หวนกลับมาครานี้...ข้าจะไม่ขอเป็นสตรีที่ปากแข็งอีก

หวนกลับมาครานี้...ข้าจะไม่ขอเป็นสตรีที่ปากแข็งอีก

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-21
Bahasa: Thai
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
72Bab
5.9KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

เพราะความเข้าใจผิด ทำให้ต่างคนต่างก็แสดงท่าทีเย็นชาใส่กัน ทำให้ต่างคนต่างก็พลาดช่วงเวลาแห่งความสุขไป กว่าจะรู้ตัวว่าอีกฝ่ายมีความสำคัญในชีวิตของตนมากแค่ไหน อีกฝ่ายก็ได้จากไปตลอดกาลเสียแล้ว...

Lihat lebih banyak

Bab 1

ตอนที่ 1 อารัมภบท

"Tuan, tolong saya. Saya mohon …"

Saat ini di sebuah kamar hotel seorang perempuan berpenampilan acak-acakan sedang merengek pada seorang pria berparas datar dan dingin.

Bukan tanpa alasan perempuan itu merengek meminta pertolongan pada pria yang dikenalnya. Terlebih, setiap hari dia bertemu pria dingin tersebut.

Seandainya dia tak lagi sedang dalam keadaan terdesak. Mana mungkin dia berani meminta hal yang sangat-sangat mustahil dan terkesan murahan.

"Shanum, apa kamu yakin?" Pria beralis tebal dan bermanik hitam itu mencoba meyakinkan sekali lagi. "Saya tidak ingin kamu menyesalinya setelah ini," tegasnya.

Perempuan bernama Shanum itu mengangguk cepat. "Saya yakin, Tuan. Yakin seribu persen. Dari pada saya harus menderita semalaman gara-gara obat sialan itu, lebih baik saya … saya minta bantuan sama Tuan Ozkhan."

Keputusan berat yang harus diambil Shanum, setelah dirinya dijebak oleh suaminya sendiri. Sial! Hidupnya benar-benar sial setelah menikah dengan Orhan—suaminya yang tak tahu diri dan tukang bohong.

"Ini semua gara-gara suami saya. Dia menjual saya, Tuan. Dia bohongi saya. Dia menjadikan saya sebagai penebus utang." Shanum memberikan penjelasan kepada Ozkhan—pria yang merupakan atasannya sendiri.

Ya, entah nasib apa yang digariskan oleh Tuhan pada kehidupan Shanum. Sampai-sampai dia berada di situasi sekarang ini.

Bertemu secara tidak sengaja di sebuah hotel ternama saat dia hendak melarikan diri dari pria 'berengsek' yang mengaku sudah membelinya. Shanum baru sadar jika suaminya lebih dulu mencekoki dirinya dengan obat perangsang.

Ozkhan berdecak keras, melihat sekretarisnya menceritakan kemalangannya. Tangannya secara sadar terulur, menyentuh sudut bibir Shanum yang berdarah. Miris sekali nasib perempuan di hadapannya ini, pikirnya.

"Siapa yang melakukan ini?" tanya Ozkhan, dengan raut datar. Namun, sorot matanya memancarkan kemarahan serta ketidaksukaan.

Shanum mengerjap, hingga cairan bening tak dapat dibendung lagi. Air matanya meleleh seiring isakannya. "Pria itu, Tuan. Dia yang melakukannya," ucap Shanum, sambil menahan rasa sesak yang teramat di dada.

Rahang Ozkhan seketika mengetat. Tatapan datar dan dingin itu berubah menjadi tatapan iba. "Ini juga?" Dia melirik lengan Shanum yang lebam, seperti habis terbentur sesuatu yang keras.

Shanum hanya mengangguk. Maniknya terpejam sesaat, lalu terangkat untuk sekadar menatap Ozkhan. "Tuan …"

Ozkhan menghela napas panjang. Membalas tatapan Shanum yang terlihat mengiba. "Suamimu ke mana?"

Shanum menggeleng, lalu berdiri. Obat perangsang semakin mempengaruhi akal sehatnya. Dengan tak tahu malu, Shanum mengalungkan kedua lengannya di leher Ozkhan. "Tuan … Tubuh saya rasanya sangat panas. Saya sudah tidak bisa menahannya lagi."

"Shanum …" Ozkhan memalingkan wajah ketika Shanum hendak menciumnya. Dia juga menahan pinggang perempuan itu agar tak terlalu dekat dengannya.

"Please, Tuan. Saya mohon …. Saya benar-benar tidak bisa menahannya." Anggaplah kali ini Shanum benar-benar sudah gila. Bagaimana tidak? Jelas-jelas yang dia mintai tolong adalah atasannya yang sudah beristri.

