เกิดใหม่ทั้งทีดันเป็นคุณหนูร้อยโลที่สามีเมิน

เกิดใหม่ทั้งทีดันเป็นคุณหนูร้อยโลที่สามีเมิน

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-07
โดย:  เสี่ยวชิงเทียนจบแล้ว
ภาษา: Thai
goodnovel16goodnovel
คะแนนไม่เพียงพอ
30บท
3.3Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

ได้โอกาสเกิดใหม่ทั้งทีดันเป็นสาวอ้วน ที่สามีไม่ได้รักแถมยังรังเกียจเสียอีก ไหนจะอนุภรรยาสันดานหมาจิ้งจอก โถ่ชีวิต!

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

บทนำ

“APA? MENIKAH?"

Mata wanita cantik itu memelotot sangar. Kian kaget atas pernyataan sang ayah yang mengatakan tentang rencana pernikahannya. James—sang ayah, pria paruh baya yang tidak menerima bantahan ataupun penolakan.

Leoni mendengkus kesal. Dua tanganya mengepal erat di atas paha. Darahnya semakin panas mendidih ketika ia dengar nama pria yang James sebutkan sebagai calon suaminya.

Tavel Moore Miller, pria yang digadang-gadang bakal calon suaminya kelak. Seorang pria tampan nan terkenal di negaranya. Pria haus selangkangan yang sekarang banyak disebutkan orang tengah menuai karmanya. Sering bergonta-ganti pasangan membuat Tavel terkenal sebagai pria hidung belang. Tidak terhitung banyaknya wanita yang pernah terlentang di atas ranjang milik putra sulung keluarga Miller tersebut.

Tidak habis pikir, bagaimana bisa ayahnya meminta Leoni untuk menikahi pria seperti itu. Dirinya yang wanita baik-baik, rajin beribadah serta menjaga kehormatannya malah harus berakhir dengan pria kotor seperti itu. Tentu saja ia tidak bisa merelakan dirnya yang berharga berakhir mengenaskan.

"Menikahi pria impoten bukankah cara terang-terangan membuatku menjadi seorang perawan seumur hidup?” protes Leoni pada James.

"Bukankah itu bagus? Kau bahkan selalu bercita-cita ingin menjadi seorang barawati," seloroh Theo—adik laki-laki Leoni yang memiliki umur dua tahun dibawahnya.

"Diam, sialan!" umpat Leoni menekankan ucapanya, malah membuat Theodore terkekeh-kekeh geli.

Di jaman sekarang, siapa yang masih mau menerima sebuah perjodohan. Hal konyol dan kolot itu, kenapa masih saja ada orang yang melakukannya. Sialnya, kini itu juga terjadi pada diri Leoni sendiri.

Wanita yang memiliki cita-cita tinggi untuk menikah dan hidup dengan orang yang dia cintai. Leoni bahkan menjaga hatinya untuk tidak jatuh kepada siapapun selama ini. Cinta pertama hanya ia tujukan pada pria yang tepat dan akan menjadi suaminya kelak.

Entah kenapa James malah menghancurkan angan-angan putrinya sendiri. Mengirim Leoni untuk menjadi pengantin wanita dari pria brengsek yang bahkan hidupnya sudah tidak berguna lagi.

"Aku.Tidak.Mau!" tolak Leoni penuh penekanan.

"Kau pikir aku meminta pendapatmu? Ini perintah Leoni, bukan permintaan." tegas James garang, memelot pada Leoni yang kesal di hadapanya.

"Kenapa Ayah ingin sekali menghancurkan hidupku? Memangnya Ayah mau aku menjadi olok-olokan satu negara?" timpal Leoni tajam. Amarahnya telah memuncak hingga ubun-ubun.

"Siapa yang berani mengolok-olokmu? Hidupmu akan lebih sejahtera setelah masuk ke dalam keluarga Miller."

"Sial! Aku bahkan tidak menginginkan kesejahteraan itu." Ia bergumam kecil, tentu saja tidak bisa didengar oleh James. Leoni memijat pelipisnya yang pusing. "Ayah sendiri tahu bagaimana terkenalnya pria itu, bukan? Pria gila haus selangkangan itu?"

James mengerang. Menatap putrinya yang amat begitu keras kepala. Tentu saja sikap keras kepalanya itu diturunkan darinya. Ya, dari siapa lagi memangnya.

"Aku tidak menerima penolakan atau alasan apapun darimu. Pernikahan itu telah ditetapkan. Dalam waktu dua bulan dari sekrang, kau akan resmi menjadi nyonya Miller."

"AH GILA! MEMBUATKU GILA SAJA."

Leoni beranjak dari duduknya. Gusar hatinya mengiringi langkah kaki jenjangnya yang melangkah lebar meninggalkan ruangan.

