รอยรักมาเฟีย

รอยรักมาเฟีย

last updateHuling Na-update : 2026-01-05
Language: Thai
goodnovel16goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
80Mga Kabanata
5.9Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

หัวใจที่สุมด้วยไฟแค้นของมาเฟียหนุ่ม เขาแก้แค้นเธอที่ทำลายชีวิตน้องสาวที่เขารัก ด้วยการย่ำยีศักดิ์ศรีของผู้หญิงอย่างเลือดเย็น โดยไม่รู้เลยว่า…เธอได้หอบสายเลือดตัวน้อย ๆ กับหัวใจที่บอบช้ำของเธอไปด้วย

view more

Kabanata 1

ตอนที่ 1/1

Neraka, mungkin kata yang tepat untuk menyebut dunia yang gelap dan berselimutkan api. Memiliki awan yang terlihat kemerahan, menahan cahaya api agar tidak tertelan kegelapan langit. Tepat di bawah gunung berapi yang terus memuntahkan lelehan lava, kekacauan terjadi. Ribuan roh api berkerumun. Makhluk berupa gumpalan api berbentuk manusia dengan sepasang mata merah menyala.

"Manusia?" suara berat keluar dari mulut iblis api, makhluk yang sama dengan roh api, namun memiliki cakar tajam dan bagian wajah yang lengkap dan menakutkan. Para roh api menjaga jarak darinya, namun ada seorang manusia di depannya.

Pemuda berumur 20 tahunan, jaket kulit hitam yang ia kenakan telah berlubang di berbagai tempat, namun tidak ada luka sedikitpun pada tubuhnya. Memiliki wajah tenang tanpa ekspresi, dengan rambut panjang yang disisir satu arah ke samping hingga menutupi jidat dan telinganya. Ia telah memasang kuda-kuda, sambil menggenggam sepasang pedang kayu hitam yang sudah mengkristal. Tanah yang ia pijak begitu gersang, bahkan diselimuti oleh api, namun tidak membakar tubuhnya sedikitpun.

"Akara, lebih baik menghindar, energiku sudah habis!" bisik seekor Drake, makhluk bertubuh layaknya Naga Eropa tanpa sayap, dengan barisan duri tajam dari kristal ungu di punggung hingga ekornya. Ukuran tubuhnya hanya sebesar tokek, bertengger di pundak tuannya.

"Apa yang kau lakukan Komo?" gumam Akara saat menyadari ada aliran energi melewati belakang punggungnya hingga menyentuh tanah.

"Bersiap kabur saja!"

Akara lalu melirik perlahan ke samping, mencari celah di antara para roh api yang terlihat ketakutan. Sedangkan Iblis api sedikit memiringkan kepalanya ke kanan dan kiri, mengamati pemuda di depannya dengan seksama. Matanya kemudian menemukan sebuah titik kecil yang diselimuti kobaran api di dalam dada Akara.

"Energi yang begitu murni..." Ia terpukau hingga menjulurkan tangan, seakan ingin meraihnya. Akan tetapi...

Jleg!... Tanah di bawahnya mencuat, bongkahan kristal keunguan menelangkup tubuhnya dari tiga sisi seperti kerucut. Momen itu digunakan Akara dengan baik, ia langsung melesat menjauh, meninggalkan hembusan angin yang menggulung api.

Sedangkan Komo seakan sedang mengejan, menahan kristalnya agar tidak hancur. Dengan suara tertahan, ia berseru.

"Cepat pergi ke puncak gunung berapi! Energi di sana terlihat lebih pekat!"

"Aku juga tau!" Akara menatap lurus dan serius ke arah puncak gunung berapi, namun tidak kehilangan fokus akan lautan roh api yang ada di depannya. Makhluk yang hanya mengandalkan insting layaknya zombie, melesat dan menerjang ke arahnya. Pedang kayu hitamnya ia ayunkan begitu luwes, membelah tubuh roh api seperti sebuah roti.

Krek!... Kristal yang menahan iblis api mulai retak, membuat Komo panik dan berteriak.

"Cepat Akara!"

Namun beberapa saat kemudian... Crang!... Kristal hancur sepenuhnya, dibarengi tubuh Komo yang terkulai lemas di pundak tuannya. Iblis api mengaum, dengan serpihan kristal di sekitarnya yang berjatuhan dan bergetar akibat aumannya. Setelah itu ia menyapu pandangan, mencari keberadaan mangsanya. Melihat Akara yang menyerang roh api dan berlari menuju gunung, mata merahnya sontak melotot tajam dan kobaran api seketika menyelimuti tubuhnya.

