Masukในโลกที่เกิดการแก่งแย่งครอบครองดินแดนระหว่างมนุษย์และแวมไพร์ มนุษย์ทั้งหลายต่างพ่ายแพ้ ในดินแดนแห่งนี้มี 2 เผ่าพันธ์อาศัยอยู่ร่วมกัน คือมนุษย์และแวมไพร์ มนุษย์เป็นสิ่งมีชีวิตที่แวมไพร์รังเกียจ สำหรับคนอ่อนแอมักจะถูกกลั่นแกล้งและดูดเลือดจนสิ้นชีวิตทุกครั้ง แวมไพร์ทั้งหลายต่างมองหามนุษย์ที่จะมาเป็นผู้รับใช้โลหิตให้แก่ตนเอง นั่นหมายความว่ามนุษย์ผู้นั้นจะต้องพร้อมให้แวมไพร์ตนนั้นดูดเลือดได้ตลอดเวลาที่เขาต้องการ "ไคน์" เจ้าชายแวมไพร์ของตระกูลเคลล็อกก์ที่ตอนนี้กำลังเตรียมตัวที่จะเข้าแข่งขันเป็นผู้สืบทอดเพื่อเป็นราชาแวมไพร์ผู้ปกครองสูงสุดของดินแดนแห่งนี้ เขาปกครองมหาวิทยาลัยประจำเมือง ซึ่งมหาวิทยาลัยแห่งนี้มีทั้งมนุษย์และแวมไพร์เรียนอยู่ร่วมกัน "ไอรีน" สาวน้อยที่ชะตาชีวิตน่าสงสาร น้องชายของเธอป่วยเป็นโรคร้ายที่ยากจะรักษาส่วนพ่อและแม่ของเธอนั้นถูกเหล่าแวมไพร์ทำร้ายจนสิ้นชีวิตไปต่อหน้าต่อตาของเธอและน้องชาย เมื่อครั้งที่เกิดการแก่งแย่งดินแดนแห่งนี้ เธอเลือกที่จะเข้าเรียนในมหาวิทยาลัยประจำเมืองเพราะเป็นความใฝ่ฝันของน้องชายแต่เขาไม่สามารถเข้าเรียนได้เพราะต้องนอนรักษาตัวที่โรงพยาบาล แต่ในวันหนึ่งเธอดันไปเห็นไคน์ เจ้าชายผู้ปกครองมหาวิทยาลัยแห่งนี้กำลังดูดเลือดหญิงสาวผู้หนึ่งจนเธอสิ้นชีพต่อหน้าต่อตาในห้องชมรมศิลปะเมื่อเธอโดนเขาจับได้จึงถูกเขานำไปไว้ที่คฤหาสน์
Lihat lebih banyakSepasang manusia berbeda jenis sedang berpelukan mesra sambil bertaut bibir, mereka begitu sangat menikmatinya. Tanpa sepengetahuan keduanya yang sedang di mabuk asmara, terlihat seorang pria mengepalkan telapak tangannya, matanya berubah tajam, seakan kemarahan sudah tampak di puncak kepalanya. Tapi ia menahan kemarahan, dengan pelan memundurkan langkahnya dan berbalik.
Di depannya berdiri gadis dengan pakaian hitam yang tertutup, seluruh tubuhnya tertutup kain lebar, bukannya hanya tubuh, tapi wajahnya hanya memperlihat bagian matanya saja, gadis itu berdiri dengan kaki gemetar.
“Jangan katakan pada siapa pun, jika aku datang ke sini,“ ucap pria itu dengan pelan, tapi tampak menahan amarah.
“Gadis itu mengangguk ketakutan.”
Lalu pria bertubuh tegap dan gagah itu menuruni tangga dan menuju mobil sedan warna hitam yang terparkir di halaman rumah minimalis bercat dinding putih.
Hatinya hancur sehancur-hancurnya mendapati calon istrinya berselingkuh di saat menjelang hari pernikahannya.
