยู่ดีกินดี การค้าขายเฟื่องฟู เหล่าขุนนางต่างตั้งใจทำงานรับใช้บ้านเมืองด้วยความซื่อสัตย์สุจริตองค์หญิงน้อยเซียวซือซิน บัดนี้เจริญชันษาได้แปดขวบ และองค์ชายน้อยเซียวจื่ออาน พระชันษาสี่ขวบ ทั้งสองพระองค์ทรงเป็นที่รักใคร่ของทุกคนในวังหลวง องค์หญิงน้อยทรงพระปรีชาสามารถเกินวัย ทรงได้รับการถ่ายทอดสติปัญญาอันหลักแหลมมาจากพระมารดา และได้รับการสอนวรยุทธ์และวิชาการปกครองจากพระบิดาตั้งแต่ยังทรงพระเยาว์ ส่วนองค์ชายน้อยนั้นก็ทรงน่ารักน่าเอ็นดูและเริ่มฉายแววความเฉลียวฉลาดตามรอยพระเชษฐภคินี (พี่สาว)ณ ห้องทรงอักษรในตำหนักตะวันออก..."เสด็จพ่อเพคะ... หากเราต้องการจะส่งเสบียงไปยังหัวเมืองชายแดนที่ห่างไกล เหตุใดเราจึงไม่ใช้เส้นทางแม่น้ำสายใหม่ที่เพิ่งจะขุดแล้วเสร็จเล่าเพคะ? มันน่าจะรวดเร็วกว่าการใช้เกวียนเทียมม้ามิใช่หรือ?" องค์หญิงน้อยซือซินในชุดสีเหลืองอ่อนเอ่ยถามพระบิดา ขณะที่กำลังนั่งดูแผนที่แผ่นใหญ
สามปีผ่านไป...องค์หญิงน้อย "เซียวซือซิน" ผู้เป็นดั่งแก้วตาดวงใจขององค์รัชทายาทและพระชายา บัดนี้เจริญชันษาได้สามขวบพอดี นางคือส่วนผสมที่ลงตัวที่สุดของบิดาและมารดา... นางได้รับดวงตากลมโตที่ฉายแววฉลาดหลักแหลมมาจากกู้ซินซิน และได้รับริมฝีปากบางเฉียบที่มักจะเม้มเข้าหากันอย่างดื้อรั้นมาจากเซียวเช่อองค์หญิงน้อยทรงเป็นเด็กที่ร่าเริง และซุกซนเกินวัย นางไม่เคยอยู่นิ่งได้นานเกินหนึ่งเค่อ และโปรดปรานการวิ่งเล่นไล่จับผีเสื้อในสวนสวยของตำหนักเป็นที่สุด โดยมี "พระบิดาผู้พ่ายแพ้" คอยวิ่งไล่ตามอย่างไม่ลดละอยู่เสมอ ภาพขององค์รัชทายาทผู้สง่างามที่ต้องยอมแพ้ให้กับเสียงหัวเราะคิกคักของธิดาตัวน้อย กลายเป็นภาพที่น่าเอ็นดู และคุ้นชินสำหรับทุกคนในตำหนักในฤดูใบไม้ร่วงปีนั้น หลังจากที่เก็บเกี่ยวผลผลิตทั่วทั้งแคว้นเป็นไปได้ด้วยดี องค์ฮ่องเต้ก็ได้ทรงมีพระราชโองการให้องค์รัชทายาทและพระชายา พร้อมด้วยองค์หญิงน้อย เสด็จประพาสหัวเมืองทางเหนือที่เคยประสบภัยแล้งเมื่อหลายปีก่อน เพื่อตรวจดูทุกข์สุขของราษฎร และตรวจสอบการทำงานของเหล่าขุนนางท้องถิ่นมันคือภารกิจสำคัญ... แต่สำหรับครอบครัวเล็ก ๆ นี้แล้ว... มันคือการเดินทางไ
หนึ่งปีผ่านไปอย่างรวดเร็วหลังงานวิวาห์ของจ้าวหยาง และหลินเฟยเฟยแผ่นดินต้าเยี่ยนสงบสุขและเจริญรุ่งเรืองภายใต้การดูแลขององค์รัชทายาทเซียวเช่อและพระชายากู้ซินซิน ความรักและความเข้าใจของคนทั้งสองกลายเป็นต้นแบบที่เหล่าหนุ่มสาวทั่วทั้งแคว้นต่างใฝ่ฝันถึงแต่แล้ว... ความเปลี่ยนแปลงเล็ก ๆ ที่ยิ่งใหญ่ก็ได้เริ่มก่อตัวขึ้นอย่างเงียบ ๆ ในตำหนักรัชทายาทตะวันออก"อุ๊บ..."กู้ซินซินยกมือขึ้นปิดปากอย่างรวดเร็ว นางรีบวิ่งออกจากห้องหนังสือไปยังสวนด้านนอกทันที เซียวเช่อที่กำลังตรวจดูฎีกาอยู่ถึงกับขมวดคิ้วด้วยความกังวล เขารีบวางทุกอย่างลงแล้วเดินตามนางออกไป"ซินซิน! เจ้าเป็นอะไรไป!?" เขาถามเสียงเครียดขณะลูบหลังให้นางเบา ๆ "นี่เป็นครั้งที่สามในสัปดาห์นี้แล้วนะที่เจ้ามีอาการเช่นนี้ หรือว่าอาหารมื้อกลางวันจะมีปัญหาอะไร? ข้าจะไปสั่งลงโทษห้องเครื่องเดี๋ยวนี้""ไม่... ไม่ใช่เพคะ" นางส่ายหน้าช้า ๆ หลังจากที่อาการคลื่นไส้ทุเลาลง "หม่อมฉันก็ไม่ทราบเหมือนกันว่าเหตุใดจึงเป็นเช่นนี้... ช่วงนี้หม่อมฉันรู้สึกเหม็นกลิ่นขนมอบของตัวเองอย่างประหลาด ทั้ง ๆ ที่เมื่อก่อนชอบมากแท้ ๆ""เหม็นกลิ่นขนมรึ?" เขายิ่งขมวดคิ้วแน่น "แล