"Aku belum selesai bicara denganmu." Berat suara James sebagai peringatan sebelum Leoni keluar dari ruangannya. Namun acuh tak acuh Leoni tetap melamgkahkan kakinya keluar ruangan.

Theodore turut mengangkat bokongnya dari sofa empuk itu. Melangkah lebar menuju pintu. Namun, sebelum dirinya membuka pintu, ia terlebih dahulu menoleh untuk melirik ayahnya.

"Tenang saja, Ayah, putri tercintamu itu pasti tidak akan mempermalukanmu," tutur Theo yang tahu betul apa yang saat ini tengah dipikirkan oleh James.

James menghela napasnya. "Lebih baik kau menjaganya untukku. Pastikan dia tidak berbuat macam-macam," pinta James.

"Ya, tentu akan kulakukan."

Derap langkah dari sepatu kulit itu menggema pada mansion yang sunyi. Kaki jenjang gontai melangkah menuju ruangan yang masih berada di lantai yang sama. Sebuah ruangan dengan pintu yang tak ditutup rapat menampilkan wanita cantik yang sedang melamun di dalamnya.

"Sedang berdoa dalam hati?"

Leoni melirik kehadiran adiknya yang tidak diundang masuk ke dalam kamar. Berdecak malas pun menggeser bokongnya ke samping memberikan tempat untuk Theo duduk di sampingnya.

"Kau menyesal tidak menjadi biarawati saja?" seloroh adik tampannya itu.

"Diamlah, aku sedang pusing," gerutu wanita itu kesal. Pandanganya yang kosong menatap lurus ke depan menandakan dirinya tengah berpikir keras.

Dirinya yang suci berharga dan tak terjamah ini akan dinikahkan dengan pria hidung belang. Sialan. Bukankah lebih baik ayahnya itu menyuruhnya untuk menjadi biarawati saja sekalian.

Tidak bisa. Leoni tidak ingin berakhir menyedihkan seperti itu. Meskipun calon suaminya nanti bisa sembuh dan sempurna lagi, namun Leoni tidak bisa membagi dirinya dengan pria seperti itu.

Dia menoleh menilik adiknya. "Kau tidak datang untuk memaksaku setuju menikah, bukan?"

"Tentu saja tidak." Theodore menggeleng kepalanya. "Aku ingin menawarimu pinjaman uang jika kau ingin melarikan diri dari negara ini."

Bibir sintal nan seksi itu berdecak. "Ayah akan mencariku sampai lubang semut jika aku melarikan diri."

"Ya, kau tahu itu."

"Ck. Tidak membantu sama sekali." Ia memutar matanya malas.

Leoni mengambil ponselnya lalu ia tekan sebuah nomor di sana. Menghubungkannya ke dalam sebuah panggilan suara.

"Ya, reservasi atas namaku. Aku akan datang, kita bertemu di club nanti malam." Dia berbicara dengan seseorang di dalam telepon. Setelah itu, ia kembali mematikan sambungannya.

"Apa? Club malam?" Theodore cukup dibuat tercengang oleh rencana saudarinya itu. Saudarinya yang baik hati dan tidak pernah menjejakan hidupnya pada dunia malam, kini tiba-tiba ingin mendatangi tempat haram tersebut.

"Ya, ada apa? Kau mau ikut?" Leoni menjawab cukup tenang.

"Apa yang akan kau lakukan di sana? Itu tidak seperti dirimu yang seorang anak Tuhan ini."

"Bersenang-senang, apalagi? Aku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bersenang-senang sebelum berakhir menyedihkan dengan pernikahan itu."

*******

Hiruk pikuk ramainya suasana di dalam club malam ternama ibukota. Minuman beralkohol serta lantunan musik EDM yang dimainkan DJ menggema di seluruh ruangan mengiringi lekukan tubuh setiap insan yang mabuk berjoged di dalam lautan manusia.

Semua orang datang untuk bersenang-senang, mabuk, atau melepaskan beban pikiran mereka. Sama halnya seperti wanita cantik yang duduk di depan meja bartender, menyilangkan kakinya saling bertumpu seraya memegang gelas pendek berisikan cairan emas di dalamnya.

Leoni mengurut pangkal hidungnya yang pening. Telah ia reservasi privateroom di dalam club malam tersebut serta menyewa layanan khusus untuk tamu VVIP di sana. Itu gila, namun dirinya hanya ingin bersenang-senang sebelum hari pernikahannya tiba.

Alih-alih masuk ke dalam ruangan itu, dirinya malah duduk merenung di depan meja bartender. Satu gelas whisky yang dipegangnya sedari tadipun tak kunjung berkurang jumlahnya.