Dihentikannya mobil sedan itu, lalu kepalan tangannya memukul setir dengan sangat keras, dengan bersusah payah pria berhidung mancung itu, menenangkan dirinya, tak mudah bisa melihat kenyataan akan pengkhianatan di depan matanya.
“Berani sekali wanita seperti dia mengkhianatiku, sungguh pengkhinaan yang teramat keji, seorang Alan Wirasatya, putra pemilik dari Wira Company, perusahaan konstruksi bergengsi di negeri ini, dikhianati!” gerutunya, sambil menahan amarah.
Di raihnya ponsel dari dalam saku celana denimnya, lalu menghubungi seseorang.
“Hello, Amanda,” sapanya berusaha bersikap tenang dengan nada bicara datar.
Tampak di seberang ponsel, seorang gadis terlihat gugup, ia terkejut menerima panggilan video call.
“Hello, sayang,” balas wanita itu tampak gugup berusaha mengancingkan dua kancing kemejanya yang terbuka.
“Bangun tidur?” basa–basi Alan, ia tahu wanita di seberang ponsel itu habis bercinta.
“Iya, semalam aku begadang, menyelesaikan pekerjaan,” dalihnya sedikit gugup.
“Aku cuma ingin memberitahumu, jika aku sudah kembali ke Jakarta.”
“Apa! Kenapa tidak bilang sayang, aku bisa menjemputmu di bandara.”
“Tidak perlu, aku juga akan mempercepat pernikahan kita, besok pagi bersiaplah, aku akan menikahimu,” ucap Alan sambil menampilkan senyum hangatnya walau hatinya terasa di tusuk ribuan pisau.
Mata gadis yang masih terlihat sayu itu tampak terkejut. ”Besok, bukankah pernikahan kita masih dua minggu lagi?”
“Tidak ada bedanya besok, apa dua minggu lagi, ‘kan,” tegas Alan.
“Okey, aku persiapkan sekarang juga.”
Alan mematikan ponselnya, ia sungguh jijik melihat wanita yang baru saja melakukan video call dengannya.
“Wajah jalang, kenapa aku bisa terpikat dengan wanita seperti itu, lihat saja nanti, akan aku permalukan dirimu Amanda,” ketusnya. Lalu menancapkan gas mobilnya menuju ke suatu tempat.
Sementara itu Amanda bergegas merapikan bajunya. ”Sial, sial, kenapa Alan memajukan pernikahan. Aku bahkan belum mempersiapkan tubuhku ini, aku tidak boleh ketahuan, jika aku sudah tidak perawan lagi, gerutu wanita berbadan seksi, sambil memunguti satu persatu pakaiannya. Amanda berencana, pergi ke sebuah klinik kecantikan dan membuat area kewanitaannya terasa lebih sempit bak seorang perawan yang baru memulai bercinta di malam pernikahannya. Senyum mengembang di bibirnya, membayangkan jika Alan Wirasatya menyentuh tubuhnya dan membawanya terbang melayang, selama menjalin hubungan dengan Alan, pria itu selalu menjaga sikapnya, kadang Amanda heran, kenapa pria yang memiliki segalanya dan hidup di jaman modern seperti ini, masih berpikiran bahwa malam pernikahan adalah hal yang penting, di mana sepasang pria dan wanita untuk pertama kali menyerahkan tubuh pada pasangan halalnya.
***
Pagi terlihat cerah, Alan sudah memakai taxedo, termewah dan termahal, yang ia pesan beberapa minggu yang lalu, khusus di sebuah butik ternama di ibukota. Di tatapnya wajah tampan rupawan, nyaris sempurna, tapi ia tak habis pikir, kenapa wanita seperti Amanda bisa mengkhianatinya, bahkan jika putus dari Amanda ada puluhan gadis yang mengantri untuk dirinya.
Alan merasa salah memilih Amanda sebagai calon istrinya, kedua orang tuanya yang sejak satu tahun ini menjodohkan Alan dan Amanda, teman sekaligus klien bisnis keluarganya, menganggap perjodohan ini adalah hal yang sangat sempurna, baik bagi hubungan bisnis maupun hubungan keluarga.