'Aku tidak peduli. Untuk saat ini hanya itu cara yang bisa menangani efek obat sialan ini. Soal ke depannya, kita lihat saja nanti.' Batin Shanum berperang dengan logikanya.

Ozkhan sendiri tak bisa berpikir apa pun untuk saat ini. Di satu sisi dia sudah mengenal Shanum dengan baik, dan di sisi lain Ozkhan tak bisa mengelak jika sang sekretaris memang memiliki daya tarik tersendiri di matanya sebagai laki-laki.

"Saya gerah!" Shanum tiba-tiba menurunkan resleting dress-nya, hingga kain itu luruh ke bawah kakinya. Yang tersisa hanya underwear warna merah yang menutupi kedua aset berisi nan sintal, dan inti tubuhnya.

Melihat tingkah Shanum yang ekstrem, Ozkhan tentu terperanjat. Bola matanya membulat sempurna, ketika pemandangan indah terpampang nyata di hadapan.

Ozkhan mendesah frustrasi. Dia sadar jika saat ini Shanum tidak sadar dengan apa yang diperbuatnya. Pengaruh obat perangsang memang sangat berbahaya.

"Shanum, apa yang kamu lakukan?" Suara Ozkhan bahkan terdengar serak dan berat.

"Saya hanya melakukan yang seharusnya, Tuan. Saya benar-benar tersiksa. Jadi, saya minta, Tuan mau membantu saya." Suara Shanum terdengar serak, dan berkali-kali dia menggosok kedua telapak tangan di depan muka. "Tuan …" Tatapannya semakin sayu.

"Ikut saya!" Ozkhan menarik tangan Shanum, membawanya ke kamar mandi, dan berdiri tepat di bawah shower. "Diam di sini."

Shanum kebingungan saat ini karena Ozkhan malah mengguyurnya dengan air dingin. "Tu- Tuan mau apakan saya? Saya tidak minta dimandikan, tapi …"

"Diamlah. Saya sedang berusaha meredakan efek obat itu," kata Ozkhan, menahan lengan Shanum agar tidak pergi, meski dia sendiri hampir basah karena cipratan air.

Shanum tak tahu kalau Ozkhan adalah pria normal yang tentu akan bereaksi jika disajikan pemandangan erotis semacam ini. Namun, meski pun begitu, Ozkhan masih tetap waras untuk tidak menuruti kemauan gila sekretarisnya.

"Dingin, Tuan." Shanum tidak bohong, saat ini dia benar-benar kedinginan. Tubuhnya yang semula panas kini menjadi dingin.

Ozkhan tak menanggapi. Diam-diam dia menikmati keindahan di depan mata. Kulit Shanum yang putih dan lekukan-lekukan yang pas begitu menggoda. Apalagi di bawah kucuran air seperti sekarang, membuat Shanum terlihat seksi.

Satu hal yang baru Ozkhan sadari—ternyata sekretarisnya itu sangat cantik.

'Sial! Singkirkan pikiran kotormu itu, Ozkhan. Dia sudah bersuami dan kamu juga sudah beristri.' Ozkhan membatin kesal, merutuki dirinya yang sudah lancang berpikiran mesum terhadap sekretarisnya sendiri.

Dan untuk itu, Ozkhan pun memilih menjauh. Demi kebaikan Shanum dan juga dirinya sendiri. Ozkhan berdiri bersandar pada dinding, dan mengalihkan pandangan ke tempat lain. Lama-lama dia sendiri yang tidak bisa mengendalikan diri.

"Tuan, berapa lama saya harus seperti ini?" tanya Shanum, yang mulai kedinginan. Bibirnya menggigil, dan sekujur tubuhnya gemetar.

"Satu jam," jawab Ozkhan tanpa mengalihkan tatapan dari pintu kamar mandi yang terbuka. Mati-matian dia menahan hasrat yang tak tahu malu muncul ke permukaan.

"Apa Tuan, satu jam? Bisa-bisa saya mati kedinginan," cicit Shanum. "Kenapa harus pakai cara seperti ini, kalau ada cara yang lebih menguntungkan," gumam Shanum, merasa jika cara tersebut sama sekali tak membantu.

Tentu saja Ozkhan dapat mendengar omongan Shanum, meski samar-samar. Sudut bibir lelaki tinggi itu berkedut, dadanya tak berhenti berdebar sedari tadi. Dia memilih tak menanggapi perkataan konyol Shanum.

Ozkhan berdeham berat, seraya bersedekap, sementara Shanum tertunduk lesu sambil menatap dirinya sendiri. Dari ujung kaki sampai ke dadanya yang berukuran cukup berisi.

