สัมผัสรักมาเฟียร้าย

สัมผัสรักมาเฟียร้าย

last update最終更新日 : 2026-05-06
作家:  แสงเทียน連載中
言語: Thai
goodnovel18goodnovel
評価が足りません
79チャプター
613ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

รักทรมาน

รักคนเดียว

สะใจ

มาเฟีย

ฉลาด

อิสระ

ความรักต้องห้าม

การให้อภัย

รักสามเส้า

ลองตายดูสิ...เผื่อฉันจะปล่อยเธอไป -TOXIC RELATIONSHIP- “เมื่อมีคนทรยศ...ก็ต้องมีคนรับผิดชอบ” “คุณมันคนสารเลว”

もっと見る

第1話

โปรย+แนะนำตัวละคร+INTRO

“Bro!!!” Rendi berteriak sambil melambaikan tangan dari pintu kedatangan.

Narendra Alvaro Gunadhya atau yang kerap di sapa Rendra itu pun tersenyum ketika pandangannya berhasil menangkap sosok sang sahabat.

Sesaat kemudian terdengar jeritan histeris dari para gadis yang sedang berbaris menunggu kerabat mereka di pintu kedatangan.

Ternyata jeritan histeris itu ditujukan kepadanya, Rendra tidak mengerti kenapa yang pasti dirinya seperti aktor korea yang sedang mengunjungi Indonesia untuk konser.

“Senyum-senyum sih, Lo! Jadi cewek-cewek pada histeris,” seloroh Rendi setelah pelukan masculin keduanya terurai.

Seperti biasa, hanya senyuman yang diberikan Rendra sebagai balasan meski begitu merindukan sahabat kecilnya itu yang kini sedang melanjutkan pendidikan di Australia.

“Kita jemput Alisha dulu di rumah sakit ya!” cetus Rendi dan sama seperti sebelumnya, Rendra membalas dengan anggukan.

“Ndra! Gue heran deh, bokap lo ‘kan punya Privat Jet kenapa lo masih pake pesawat komersil sih?” celetuk Rendi yang fokus pada kemudi membawa mobil SUVnya keluar dari pelataran parkir Bandara Husein Sastranegara - Bandung.

“Itu ‘kan punya bokap, Ren...bukan punya gue,” balas Rendra santai membuat Rendi merotasi bola matanya jengah.

“By the way, lo langsung dari London ke sini?” Rendi kembali bertanya.

“Nggak...gue pindah pesawat dari Jakarta karena tadinya mau ke rumah dulu tapi ternyata acara midodaremi Aura dipercepat jadi keluarga gue udah keburu ke Bandung,” tutur Rendra menjelaskan.

“Si Aura anak sahabat keluarga Lo itu?”

“Iya … anaknya tante Monica sama om Edward!”

“Bukannya dia masih kuliah ya? Kenapa udah nikah?” kali ini pertanyaan Rendi lebih dalam karena sejujurnya dia pernah menaruh rasa pada Aura namun karena terpisah jarak, Rendi memilih mengubur perasaan itu.

“Mana gue tau! Gue ‘kan jarang pulang,” jawab Rendra seraya mengendikan bahu.

Rendi menyengir seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian kembali fokus setelah melirik Rendra yang ternyata sedang menatapnya dari samping dengan mata memicing skeptis.

Rendi berdeham menetralkan suasana canggung yang terasa pekat, karena insting Rendra mulai bekerja.

“Lo naksir si Aura ya,” tembak Rendra tepat sasaran.

“Tuh pujaan hati, lo!” Rendi berseru mengalihkan pembicaraan dan bersyukur kepada Alisha yang sudah berdiri di gerbang rumah sakit, entah sejak kapan menanti mereka.

Alisha adalah sahabat Rendra dan Rendi yang merupakan anak dari panti asuhan tempat di mana kedua orang tua Rendi dan Rendra mendermakan sebagian rezekinya.

“Lama banget sih! Aku sampe digodain mamang jualan cilok,” omel Alisha setelah menghempaskan bokongnya di kursi penumpang belakang tanpa berniat menanyakan kabar dua pria tampan yang sudah terlebih dahulu duduk di kabin depan.

“Maaf Non...gue harus jemput tuan muda ini dulu,” ujar Rendi seraya menyikut lengan Rendra.

“Apakabar Alisha ....” Lain halnya dengan gadis itu, Rendra malah menanyakan kabar.

“Baik...grandma Mery sama granpa Salim apa kabar?” Alisha balik bertanya.

“Eh...cangkir bandrek, Lo ditanya Rendra kabar, bukannya tanya balik gimana kabar Rendra malah nanya kabar grandma sama grandpanya! Sakiiiiiit...hati Abang, Dek.” Rendi berkelakar, dia berakting seolah menghujamkan pisau tak kasat mata tepat di jantungnya.