หลายเดือนผ่านไปนับตั้งแต่วันที่จ้าวหยางคุกเข่าขอหลินเฟยเฟยแต่งงานท่ามกลางสักขีพยานเต็มร้านข่าวดีนี้ได้สร้างความยินดีให้กับทุกคน โดยเฉพาะกู้ซินซินและองค์รัชทายาทเซียวเช่อที่รับบทเป็น "พ่อสื่อแม่สื่อ" อย่างไม่เป็นทางการให้กับคนทั้งสองมาโดยตลอด ฤกษ์งามยามดีสำหรับงานวิวาห์ถูกกำหนดขึ้นอย่างรวดเร็วโดยโหรหลวง และการเตรียมงานแต่งงานที่ยิ่งใหญ่ที่สุดแห่งปีก็ได้เริ่มต้นขึ้น... พร้อมกับความโกลาหลที่ยิ่งใหญ่ไม่แพ้กันณ ตำหนักรัชทายาทตะวันออก"กระหม่อมไม่ไหวแล้วพ่ะย่ะค่ะพระชายา! ข้าทนไม่ไหวแล้วจริงๆ!"จ้าวหยางในสภาพผมเผ้ายุ่งเหยิง และขอบตาคล้ำเหมือนหมีแพนด้า วิ่งเข้ามาระบายความอัดอั้นตันใจกับกู้ซินซินที่กำลังนั่งจิบชาอยู่ในศาลากลางน้ำอย่างหมดสภาพ ความองอาจของรองแม่ทัพองครักษ์เงาหายไปจนหมดสิ้น เหลือเพียงว่าที่เจ้าบ่าวผู้ใกล้จะเสียสติเต็มทน"ใจเย็น ๆ ก่อนจ้าวหยาง เกิดอะไรขึ้นอีกแล้วล่ะ?" ซินซินถามพลางกลั้นหัวเราะ "ดูจากสภาพของเจ้าแล้ว... เฟยเฟยคงจะสร้างเรื่องปวดหัวให้เจ้าอีกตามเคยสินะ""เรื่องปวดหัวธรรมดาที่ไหนกันล่ะพ่ะย่ะค่ะ! นี่มันมหันตภัยชัด ๆ" เขาโอดครวญ "เรื่องแรกก็คือชุดเจ้าสาว! นางไม่พอใจชุด
วันรุ่งขึ้นหลังจากได้อิสรภาพมาอย่างเต็มตัว โรงครัวของจวนเสนาบดีก็ตกอยู่ในความโกลาหลอย่างที่ไม่เคยเป็นมาก่อน"คุณหนูเจ้าคะ! นมแพะต้องต้มให้เดือดก่อนนะเจ้าคะ จะเอามาผสมกับไข่ดิบๆ เช่นนี้ไม่ได้!" "สวรรค์! คุณหนู! นั่นมันแป้งสาลีสำหรับทำหมั่นโถว จะเอาไปผสมกับผลไม้ได้อย่างไรกัน!" "คุณหนู! ได้โปรดวางถ่าน
อิสรภาพ... มีรสชาติหอมหวานเช่นนี้นี่เอง!นี่คือความคิดแรกของ ซินซิน ในเช้าวันรุ่งขึ้นหลังจากที่ราชโองการถอนหมั้นถูกประกาศออกมาอย่างเป็นทางการ นางนอนเหยียดแขนเหยียดขาอยู่บนเตียงนุ่มสบาย ปล่อยให้แสงแดดยามเช้าสาดส่องเข้ามาทางหน้าต่างบานใหญ่เป็นครั้งแรกโดย ไม่ต้องรีบร้อนลุกขึ้นมาวางแผนการใดๆ อีกต่อไป ไ
ท้องพระโรงในวันนี้เต็มไปด้วยบรรยากาศที่หนักอึ้ง และตึงเครียดอย่างที่ไม่เคยเป็นมาก่อน ขุนนางบุ๋นบู๊ทุกระดับชั้นยืนสงบนิ่งอยู่ในตำแหน่งของตนเอง ไม่มีใครกล้าแม้แต่จะกระแอมไอออกมาเบา ๆ ทุกสายตาต่างจับจ้องไปยังบุคคลสามกลุ่มที่ยืนอยู่ใจกลางของอำนาจบนบัลลังก์มังกรทองคำ องค์ฮ่องเต้ประทับนิ่ง พระพักตร์เรีย
หลังจากกลับมาจากหอตำราหลวงพร้อมกับ "อาวุธ" ชิ้นสำคัญ กู้ซินซินก็ใช้เวลาที่เหลืออีกสองวันอย่างคุ้มค่าที่สุด นางไม่ได้มีท่าทีตื่นตระหนกหรือวิตกกังวลแม้แต่น้อย แต่กลับขังตัวเองอยู่ในห้องหนังสือของบิดา บรรยากาศรอบตัวนางเต็มไปด้วยความมุ่งมั่น และสมาธิที่แน่วแน่ราวกับบัณฑิตที่กำลังเตรียมตัวสอบจอหงวน แสงเ

