Masuk ke dalam tempat haram itu bukanlah hobinya, apalagi hingga harus berkeliaran di antara para pria asing di sana. Itu terlalu menganggu bagi dirinya yang memiliki jalan hidup yang terlalu baik.

Bayang-bayang akan pernikahannya terus menghantui pikiran Leoni. Bagaimana tidak, dirinya akan berakhir menyedihkan menjadi perawan sebab suaminya yang tidak mampu itu.

"Leoni, bersenang-senanglah malam ini sebelum hari burukmu itu tiba."

Kizzie Poster terus memaksanya. Dia adalah satu-satunya orang yang mengetahui bagaimana perjuangan Leoni menutup hati serta menjaga kesuciannya selama ini. Sahabatnya itu terus mengatakan jika hal yang berharga darinya akan ia berikan kepada suaminya kelak. Namun sekarang apa yang terjadi, Leoni bahkan akan menikahi pria lumpuh dan impoten.

Berbeda dengan Leoni, Kizzie adalah wanita yang menyukai kebebasan. Hal0hal menyenangkan seperti apa lagi yang belum pernah dirinya rasakan. Wanita cantik nan seksi ini juga terkenal di kalangan pemuda kaya di ibu kota.

"Apa kau akan terus menyimpannya sampai kau mati? Kau mati ketika tidak sempat merasakan nikmat dunia yang satu itu?"

Telinga Leoni berdengung saat sahabatnya itu terus menyindirnya. "Baiklah, aku akan masuk." Leoni menjawab cepat. "Masuklah lebih dulu, aku akan menyusul."

Kizzie menepuk pundaknya. "Aku akan menunggumu, awas saja jika kau tak datang."

"Ya, ya. Pergilah," usir Leoni seraya mengibaskan lenganya.

Leoni menggigit bibir bawahnya. Dia ragu jika harus masuk ke dalam ruangan itu dan bertemu pria sembarangan. Meskipun niat gilanya untuk melepaskan keperawanan sebelum menikah masih terus ia pikirkan.

"Dua gelas whisky."

Seorang pria duduk depan meja bartender. Memesan dua gelas whisky pada bartender lalu satunya ia berikan pada wanita cantik di sampingnya membuat wanita itu kontan menoleh.

Gelas berisikan cairan emas itu melayang dari genggamannya, membuat Leoni memutar wajah untuk melihat orang yang telah mengambil gelasnya tersebut. Sebelum ia melayangkan pertanyaan pada pria asing itu, gelas baru berisikan cairan yang sama kembali ke dalam genggamannya.

"Es di dalam gelasmu telah mencair, itu akan merubah rasa minuman di dalamnya," ucap pria asing itu diiringi senyum tipisnya.

Leoni melirik gelas di tanganya. Bahkan tidak ia sesap satu tetes pun cairan mabuk itu. Dia tidak tahu jika rasanya akan berubah jika es di dalamnya mencair.

Atensi Leoni kembali pada pria asing tampan di sampingnya yang tengah menyesap whisky di dalam gelas seraya memandang pada DJ di depan sana. Ia tilik wajah itu dengan seksama, tampan wajah serta sorot matanya yang tajam, garis rahangnya yang keras disertai sedikit jambang khas dirinya seperti pria italia asli. Kemeja hitam yang dipakainya tidak terkancing di bagian atas sengaja memperlihatkan dada bidang di dalam sana, bagian lenganya yang mengetat tercetak jelas otot kekar pria tersebut.

"Es dalam gelasmu kembali mencair jika kau tak meminumnya."

Mengerjap. Lamunan Leoni hilang saat suara bariton dari pria itu menggeman di dalam telinganya. Ia sadari jika pria itu sedang mencondongkan tubuhnya mendekat dan berbicara tepat di depan telinganya.

Tatapan mata keduanya saling bertemu. Saling menatap satu sama lain selama beberapa detik sebelum akhirnya Leoni memutuskan kontak mata mereka terlebih dahulu.

Wanita cantik dengan balutan dress slim fit berwarna hitam seksi di atas paha itu mengambil gelas miliknya kemudian ia sesap cairan di dalamnya. Pahit dan tidak enak rasanya, membuat Leoni kontan mengeryit dan terbatuk saat meminum cairan mabuk tersebut.

Pria itu mengangkat sebelah bibirnya seksi, menatap Leoni dengan tatapanya yang sayu nan redup. Bisa ia lihat dengan jelas jika wanita di sampingnya tidak pernah minum alkohol. Ia mengambil sapu tangan dari dalam saku celana, memberikan itu kepada Leoni.

"Terimakasih," balas Leoni lalu ia terima sapu tangan tersebut.

"Sepertinya kau baru di sini," ucap pria tersebut.

"Ah ya, ini kali pertama aku datang," balas Leoni. "Bagaimana denganmu? Sepertinya kau cukup sering datang."