Tiba-tiba saja Shanum berceletuk, "Tuan … Setidaknya Anda menatap saya. Apa Anda tidak tergoda dengan saya? Atau memang tubuh saya kalah jauh dengan tubuh istri Anda?"

Ozkhan masih diam, meski dia ingin sekali membalas celetukkan Shanum. Yang dikatakan perempuan itu tidaklah benar.

Andai saja Ozkhan bisa bicara blak-blakan kepada sekretarisnya itu. Namun, Ozkhan harus tetap menjaga imej-nya sebagai atasan, bukan?

'Dia tidak tahu kalau sejak tadi aku mati-matian menahan hasrat ini. Sial!' Ozkhan membatin.

"Tuan … seandainya Anda mau membantu saya. Saya janji akan merahasiakan hal ini. Saya pastikan ini yang pertama dan yang terakhir," ujar Shanum, yang sebenarnya dia sendiri merasa malu berkata demikian. "Saya pastikan, Nyonya Numa tidak akan pernah tahu soal ini."

Shanum menggigit bibir bawahnya, sambil melirik Ozkhan yang tak bergeming sedikit pun dari tempatnya. Entah apa yang sedang dipikirkan lelaki itu.

Sejurus kemudian, ponsel Ozkhan berdering. Dan dengan cepat dia menjawab panggilan telepon dari seseorang yang dia percayai.

"Ya. Bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan buktinya?" tanya Ozkhan yang nampak serius.

'Saya sudah mendapatkan buktinya, Tuan. Saya sudah mengirim beberapa fotonya.'

"Oke. Terima kasih. Kamu boleh pergi dari sana."

Ozkhan mengakhiri pembicaraan, lalu mengecek beberapa foto yang dikirimkan oleh orang kepercayaannya di ponselnya.

Tatapan Ozkhan menajam ketika melihat foto-foto tersebut. Dia hanya menyeringai, lalu menonaktifkan ponselnya.

"Shanum …" panggil Ozkhan, sambil meletakkan ponsel ke pinggir wastafel.

"Ya, Tuan." Shanum melihat Ozkhan melepas jas, dan menatapnya dengan tatapan berbeda.

Ozkhan lantas mendekat pada Shanum dengan seringai penuh arti. "Apa kamu masih membutuhkan bantuan saya?"

Shanum mengerjap lambat ketika tahu-tahu Ozkhan sudah berdiri di hadapan dan merengkuh pinggangnya. "Apa Tuan mau membantu saya?"

Tak ada jawaban dari mulut Ozkhan, karena saat ini lelaki itu sedang diliputi perasaan kesal bukan main. Pikirannya pun sudah tidak bisa dikendalikan. Saat ini yang dia butuhkan hanyalah pelampiasan.

"Maaf Shanum, kalau saya sudah kurang ajar. Tapi, menurut saya, ini tidak ada salahnya. Kita bisa merahasiakan hal ini. Kamu butuh saya, dan saya juga butuh kamu," kata Ozkhan, tanpa sungkan meraba bibir Shanum yang menggoda dengan ibu jari. Dan kali ini tubuhnya sudah benar-benar basah serta menginginkan Shanum.

Shanum mendongak lalu menelan ludah. Dia tak pernah membayangkan jika dia akan berada di posisi sekarang ini. Berada sangat dekat dengan atasannya.

"I-Iya, Tuan. Tidak masalah. Saya—"

"Kalau begitu, kita bisa memulainya."

Ozkhan lantas meraup bibir Shanum, menciumnya tanpa permisi. Perlahan dia mendorong tubuh Shanum agar merapat pada dinding kamar mandi. Awalnya Shanum cukup kewalahan, tetapi perlahan dia bisa mengimbangi permainan lidah sang atasan yang sangat liar.

Dan dari sinilah kisah mereka dimulai!

****

Bersambung....