Alisha terkekeh mendengarnya, ada benarnya ucapan Rendi namun gadis tangguh seperti Alisha akan selalu memiliki jawaban. “Eh...kobokan rumah makan padang! Rendra ‘kan ada disini ya pasti dia baik-baik aja lah,” balasnya tidak mau kalah.

Rendra tertawa pelan mendengar pertengkaran lucu kedua sahabatnya.

Mereka bertiga memutuskan untuk langsung menonton film hollywood yang menceritakan tentang beberapa superhero yang tergabung dalam suatu organisasi penyelamat dunia sebelum pulang ke rumah sebab setelah bertemu keluarga pasti Rendra akan terus dikintilin para sepupu atau berada dalam pelukan sang mama.

Keseruan mereka masih berlanjut setelah film berakhir, ketiganya memutuskan untuk menyantap hidangan steak sebagai makan malam.

Banyak hal yang tiga sekawan itu bicarakan, kelakar lucu pun sering terlontar dari mulut Rendi yang selalu bisa mencairkan suasana.

“Ndra! Lo anter Alisha pulang ya, gue ada perlu sama adek gue dulu! Mobil, besok gue ambil di rumah Kakek, lo!” Rendi yang baru saja mengakhiri panggilan telepon, berkata demikian.

“Oke!” balas Rendra seraya menerima kunci mobil dari Rendi yang langsung pergi setelah berpamitan.

“Well...Tinggal kita berdua,” cetus Rendra membuat Alisha mendongak dari orange jusnya.

“Pulang sekarang yuk! Udah malem, nanti bunda Neni nyariin.” Gadis yang sudah menghabiskan dua gelas orange jus itu pun berdiri diikuti Rendra.

Seperti pria sejati, Rendra membuka pintu mobil untuk Alisha lalu gadis itu langsung membungkuk dengan menekuk satu kakinya ke belakang layaknya seorang putri Kerajaan dan tidak lupa mengucapkan terimakasih.

Lagi-lagi Rendra dibuat tersenyum oleh tingkah Alisha.

Keheningan terasa pekat selama perjalanan pulang, keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Sha.…”

“Ndra.…”

Panggil keduanya berbarengan, memecah keheningan namun malah menimbulkan kecanggungan.

“Kamu dulu,” ujar keduanya bersamaan lagi.

Rendra dan Alisha tertawa renyah.” Kamu dulu deh,” pinta Alisha yang sudah memiringkan tubuhnya agar bisa menatap Rendra.

“Kamu aja dulu!” balas Rendra setelah melirik Alisha sekilas.

“Sampai kapan kamu di London?” Satu pertanyaan akhirnya keluar dari bibir Alisha.

Terdengar biasa saja namun sarat makna.

Rendra menginjak rem ketika trafficlight menunjukan warna merah.

“Kenapa?” Bukannya menjawab, Rendra malah balik bertanya.

“Kamu betah banget di London...,” balas Alisha sama sekali tidak menjawab pertanyaan Rendra.

Rendra terkekeh, kemudian menginjak pedal gas karena lampu lalu lintas sudah berubah hijau.

“Aku juga enggak tau sampai kapan, yang pasti aku ingin punya perusahaan sendiri sebelum pindah ke Indonesia,” tutur Rendra yang malah membuat Alisha kembali bertanya.

“Kenapa? Papa Andra punya banyak perusahaan dan pastinya papa Andra mengharapkan kamu sebagai pemimpinnya.” Alisha memanggil papanya Rendra dengan sebutan papa Andra karena Alisha sudah diangkat anak oleh kedua orang tua Rendra dengan dibiayai segala kebutuhan hidup dan sekolahnya hanya saja tidak tinggal serumah karena pertimbangannya adalah Alisha bukan muhrim bagi papa Andra dan Rendra.

“Hanya ingin membuktikan kalau aku bisa tanpa bayang-bayang papa.” Rendra menjawab penuh percaya diri.

“Kereeeen....” Alisha mengangkat kedua jempolnya lantas mereka berdua tertawa.

“Setelah itu apa?” entah kenapa Alisha bertanya demikian karena yang pasti, dia merasa jawaban Rendra tadi belum lengkap.

“Setelah itu, aku akan melamar seorang gadis,” jawab Rendra membuat Alisha refleks bertanya, “Siapa?”

“Kamu!” balas Rendra cepat tanpa perlu berpikir.

Tentu saja mata Alisha melebar sempurna, dia tidak percaya dengan indera pendengarannya sendiri.

“Siapa?” Alisha mengulang pertanyaannya.

“Kamu...Alisha Prameswari Putri,” jawab Rendra mantap.

“Kenapa? Kamu menyukai pria lain?” Rendra mematikan mesin setelah memarkirkan mobilnya di halaman panti, lalu menyerongkan tubuh menghadap Alisha menuntut jawaban.

Alisha menggelengkan kepalanya disertai senyum malu-malu dan wajah merona.

Beberapa saat keduanya tenggelam dalam tatapan satu sama lain sambil saling melempar senyum.

