Masukเมื่อถูกปลูกฝังมาตั้งแต่เล็กจนโต ว่าทั้งคู่เป็นพี่น้องกัน แต่คนทั้งคู่กลับอยากที่เป็นมากกว่านั้น แล้วมันจะสามารถเป็นไปได้ไหม ต้องมาลุ้นเอาใจช่วยพี่คินกับน้องวาด้วยนะคะ
Lihat lebih banyak"Woy! Mobil gue!"
Teriakanku sepertinya tidak digubris oleh si penabrak yang meninggalkan baret panjang pada sisi kiri sedan putihku di area parkir. Kendaraan roda dua yang kutebak bermesin besar itu justru menaikkan kecepatan saat kukejar."Abra! Hei! Tunggu!" Teman kencanku turut berteriak saat aku memasuki mobil tanpa menunggunya.Jelas teriakan itu tertuju padaku, terdengar bising bersama ketukan di badan mobil, tapi enggak penting. Aku lebih terobsesi menangkap oknum enggak tahu diri yang seharusnya minta maaf karena merusak mobilku yang masih terhitung cicilan empat tahun lagi. "Dia harus ganti rugi."Kecepatan sedanku meninggi pada jalan turun memutar, berusaha mengimbangi kecepatan dari motor sport hitam yang tampilannya rajin banget wara-wiri dalam acara sinetron langganan Mama, sebelum mencapai pembatas pemeriksaan karcis parkir.Namun, terlambat. Antrian panjang pada barisan roda empat menahan laju meski klakson kupukul berkali-kali. "Sial!"Hal yang tak mampu kuhentikan selain hujan turun di luaran, mungkin bibirku yang belum mampu berhenti mengumpat karena kecewa. Untuk apa? Tuntutan ganti rugi?Bukan hanya itu.Kulirik layar ponsel yang terus bergetar setelah dikeluarkan dari saku celana. Panggilan tak terjawab dua kali dari pasangan kencanku dan dua puluh lima dari rumah sakit. Tentu aku bakal mengernyit. Panggilan apa yang masuk pada libur akhir tahun?Satu panggilan lagi, kuhubungkan pada pelantang tanpa kabel di telinga. "Selamat malam Natal, Mbak Risa," sapaku setenang mungkin meski napas yang berembus terdengar menahan tekanan dari emosi di dada.Barisan maju sampai batas dua kendaraan. Kulajukan si sedan putih perlahan sambil mendengarkan instruksi dari seberang panggilan dengan sabar. Jerat dasiku pun telah melonggar saat berhenti di samping loket pengembalian karcis, dan ... dobel sial."Maaf, Mas. Karcis saya kayaknya nyelip." Alasan yang terkemuka dari bibirku justru semakin menambah panas hawa di dalam mobil meski jendela terbuka lebar. Bukan hanya karcis, tapi dompet yang harusnya terasa pada saku belakang celana sudah tidak ada bentuknya.Keringat terasa menuruni pelipis dalam suhu berbeda. Dingin. Mungkin mengimbangi suasana yang tercipta ketika petugas keamanan mengarahkan laju mobil ke sisi kosong dekat trotoar. Jas gelapku sudah lepas dari tubuh saat diminta keluar dan menghadapi benda panjang yang digunakan untuk mendeteksi logam.Tentu tidak ada apa pun. Termasuk dompetku. Memikirkannya saja sudah menambah kekesalan. Gara-gara si pemilik motor sport hitam itu. Sudah kucatat dalam ingatan plat nomornya. KT 4807 ZA."Pak Abra?" tanya pemilik panggilan yang ternyata masih tersambung pada perangkat di telinga, menyadarkan jika aku masih berada dalam dunia nyata yang secara kebetulan tidak mendukung."Ya, Mbak Risa?" Kulirik Arloji sementara menunggu petugas keamanan bicara menggunakan perangkat komunikasinya yang serupa telepon di zaman 90-an. Punggungku sudah bersandar pada badan mobil, menopang lelah yang telah menggelayut. "Mungkin agak terlambat. Memang tidak ada yang berjaga?"Jawaban yang kuterima seolah menyingkirkan obsesi dendam dalam sekejap. Penjelasan kondisi pasien yang dipaparkan Mbak Risa memaksaku meninggalkan kendaraan beserta kunci dan kartu nama.