Alan berjalan keluar kamarnya, lalu melangkah menuruni anak tangga, hatinya terasa mendidih, setiap kali mengingat kejadian kemarin, melihat dua bibir saling berbagi ludah, keduanya menikmati pergulatan itu. Seperti dibakar amarah, bukan lagi rasa cemburu, karena sejatinya cemburu adalah tanda cinta, tapi ketika cinta itu telah musnah, maka hanya kebencian akan sebuah pengkhianatan yang tersisa.
Mobil sedan hitam melesat menuju ke pemukiman elite, tempat mempelai wanita tinggal, tidak lama kemudian sampailah ia di kediaman bergaya minimalis nan megah, beberapa tamu dan kerabat sudah berkumpul dan siap untuk menyaksikan peristiwa penting.
Alan membuka pintu mobil dan berjalan dengan tenang memasuki dalam rumah yang telah dekorasi penuh dengan bunga bernuansa putih dan hijau.
“Selamat datang Alan, kenapa pernikahan dipercepat dan kenapa kedua orang tuamu, tidak hadir?” tanya seorang pria bertubuh tegap di usianya menjelang 60 tahun itu.
“Orang tuaku tidak mengetahui, jika aku mempercepat pernikahan ini, aku tidak mau mengganggu perjalanan bisnis mereka, karena akan mempengaruhi perusahaan,” jawab Alan tegas.
“Baiklah, tamu dan pemuka agama sudah hadir kita mulai acara ijab qobul ini, untuk resepsi pernikahan, kita adakan ketika kedua orang tuamu kembali,” ucap lelaki paruh baya yang mengenakan kemeja beserta jas warna hitam, di sebelah seorang wanita berkebaya mewah tampak tersenyum bahagia.
Alan memasuki ruangan, terlihat sudah duduk pemuka agama, yang siap menikahkan kedua mempelai, ia juga melihat Amanda sudah berpakaian kebaya warna putih, dengan rambut yang sudah di konde khas Jawa dengan melati menjuntai, senyum terlihat merekah, di bibir merah delima, tubuh semampai itu terlihat anggun.
Alan menatap sinis, lalu matanya mengedar keseluruh ruangan mencari sosok yang ia temui kemarin yaitu gadis bercadar.
Ke mana gadis itu, aku tidak peduli sekalipun ia hanya seorang pembantu di sini, batinnya, mata elangnya menyusuri hingga, ia menangkap gadis yang mengenakan baju khimar warna pink lembut demikian juga dengan penutup wajahnya warna senada, matanya tertunduk ketika bersitatap dengan mata Alan.
“Silakan duduk Alan, kita mulai proses ijab qobul ini,” suruh pemuka agama.
Alan beranjak dari tempatnya berdiri, lalu duduk, kemudian telihat Amanda di tuntun oleh sang ayah untuk duduk di dekat Alan.
“Tunggu, aku datang ke sini bukan untuk menikahi Amanda,” tegas Alan.
Tentu yang hadir di ruangan itu terkejut dan saling pandang, apalagi Amanda dan kedua orang tuanya sangat terkejut mendengar penuturan Alan.
“Apa yang kamu katakan Alan !” Pria paruh baya yang tak lain adalah ayah Amanda itu naik pitam
“Kalau bukan menikah denganku, kamu mau menikahi siapa, Al?” tanya Amanda kesal.
“Gadis bercadar itu!” tegas Alan dengan sangat yakin, matanya menatap tajam ke arah gadis bercadar, yang saat itu juga terkejut dengan ucapan Alan.