Selama ini Rendra memang tidak pernah menyatakan cinta meski sudah sejak kecil menyukai Alisha yang memiliki sikap bersahaja dan kagum dengan ketegarannya meski dibuang oleh kedua orang tua sejak kecil.

Rendra merasa kalau menyatakan cinta kepada Alisha tidak bisa main-main karena gadis itu adalah saudara angkatnya.

“Oke...aku tunggu!” Tidak disangka gayung bersambut, Alisha berkata demikian disertai senyum merekah di bibirnya.

Alisha bergegas turun dari mobil setelah membuka pintu, tidak ingin Rendra melihat wajahnya yang pasti sudah merah seperti tomat.

Jantung Alisha berdegub kencang dengan perasaan membuncah bahagia, gadis mana yang tidak menyukai pria tampan, pintar, cerdas dan merupakan anak Konglomerat seperti Rendra bahkan Alisha sudah menyukai Rendra semenjak pertama kali mereka bertemu dua puluh tahun yang lalu tapi bukan karena semua yang tadi disebutkan, tapi karena Rendra memiliki hati yang baik dan tulus meski dia memiliki semua yang disebutkan barusan.

“Apa tadi dia lagi ngelamar aku? Apa dia serius? Jadi selama ini dia menyimpan rasa suka padaku? Pantas saja dia selalu perhatian.” Alisha bicara sendiri saat sudah sampai di kamarnya.

“Aaarrrrggghhh....” Alisha membenamkan wajahnya pada bantal untuk meredam teriakan bahagia.

Sementara di luar sana, Rendra masih menatap kamar Alisha yang tampak terang setelah gadis itu masuk.

Ucapan Alisha yang terakhir sebelum turun dari mobil masih berdengung di telinganya.

Kedua sudut bibir Rendra tertarik ke atas membentuk lengkung senyum merasa lega karena mengetahui bahwa ternyata Alisha pun merasakan hal yang sama.

Tidak berapa lama lampu di kamar Alisha pun padam, barulah Rendra menyalakan mesin mobil kemudian menginjak pedal gas menuju rumah sang kakek tersayang namun baru saja akan memasuki komplek perumahan Kakeknya, ponsel Rendra berbunyi nyaring.

“Abang di mana?” suara lembut sang mama terdengar.

“Udah dekat rumah kakek, Ma.…”

“Putar balik sayang, Kita semua ada di rumah oma Reta...Abang ke sini ya, kami tunggu .”Ucapan sang Mama terdengar aneh, bahkan suara lembut itu bergetar seperti habis menangis.

Dan apa maksud Mama Rena yang menyebutkan mereka semua menunggunya di sana?

Kami yang dimaksud mama Rena itu siapa?

Beragam pertanyaan berputar di benak Rendra namun hanya keberadaannya di sana lah yang bisa menjawab itu semua, maka dia memacu kendaraannya lebih kencang agar bisa cepat sampai di rumah oma Reta-neneknya Aura.

Banyak mobil sudah terparkir rapih di garasi rumah oma Reta yang luas dan Rendra hapal betul siapa pemilik mobil tersebut.

Senya keluarganya sedang berkumpul di sini, tapi kenapa?

Bukannya acara adat yang dilakukan sebelum pernikahan akan dimulai besok?

Ketika Rendra baru melangkahkan kaki memasuki rumah oma Reta dari pintu utama yang terbuka lebar, suara tangis pilu seorang wanita terdengar menggema di rumah megah itu.

Oma Reta sedang tidak sadarkan diri dikelilingi oleh para keluarganya sementara tante Monica-mamanya Aura sedang menangis tersedu dalam pelukan om Edward-suaminya.

Suara ambulan membuat semua yang ada di ruangan itu menoleh dan sorot mata mereka langsung tertuju pada Rendra yang berdiri mematung tanpa suara di ambang pintu.

“Abaaaang...,” panggil mama Rena seraya melangkah mendekat.

“Sini Mama sama papa mau bicara ....” Mama Rena menarik tangan si sulung untuk duduk di ruang tamu sementara om Edward dan perawat yang baru saja turun dari ambulan membawa oma Reta ke rumah sakit.

“Ada apa Pa? Ma?” Rendra yang sudah duduk di singel sofa menatap kedua orang tuanya secara bergantian.

Di sofa lainnya ada sang kakek Rony-ayah dari mama Rena, om Ricko-sahabat papanya sekaligus adik ipar dari mama Rena dan ada juga om Aras-adik bungsu mama Rena yang menatapnya dengan tatapan seolah bumi sedang dalam invasi alien dan hanya Rendra lah yang bisa menyelamatkan.

Andra berdehem sebelum membuka suaranya. “Abang...calon suami Aura pergi begitu saja dengan mantan pacarnya keluar Negri. Lelaki itu meninggalkan Aura di detik-detik hari pernikahan sedangkan persiapan acara sudah seratus persen rampung, tidak mungkin kalau pesta ini batal hanya akan membuat malu dan mencoreng nama baik om Reta dan om Edward juga tante Monica,” tutur papa Andra menjelaskan dan Rendra semakin tidak mengerti kenapa sang papa harus repot-repot menjelaskan hal ini kepadanya.