***Wanita yang kusebut Mbak Risa menyambut di lorong UGD dengan beberapa map di tangan. Dalam sekejap, lembaran kertas di dalamnya berpindah tangan. Lembar pertama menunjukkan centang formulir data diri diikuti coretan keluhan pingsan karena kelelahan, sesak napas, kelebihan berat badan, dan edema dari pria paruh baya yang seharusnya mampu beristirahat di masa tua justru memiliki pekerjaan sebagai kuli panggul.Tidak ada yang salah dengan profesi, hanya saja aku mempertimbangkan risiko terburuk dengan adanya edema, pembengkakan pada tungkai kaki bawah, terutama setelah aku melihat pasien. Pemilik nama Raden Sumirno itu terbaring dengan bantuan masker oksigen. Dadanya bergerak naik turun dengan cepat."Ada kemungkinan kardiomegali," tebakku saat melihat tampilan layar di samping tempat tidur menunjukkan angka-angka rumit. Tekanan mencapai 232/120 biasanya mampu mengakibatkan stroke pada pasien. Termasuk tanda-tanda dari hasil anamnesi yang kubaca dari lembaran. Kulirik Mbak Risa dan menanyakan, "Sudah hubungi Pak Anan?" nama dokter khusus bagian kardiologi yang mengurus penyakit jantung dan pembuluh darah."Sudah, Pak. Tadi diarahkan obat dulu, tapi pasien sudah kesulitan bernapas," jawabnya di belakangku."Kita enggak bisa memutuskan. Ini urusannya Pak Anan. Masih ada rujukan tes lagi?" Aku memasang stetoskop, memastikan secara manual detak jantung yang terdengar cepat setiap detik berlalu, memeriksa pembesaran pupil di matanya. Setelah menekan-nekan permukaan kulit yang membengkak, benar, ini edema, cairan yang menumpuk di bawah kulit."Masih menunggu hasil tes darah dan rontgen, Pak.""Ada lagi?""Obat-obatan yang diminta tidak tersedia.""Ada risiko alergi?" Lembar di tanganku sampai perlu dibolak-balik, tetapi tak ada petunjuk pengisian dalam lembar riwayat obat. "Keluarganya?"Mbak Risa melangkah setelah memastikan selang infus dan oksigen berjalan baik. Sementara aku berbalik dan mempersilakannya lebih dulu melalui lorong khusus petugas medis."Tidak ada dokter lain?""Bu Dara dan Pak Agus sedang menangani korban kecelakaan bus, Pak. Sepertinya tidak sedikit."Penjelasannya bisa ditoleransi, tapi hari liburku justru harus terpangkas karena kasus darurat. Kapan sih ada waktu libur untuk petugas tingkat rendah?"Pantas saja jalanan masuk sini tadi macet." Sumpah, aku hanya beralasan karena terlalu lama berada di jalan. Proses memesan taksi daring hingga penjemputan tidak bisa dilakukan dalam sekali kedip. Orang-orang hanya tidak mengerti jika jalan menuju profesi kedokteran tidaklah mudah. Sudah bertitel pun belum tentu punya waktu pribadi."Maaf, Pak Abra. Tadi saya coba telepon ke rumah, ternyata Bapak belum ketemu keluarga, ya?"Langkahku berhenti di depan meja petugas. Absensi masih dilakukan manual dengan menulis nama, waktu jaga, hingga tanda tangan. Seharusnya rumah sakit