ไคน์ตอบด้วยน้ำเสียงเรียบเฉยเพื่อเป็นการยั่งเชิง ตอนนี้ดูเหมือนผู้เป็นชายาของเขาจะไม่ไหวเสียแล้ว เธอเอื้อนเอ่ยถ้อยคำร้องขอออกมาอย่างไม่อาย“คะ...ไคน์...ท่าน...พี่...ใส่มันเข้ามา..ท่านพี่...”---สวบ!!!---เสียงร้องขอที่ทั้งหวานทั้งกระเซ่าเช่นนั้นเขาจะทานทนได้อย่างไร แก่นกายขนาดใหญ่ถูกสอดเสียบเข้าไปจนมิดภายในครั้งเดียว ภายในนั้นตอดรัดจนเขาปวดหนึบ“อ๊าส์...รัดแน่นเกินไปแล้ว...อ๊าส์”ร่างสูงค่อยๆขยับเข้าออกช้าๆก่อนเพิ่มจังหวะให้เร็วขึ้นเรื่อยๆ“อ๊ะ อ๊ะ อ๊ะ อ๊ะ อ๊ะ อ๊าส์....”-ตั่บ-ตั่บ-ตั่บ-ตั่บ-ตั่บ-ตั่บ-ตั่บ-สะโพกหนาซอยเข้าออกถี่ยิบจนคนตัวเล็กตัวโยกสั่นครอนไปตามจังหวะ สีหน้าบิดเหยเก เรือนร่างที่บิดเร่าไปมานั้นสั่นไหว ความเสียวซ่านที่ผู้เป็นสวามีมอบให้มันช่างเกินจะทานทน“อ๊ะ อ๊ะ ทะ...ท่าน...พี่...สะ...เสียว...อ๊ะ อ๊ะ อ๊าส์”“โอ้ว...อ๊าส์!! ชายาของข้าช่างเร่าร้อนเสียจริง...อ๊าส์”มือหนาเอื้อมไปจับล็อกเอวบางไว้แน่นก่อนจะอัดกระแทกความเป็นชายเข้าไปอีกครั้ง จังหวะที่เพิ่มเร็วและแรงขึ้นนั้นทำเอาคนตัวเล็กร่างกายกระตุกสั่นไหว“อ๊ะ อ๊ะ อ๊ะ อ๊ะ อ๊ะ อ๊ะ อ๊าส์ อ๊าส์ อ๊ะ อ๊ะ อ๊าส์.....”-ตั่บ-ตั่บ-ตั
ตั้งแต่งานสถาปนาแต่งตั้งพระราชาและพระชายา ไคน์และไอรีนต่างก็ทำหน้าที่ได้ดีเสมอมา ราษฎรเป็นสุขถ้วนหน้า ทั่วทั้งดินแดนสุขสงบ ช่วงนี้เป็นช่วงเวลาที่ไคน์จะต้องจัดการกับงานหลายอย่าง ไม่ว่าจะเป็นการแต่งตั้งผู้ดูแลในแต่ละหัวเมือง การร่วมประชุมหารือกับสภาแวมไพร์อาวุโส ทำให้เขาไม่ค่อยได้มีกิจกรรมเชื่อมสัมพันธ์รักกับไอรีนผู้เป็นพระชายาสักเท่าไหร่“พระชายากำลังครุ่นคิดสิ่งใดอยู่หรือ”เสียงสดใสจากเฮเลน่าทักขึ้นเมื่อเธอเดินทางมาถึงสวนดอกไม้ประจำปราสาทและเห็นว่าไอรีนนั่งเหม่ออยู่บนชิงช้าตัวโปรดของพระชายา“ปะ...