“Sebagai anak paling besar, Papa minta dengan sangat agar Abang bersedia menjadi calon suami pengganti untuk Aura menyelamatkan nama baik keluarga mereka juga demi mempererat tali persahabatan keluarga kita dengan keluarga om Edward,” sambung papa Andra dan seketika tubuh Rendra menegang.

“Aura anak yang baik dan cantik, dia juga pinter, Bang...kamu enggak akan menyesal menikah sama dia, Mau ya Bang!” Sang Mama membujuk dengan nada memohon yang sulit untuk Rendra tolak.

“Tapi Maaa....” Tapi Rendra berusaha menolak meski tak sanggup menyempurnakan kalimatnya.

“Mama mohon sayang...menikah dengan Aura, ya? Ya? Ya?”

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む
コメントはありません
79 チャプター
โปรย+แนะนำตัวละคร+INTRO
ลองตายดูสิ...เผื่อฉันจะปล่อยเธอไปสัมผัสรักมาเฟียร้าย[วาดิม x มีก้า]-TOXIC RELATIONSHIP-“เมื่อมีคนทรยศ...ก็ต้องมีคนรับผิดชอบ”“คุณมันคนสารเลว”วาดิม โจว หรือ คุณโจวนักธุรกิจหนุ่มทายาทเจ้าของท่าเรือขนส่งในฮ่องกง อายุ 32 ปี เบื้องหน้าเขาคือนักธุรกิจผู้มั่งคั่งในเงินทองและอำนาจเบื้องหลังเขาคือมาเฟียผู้ทรงอิทธิพล มีอดีต เกลียดการหักหลัง และชอบเอาคืนธรรมมิกา อาชาไชย หรือ มีก้าลูกสาวสุดรัก วัฒนา อาชาไชย ผู้ดูแลสัมปทานธุรกิจท่าเรือขนส่งในไทยภายใต้ตระกูลโจวหญิงสาววัยแรกแย้มผู้ที่ถูกเลี้ยงมาดั่งนกน้อยในกรงทอง อายุ 27 ปีดื้อเงียบ อ่อนโยนแต่ไม่อ่อนแอ ⛔️ห้ามคัดลอกดัดแปลงนิยาย โครงเรื่อง การดำเนินเรื่อง⛔️พบเจอ คูณ 10 ของรายได้ทุกแอปพลิเคชันที่ลงนิยายเรื่องนี้ไว้หนังสือเล่มนี้คุ้มครองตามความแห่ง พ.ร.บ. ลิขสิทธิ์ พ.ศ. 2537 มาตรา 27,69ห้ามทำซ้ำหรือดัดแปลง เผยแพร่ต่อสาธารณชนหรือให้เช่าต้นฉบับหรือสำเนางานโปรแกรมคอมพิวเตอร์ โสตทัศนวัสดุ ภาพยนตร์ และสิ่งบันทึกเสียงก่อนได้รับอนุญาตต่อเจ้าของผลงานเป็นลายลักษณ์อักษรเท่านั้น#คำเตือน เนื้อหานิยายมีคำหยาบคาย เพศ และการใช้ภาษา เยาวชนควรใช้วิจา
続きを読む
บทที่ 1 คำขอร้อง
บทที่ 1 คำขอร้องฝ่ามือหยาบกร้านฟาดลงมาบนใบหน้าสวยหวานจนโลหิตสีแดงฉานไหลหยดออกมาจากมุมปากเธอในทันทีธรรมิกาแหงนหน้าขึ้นไปมองคนที่ลงมือทำร้ายเธอด้วยสายตาเย็นเยือก ก่อนจะถ่มน้ำลายก้อนใหญ่ใส่เขาอย่างไม่กริ่งเกรงว่าจะโดนทำร้ายซ้ำอีกครั้ง“ตบไม่ได้ทำให้ตายไม่รู้หรือไง?”