"Jangan pergi ke tempat itu!" teriaknya sambil melompat lurus ke atas dan mengayunkan kepalan tangannya.

Jwush!... Ia meluncur ke arah Akara bagaikan bola api. Menyadari iblis api mengejarnya, Akara menyentil tubuh kecil Komo hingga terlempar masuk ke tudung kepalanya, lalu melompat dan berlari di atas roh api. Walau pergerakannya jadi semakin cepat, namun tidak lebih cepat dari iblis api.

Bomb!... Iblis api menghujam, membuat ledakan cukup besar hingga membuat para roh api terlempar. Wush, hembusan energi menerpa kepulan asap dan debu, memperlihatkan cekungan tanah dari serangannya. Akan tetapi, ternyata Akara berhasil meloloskan diri, ia berlari semakin dekat menuju lereng gunung. Hal itu membuat iblis api geram sekaligus resah, ia langsung berlari seperti orang panik dan berteriak.

"Jangan mendekatinya!"

Pemuda itu tidak menggubrisnya, sedangkan Komo kembali merangkak perlahan di pundaknya. Akan tetapi... Wush!... Ada gelombang energi begitu kuat menerpa, hingga membuat Komo kembali terlempar.

"Portal?" ucap Akara seraya menoleh ke samping, tepat di pusat munculnya gelombang energi. Sebuah portal layaknya pusaran air yang gelap, dengan retakan kehampaan di sekitarnya. Ia langsung mengubah haluan, begitu juga dengan para roh api.

"Portal milikku!" Iblis api berteriak, dengan satu hentakan kuat membuatnya melesat lebih cepat. Hal itu membuat Komo yang kembali merangkak keluar jadi panik dan berteriak.

"Cepat bocah!"

"Berisik!" Ia melirik sekilas, melihat iblis api yang begitu cepat mendekat dan langsung mempercepat langkahnya. Portal kurang dari 10 meter di depannya, begitu juga iblis api di belakangnya yang sudah mengepalkan tangan.

"Portal itu..." Iblis api mengayunkan tangan ke belakang, membuat kobaran api berpusat di tangannya. "Milikku!" Ia memukul ke arah depan, mengincar Akara, namun pemuda itu sudah menyentuh portal.

Brak!... Tanpa disangka, Akara terhentak seakan menabrak dinding transparan pada portal. Hal itu membuat pukulan yang dilayangkan iblis api, melesat tepat di pipinya. Ia langsung terpelanting, terlempar belasan meter menjauhi portal.

Sedangkan Iblis api mendarat tepat di depan portal, mengusap pelan portal di depannya, lalu menoleh ke arah pemuda yang kesulitan berdiri di tanah tandus dan berkata.

"Aku ingin mengambil esensi pada jiwamu, namun portal kebebasan menungguku!" Ia lalu menoleh ke arah puncak gunung berapi dan berkata.

"Yang Mulia, saya persembahkan esensinya untuk anda!" Ia langsung melesat masuk dan portal segera mengecil hingga akhirnya lenyap.

Kepergian iblis api ditambah kondisi Akara yang melemah, membuat para roh api segera melesat ke arahnya. Walaupun tertatih-tatih, pemuda berjaket hitam itu berusaha berjalan menuju gunung berapi. Pukulan tadi tidak menyebabkan luka bakar di pipinya, namun masih ada darah yang merembes di ujung bibirnya. Baru beberapa langkah, tubuhnya terhuyung dan pandangannya mulai kabur. Mengetahui ada yang aneh dengan tuannya, Komo langsung berteriak.

"Akara! Bertahanlah!" Ia terus memanggil namanya, namun lama kelamaan suaranya tidak terdengar lagi hingga akhirnya matanya menutup dan...

Bruk!...

****

Di sebuah gua yang seluruh sisinya berupa gletser es kebiruan, seorang pria bertubuh kekar berlari terbirit-birit.

"Yang Mulia! Yang Mulia!" teriaknya sembari menoleh ke belakang dengan ketakutan. Akan tetapi, beberapa saat kemudian...