เปล่า”“พระชายาท่านโกหกไม่เนียนเลย มีสิ่งใดขุ่นเคืองใจหรือ”“เฮเลน่า การเป็นพระชายาขององค์ราชานี่ทำไมถึงยากจัง ต้องห่างไกลกันเกือบทุกวัน แทบจะไม่มีเวลาให้กันเลย”“ฮ่า ฮ่า หม่อมฉันรู้แล้ว พระชายาท่านกำลังน้อยใจองค์ราชาอยู่นี่เอง เหตุใดถึงไม่บอกพระองค์ไปตามตรงกันเล่า”“จะบอกเช่นไร มันดูงี่เง้าเกินไป ไคน์กำลังทำหน้าที่ของพระราชาที่เขาควรทำ”“แต่ท่านก็เป็นพระชายานี่ หน้าที่อีกหนึ่งข้อของพระราชาก็คือไม่เมินเฉยต่อพระชายาไม่ใช่หรือ”“ช่างมันเถอะ ฉันก็เพียงแค่คิดไปเรื่อยเปื่อยเท่านั้น”เฮเลน่าอมยิ้มอ
เช้าที่แสนสดใสวันนี้ท้องฟ้าอากาศช่างดูเป็นใจกับการจัดงานรื่นเริ่งยิ่งนัก ภายในปราสาทถูกตกแต่งสวยงาม วันนี้นอกจากจะเป็นวันสภาปนาพระราชาผู้ปกครองดินแดนและแต่งตั้งพระชายาแล้ว ยังเป็นวันอภิเษกอีกด้วยทั่วทั้งดินแดนต่างตื่นเต้นและให้ความสำคัญกับงานที่ยิ่งใหญ่นี้ ต่างก็มาร่วมแสดงความยินดีเต็มบริเวณโดยรอบของปราสาทไอรีนถูกจับแต่งองค์ทรงเครื่องเต็มไปด้วยตราชั้นยศต่างๆมากมาย เธอรู้สึกหนักกับของเหล่านี้จึงบ่นอุบอิบไปพลางก่อนจะถึงเวลาเริ่มพิธี“ไม่รู้อะไรใส่เต็มไปหมด แค่ชุดแต่งงานไม่พอรึไงนะ”“ไม่พอหรอก ตรายศของพระชายาย่อมมากเป็นเรื่องธรรมดา”เฮเลน่าเอ่ยขึ้นเมื่อเธอเดินเข้ามาถึงห้องแต่งตัวของผู้เป็นเพื่อน“ฉันเคยใฝ่ฝันตำแหน่งนี้นะ แต่พอเป็นเธอมันคู่ควรแล้ว วันนี้เป็นวันของเธอ ขอให้มีความสุขนะไอรีน”“ขอบคุณนะเฮเลน่า...เพื่อนรักของฉัน”ทั้งคู่โผเข้ากอดกันด้วยความปลื้มปิติยินดี ก่อนจะผละกอดออกและแต่งตัวให้ไอรีนต่อเวลาฤกษ์มงคลนั้นได้ถูกกำหนดไว้แล้ว การสถาปนาราชาผู้ปกครองดินแดนและการแต่งตั้งพระชายากำลังจะเกิดขึ้นในไม่ช้านี้“ด้วยข้า ตัวแทนของสภาแวมไพร์อาวุโสและผู้รักษาการแทนพระองค์ บัดนี้ถึงเวลามงคล
หลังจากที่ผ่านพ้นเหตุการณ์ที่เลวร้าย เผ่าพันธุ์แวมไพร์นักล่าถูกกำจัดจนสิ้นแล้ว ทั่วทั้งดินแดนต่างก็ใช้ชีวิตอย่างปกติเรื่อยมา ในวันประชุมหารือที่สภาแวมไพร์อาวุโสเพื่อกำหนดวันสถาปนาเพื่อรับตำแหน่งของราชาองค์ใหม่ ในการประชุมครั้งนี้ต่างก็มีข้อโต้เถียงกันเป็นอย่างมาก“ในงานคัดเลือกของไคน์ เขาได้เลือกเด็กสาวคนนั้นแล้ว ตามกฎที่ทางตระกูลเคลล็อกก์ได้ตั้งเอาไว้ หากไคน์เลือกผู้ใด ผู้นั้นย่อมจะถูกแต่งตั้งให้เป็นว่าที่ชายา”“แต่เด็กผู้นั้นเป็นมนุษย์จะเหมาะสมหรือ”“เหตุใดจะไม่เหมาะ ท่านผู้อาวุโสมีเหตุผลหรือไม่”ไคน์เอ่ยถามขึ้นด้วยความไม่เข้าใจ เพราะหากสภาแวมไพร์อาวุโสคัดค้านเรื่องนี้เขาคงไม่ยินยอมเป็นแน่“ตั้งแต่อดีตมา พวกเราสามารถอยู่ร่วมกับมนุษย์ได้ มองมนุษย์เป็นเพียงของเล่นของแวมไพร์ ถึงแม้เผ่าพันธุ์พวกเราจะไม่ได้เข่นฆ่ามนุษย์ แต่พวกมนุษย์ก็เปรียบเป็นเพียงสาวใช้เท่านั้น ไม่มีความเหมาะสมกับตำแหน่งเจ้าชายหรือตำแหน่งราชาเลยแม้แต่น้อย”คำตอบของหนึ่งนี่เหล่าผู้อาวุโสนั้นทำให้ไคน์รู้สึกขุ่นเคืองไม่น้อย เขาจึงเอ่ยถามขึ้นอีกครั้งด้วยความสงสัย“แล้วผู้ใดเป็นผู้ที่ตั้งกฎนี้”“ไม่รู้ได้ว่าผู้ใดเป็นผู้ตั้ง
“นายรู้ได้ยังไงบาร์รอน ว่าไอเดนไม่ได้ถูกทำร้ายทรมานเหมือนที่เจโรมบอกฉัน”“เรื่องนี้ถามกับเจ้าชายไคน์ผู้เป็นเจ้าของโลหิตของเธอดีกว่านะสาวน้อย”บาร์รอนหันหน้าไปทางเจ้าชายทั้งสอง ไอรีนมองหันตามเขา เธอจ้องไปที่เจ้าชายไคน์ที่นั่งไขว่ห้างอยู่ข้างเจ้าชายคิงส์ผู้เป็นพี่ชาย“ที่บาร์รอนพูดหมายความว่ายังไง”ค
ริมฝีปากบางถูกปิดกั้นคำเอ่ยห้ามนั้นไปด้วยริมฝีปากหนา ลิ้นร้อนสอดแทรกเข้าไปภายในเพื่อกวาดชิมความหวานพร้อมกับเขี้ยวแหลมนั้นขูดไปตามโพรงปากจนไอรีนสัมผัสได้“อื้อออ.....”คนตัวเล็กพยายามใช้มือทั้งสองข้างทุบไปที่ร่างแกร่ง ด้วยแรงอันน้อยนิดของเธอนั้น ร่างสูงไม่รู้สึกสะทกสะท้านแต่อย่างใด ลิ้นร้อนนั้นยังคง
Irene Partตั้งแต่ที่ฉันถูกประกาศให้เป็นผู้รับใช้โลหิตของเจ้าชายไคน์ต่อหน้าทุกผู้ทุกคนในมหาวิทยาลัยแห่งนี้ ชีวิตฉันก็สงบขึ้น ไม่มีใครกล้ารังแกหรือทำร้ายฉันเหมือนแต่ก่อน ความจริงฉันก็ต้องการชีวิตที่สงบเช่นนี้ แต่ที่ไม่ต้องการเลยคือตำแหน่งหรือหน้าที่อะไรต่างๆที่ฉันได้มาเป็นของแถมการที่จะเป็นผู้รับใช
ไคน์กลับมายังคฤหาสน์ด้วยสีหน้าและอารมณ์ที่ขุ่นเคือง เขารู้สึกไม่พอใจกับการที่เห็นคนตัวเล็กไปใกล้ชิดกับชายอื่น ร่างสูงเดินเข้าไปยังห้องนอนของคนตัวเล็กพร้อมกับเอ่ยสั่งสาวใช้ที่เฝ้าหน้าประตู“หากไอรีนกลับมาให้เธอเข้ามาพบฉันด้วย ฉันจะรอในห้อง”“รับทราบค่ะเจ้าชาย”หลังจากประตูห้องถูกปิดลง ก็ไม่วายมีเสีย