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
72 Bab
ตอนที่ 1 อารัมภบท
สายลมในฤดูหนาวที่พัดโชยมาปะทะผิวกาย ทำให้ร่างกายที่อ่อนล้าอยู่แล้ว รู้สึกได้ถึงความหนาวเหน็บ ภายในเรือนใหญ่ใจกลางสวนบุปผานานาพันธุ์ ปรากฏร่างของสตรีที่มีดวงหน้างาม แต่ทว่ายามนี้กลับหม่นหมอง นางกำลังยืนเหม่อมองออกไปยังเบื้องหน้าอย่างเหม่อลอย ไม่ว่านางจะมองไปยังสถานที่ใด นางก็มักจะเห็นภาพในอดีตแวบผ่านเข้ามา ทำให้หัวใจของนางรู้สึกบีบรัดยิ่งนัก เหตุใดชีวิตคู่ของนางกับเขา ถึงมีจุดจบเช่นนี้ได้ ทั้งๆ ที่ผ่านมาเขาก็รักนาง ให้เกียรตินางมาตลอด และนางเองก็รักเขาเช่นกัน แม้ทั้งสองจะไม่เคยแสดงความรู้สึกจริงๆ ออกมาให้อีกฝ่ายได้เห็นเลยก็ตาม“นายหญิง…กลับเข้าห้องเถิดนะเจ้าคะ ประเดี๋ยวต้องลมหนาวแล้วจะไม่สบายเอาได้ พักนี้ท่านยิ่งนอนน้อยอยู่ด้วย”ซู่เอ๋อสาวรับใช้ข้างกายของสตรีที่มีรูปโฉมงดงามตรงหน้า เอ่ยขึ้นมาด้วยน้ำเสียงเป็นกังวล หนึ่งเดือนมาแล้วที่เซี่ยโหว หรือท่านแม่ทัพเซี่ยจากไป ทว่าไม่มีวันไหนเลย ที่ฮูหยินใหญ่จะไม่มายืนเหม่อมองออกไปทางประตูจวนเช่นนี้ ซู่เอ๋อรู้สึกเศร้าใจยิ่งนัก“ข้าอยากจะยืนอยู่ที่นี่อีกสักพัก” ราวกับว่านางยังคงรอคอยใครบางคนให้กลับมา แต่ทว่าผู้ที่นางกำลังรอคอยนั้นไม่อาจหวนกลับคืนมา
Baca selengkapnya
ตอนที่ 1 - 1 อารัมภบท
ผ่านไปไม่ถึงเจ็ดวัน หลังจากที่จางหลี่น่ามาเยี่ยมจ้าวฟางเซียน ตระกูลจ้าวที่ได้รับจดหมายจากท่านผู้เฒ่าตระกูลเซี่ย ก็ได้เดินทางมาจากเมืองหนานจาง ครั้นนายท่านใหญ่จ้าวหวังเหล่ยและฮูหยินใหญ่หวงฟางหรง ได้เห็นบุตรีที่นอนไร้เรี่ยวแรงอยู่บนเตียงก็รู้สึกเวทนา ต่างก็โทษว่าเป็นความผิดของพวกตน ที่ยินยอมให้จ้าวฟางเซียนออกเรือนมากับเซี่ยเฟยหลง ชีวิตของทหารไหนเลยจะยืนยาวเฉกเช่นที่จ้าวฟางหรู บุตรีคนโตของพวกตนเคยกล่าว ว่านางจะไม่มีวันยอมออกเรือนกับตระกูลแม่ทัพเป็นอันขาด เพราะการได้ออกเรือนมากับบุรุษที่ทำหน้าที่จับดาบปกป้องบ้านเมือง โอกาสน้อยนักที่อีกฝ่ายจะมีชีวิตยืนยาว สุดท้ายแล้วชีวิตของผู้เป็นภรรยา คงจะหนีไม่พ้นตกพุ่มม่ายตั้งแต่ยังสาว เช่นเดียวกับบุตรสาวคนเล็กของพวกตน ที่กำลังประสบพบเจออยู่ในยามนี้“เซียนเอ๋อร์…กลับบ้านเรากันเถิดนะลูก” หวงฟางหรงบอกบุตรสาวที่นอนอยู่บนเตียงด้วยน้ำเสียงสั่นเครือ“ท่านปู่บอกว่าให้พวกเรามารับเจ้า ตัดใจจากที่นี่เสียเถิดหนา”จ้าวหวังเหล่ยกลั้นใจกล่าวออกมาบ้าง สภาพของบุตรสาวในยามนี้ช่างน่าเวทนายิ่งนัก เด็กน้อยที่เคยสดใสยามที่อยู่จวนสกุลจ้าวหายไปไหนเสียแล้ว“ท่านพ่อ…ท่านแม่ ข