Gleng!... Sesuatu menghantam tubuhnya dengan kuat, menyebabkan getaran hebat pada gua hingga membuat kristal es berjatuhan. Diselimuti kepulan kabut es yang perlahan mulai menghilang, berdirilah seseorang di tempat pria tadi. Tubuh kekar pria sebelumnya telah terbenam di dalam es, tepat di bawah kaki pemuda yang muncul. Seorang pemuda yang tengah menggendong gadis berpipi tembem. Jaket kulit hitam yang ia kenakan telah berlubang di beberapa tempat, memperlihatkan luka bakar pada tubuhnya. Darah segar bahkan menetes di bawahnya, bukan dari luka di tubuhnya, namun dari gadis di gendongannya. Gaun putihnya yang sederhana telah ternodai oleh darah dan dengan sebuah lubang besar, tepat di punggung hingga menembus perutnya.

Tatapan mata Akara yang penuh amarah sekaligus kesedihan, tiba-tiba terbelalak saat melihat sosok yang ada di depannya. Tubuhnya gemetaran, bahkan sempat terhuyung dan kehilangan tenaga sesaat, namun segera berdiri tegap kembali dan mempererat pelukannya. Di depan sana ada seorang gadis cantik berambut putih, mengenakan gaun berwarna putih kebiruan. Dengan raut wajahnya yang terlihat acuh tak acuh, ia sedang memandangi wanita yang terangkat dalam cekikan tangan kanannya. Wanita yang juga berambut putih, namun mengenakan gaun layaknya api yang menyelimuti tubuhnya. Wajahnya pucat dan sama seperti gadis dalam pelukan pemuda itu, tidak ada tanda-tanda kehidupan darinya. Bibir pemuda itu berkedut, lalu terdengar suara yang bergetar saat ia mengucap.

"Sayang, apa yang kamu lakukan kepada Mama?"

***

"Hhaahh hahhh hahh!" Akara terbangun dengan napas yang tak beraturan dan keringat bercucuran di wajahnya. Tubuhnya terlentang, kedua tangan dan kakinya terikat pada altar batu berbentuk lingkaran dengan posisi berdiri. Setelah napasnya kembali teratur, ia lalu menyapu pandangan ke sekelilingnya. Ia berada di atas altar melingkar, tepat di atas kawah. Beberapa meter di depannya sudah kawah magma dengan api yang menari-nari, sedangkan lebih jauh lagi ada dinding tinggi layaknya tebing dan ketika melihat ke atas, nampaklah langit gelap dengan rona merah. Saat ia masih mencerna apa yang terjadi, tiba-tiba altar batu yang mengikat tubuhnya bergerak.

Gleg!... Altar memutar dan berubah haluan. Ia begitu terbelalak saat melihat seekor ular Naga raksasa yang melingkar di pusat altar, mengelilingi sebuah singgasana yang diselimuti oleh api. Duduklah seorang wanita cantik yang mengenakan gaun merah panjang merumbai dan diselimuti oleh api. Tangan kirinya melipat di depan, menggenggam Komo si naga tanpa sayap. Tidak menyakitinya, bahkan tangan kanannya mengusap lembut kepala Komo.

Sedangkan di sisi lain, Akara masih terbelalak, bahkan air mata mengalir di pipinya. Melihat wanita yang sama dengan wanita yang ia lihat di dalam ingatannya.

"Mama Rani?..."