"Bisa dikatakan seperti itu, aku datang beberapa kali dalam seminggu untuk bertemu orang. Aku menawarkan jasa," lugasnya.

"Jasa?"

"Ya. Kau ingin mencobanya denganku?" Pria ini tersenyum. Jelas betul maksud dari 'jasa' yang ia tawarkan.

Seorang pria berwajah tampan serta memiliki tubuh yang kekar. Auranya begitu dominan, berbeda dengan pria yang telah Kizzie perkenalkan.

Leoni tersenyum simpul. "Tentu saja."

Jantungnya berdegup lebih kencang, aliran darahnya seolah bergejolak tak karuan. Perasaan aneh menyelimuti hati serta pikiranya. Hal gila yang beberapa menit tadi bersemayam di dalam kepalanya kini akan segera terjadi.

Pria itu mengulurkan tanganya pada Leoni, menggandeng lalu membawa pergi wanita cantik nan seksi itu menuju lantai atas. Sebuah lorong yang panjang serta pintu pada sisi kanan dan kirinya diyakini jika itu adalah penginapan yang menyatu dengan club malam tersebut.

Pria itu membawanya masuk ke dalam sebuah kamar yang cukup besar disertai lampu remang-remang. Ia meminta Leoni untuk duduk di atas ranjang lalu dirinya pergi mengambil satu botol minuman.

"Kau ingin minum sebelum melakukanya?"

Leoni menggeleng menolak. Ini akan menjadi pengalaman pertama atau mungkin terakhir di dalam hidupnya. Ia tidak ingin mabuk ketika melakukanya.

Pria itu mengangguk mengerti. Kemudian ia letakan kembali botol minuman itu ke atas nakas. Ia mulai membuka kemeja hitam yang dikenakannya.

"Aku akan mandi. Buatlah nyaman dirimu saat berada di sini," ucapnya seraya melenggang masuk ke dalam kamar mandi.

.

.

.

Bersambung ....