Baca selengkapnya
ตอนที่ 2 จดหมายทวงสัญญา
จดหมายฉบับหนึ่งที่ถูกส่งมาจากสกุลเซี่ย ตระกูลแม่ทัพแห่งเมืองหนานจง ทำให้ท่านผู้เฒ่าสกุลจ้าว จ้าวหยวนจงถึงกับกุมขมับ ไม่รู้ว่าเขาหลงลืมเรื่องนี้ไปได้อย่างไร เรื่องที่เขาเคยทำสัญญาใจกับท่านผู้เฒ่าสกุลเซี่ยเอาไว้ ว่าภายภาคหน้าจะยกหลานสาวของตน ให้ออกเรือนไปกับหลานชายของอีกฝ่าย เพื่อเป็นการตอบแทนที่ครั้งหนึ่งในอดีต ท่านผู้เฒ่าสกุลเซี่ย เคยช่วยชีวิตเขาเอาไว้“ฟงฉี...เจ้าไปตามนายท่านใหญ่มาพบข้าที่ห้องตำรา” บ่าวรับใช้คนสนิทรับคำสั่งแล้วจึงออกจากเรือนฟงเฟยไปจ้าวหยวนจงแต่งงานกับซิ่วเหมยฉี ตระกูลรุ่งโรจน์ ร่ำรวยมาจากการค้าขายตั้งแต่สมัยบรรพบุรุษ นับเป็นตระกูลคหบดีอันดับต้นๆ ของเมืองหนานจาง สองสามีภรรยามีบุตรชายสืบสกุลอยู่สองคน คนโตคือจ้าวหวังเหล่ย ปีนี้มีอายุได้สามสิบหกปี และคนที่สองคือจ้าวหวังหย่ง อายุสามสิบสี่ปี จ้าวหวังเหล่ยแต่งงานกับหวงฟางหรง บุตรสาวของพ่อค้าสกุลหวง บุตรชายคนโตและสะใภ้ใหญ่มีทายาทสืบสกุลด้วยกันทั้งหมดสามคนคนโตเป็นบุตรีมีนามว่า จ้าวฟางหรู คุณหนูใหญ่ผู้มีรูปโฉมงดงาม และกิริยามารยาทเพียบพร้อม มีความสามารถด้านการเขียนอักษร เล่นหมากล้อม ท่องบทกวี และการเล่นดนตรี ปีนี้แม้จะเข้าสู
Baca selengkapnya
ตอนที่ 2 - 1 จดหมายทวงสัญญา
เรื่องนี้จ้าวฟางเซียนนั้นรู้ดี ว่าพี่หญิงใหญ่ของนางนั้นไม่มีวันยินยอมที่จะออกเรือนไปกับตระกูลเซี่ยเป็นแน่ เช่นเดียวกับชีวิตก่อน ที่จ้าวฟางหรูชิงออกเรือนไปกับบัณฑิตทั่นฮวาของแคว้นเจิ้ง แล้วทิ้งหน้าที่ออกเรือนกับคุณชายใหญ่สกุลเซี่ยให้นางแทน“แต่ก็เป็นตระกูลที่มีเกียรติ และน่าเคารพนับถือนะเจ้าคะ ตายในสนามรบย่อมมีเกียรติกว่าการตายโดยเปล่าประโยชน์” จ้าวฟางเซียนที่กินอาหารอยู่อย่างเพลิดเพลินก่อนหน้า แสดงความคิดเห็นของตนออกมาจ้าวฟางหรูที่ได้ยินเช่นนั้นได้แต่นึกขบขันอยู่ภายในใจ น้องสาวของนางนั้นช่างมีความคิดที่ไร้เดียงสา และเป็นเด็กที่มองโลกในแง่ดียิ่งนัก หาได้คาดการณ์ถึงเรื่องราวในภายภาคหน้าไม่ ผู้ใดกันที่อยากจะมีสามีอายุสั้น นางคนหนึ่งล่ะที่ไม่ปรารถนา“เจ้ายังเป็นเด็กอยู่ จะไปรู้เรื่องอันใด หากวันหน้าเจ้าต้องออกเรือน เจ้าจะเลือกบุรุษที่มีอายุขัยสั้นกว่าเจ้ามาเป็นคู่ครองเช่นนั้นรึ” จ้าวฟางหรูติเตือนน้องสาวออกมาทว่าครานี้จ้าวฟางเซียนกลับไม่เก็บเอาคำพูดของพี่สาวมาใส่ใจ เพราะนางเคยใช้ชีวิตเป็นฮูหยินแม่ทัพมาหนหนึ่งแล้ว ทว่าชีวิตก่อนนางนึกเสียดายและเสียใจ ที่ไม่ได้แสดงความรักที่มีต่อสามีออกไป ค