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata
Walang Komento
80 Kabanata
ตอนที่ 1/1
"ฉันยินดีกับเธอด้วยนะคาร่า เราสองคนก็จบชั้นมัธยมปลายจนได้""ถ้าไม่ได้เธอฉันก็คงไม่จบหรอก ก็เธอช่วยฉันไว้เยอะเลยนี่นาอิ่มเอม""พูดอะไรกันน่ะ มันอยู่ที่ความพยายามของเธอต่างหาก เธอจบโรงเรียนนานาชาติได้นะ แถมยังพื้นฐานแน่นกว่าของฉันอีก ตอนที่ฉันเคยดูสมุดการบ้านของเธอ ฉันยังไม่เคยเห็นการเรียนอะไรแบบนั้นเลยด้วยซ้ำ เพราะที่โรงเรียนฉันไม่ได้สอนแบบนั้นน่ะสิ""ก็ตอนนั้นบอกแล้วไงว่าให้มาเรียนด้วยกันก็ไม่เอา ถ้ามาเรียนเธอคงจะได้พูดภาษาอังกฤษคล่องแน่""ไม่ไหวหรอก ค่าเทอมหลายแสนขนาดนั้นฉันจะเอาเงินจากไหนมาเรียนล่ะ""ก็ฉันถึงได้บอกไง ฉันรู้ว่าเธอไม่ค่อยมีเงินเพราะพี่ชายเธอก็ไม่ได้ทำงานด้วย ฉันถึงได้บอกจะให้แด๊ดช่วยออกค่าเทอมให้เธอเอง เธอก็ไม่เอา""เงินมากมายขนาดนั้นฉันไม่มีทางเอาของเธอหรอกนะ ว่าแต่เราเลิกพูดกันเรื่องนี้เถอะ แล้ววันนี้ว่างหรือเปล่า ฉันอยากเลี้ยงฉลองให้เธอที่เรียนจบน่ะ เราไปคาเฟ่ร้านประจำกันดีไหม วันนี้ฉันขอเลี้ยงเครื่องดื่มเธอเองนะ""ไม่ได้นะ วันนี้ครอบครัวของฉันจะมีเลี้ยงฉลองที่ฉันเรียนจบ แล้วแน่นอนว่าคืนนี้เธอต้องไปร่วมงานเลี้ยงกับฉันด้วยนะ เดี๋ยวรอเฮียครูซตรงนี้แหละ เฮียกำลังจะมาร
Magbasa pa
ตอนที่ 1/2
"ถึงเพื่อนของหนูจะฟังออกพี่ก็ไม่สนใจหรอกนะ จะยังไงก็ช่างเถอะ นี่มันบ้านคนจริง ๆ ใช่ไหม ทั้งสกปรกและแออัดขนาดนั้น" รถหรูมาจอดอยู่ที่ตึกแถวสองชั้นที่เป็นอาคารเก่า ๆ อิ่มเอมรีบลงจากรถทันที ก่อนจะรีบเปิดประตูแล้วขึ้นไปที่ชั้นสองที่เป็นห้องนอนของพี่ชาย"ขอบคุณพี่หญิงมากนะคะสำหรับวันนี้" อิ่มเอมไหว้ผู้หญิงที่อายุรุ่นราวคราวเดียวกันกับพี่ชายที่อาสามาดูแลพี่ชายของเธอให้ในตอนกลางวัน ขณะที่เธอออกไปเรียน สมหญิงทำงานรับจ้างซักผ้ารีดผ้าและอาศัยอยู่ตึกแถวที่ติดกัน เธออาสามาดูแลอาหารกลางวันและมาดูแลพี่ชายให้ในเวลาที่ว่างเว้นจากการทำงาน โดยที่เธอไม่เคยขอรับค่าตอบแทนใด ๆ แต่ก็มาช่วยดูแลพี่ชายของเธออยู่แบบนี้มาหลายปีแล้ว"เลิกไหว้พี่ได้แล้วนะเอม แล้วนี่จะรีบไปไหนหรือเปล่า ทำไมถึงทำสีหน้ากังวลขนาดนั้นล่ะ" อิ่มเอมจึงรีบเล่าทุกอย่างให้เพื่อนบ้านฟัง"ก็เอาอย่างที่เพื่อนเอมบอกนั่นแหละ พี่ว่าเราไม่ควรปฏิเสธเพื่อนนะเพราะวันสำคัญแบบนี้มันมีแค่ครั้งเดียว เอาเป็นว่าเอมไปเถอะ ไม่ต้องเป็นห่วงพี่ชายหรอก เดี๋ยวอาหารเย็นพี่จะจัดการให้พี่ชายของเอมเองนะ""แล้วหนูรบกวนพี่มากหรือเปล่าคะ""ถ้ารบกวนพี่ก็คงไม่ช่วยหรอก อย่าค
Magbasa pa
ตอนที่ 2/1
อิ่มเอมที่กำลังคิดถึงช่วงเวลาที่ทำให้ได้รู้จักกับคาร่าอยู่เพลิน ๆ ก็สะดุ้งโหยงเมื่อโดนเพื่อนสะกิดที่แขน"ถึงแล้วนะ เหม่ออะไรอยู่ล่ะอิ่มเอม""อ้อ...ขอโทษนะ ฉันคิดอะไรเพลิน ๆ ไปหน่อย โอ้โห...นี่มันอะไรกันเนี่ย ทำไมงานมันถึงได้ใหญ่โตขนาดนี้ล่ะ"ตรงหน้าคฤหาสน์หรูหลังใหญ่สไตล์ยุโรปบนพื้นที่ส่วนตัวในพื้นที่เกือบสองไร่ ตรงลานน้ำพุรูปมังกรสีทองตรงหน้าทางเข้าตัวคฤหาสน์ ได้ตกแต่งสถานที่จัดงานเลี้ยงสุดยิ่งใหญ่อลังการ สมกับเป็นงานเลี้ยงของลูกสาวคนเดียวของตระกูลดังที่มีชื่อเสียงในแวดวงธุรกิจมากมาย"เธอก็มาบ่อยแล้วนะ ยังไม่ชินอีกหรือไง""อย่าพูดคำว่าชินสิ ฉันไม่ชินกับอะไรที่ยิ่งใหญ่แบบนี้หรอก ต่อให้มาสิบครั้งร้อยครั้ง ฉันก็ตื่นเต้นทุกครั้งแหละที่ได้มาบ้านของเธอ""งั้นเดี๋ยวเราไปที่งานกันเลยเถอะ คนน่าจะมาเยอะแล้วดูสิ งั้นเราไปนั่งโต๊ะตรงโน้นกัน แต่ว่าเธอนั่งรอตรงนี้ก่อนนะ เดี๋ยวฉันจะไปทักทายแด๊ดกับคุณแม่ก่อน""ได้สิ" อิ่มเอมมองตามหลังของเพื่อนสาวไป พอเดินเข้าไปที่งาน ทุกคนต่างก็รุมล้อมพร้อมกับมอบของขวัญราคาแพงให้ ส่วนใหญ่ก็จะเป็นเพื่อน ๆ ที่โรงเรียนเดียวกันกับคาร่า เพราะสวมชุดนักเรียนนานาชาติเหมือนก
Magbasa pa
ตอนที่ 2/2
"ฉันไม่สนหรอกนะว่าเธอจะพูดอะไร แต่ถ้าเธอคิดจะเล่นกับฉัน ระวังตัวไว้ให้ดีก็แล้วกัน แล้วอย่าหาว่าฉันไม่เตือนล่ะ" แขนแกร่งออกแรงกอดรัดอิ่มเอมแน่นกว่าเดิมจนเธอรู้สึกอึดอัด เธอรับรู้ได้ถึงแรงมหาศาลของเขาว่ามันน่ากลัวแค่ไหนเพราะเธอไม่สามารถที่จะขยับหนีไปไหนได้เลยแม้แต่นิดเดียว"อิ่มเอม เธอไปอยู่ที่ไหนเนี่ย" คาร่าตะโกนหาเพื่อนสนิทพลางกวาดสายตาไปทั่วบริเวณงานด้วยความเป็นห่วง"ฉันเตือนเธอแล้วนะ ถ้าอยากจะลองดีก็ลองดู จะได้รู้ว่าฉันพูดจริงหรือแค่ขู่ ถ้าคิดจะท้าทายคนอย่างฉันก็ลองดู ไปได้ละ! น้องสาวฉันตามหาเธออยู่" มือหนาผลักร่างนุ่มออกจากตัวอย่างแรงจนอิ่มเอมฟุบลงไปกองกับพื้นสนามหญ้า เพราะเขาไม่คิดที่จะยั้งมือผลักเธอออกไปแบบนั้นเลยแม้แต่น้อยอิ่มเอมรีบทำสีหน้าให้เป็นปกติ ทั้ง ๆ ที่เธอแทบหัวใจหยุดเต้นเมื่อได้เห็นสายตาคมดุของพี่ชายเพื่อน สายตาที่ดุดัน แข็งกร้าว จนแทบจะเชือดเฉือนเธอไปทั้งตัวแบบนั้น"อิ่มเอม เธอไปที่ไหนมาเนี่ย ฉันเป็นห่วงแทบแย่""ฉันเดินเล่นดูบรรยากาศรอบ ๆ แถวนี้น่ะ""งั้นเรามานั่งกันเถอะ นี่อิ่มเอม เราก็ไม่ค่อยได้คุยกันเลยนะ ฉันอยากรู้จังว่าเธอจะเรียนต่อมหาวิทยาลัยที่ไหน" ทั้งสองเดิน