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ
ไม่มีความคิดเห็น
30
บทนำ
บทนำในสถานที่เริงรมย์กลางเมืองปรากฏร่างระหงส์ของหญิงสาวในเสื้อกล้ามครอปสีดำสนิทโชว์เอวเล็กคอด บวกกับกางเกงยีนส์เข้ารูปและที่ทำให้เธอดูโดดเด่นเป็นพิเศษเห็นจะเป็นใบหน้าสะสวย ซึ่งถูกแต่งแต้มด้วยเครื่องสำอาง สีหน้าของเธอเต็มไปด้วยความสนุกสนานเนื่องจากวันนี้เป็นวันเกิดของเพื่อนสนิทเธอจึงได้ออกจากบ้านหรือที่เธอเรียกมันว่าถ้ำ เธอมักจะหมกตัวอยู่ในโลกส่วนตัวทำคลิปเทรนลูกค้าเรื่องการควบคุมอาหารเพื่อลดน้ำหนัก พอได้ออกมาเพื่อนสาวของเธอเลยจัดหนักจัดใหญ่ให้เธอได้เมาจนแทบจะพากันเลื้อยกลับโชคยังดีที่ตอนนี้มีบริการคนขับรถแทนเธอจึงจำต้องใช้บริการเพราะไม่สามารถขับรถกลับไปในสภาพนี้ได้จริง ๆ“ฉันกลับก่อนนะ มีความสุขมาก ๆ นะแก” ภาพวาดคือชื่อของหญิงสาวที่ยืนเซซ้ายเซขวาอยู่หน้าทางออกจากคลับ ซึ่งเธอกำลังร่ำลาเจ้าของวันเกิดด้วยใบหน้ายิ้มแย้มแก้มที่เคยมีสีชมพูอ่อนเพราะบลัชออน ตอนนี้บลัชออนได้จางไปหมด แต่ที่เห็นว่าแก้มนวลยังมีสีชมพูอยู่คงเพราะแอลกอฮอล์สูบฉีดอยู่ในร่างกายของเธอละมั้งมันถึงแดงมากกว่าบลัชออนซะอีก“โอเค แล้วเจอกันใหม่นะภาพวาดเพื่อนรัก” เจ้าของวันเกิดบอกเสียงอ้อแอ้เพราะอาการลิ้นเปลี้ยจากการดื่มแอลก
อ่านเพิ่มเติม
ทางเดียวที่เลือกได้
1ทางเดียวที่เลือกได้"ท่านยมทำไมพูดอะไรใจร้ายแบบนั้นล่ะคะ" หลังจากที่ยมฑูตพูดจบเจ้าของเรือนผมสีน้ำตาลคาราเมลก็พูดต่อแทบจะทันที ใบหน้าสวยหงิกงอเพราะทางเลือกที่ไม่ได้ดีนักทั้งสองทาง ก่อนจะถอนหายใจออกมาพรืดใหญ่ด้วยความปลงตก"เลือกได้แล้วสินะ""ใช่ค่ะ""เช่นนั้นก็บอกทางเลือกของเจ้ามา ข้าจะได้รีบทำภารกิจให้เสร็จแล้วรีบไปต่อ" ยมฑูตยกมือสองข้างขึ้นมากอดอก รอฟังคำตอบของร่างโปร่งแสงตรงหน้า เพราะหลังจากจัดการเรื่องของเธอสำเร็จหัวหน้ายมฑูตก็จะได้กลับไปจิบชานมในยมโลก โดยไม่ต้องมาวุ่นวายกับเหล่ามนุษย์อีก"เลือกเป็นตัวเองในอดีต""ข้าคิดว่าเจ้าควรเป็นสุนัขมากกว่า ไม่ต้องคิดไม่ต้องทำอะไรวัน ๆ ได้แต่กินกับนอน" บุรุษในร่างโปร่งแสงพูดขึ้นพร้อม ๆ กับใช้มือขวามาวางเหนือศีรษะของวิญญาณหญิงสาวตรงหน้า คล้ายกับกำลังร่ายเวทย์มนตร์"เดี๋ยวค่ะ""มีอะไรอีก ข้าต้องรีบไปแล้วมัวชักช้าลีลาอยู่ได้เดี๋ยวสาปให้เป็นหมาซะนี่" ยมฑูตที่รอนานพูดขึ้นด้วยเสียงเข้มจนวิญญาณหญิงสาวแทบกรูหนี ก่อนเธอจะอ้าปากพูดด้วยความเกร็งเล็กน้อย"ใจเย็น ๆ นะคะ ฉันแค่อยากขออะไรสักสองสามข้อได้ไหมคะ""ว่ามา""ขอความทรงจำทุกเรื่องของฉันเอาไว้""ต่อไ
อ่านเพิ่มเติม
ตาต่อตา ฟันต่อฟัน