Baca selengkapnya
ตอนที่ 3 บุพเพของพี่หญิงใหญ่
ภายในเรือนฟางเฟยจ้าวหวังเหล่ยเดินกลับเข้ามา ภายในเรือนของตนด้วยความรู้สึกที่หนักอึ้ง เพราะไม่รู้ว่าจะหาเหตุผลอันใด ไปโน้มน้าวจ้าวฟางหรู บุตรีคนโตที่มีอายุสิบแปดปี ให้นางยินยอมออกเรือนไปกับคุณชายใหญ่สกุลเซี่ยดี ครั้นได้พบหน้าภรรยาเขาจึงลองปรึกษาเรื่องนี้กับนาง หวงฟางหรงถึงกับถอนหายใจออกมา และแล้วสิ่งที่นางกังวลก็เกิดขึ้นจริงๆ เรื่องนี้คงจะปัดภาระให้พ้นตัวมิได้ เพราะตระกูลจ้าวมีหลานสาวสายตรงเพียงแค่สองคนเท่านั้น นั่นก็คือบุตรีทั้งสองของนาง“ฮูหยิน…เจ้าว่าหรูเอ๋อร์จะยินยอมออกเรือนไปกับคุณชายใหญ่สกุลเซี่ยหรือไม่ ข้าได้ยินท่านพ่อบอกว่า คุณชายใหญ่สกุลเซี่ยผู้นั้นเป็นบุรุษที่มีหน้าตาดี และรูปร่างสง่างามยิ่งนัก อนาคตภายหน้าตำแหน่งแม่ทัพใหญ่คงจะไม่พ้นเป็นของเขา เพราะยามนี้ตระกูลเซี่ยเหลือเพียงแค่เขาที่เป็นทายาทสืบสกุล” จ้าวหวังเหล่ยถามความเห็นของภรรยาออกมา“ท่านก็รู้นี่เจ้าคะ ว่าหรูเอ๋อร์นางเป็นสตรีที่มีใจเด็ดเดี่ยว ยึดมั่นในความคิดของตนเองมาตลอด นางเคยบอกกับน้องว่า จะไม่ยอมออกเรือนไปกับตระกูลแม่ทัพ หรือขุนนางฝ่ายบู๊เป็นเด็ดขาด แล้วท่านว่า…ท่านจะสามารถเกลี้ยกล่อมนางได้หรือเจ้าคะ”หวงฟางหรงบอก
Baca selengkapnya
ตอนที่ 3 - 1 บุพเพของพี่หญิงใหญ่
หลังจากชื่นชมเหล่าบัณฑิตท่องบทกวีกันจนจบ จ้าวฟางหรูจึงขอตัวกลับจวนก่อน เพราะวันนี้นางรู้สึกผิดหวังอยู่ไม่น้อย ครั้นแยกจากสหายสนิทของนางแล้ว เปี๋ยเอ๋อ สาวรับใช้คนสนิทก็เข้ามากระซิบบอกนางเบาๆ“คุณหนูใหญ่เจ้าคะ คุณชายใหญ่สกุลเถียนผู้นั้น หาได้มีคู่หมายอย่างเช่นคุณหนูรองเหลียงกล่าวมาหรอกเจ้าค่ะ” จ้าวฟางหรูชะงักเท้าก่อนที่จะหันกลับไปถามสาวรับใช้คนสนิทของนางทันที“เจ้ารู้ได้เช่นไร”“เมื่อสามสี่วันก่อน บ่าวได้ยินพวกในจวนพูดคุยกัน ถึงเรื่องผู้ที่ได้เป็นทั่นฮวาของปีนี้น่ะเจ้าค่ะ” เปี๋ยเอ๋อกระซิบบอกคุณหนูใหญ่ของตน“เจ้าจะบอกว่า…เยว่เล่อนางโป้ปดข้าเช่นนั้นรึ เพราะเหตุใดนางถึงต้องทำเช่นนั้นกันเล่า”“คุณหนูใหญ่อาจจะตำหนิว่าบ่าวปากมาก แต่บ่าวอยากจะขออนุญาตเตือนคุณหนูใหญ่สักหน่อย ว่าคุณหนูรองสกุลเหลียงผู้นั้น หาได้เป็นคนที่น่าคบหาไม่ นางไม่จริงใจต่อท่านเจ้าค่ะ" เปี๋ยเอ๋อกล่าวออกมา พลางสังเกตสีหน้าคุณหนูของนาง“ไม่จริงใจเยี่ยงไรรึ” จ้าวฟางหรูเลิกคิ้ว แล้วเอ่ยถามสาวรับใช้ข้างกาย"สองสามวันก่อนบ่าวได้ยินพวกบ่าวในจวนพูดคุยว่า ก่อนที่คุณหนูรองเหลียงจะหมั้นหมายกับคุณชายรองสกุลจ้ง นางเคยมอบไมตรีให้แก่คุณชา
Baca selengkapnya