Magbasa pa
ตอนที่ 3/1
"พี่ว่าไงนะคะ พี่โอบกับพี่หญิงจะแต่งงานกัน""ใช่…พี่คิดกันมาสักพักแล้วล่ะ พี่กับหญิงก็ดูใจกันมานานแล้ว ตอนแรกพี่ก็กลัวว่าหญิงจะใจตรงกันกับพี่หรือเปล่า จะรังเกียจที่พี่ต้องพิการแบบนี้ จะเป็นภาระกับคนที่พี่รักไหม แต่ตอนนี้มันถึงเวลาแล้วที่พี่จะต้องบอกเอมสักที""เป็นข่าวดีในรอบที่สองของวันเลยค่ะพี่ หนูดีใจมากเลยที่พี่ทั้งสองจะแต่งงานกัน แต่ว่าพี่หญิงคะ การที่พี่แต่งงาน นั่นก็หมายถึงพี่ต้องดูแลพี่ชายหนูแบบนี้ไปตลอดเลยนะคะ จะทำให้พี่ลำบากหรือเปล่า พี่โอเคหรือเปล่าคะ""รู้สิ พี่รู้ว่าถ้าแต่งงานแล้วพี่ต้องทำอะไร พี่ชายเอมไม่ได้พิการถึงขั้นที่ว่ารักษาไม่ได้สักหน่อย เดี๋ยวถ้าพี่หาเงินได้มากพอ พี่ค่อยพาพี่ชายเอมไปทำกายภาพบำบัดก็น่าจะดีขึ้นนะ หมอที่ดูแลก็บอกอยู่ไม่ใช่หรือไงว่าถ้าได้รับการรักษาและทำกายภาพบำบัดแล้ว ก็มีโอกาสกลับมาหายเป็นปกติน่ะ""ก็ใช่ค่ะ แต่ว่าหนูไม่อยากให้พี่หญิงลำบากเพราะหนูเกรงใจ""เอมคิดว่าถ้ามันลำบากจริง พี่จะยอมแต่งงานกับพี่ชายเอมหรือไง การที่พี่ตัดสินใจแบบนี้ นั่นก็หมายถึงพี่ยอมรับทุกอย่างในตัวของพี่ชายเอมได้ เพราะฉะนั้นอย่าห่วงเลย ส่วนเอมก็ใกล้จะเรียนมหาวิทยาลัยแล้ว จะได้
Magbasa pa
ตอนที่ 3/2
สองวันต่อมาอิ่มเอมก็มาโผล่ที่ต่างจังหวัดจนได้เพราะเธอก็รู้สึกผิดที่เป็นฝ่ายตีตัวออกห่างจากเพื่อนแบบนี้ ท่ามกลางสายตาที่ไม่พอใจของเพื่อนคาร่าที่มาด้วยอีกสามคน คนเหล่านั้นก็ทำได้แค่เพียงเขม่นมองดูด้วยสายตาไม่พอใจเท่านั้น เพราะไม่สามารถขัดความต้องการของคาร่าได้"คิดถึงเธอจังเลยอิ่มเอม สามวันนี้เรามาสนุกกันให้สุดเหวี่ยงไปเลยนะ""คาร่า…เธอเป็นอะไรไปหรือเปล่า ถึงเราจะไม่ได้เจอกันบ่อย แต่ฉันก็พอจะดูออกนะว่าเธอมีเรื่องไม่สบายใจ""ก็นิดหน่อยน่ะ เดี๋ยวให้แม่บ้านเอาของไปไว้ที่ห้องก่อน เดี๋ยวฉันจะเล่าให้ฟัง คืนนี้เธอนอนกับฉันได้ไหม""ได้สิ เรื่องแค่นี้เอง งั้นเราขึ้นไปกันเถอะ" อิ่มเอมมองตามเพื่อนสาวด้วยความเป็นห่วง หลังจากที่ไม่ได้ติดต่อกันมาสักพักใหญ่ เธอก็ไม่รู้เลยว่าจิตใจของคาร่าในตอนนี้เป็นยังไงบ้าง"คาร่า เล่นน้ำค่อยเล่นพรุ่งนี้ได้ไหม ฉันมีเรื่องอยากจะถามเธอเยอะเลย""ไม่รู้ว่าเพื่อนฉันจะโอเคหรือเปล่าน่ะสิ งั้นเดี๋ยวฉันลองไปถามดูก่อนนะ""ไม่ต้องหรอกคาร่า เดี๋ยวฉันไปถามเอง ห้องของเพื่อนเธออยู่ข้าง ๆ นี่เองใช่ไหมล่ะ เดี๋ยวฉันไปบอกให้นะ เธอนั่งรอก่อนเถอะ"อิ่มเอมเคาะประตูห้องสองครั้ง แล้วก็เป็น
Magbasa pa