2ตาต่อตา ฟันต่อฟัน"คุณหนูเป็นอย่างไรบ้างเจ้าคะ" สาวใช้ถามผู้เป็นนายด้วยความห่วงใย แม้จะยังงุนงงสงสัยเกี่ยวกับการที่นางสิ้นลมแล้วฟื้นขึ้นมา ถามเสร็จก็จัดแจงหาอาภรณ์มาให้ผู้เป็นนายได้ผลัดเปลี่ยน เจียงถิงถิงนั่งกระพริบตาถี่ ๆ ราวกับกำลังนึกบางสิ่งบางอย่างอยู่ ผู่เย่ว์ใช้มือแตะลงบนต้นขาที่อวบอ้วน นางจึงเริ่มได้สติหันมามองผู่เย่ว์ที่มีท่าท่างกล้า ๆ กลัว ๆ ราวกับไม่กล้าจะมองนาง"ข้าไม่เป็นไร เจ้าไม่ต้องห่วงไป" เจียงถิงถิงหันไปบอกสาวใช้ของตนเองด้วยน้ำเสียงนุ่มละมุน ไม่ได้ต่างไปจากก่อนนางจะจมน้ำที่บ่อบัวกลางสวนใหญ่แม้แต่น้อย ผู่เย่ว์ถอนหายใจด้วยความโล่งอกก่อนจะลุกขึ้นเพื่อช่วยคุณหนูของนางเปลี่ยนอาภรณ์ที่เปียกชื้น"โอ๊ย นี่มันอะไรกัน ทำไมฉันถึงได้อ้วนขนาดนี้ล่ะเนี่ย" หลังจากถอดอาภรณ์ที่เปียกชื้นออกเผยให้เห็นร่างกายที่ไร้อาภรณ์ปกคลุม เจียงถิงถิงกรีดร้องออกมาอย่างไม่ทันได้คิดสิ่งใด เพียงเพราะนางเห็นร่างกายของตนเองในชาตินี้ ภาพวาดสตรีจากโลกแห่งอนาคตที่ใช้ชีวิตด้วยการเป็นนักโภชนาการอาหารเพื่อช่วยลดและควบคุมน้ำหนักของผู้อื่น นางจึงมีทรวดทรงที่เพรียวบางอยู่เสมอ การเห็นตนเองอวบอ้วนเช่นนี้ทำนางใจหาย
อ่านเพิ่มเติม
งามจากจิตใจ
3งามจากจิตใจ“ข้าไม่งามใช่หรือไม่ผู่เย่ว์” ฮูหยินเอ่ยถามสาวใช้ข้างกายที่เดินตามอยู่ทางด้านหลังด้วยน้ำเสียงเรียบ นางยกมือทั้งสองข้างขึ้นมาแล้วใช้สายตาไล่มองตั้งแต่ฝ่ามือพลิกมองหลังมือ ข้อมือ ตลอดจนแขนทั้งสองข้างที่อวบอ้วน พลางถอนหายใจเฮือกใหญ่“คุณหนูของข้างามจากจิตใจเจ้าค่ะ” ผู้เป็นบ่าวตอบด้วยน้ำเสียงนุ่มนวลพลางยกยิ้มให้คุณหนูของตนจากทางด้านหลัง เจียงถิงถิงหยุดเดินแล้วขมวดคิ้วก่อนจะหันกลับไปมองสาวรับใช้ของตน“แปลว่าภายนอกไม่งามสินะ”“ไม่ใช่เจ้าค่ะคุณหนู”“เอาเถอะ ข้าก็พอจะรู้ตัวดีอยู่แล้ว เฮ้อ” สองเท้าออกเดินไปข้างหน้าหลังจากพูดจบ พอเห็นคุณหนูของตนดูมีท่าทีไม่สบายใจก็รีบเดินตามไปติด ๆ“คุณหนูมีสิ่งใดไม่สบายใจหรือเจ้าคะ” ผู่เย่ว์ถามเจ้านายของตนขณะที่กำลังเปิดประตูห้องให้เจียงถิงถิงเข้าไปด้านใน เจียงถิงถิงพาร่างที่อวบอ้วนของตนเดินเข้าไปด้านใน ผู่เย่ว์ปิดประตูแล้วเดินตามเข้าไปยืนอยู่ข้าง ๆ ตั่งไม้“หนักใจน่ะสิ ข้าต้องลดน้ำหนักเกือบสองร้อยจิน เมื่อใดจะผอมเล่าไหนจะข้าวปลาอาหาร งานหนักโดยแท้” เจียงถิงถิงกล่าวกับสาวใช้ของตนพร้อม ๆ กับใช้มือข้างที่ถนัดกุมขมับของตนเอาไว้ราวกับกำลังคิดหนักเสีย
อ่านเพิ่มเติม
เจ้าไม่ใช่นาง
4เจ้าไม่ใช่นาง"ผู่เย่ว์จัดโต๊ะแล้วตักข้าวสวยให้ข้าที ตักเผื่อคุณชายอันสักชาม" เจียงถิงถิงถอนหายใจเฮือกใหญ่อย่างเหนื่อยหน่ายจะปะทะวาจาต่อ จึงปลงใจหันไปสั่งผู่เย่ว์ให้เตรียมจัดโต๊ะอาหารที่โถงกลางของเรือนตนเอง"เจ้าค่ะคุณหนู" ผู่เย่ว์ค้อมหัวรับคำแล้วยกไก่ผัดต้นหอมชามใหญ่และจานไข่เจียวเพื่อจะออกไปจัดโต๊ะอาหาร"อ๋อ ข้าวสวยของข้าไม่ต้องตักมากเพียงสองอุ๋งมือก็พอ" เสียงหวานกล่าวจบก็หยิบแตงกวาที่ปอกแล้วขึ้นมาหั่นใส่ชามจนหมดทั้งสองลูก เพียงไม่นานผู่เย่ว์ก็กลับมาตักข้าวสวยให้ผู้เป็นนายและแขก"ไปสิ รีบกินรีบกลับได้แล้ว""เหตุใดจึงรีบไล่ข้าเช่นนี้ คราก่อนเจ้ายังขอให้ข้าพาไปเที่ยวตลาดอยู่เลย""นั่นมันเมื่อก่อน รีบไปกันเถอะ" คุณหนูเจียงเอ็ดบุรุษตรงหน้าก่อนจะลากข้อมือของเขาให้ตามไปที่โต๊ะที่ผู่เย่ว์จัดไว้ คนเดินตามยกยิ้มมุมปากอย่างขบขันกับกิริยาสตรีที่เดินอยู่เบื้องหน้า"ตั้งแต่คราที่เจ้าจมบ่อบัวหัวคงกระแทกอย่างหนักกระมัง นิสัยและกิริยาจึงเปลี่ยนไปมากมายเช่นนี้""ไม่ต้องพูดมาก รีบกินรีบกลับไปเสีย" น้ำเสียงขุ่นมัวเอ่ยออกมาจากริมฝีปากสีชมพูที่แห้งแตกด้วยความไม่พอใจบุรุษตรงหน้าเพราะมาวุ่นวายกับตนเอง น
อ่านเพิ่มเติม
ใจคนยากแท้…หยั่งถึง
5ใจคนยากแท้…หยั่งถึง"ไปทำอาหารกันเถอะผู่เย่ว์ อีกเดี๋ยวก็ได้เวลาไอเอฟแล้ว" กล่าวจบนางก็พาร่างอวบเดินไปทางครัวในเรือนตน สาวใช้ทำหน้างุนงงกับคำพูดเมื่อครู่ของผู้เป็นนายจึงได้แต่ทบทวนคำของนางแล้วเดินตามไป"คุณหนูว่าอย่างไรนะเจ้าคะ" ผู่เย่ว์ถามนายของตนหลังเท้าซ้ายแตะบนพื้นห้องครัว เจียงถิงถิงหันกลับมามองผู่เย่ว์ด้วยสายตาเช่นเดียวกับที่ผู่เย่ว์มองนาง"อะไรเหรอ""ไอเอฟอะไรหรือเจ้าคะ" คนพูดยิ้มกว้างด้วยความลืมตัวเพราะดันหลุดกล่าวคำพูดของยุคตนเอง นางหัวเราะในลำคอพร้อมก้าวมาหยุดยืนตรงหน้าคนถามมองสาวใช้ของตนอย่างเอ็นดู"ไอเอฟคือการกินและหยุดกินเป็นเวลาเพื่อให้ร่างกายย่อยอาหารที่กินเข้าไปให้หมดอย่างไรล่ะ ทีนี้รู้แล้วก็ไปเอาเนื้อหมู แครอท พริกอ่อนมาให้ข้าที" สาวใช้พยักหน้ารับคำแล้วหมุนตัวเดินออกไปจากห้องครัว เจียงถิงถิงเดินเข้าไปเพื่อเตรียมข้าวของที่ใช้ทำอาหารพร้อมกับบ่นพึมพำอยู่ลำพัง"ถ้าอยู่โลกนู้นฉันคงทำอาหารได้เยอะกว่านี้แน่ ๆ เฮ้อ…อีกกี่เดือนร่างยายคุณหนูนี่ถึงจะผอมได้ล่ะเนี่ย" ระหว่างที่เตรียมข้าวของก็เติมไฟรอทำอาหารไปด้วย เธอจะทำอย่างไรกับอนุภรรยานางนั้นดีเท่าที่ดูจากความทรงจำของเจียงถิง
อ่านเพิ่มเติม
เจ้าคนแรกที่กล่าวว่าข้าไม่เหมาะกับรอยยิ้ม
 6 เจ้าคนแรกที่กล่าวว่าข้าไม่เหมาะกับรอยยิ้ม   หลังจากกินข้าวเช้ากันสองคนในเรือนเสร็จเจียงถิงถิงก็พาสาวใช้ออกไปเดินเล่นรอบ ๆ เรือน เท่าที่นางจำได้ในความทรงจำเก่า ๆ ภายในเรือนด้านข้างมีแต่พื้นที่ว่างโล่ง ไม่มีความงดงามเลยสักนิด แม้จะเป็นภรรยาเอกแต่เจียงถิงถิงคนเก่ากลับไม่มีปากมีเสียงใดในเรือนเลย ทั้ง ๆ ที่หากต้องการจะทำนางย่อมทำได้ ตระกูลเจียงเป็นหนึ่งในตระกูลพ่อค้าที่ยิ่งใหญ่ที่สุดในเมือง เพราะตระกูลหยุนต้องการดึงตระกูลเจียงเข้าพวกจึงจำใจต้องให้บุตรชายคนโตแต่งงานกับลูกภรรยารองตระกูลเจียง ซึ่งคนผู้นั้นก็คือนาง ตั้งแต่วันแต่งงานมาผู้เป็นสามีไม่เคยแตะต้องนางแม้เพียงปลายเส้นผม ซ้ำร้ายยังส่งให้นางมาอยู่เรือนเล็กกับสาวใช้ตามลำพัง การงานใดในเรือนล้วนเป็นซ่งเยี่ยนฟางดูแลทั้งสิ้น ถึงจะถูกกดขี่ข่มเหงแต่เจียงถิงถิงก็ยังคงจำทนต่อไปเพราะไม่ต้องการจะมีปัญหากับใครให้เป็นเรื่อง
อ่านเพิ่มเติม
นังจิ้งจอกจอมเสแสร้ง