ลูกสาวของวัฒนาไม่ได้เกรงกลัวคนของมาเฟียหนุ่มเลย เธอเชิดใบหน้าที่แตกยับขึ้นก่อนจะจ้องมองวาดิมอย่างไม่ละสายตา“หึ!” วาดิมนับถือใจของหญิงสาวที่ละม้ายคล้ายคลึงตุ๊กตากระเบื้องเคลือบ ความสูงของเธอถ้าเทียบกับลูกน้องของเขา แค่เพียงพวกมันลงมือหนักหน่อยคนอวดดีก็ไม่พ้นความตายคนเป็นพ่อเห็นลูกสาวโดนทำร้ายคาตาแบบนั้นก็ทรุดกองลงแดดิ้นกับพื้นดินสกปรกตรงหน้ามาเฟียหนุ่มวัฒนาคลานเข่าเข้าไปใกล้วาดิม แต่ก็ถูกลูกน้องของเขามากันทางไว้“คุณโจว! คุณโจวผมขอร้อง ผมกราบก็ได้ ได้โปรดปล่อยลูกสาวผมไป มีก้าไม่ได้รู้เรื่องอะไรด้วย!!”มาเฟียหนุ่มจ้องมองคนพูดด้วยสายตาว่างเปล่า ในมือเขาหมุนปลอกกระสุนปืนที่ถูกใช้ไปแล้วกับคนของอาชาไชย“งั้นใครที่รู้…พวกมันหรือไง?” น้ำเสียงทรงพลังทำเอาวัฒนาตัวชาวาบ ปากหยักของวาดิมยกขึ้นสูงมองคนสนิทเจ้าพ่อใหญ่ถูกลากตัวมาหยุดอยู
続きを読む
บทที่ 2 สองตระกูล
บทที่ 2 สองตระกูล“คุณโจวฆ่าผมเถอะ ผมขอแค่คุณรับปาก…ปล่อยลูกสาวผมไป มีก้าไม่ได้รู้เรื่องอะไรด้วย”“ถ้าคุณพ่อตาย! มีก้าก็จะตายไปกับคุณพ่อ!”ทั้งที่ปืนจอหน้าผากคนเป็นพ่อ ส่วนลูกโดนบีบคอจนเกือบตาย แต่พ่อลูกก็มีความทะนงตนในตัวเองวัฒนายังไม่ยอมรับว่าสิ่งที่ลูกชายมันทำ คนของอาชาไชยคนอื่นมีส่วนรู้เห็นด้วย คิดว่าตายคนเดียวแล้วเรื่องมันจะจบง่ายหรือไง!“อะ ไอ้ อึกกก สะ สารเลว อือออ” ธรรมิกาไม่ได้ด่าคนที่กำลังบีบคอเธออยู่ แต่หญิงสาวด่าวาดิมต่างหากดวงตากลมโตที่แสนจะดื้อรั้นและอวดดียังคงมองเขาไม่ละสายตา ส่วนปากเธอก็ทำงานอย่างหนักมุมปากของวาดิมยกสูงขึ้น เขามองลูกน้องตัวเองที่กำลังบีบลำคอลูกสาวสุดที่รักของวัฒนามาเฟียหนุ่มนึกสนุกจึงยกมือขึ้นคล้ายจะห้าม ลูกน้องเขาก็คลายแรงบีบที่ลำคอเธอ ก่อนที่วาดิมจะกระดิกนิ้วอีกครั้ง และครั้งนี้ธรรมิกาดวงตาเหลือกลาน จนเมื่อเธอจะขาดใจเขาจึงสั่งให้พอวัฒนาก้มลงไปขอร้องเอาศีรษะกระแทกรองเท้าวาดิม มาเฟียหนุ่มจ้องมองคนรุ่นพ่อที่กำลังยุ่มย่ามกับรองเท้าของเขาอย่างไม่ชอบใจนัก แต่ก็ไม่ได้ยกปลายเท้าหนีแต่อย่างใด“ผมจะรับผิดชอบทุกอย่างเอง ฮึกกก คุณโจว ผม…”วัฒนายอมสละได้ทุกอ
続きを読む
บทที่ 3 ต่อรอง
บทที่ 3 ต่อรองธรรมิกาไม่เถียงว่าเมสันใช้นามสกุลอาชาไชยเช่นเดียวกันกับเธอ ความห่างเหินของสองพี่น้องเริ่มต้นตั้งแต่ตอนไหนก็ไม่รู้ได้ แต่มารู้ตัวอีกทีเราก็พูดคุยกันน้อยมากแต่พี่ชายบุญธรรมของเธอก็ไม่ได้แย่กับเธอนัก เพียงแต่เขาไม่ได้สนิทสนมกับเธอเหมือนแต่ก่อน และธรรมิกาก็รู้ว่านิสัยของเมสันจะดีแต่กับบิดาของเธอ ส่วนกับคนอื่น ๆ โดยเฉพาะคนที่ต่ำกว่าเขา เมสันจะกดหัวรวมไปถึงเฉยชาไม่ว่ากับใครก็ตาม แม้กระทั่งบางครั้งเมสันก็เฉยชากับเธอราวกับคนที่ไม่ใช่พี่น้องกันธรรมิกาไม่คิดจะถือสาเพราะเข้าใจเมสันดีว่าการเติบโตมาท่ามกลางการที่ต้องพิสูจน์ตัวเองตลอดเวลามันลำบากและทุกข์ใจแค่ไหน เมสันต้องผ่านการพิสูจน์ตัวเองมาไม่น้อยและอาจจะมากกว่าคนอื่น