ตอนที่ 4/1
คาร่าถึงกับพูดไม่ออกเพราะสิ่งที่ได้ยินจากปากของคนที่เธอรักมาก ทำให้ความรู้สึกที่อยากจะกอดเพื่อนเป็นครั้งสุดท้ายก่อนจะปลิดชีพตัวเองหายไปเป็นปลิดทิ้ง"นี่คาร่า เวลาที่เธอเศร้าเธอจะชอบกินของหวาน งั้นเดี๋ยวฉันจะออกไปหาไอติมมาให้นะ ถ้าฉันกลับมาจะต้องมีแต่ความสดใสบนใบหน้านะเข้าใจไหม ไม่งั้นเธออดกินแน่""ขอบใจนะ ฉันจะตั้งตารอเลยล่ะ" คาร่ามองตามหลังเล็กของเพื่อนด้วยสายตาละห้อย เป็นอีกครั้งที่เพื่อนรักได้ช่วยให้เธอรู้สึกอยากจะมีชีวิตอยู่ต่อไปเธอยังจำความรู้สึกครั้งแรกที่เจอกับอิ่มเอมได้ เป็นคนแปลกหน้าคนแรกที่เธอเปิดใจอยากจะพูดเรื่องของตัวเองให้ฟัง"ถ้าเธออยากเข้มแข็งขึ้น อันดับแรกเลย จิตใจของเธอต้องเข้มแข็งก่อน แล้วก็ต้องดูสาเหตุว่าทำไมเธอถึงชอบโดนเพื่อนแกล้ง จากนั้นเราก็ต้องเข้มแข็งและอย่ากลัวที่จะต้องเผชิญหน้ากับคนเหล่านั้น ยิ่งถ้าเธอกลัว คนพวกนั้นก็จะยิ่งได้ใจนะ"คาร่าหยิบยาที่เตรียมไว้เททิ้งลงถังขยะ ไม่รู้ทำไมเธอถึงตัดสินใจที่จะไม่ฆ่าตัวตาย เพียงแค่เธอคิดว่าถ้าอิ่มเอมกลับมาแล้วไม่เห็นหน้าเธออีกตลอดกาล เพื่อนที่เธอรักจะต้องเสียใจมากแน่ ๆ"ไอติมมาแล้ว" อิ่มเอมหิ้วถุงไอติมและขนมหวานมาถุงใหญ่
Magbasa pa
ตอนที่ 4/2
ผ่านมาหนึ่งสัปดาห์หลังจากเกิดเหตุการณ์ในวันนั้น อิ่มเอมก็อยากรู้เหลือเกินว่าเพื่อนสาวของเธอเป็นยังไงบ้าง แต่เธอก็จนหนทางที่จะหาข่าวคราวของเพื่อนสนิท เพราะถึงเธอจะพยายามโทรไปหาเบอร์ส่วนตัวของคาร่ากี่ครั้งก็ไม่ติดอยู่ดี"ใกล้ได้เวลาแล้วสินะ" อิ่มเอมลุกขึ้นจากเก้าอี้ในห้องนอน แล้วส่องกระจกดูความเรียบร้อยของตัวเอง ก่อนจะเดินลงไปชั้นล่างแล้วไปยังตึกแถวติดกันที่เป็นบ้านของแฟนพี่ชาย"เดี๋ยวหนูไปเรียกแท็กซี่ให้นะคะ""ไม่ต้องหรอกเอม เดี๋ยวพี่ชายพี่จะไปส่งที่สนามบินเองน่ะ ไม่เกินครึ่งชั่วโมงน่าจะถึง เอมเข้ามารอข้างในด้วยกันก่อนสิ""ค่ะพี่หญิง""เอมแน่ใจนะว่าอยู่คนเดียวได้ จะไม่ไปอยู่ต่างประเทศกับพวกพี่จริง ๆ ใช่ไหม ยังไงพี่ก็เป็นห่วงเอมอยู่ดี ผู้หญิงตัวคนเดียวอยู่บ้านคนเดียวแบบนี้ พี่อดเป็นห่วงไม่ได้จริง ๆ""พี่โอบจะเอาหนูไปเป็นภาระอีกหรือไงคะ ค่าใช้จ่ายที่โน่นก็ไม่ใช่น้อย ๆ เลย หนูอยู่ที่นี่แหละค่ะดีแล้ว เพราะพี่จะได้เก็บเงินเอาไว้รักษาขาได้เต็มที่""แต่พี่อยากให้เอมไปด้วยนะ เพราะเอมก็เรียนมหาวิทยาลัยระบบเปิดอยู่แล้ว ไม่จำเป็นต้องเข้าเรียน ถึงเวลาก็แค่ไปสอบเท่านั้น เมื่อถึงตอนนั้นก็ค่อยบินกลับ
Magbasa pa
ตอนที่ 5/1