ตอนที่ 4 นางไม่ยินยอม
จ้าวฟางฉีกลับออกจากจวนตระกูลจ้าวมา ด้วยท่าทางตื่นเต้น เขากำลังกลับไปรับจ้าวฟางเซียนที่ร้านจ้าวเจา ยามนี้นางคงจะตรวจสอบบัญชีของที่ร้านเสร็จเรียบร้อยแล้ว เขาอยากจะเล่าเรื่องที่เพิ่งเกิดขึ้น ก่อนที่เขาจะออกจากเรือนมาให้น้องสาวได้ฟัง ที่มีคนกล่าวว่า เกลียดสิ่งใดมักจะได้สิ่งนั้นคงจะเป็นเรื่องจริง เพราะยามนี้พี่หญิงใหญ่ของพวกเขา กำลังเผชิญกับด่านเคราะห์กรรมที่ว่านั้นเสียแล้ว“พี่ชายรอง… ท่านเพิ่งกลับจวนไปได้แค่หนึ่งชั่วยาม เหตุใดถึงรีบกลับมานักเล่าเจ้าคะ” จ้าวฟางเซียนแสดงท่าทีประหลาดใจยามที่เห็นพี่ชายของตนกลับเข้ามาในร้าน“ก็ที่เรือนฟางเฟยของพวกเราน่ะสิ ยามนี้แทบจะลุกเป็นไฟอยู่แล้วฮ่าๆๆๆ” จ้าวฟางฉีบอกน้องสาวพลางหัวเราะออกมา ยามที่นึกถึงใบหน้าของพี่หญิงใหญ่จ้าวฟางเซียนรู้ดีว่าที่จวนเกิดเหตุการณ์อันใดขึ้น ก็คงจะหนีไม่พ้นเรื่องที่จ้าวฟางหรู พี่หญิงใหญ่ของนางปฏิเสธการแต่งงานกับตระกูลเซี่ยเป็นแน่ นางแสร้งถามพี่ชายออกมาราวกับว่า ตนยังไม่รับรู้ถึงเรื่องราว“ไฟไหม้เรือนของพวกเราจริงหรือเจ้าคะ”“ฮ่าๆๆ น้องหญิงรอง ถ้าหากไฟไหมเรือนจริง เจ้าคิดว่าพี่ยังจะมีอารมณ์มานั่งหัวเราะอยู่ต่อหน้าเจ้าได้อีกหรือ"
Baca selengkapnya
ตอนที่ 4 - 1 นางไม่ยินยอม
“นี่มันเกิดเรื่องอะไรขึ้นหรือเจ้าคะท่านพ่อท่านแม่”จ้าวฟางเซียนรีบเดินเข้าไปประคองพี่สาวขึ้นมาจากพื้น โดยที่มีจ้าวฟางฉีช่วยอีกแรง จ้าวฟางหรูที่ดูเหมือนจะไม่ยินยอมตั้งแต่แรก ทว่าสุดท้ายก็ยอมตัวอ่อนปล่อยให้น้องสาว และน้องชายช่วยประคองนางไปนั่งลงบนเก้าอี้“ก็จดหมายจากตระกูลเซี่ย ที่พี่ชายเจ้านำมาส่งให้ท่านปู่เมื่อเช้าน่ะสิ มันมิใช่จดหมายธรรมดา แต่ทว่าเป็นจดหมายทวงถามสัญญาที่ท่านปู่ของพวกเจ้า เคยให้ไว้ต่อท่านผู้เฒ่าสกุลเซี่ย” จ้าวฟางเซียนแสร้งตกใจ“สัญญาอะไรกันหรือเจ้าคะ”ทั้งๆ ที่รู้อยู่แล้ว แต่จ้าวฟางเซียนก็ไม่ทำให้เรื่องราวผิดเพี้ยนไปจากเดิม นางยังคงถามออกมา ทว่าจ้าวฟางฉีกลับเหล่มองน้องหญิงรองด้วยแววตาประหลาดใจ หรือน้องหญิงรองจะไม่เชื่อที่เขาเล่าให้นางฟัง“ท่านผู้เฒ่าสกุลเซี่ย แต่เดิมเขาคือแม่ทัพทิศใต้ผู้องอาจ วัยหนุ่มท่านปู่ของพวกเจ้า ได้เดินทางไปค้าขายทางทิศใต้พอดี วันนั้นบังเอิญเจอพวกโจรป่าที่คอยดักปล้นพวกพ่อค้ากับชาวบ้าน แต่ทว่าในความโชคร้ายก็ยังมีความโชคดีที่ได้พบกับกองทัพสกุลเซี่ยเข้าพอดี ท่านผู้เฒ่าเซี่ยในยามนั้นจึงได้ช่วยชีวิตของท่านปู่เอาไว้” สิ่งที่บิดาเล่าออกมาล้วนแต่เป็นเรื
Baca selengkapnya
ตอนที่ 5 หาทางออก