ๆ ด้วยซ้ำ ต่างกันกับเธอที่ไม่จำเป็นต้องพยายามอะไรเลย เพราะสายเลือดของเธอคืออาชาไชยที่แท้จริงคนเราแววตามันบอกทุกอย่างและด้วยความอยากรู้อยากเห็น ธรรมิกาอยากจะลองวิชาที่ร่ำเรียนมาสักหน่อย หญิงสาวจึงเอาเอกสารบัญชีงบการเงินของบริษัทมาคำนวณสักหนึ่งชุด และก็นั่นแหละเธอพบความแปลกประหลาดของงบการเงินที่มันไม่สมดุลนั่นก็หมายความว่ามีคนโกง และโกงเป็นขบวนการธรรมิการู้ว่ามี
続きを読む
บทที่ 4 สมบัติส่วนตัว
บทที่ 4 สมบัติส่วนตัว“มีก้าพ่ออยากให้ลูกคิดให้ดีอีกครั้ง มันยังมีวิธีและพ่อจะไปคุณกับคุณหลางเอง”วัฒนาเจออดีตมาเฟียใหญ่ทุกปีอยู่แล้ว เพราะในหนึ่งปีจะมีงานแซยิดที่เขาจะต้องไปร่วมงาน และทุกคนภายใต้ตระกูลโจวต้องไปร่วมงาน เราสามารถพูดคุยกันได้ทุกเรื่อง รวมถึงเรื่องนี้ที่เจ้าพ่อใหญ่เชื่อว่าตัวเองยังคงมีศักดิ์ศรีพอที่จะค้ำประกันชีวิตลูกสาวไว้ได้“มีก้าคิดดีแล้วค่ะ ทางเดียวที่จะหยุดความโกรธแค้นของเขาได้ คือลูกต้องไปอยู่ที่นั่น”ไปอยู่รับกรรมที่พี่ชายบุญธรรมเป็นคนก่อ คงไม่มีใครเข้าใจว่าธรรมิกาจะไปทำไม แต่เพราะเธอก็รู้สึกว่าสิ่งที่เกิดขึ้นอาชาไชยก็มีส่วนต้องรับผิดชอบ และเธอเองยินยอมที่จะเป็นแบกรับทุกความโกรธแค้นของวาดิมไว้เอง มันดีกว่าที่บิดาของเธอต้องมารับเรื่องนี้เอาไว้ธรรมิกาได้โอกาสจากวาดิม ตามข้อตกลงคือเธอจะไปทำงานกับเขา หรือเรียกอีกอย่างหนึ่งว่าตัวประกัน ทางอาชาไชยต้องพาตัวเมสันกลับมาให้วาดิมเพื่อแลกกับชีวิตทายาทเพียงหนึ่งเดียววัฒนากุมมือลูกสาวเอาไว้ ก่อนจะปลดปล่อยน้ำตาของความพ่ายแพ้ให้ไหลริน ลูกสาวของเขาต้องไปเป็นตัวประกันจนกว่าจะหาเมสันเจอ และเมื่อนั้นวาดิมจะปล่อยธรรมิกากลับคืนสู่อ
続きを読む
บทที่ 5 ไม่ใช่อย่างที่คิด
บทที่ 5 ไม่ใช่อย่างที่คิดวาดิม โจว เป็นทายาทตระกูลมาเฟียใหญ่ผู้ทรงอิทธิพล ชื่อเสียงของเขาเป็นที่ต้องการรู้จักในช่วงสองปีให้หลังมานี้ หลังจากที่มาเฟียใหญ่อย่าง หลาง โจว ล้มป่วยลง ลูกชายเพียงคนเดียวอย่างวาดิมก็ขึ้นนั่งตำแหน่งตระกูลโจวมีบุญคุณล้นเหลือกับตระกูลอาชาไชยมาหลายชั่วอายุคน และไว้ใจอาชาไชยประหนึ่งคนร่วมสายเลือด ถึงได้กล้าให้ดูแลกิจการสัมปทานท่าเรือขนส่งในประเทศไทยโดยไม่เคยส่งใครมาตรวจสอบจนเกิดเรื่องอื้อฉาวขึ้นในโลกออนไลน์ประเทศไทย มีการกล่าวหาว่าอาชาไชยทำเรื่องผิดกฎหมายและที่ทำได้ไม่มีใครกล้าแตะต้องเพราะมีนายทุนใหญ่หนุนหลังนั่นก็คือตระกูลโจว ตระกูลผู้มีอิทธิพลในฮ่องกงข่าวเดี๋ยวนี้มันดังข้ามประเทศอย่างรวดเร็ว ไม่นานนักตระกูลโจวโดนตรวจสอบ แม้จะบอกว่าเป็นการตรวจเยี่ยมประจำปีของทางภาครัฐ แต่ไม่ว่าจะคลังสินค้า เรือทุกลำที่ผ่าน หรือแม้แต่กระทั่งบริษัทเองก็โดนภาครัฐเข้าเยี่ยมทั้งหมดที่ผ่านมาตระกูลโจวไม่เคยโดนอะไรแบบนี้ ข่าวเรื่องนี้จึงส่งผลต่อธุรกิจและความน่าเชื่อถือของตระกูลโดยตรง ทำให้หัวหลักอย่างวาดิมที่เพิ่งขึ้นนั่งตำแหน่งได้ไม่นานรู้สึกโกรธจนอยากจะแล่เนื้อเถือหนังอาชาไชยเป็นช