อิ่มเอมลืมตาขึ้นมาท่ามกลางความมืดบนพื้นแข็ง ๆ พอรู้สึกตัวก็หายใจลำบาก เพราะความรู้สึกรับรู้ถึงความอึดอัดภายในห้องนี้ได้เป็นอย่างดีที่นี่ไม่ใช่ห้องของเธออย่างแน่นอน อิ่มเอมย้อนกลับไปคิดถึงเหตุการณ์ล่าสุดก่อนที่สติของเธอจะดับวูบไป ก่อนจะรู้สึกถึงหัวใจที่เต้นรัวของตัวเอง แล้วรับรู้ได้ว่าเธอกำลังตกอยู่ในสถานการณ์ที่เสี่ยงอันตรายเข้าให้แล้วมือเล็กพยายามสัมผัสไปที่ผนังห้องสี่เหลี่ยมจัตุรัสเพื่อหาทางออกในความมืด แต่ในห้องนี้ไม่มีหน้าต่างหรือช่องทางให้หนีได้เลย อิ่มเอมจึงเขย่าลูกบิดประตูเผื่อว่าจะจะเปิดออกได้ แม้ว่าความเป็นจริงจะเป็นแบบนั้นไม่ได้เลยแกรก!เสียงลูกบิดประตูถูกเปิดออกพร้อมกับชายแปลกหน้าร่างใหญ่สองคนที่เดินเข้ามา อิ่มเอมรีบถอยหลังจนติดกับผนังห้องไปตามสัญชาตญาณ แต่ก็ดูไม่ออกว่าชายร่างใหญ่สองคนหน้าตาเป็นยังไง เพราะห้องนี้มันมืดเกินไปจนมองอะไรไม่ออก"พวกคุณเป็นใครคะ ต้องการอะไรจากฉัน แล้วพวกคุณจับตัวฉันมาทำไม" เสียงหวานเอ่ยออกมาด้วยน้ำเสียงสั่น เธอไม่สามารถควบคุมร่างกายให้เป็นปกติได้เลย ห้องสี่เหลี่ยมที่มืดและแคบอยู่แล้ว พอมีชายแปลกหน้าสองคนเข้ามาอยู่ในห้องด้วย จากห้องที่คับแคบก็ย
Magbasa pa
ตอนที่ 5/2
"แค่นี้ก็ทำร้องไห้ ตกใจอะไรนักหนา""คุณครูซปล่อยฉันได้ไหมคะ ฉันหายใจไม่ออก" อิ่มเอมพยายามจับข้อมือแกร่งออก เพราะมือหนาของเขากำลังบีบไปที่ลำคอของเธออย่างแรงมือแกร่งเลื่อนไปจับที่คางเล็กแทน ก่อนที่อิ่มเอมจะไอออกมาทันทีด้วยความอึดอัด"เจ็บ!" ใบหน้าหวานนิ่วหน้าด้วยความทรมาน ตอนนี้ร่างกายของเธอราวกับถูกตรึงและพันธนาการด้วยสิ่งหนักอึ้ง เพียงแค่มือของเขาที่ออกแรงบีบที่ปลายคางก็ทำให้เธอเจ็บจนน้ำตาร่วง "ปล่อยฉันเถอะนะคะ คุณครูซให้ฉันมาที่นี่เพื่อจะให้ฉันมาเจอกับคาร่าใช่ไหมคะ ฉันขอไปเจอคาร่าได้ไหม"มือหนาออกแรงบีบที่คางมากขึ้นเมื่อได้ยินชื่อของน้องสาว น้ำหนักจากร่างใหญ่ที่กดทับลงมาบนตัวเธอ ทำให้อิ่มเอมรู้สึกเจ็บราวกับร่างกายจะแตกออกเป็นเสี่ยง ๆ เธอไม่สามารถขยับร่างกายไปไหนได้เลย ราวกับถูกตรึงด้วยแผ่นเหล็กที่ใหญ่และหนักอะไรแบบนั้น"อย่างเธอยังมีหน้าจะมาเจอคาร่าอีกหรือไง ไม่รู้ตัวเลยสินะว่าเธอได้ทำลายชีวิตของน้องสาวฉันยังไงบ้างน่ะ""วะ...ว่าไงนะคะ ทำลายชีวิต? หมายความว่ายังไงคะ คาร่าเป็นอะไร คาร่าเจ็บหนักหรือคะ คาร่ายังไม่หายดีหรือคะ"สีหน้าของอิ่มเอมแสดงความรู้สึกกังวลออกมาอย่างเห็นได้ชัด เธอรู
Magbasa pa
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status