 7 นังจิ้งจอกจอมเสแสร้ง   ย่านตรอกการค้าที่ผู้คนพลุกพล่านเนื่องด้วยตรอกนี้มีห้างการค้าสำคัญ ๆ อยู่ตั้งแต่หน้าตรอกยันท้ายตรอก ไหนจะหอนางโลมชื่อดังกลางตรอก เจียงถิงถิงคนเก่าแทบไม่มีโอกาสได้ออกเที่ยวข้างนอกจึงไม่มีความทรงจำเกี่ยวกับสถานที่แถบนี้มากนัก สองเท้าพาตนเองเดินไปตรงนั้นตรงนี้ด้วยใบหน้าที่ประดับไปด้วยรอยยิ้มที่ไม่มีทางเห็นตอนอยู่ในคฤหาสน์สกุลหยุน "ใยเจ้าจึงทำราวไม่เห็นเคย" อันอี้เฉินถามสตรีอวบอ้วนที่หันไปทางนั้นทีทางนี้ที น้ำเสียงฉงนทำให้ผู้ถูกถามรีบหันกลับมามองแล้วหยุดกระทำกิริยาลุกลี้ลุกลน "ท่านเองก็น่าจะพอเดาได้ เหตุใดยังต้องถามข้าเล่า ท่านว่าประหนึ่งข้าสามารถออกจากบ้านได้บ่อย ๆ เช่นนั้นแหละ" เสียงหวานใสที่ไม่เข้ากับรูปร่างนางหันกลับมาตอบ ใบหน้างอง้ำราวกับเบื่อหน่ายคำถามประเภทนี้เหลือคณา แต่คนเห็นกลับชอบใจท่าทางเช่นนี้เสียอย่างนั้น อันอี้เฉ
อ่านเพิ่มเติม
ข้าต้องการอิสระ
 8 ข้าต้องการอิสระ   “คนสกุลเจียง เจ้าชักจะเหิมเกริมมากขึ้นทุกวัน ครั้งก่อนที่เจ้าตีเยี่ยนฟางข้าไม่ได้เอาโทษก็ถือว่าใจดีกับเจ้ามากพอแล้ว นี่เจ้ายังกล้าหาเรื่องดูถูกนางในตลาดอีกงั้นหรือ” เจียงถิงถิงเงยหน้าจากแปลงผักที่เพิ่งถูกขุดทำแปลงเมื่อเช้า หันมองหน้าสามีตนเองก่อนจะลุกยืนจ้องบุรุษตรงหน้าอย่างเด็ดเดี่ยว ไม่ได้เกรงกลัวท่าทางของคนตรงหน้าแม้แต่น้อย ‘ไอ้โง่นี่คงถูกนังจิ้งจอกนั่นเป่าหูมาละสิ’ นางคิดในใจพลางส่ายหน้าให้กับความด้อยพัฒนาของผู้เป็นสามี “แล้วอย่างไร หากพูดจบแล้วก็ไปเถิด ข้ามีธุระไม่มีเวลามาเสวนากับท่านหรอก” น้ำเสียงบอกด้วยความเหนื่อยหน่ายพร้อมกับออกหน้าไล่หยุนฮ่าวหรานด้วยความรำคาญ ใบหน้าหล่อร้ายกาจมองนางราวกับจะกินเลือดกินเนื้อเขาอุตส่าห์มาถึงที่นี่แต่นางกลับไม่กลัวเกรงเลย “ธุระของเจ้าคือทำงานบ่าวไพร่พวกนี้งั้นหรือ” “อย่างที่ท่านเห็น ข้าคิดว่างานพวกนี้ดูมีประโย
อ่านเพิ่มเติม
เจ้าอยากให้ข้าทำสิ่งใด
 9 เจ้าอยากให้ข้าทำสิ่งใด   “ยามเซินแล้วท่านมาทำสิ่งใดที่เรือนข้าอีกเล่าคุณชายอี้เฉิน” เมื่อผู้เป็นสามีกลับไปเจียงถิงถิงจึงกลับมาสนใจผู้เป็นสหายที่คราแรกตั้งใจจะไม่ยุ่งเกี่ยวด้วย แต่นางรู้สึกยอมแพ้ให้ความพยายามของเขาจึงปล่อยให้เป็นไปตามที่เขาอยากทำ อย่างไรเสียเขาก็เป็นสหายเก่าแก่เพียงคนเดียวดีเสียอีกจะได้มีเพื่อนคุย "มารอกินข้าวฝีมือเจ้าอย่างไรล่ะ ข้ารู้จากผู่เย่ว์ว่าเจ้ามักจะทำอาหารยามนี้" "อยากจะกินฝีมือข้ามันไม่ง่ายหรอกคุณชาย ท่านเองก็ต้องมาช่วยข้าจึงจะได้กิน" เจียงถิงถิงกล่าวด้วยน้ำเสียงชวนให้บุรุษตรงหน้างุนงง เขายกคิ้วขึ้นข้างหนึ่งด้วยความสงสัยก่อนจะตัดสินใจเอ่ยถามนางไปเลยเสียยังดีกว่า "แล้วเจ้าอยากให้ข้าทำสิ่งใดเช่นนั้นหรือ" "มาสิ ตามข้ามา" นางพาตนเองเดินไปทางครัวในเรือน โดยมีอันอี้เฉินเดินตามไปไม่ห่าง เมื่อเดินถึงครัวที่
อ่านเพิ่มเติม
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status