続きを読む
บทที่ 6 ของดี
บทที่ 6 ของดีเมื่อไม่มีอะไรให้กินธรรมิกาก็ไม่คิดจะร่ำร้องขอความช่วยเหลือจากใคร หญิงสาวเปิดกระเป๋าเดินทางของตัวเองออกพร้อมกับถอนหายใจออกมาอย่างโล่งอก ดีหน่อยที่พกของกินติดกระเป๋ามา ไม่ว่าจะเป็นบะหมี่กึ่งสำเร็จรูป ขนมปัง แครกเกอร์ ถ้าบริหารดี ๆ ต่อให้วาดิมให้เธออดข้าวธรรมิกาก็คิดว่าคงอยู่ได้อีกหลายวัน“ก็ขอให้เลิกบ้าไว ๆ ก่อนที่อาหารจะหมดแล้วกัน” ธรรมิกาเช็กความเรียบร้อยของกลอนประตูก่อนจะนั่งแกะแครกเกอร์กับน้ำผลไม้หนึ่งกล่อง เมื่ออิ่มก็กินยาลดไข้ตบท้ายเข้าไปหญิงสาวหยิบกระจกเงาส่องหน้าขึ้นมามองบาดแผลตามใบหน้าตัวเองแล้วก็อดรู้สึกหดหู่ไม่ได้ ไม่รู้ว่าแผลพวกนี้จะทิ้งรอยเอาไว้ไหม เมื่อคิดถึงตรงนี้กระบอกตาก็ร้อนผ่าว ในชีวิตไม่เคยคิดว่าจะต้องมาเจออะไรแบบนี้ธรรมิกาอยากร้องไห้ อยากเอาคืนคนพวกนั้น แต่เมื่อคิดถึงผลที่จะตามมาหากเธอทำให้วาดิมไม่พอใจ สุดท้ายแล้วก็คงจะเป็นบิดาที่ต้องเดือดร้อนแทน หญิงสาวคิดว่าตัวเองอดทนได้เพราะเธอเป็นคนที่อดทนเก่งเหมือนกันในเช้าอีกวันเธอตื่นตั้งแต่เช้าแล้ว แต่ไม่รู้ว่าตัวเองควรจะต้องออกไปที่ไหนจึงอยู่ในห้องพักแบบเดิม จนเมื่อมีคนมาเคาะประตูเรียกธรรมิกาจึงเดินไปเปิดล
続きを読む
บทที่ 8 ยอมรับชะตา
บทที่ 8 ยอมรับชะตา“และขอบเขตคือตรงไหน”“สำหรับอะไรล่ะ?”“นางบำเรอของคุณ” วาดิมยังไม่ตอบคำถามเธอเพราะเอียนเรียกเขาให้ออกไปก่อน มาเฟียหนุ่มจ้องมองเธอก่อนจะฟาดฝ่ามือลงบนสะโพกเธอเบา ๆ และเขาก็เดินออกไป ก่อนออกไปเขาทิ้งสายตาเอาไว้ว่าจะกลับมาคุยแน่นอนหัวใจของธรรมิการวดร้าว เนื้อตัวของเธอไม่เคยโดนผู้ชายคนไหนสัมผัสแบบนี้ ท่าทางตะกรุมตะกราม สายตาดูกักขฬะแบบที่วาดิมใช้มองกัน เธอไม่เคยพบเจอมาก่อนเลยในชีวิตธรรมิการีบวิ่งกลับไปทางเดิมคือห้องพัก ก่อนจะกดล็อกประตูอย่างรวดเร็ว หญิงสาวทรุดตัวลงนั่งและทันทีที่ประตูห้องนอนปิดลง เธอกวาดสายตามองไปรอบ ๆ สถานที่ที่เธออยู่ผ่านม่านน้ำตา“พ่อเธอเขารู้ว่าการที่เธอมาอยู่กับฉัน อย่างน้อย ๆ อาชาไชยก็คงได้อะไรติดตัวกลับไปบ้าง” หญิงสาวจ้องมองโทรศัพท์มือถือที่ไร้การตอบกลับจากบิดา แม้แต่โทร. กลับมาสักสายท่านก็ไม่ทำ ธรรมิกาใช้เวลาอยู่กับตัวเองหลายชั่วโมง จนเมื่อท้องรู้สึกหิวจึงหยุดร้องไห้ร่างบอบบางลากขามายังกระเป๋าเดินทางก่อนจะเปิดออกดูก็พบว่ายังมีแครกเกอร์และน้ำผลไม้เหลืออีกสองกล่อง มันเหมือนว่าแรงกายแรงใจไม่มีเหลืออีกแล้ว สุดท้ายก็กินไม่ลงหญิงสาวทิ้งตัวลงกับกอ