หลังจากแยกย้ายกลับเรือนของตนไป จ้าวฟางหรูก็ได้แต่จมดิ่งอยู่ในความทุกข์ระทม ทว่านางก็ไม่ยอมแพ้พยายามมองหาทางออกให้ตัวเองอย่างเงียบๆ จู่ๆ นางก็นึกไปถึงใบหน้าหล่อเหลาของบัณฑิตหนุ่มที่เพิ่งได้พบเจอกัน หากเป็นเขาผู้นั้นยังจะดีเสียกว่า ชีวิตนี้นางไม่มีวันยอมที่จะออกเรือนไปกับตระกูลแม่ทัพหรือขุนนางฝ่ายบู๊เป็นอันขาด“คุณหนู…บ่าวเตรียมน้ำเสร็จแล้วเจ้าค่ะ คุณหนูรีบไปอาบน้ำแล้วก็พักผ่อนก่อนเถิดนะเจ้าคะ วันนี้เหนื่อยมาทั้งวันแล้ว” เปี๋ยเอ๋อบอกจ้าวฟางหรูออกมา พลางมองคุณหนูใหญ่ของนางด้วยแววตาเห็นใจ ทว่าเรื่องเช่นนี้หาใช่เรื่องที่ตนจะสอดมือเข้าไปยุ่งได้“ขอบใจนะเปี๋ยเอ๋อ”จ้าวฟางหรูบอกสาวรับใช้คนสนิทของตน จากนั้นจึงเดินเข้าไปภายในห้องอาบน้ำด้วยสติที่เลื่อนลอย เปี๋ยเอ๋อถอนหายใจออกมาก่อนที่นางจะหันไปเตรียมที่นอนให้คุณหนูของนางภายในอ่างน้ำที่เคยมีกลีบดอกไม้ลอยอยู่ ยามนี้มีสตรีเรือนร่างงดงามก้าวเท้าลงไป นางนอนแช่น้ำอย่างใคร่ครวญ พยายามหาทางออกให้แก่ตนเอง นางได้แต่คิดเสียใจในภายหลังว่า เหตุใดก่อนหน้านี้นางไม่คิดจะออกเรือนไปเสีย เหตุใดต้องรอให้ถึงวันที่นางถูกบีบบังคับให้ออกเรือนไปกับบุรุษที่นางไม่เคยต้อง
Baca selengkapnya
ตอนที่ 5 - 1 หาทางออก
ครั้นปรึกษากันเป็นที่เรียบร้อยแล้ว จ้าวหวังเหล่ยจึงไปพบผู้เป็นบิดา เพื่อบอกกล่าวถึงเรื่องที่ตนเพิ่งได้คุยกับบุตรสาวไป นายท่านผู้เฒ่าค่อยวางใจ ที่อย่างน้อยวันนี้หลานสาว ก็ไม่ต่อต้านเรื่องการหมั้นหมายกับตระกูลเซี่ยอีกแล้ว ทั้งยังร้องขอพบหน้าว่าที่คู่หมั้นก่อนอีกด้วย เป็นเช่นนี้เขาจะขัดข้องไปเพื่อเหตุใด นายท่านผู้เฒ่าจ้าวหยวนจง จึงรีบเขียนจดหมายเพื่อส่งข่าวให้แก่นายท่านผู้เฒ่าตระกูลเซี่ยทันที อีกไม่นานสิ่งที่ตนรู้สึกติดค้างตระกูลเซี่ย ก็จะได้รับการตอบแทนแล้ว หากเขาต้องจากไป เขาก็ไม่ต้องรู้สึกว่าตนเองติดค้างต่อผู้ใดอีกในยามเซิน จ้าวฟางหรูนั่งรถม้าออกจากจวนไปเที่ยวชมตลาด วันนี้เปี๋ยเอ๋อได้ยินมาจากสาวรับใช้จวนตระกูลเถียนว่า คุณชายใหญ่เถียนซ่ง จะออกไปพบปะสหายที่โรงน้ำชาอู๋เหลียง นางจึงตั้งใจจะไปดื่มน้ำชาที่โรงน้ำชาอู๋เหลียงเช่นกัน เพื่อให้ตนได้อยู่ในสายตาของทั่นฮวาหนุ่ม นางมีเวลาไม่มากแล้ว ถึงอย่างไรนางก็ต้องผูกไมตรีกับคุณชายใหญ่เถียนซ่งผู้นั้น ก่อนที่คุณชายใหญ่สกุลเซี่ยจะเดินทางมาถึงเมืองหนานจาง“เป็นถึงทั่นฮวา แต่ข้างกายกลับขาดสตรีที่รู้ใจ ไม่คิดว่าชีวิตเจ้าก็มีเรื่องให้น่าสงสารเช่นกันฮ่า
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status