続きを読む
บทที่ 9 อย่าเล่นลิ้น
บทที่ 9 อย่าเล่นลิ้น“ไปเตรียมน้ำ ฉันจะอาบน้ำ”วาดิมดันเธอออกห่างก่อนจะขยับกายเอนหลังหลับตาพิงหัวเตียงโดยไม่ได้พูดหรือลืมตามองเธออีกหญิงสาวก้าวเท้าลงจากเตียงนอนเดินไปยังห้องน้ำเพื่อเตรียมน้ำอุ่น หัวใจของเธอเต้นแรงด้วยความตื่นเต้น ไม่รู้ว่าวาดิมจะมาไม้ไหน แต่ทุกอย่างมันปุบปับไปหมด เมื่อเตรียมน้ำเรียบร้อยเธอก็ลังเลอยู่หลายนาทีก่อนจะตัดสินใจเดินออกไปเรียกเขาให้เข้ามาอาบน้ำ จะช้าจะเร็วมันก็ไม่ใช่เรื่องที่เธอจะเลี่ยงได้ แต่ทันทีที่เธอหมุนตัวกลับมาก็พบว่าวาดิมยืนอยู่ซ้อนหลังเธออยู่นานแล้ว ดวงตาขุ่นมัวคู่เดิมมองตรึงเธอเอาไว้ ใจของธรรมิการ่วงไปอยู่ที่ตาตุ่ม เธอกะพริบตาเล็กน้อยและผายมือไปที่อ่างน้ำ“ฉันเตรียมน้ำเสร็จแล้วค่ะ” ธรรมิกาใจดีสู้เสือสบตาเขาแล้วพูดประโยคนั้น เมื่อวาดิมไม่ตอบเธอก็ก้มหน้าลง สองมือเธอยังคงขยุ้มกระโปรงชุดเดรสที่เป็นตัวเดิมกับที่เปื้อนซอสจากส้อมที่วาดิมเขวี้ยงใส่ในห้องอาหาร“ไปเรียกแม่บ้านมาเปลี่ยนผ้าปูที่นอน และครั้งหน้าอย่าใส่อะไรสกปรกขึ้นไปบนเตียงอีก” เขาพูดจบก็เดินผ่านหน้าเธอไป อากาศวูบใหญ่ปะทะใบหน้าเธอจากเรือนกายกำยำนั่นถ้าเธอสกปรกแล้วการที่เขาออกไปข้างนอกแล้วมานั
続きを読む
บทที่ 10 เช็กของ NC+++
บทที่ 10 เช็กของ NC+++วาดิมจ้องมองบานประตูห้องน้ำหลังจากได้ยินเสียงน้ำหยุดไหลมามากกว่าห้านาทีแต่ยังไม่พบเงาร่างของใครสักคนออกมา จนเมื่อความอดทนของเขาเริ่มจะหมด ร่างเล็กถึงจะโผล่มาได้แถมยังอยู่ในชุดคลุมอาบน้ำที่ห่มห่อเนื้อตัวแบบมิดชิด“นึกว่าลื่นหัวฟาดตายในห้องน้ำไปแล้ว” ดวงตากลมโตช้อนขึ้นสบตามองเขานิดหนึ่งและลอบถอนหายใจ ก็เพราะเขาไหมเธอถึงได้ทำใจอยู่นานสองนาน “ปกติฉันอาบน้ำนานกว่านี้ นี่เร็วที่สุดแล้ว...กำลังปรับตัวค่ะ”หญิงสาวพูดจบก่อนมุ่งหน้าเดินไปที่ตู้เสื้อผ้า แต่ยังไม่ทันที่เธอจะคว้าที่จับประตูเลยด้วยซ้ำร่างกายก็ลอยวืดขึ้นจากพื้น“คุณโจว!” ทันทีที่สองขาลอยขึ้นเหนือพื้นสองแขนก็โผกอดลำคอหนาไว้ในทันที และยังไม่ทันจะตั้งตัวร่างกายก็ถูกโยนทุ่มทิ้งลงไปบนเตียงนอนหลังใหญ่นี้แล้วธรรมิกาดวงตาเบิกโพลง เธอจะพลิกตัวหนีตามสัญชาตญาณ แต่วาดิมก็รวดเร็วอะไรปานนั้น เขาสอดท่อนแขนเข้ามาใต้ข้อพับเธอและลากร่างกายให้ไปอยู่ใต้ร่างเขา“จะแหกปากทำไม กลัวคนไม่รู้หรือไงว่าจะเอากัน”มือหยาบสอดมือเข้ามาลูบไล้ท่อนขาเรียวของเธอ ก่อนที่ริมฝีปากหยักจะยกยิ้มเมื่อพบว่าหญิงสาวไม่สวมใส่อะไรเลยนอกจากเสื้อคลุมเพียงตั
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status