besar nan maju tempatku bertugas sudah memiliki sistem yang lebih moderen. Punya bangunan tinggi menggunakan lift misalnya. Belum ada. Mungkin, ya, di gedung naratama depan yang hanya bisa dibayar dengan harga mahal.Aku berusaha menertawakan pertanyaannya meski di dalam rasanya mengganjal. "Keluarga? Yang mana yah, Mbak?""Itu ... nomor yang tertera di informasi, Pak."Baru ingat. Nomor yang kucantumkan sebagai panggilan darurat ketika awal bertugas sebagai dokter jaga. Siapa yang bisa kusebut sebagai keluarga jika hanya diingat saat wisuda? Siapa yang bisa kusebut keluarga jika mereka pun berpisah tanpa mempertanyakan keinginanku untuk bertahan?"Lain kali hapus saja nomor itu dari data. Jadi, di mana keluarga Pak Raden tanpa kumis?"Mbak Risa bergeser pada buku lain di meja sebelahnya. Buku yang kulihat masih baru itu mungkin akan segera berganti kurang dari satu minggu lagi dengan alasan tutup bulan. Dia lalu berpindah pada mikrofon di dekat bagian pendaftaran pasien dan memanggil, "Ariesta Kanaya?"Tunggu. Aku kenal nama ini. Apa benar Ariesta Kanaya? Aya, gadis satu kelas denganku yang selalu menangis saat jam istirahat. Rasa penasaran membuatku tak sabar menengok dari loket kaca yang membatasi.Benar, dia Aya yang sama dengan penampilan berbeda.***ช่วงเย็นของวันงานปาร์ตี้ที่จัดขึ้นภายในบ้านสวนของภาคินและทิวาก็เริ่มต้นขึ้น บรรยากาศเป็นไปอย่างกันเองน่ารักและอบอุ่น อาหารทั้งคาวหวาน ผลไม้และเครื่องดื่มมากมากมายถูกจัดเตรียมเอาไว้รองรับสำหรับทุกคน แต่ละแต่งกายกันมาในชุดสบาย ๆ เข้ามาร่วมในงาน ต่างพากันดื่มกินร้องรำทำเพลงกันอย่างสนุกสนาน ภาคินก็ยังคอยบริการหยิบนั่นตักนี่ให้ทิวาไม่ขาดตกบกพร่อง จนเพื่อน ๆต่างพากันเอ่ยปากแซวว่าเป็นคนคลั่งรัก และกลัเมีย แต่ภาคินก็ไม่ได้ใส่ใจ เพราะเขาเองก็รู้สึกว่าตัวเองก็เป็นคลั่งรักอย่างที่เพื่อนเขาแซวจริง ๆ หลังจากที่ปาร์ตี้ผ่านไปได้สักพักก็เริ่มจะดึกแล้ว ผู้ใหญ่ทั้งสี่ท่านจึงขอตัวเข้าไปพักผ่อนส่วนวัยรุ่นที่เหลือก็ยังคงปาร์ตี้กันต่อ และวันนี้พวกเขาทั้งหมดก็ตกลงกันว่าจะกางเต็นท์นอนข้างนอกด้วยกันทั้งหมด เพื่อเก็บเกี่ยวบรรยากาศและรับอากาศที่บริสุทธิ์ด้วยกัน บรรยากาศท้องทุ่งและต้นไม้ที่เขียวขจีพร้อมกับกลิ่นหอมอ่อนๆของดอกไม้ในยามราตรี สร้างความสงบภายในจิตใจพร้อมด้วยกลิ่นอายของความสดชื่นจากธรรมชาติ ยิ่งทำให้พวกเขาที่เหนื่อยจากงานปาร์ตี้แล้วพากันมานั่งพักที่มุม ๆหนึ่งของสวนถึงกับพากันหายใจสูดเอากลิ่นอ
ช่วงนี้อยู่ในช่วงปิดเทอมทุกคนต่างก็แยกย้ายกลับบ้านของตัวเองเพื่อกลับไปอยู่กับครอบครัวตัวเอง รวมถึงภาคินและทิวาด้วย เพราะตอนนี้พวกเขาทั้งคู่ก็เดินทางกลับมาถึงบ้านของพวกเขาเองเรียบร้อยแล้ว ทั้ง2ครอบครัวกำลังช่วยกันจัดสถานที่และเตรียมอาหารและเครื่องดื่มไว้สำหรับเลี้ยงฉลองสำหรับคืนนี้ เพราะงานเลี้ยงวันนี้บรรดาเพื่อน ๆของทิวาและภาคินจะเดินทางมาร่วมในงานครั้งนี้ด้วย “อ้าว!!!น้องวาตื่นแล้วเหรอลูก เดินทางมาเหนื่อย ๆ กว่าจะมาถึงก็ดึก ทำไมไม่นอนต่ออีกสักหน่อยหล่ะลูก” แม่จูนแม่ของทิวาเอ่ยท้วงลูกชายเพียงคนเดียวของเธอขึ้นเมื่อเธอหันไปเจอทิวาที่อาบน้ำแต่งตัวเรียบร้อยและเดินลงมาจากข้างบนบ้านมาหาเธอ “มันชินครับแม่ อีพี่คินปลุกวาตื่นแต่เช้าไปเรียนทุกวัน จนร่างกายเริ่มปรับตัวเป็นแบบนั้นไปแล้ว แล้วอีกอย่างวาก็อยากตื่นมาอยู่กับพ่อกับแม่ด้วยไงครับ” ทิวาบอกกับแม่ของเขา พร้อมกับเดินเข้าไปกอดด้วยท่าทีออดอ้อน “ขี้อ้อนตลอดเลยนะเราเนี่ย หิวไหมลูก แม่ทำของโปรดของน้องวาไว้ให้อยู่ในครัว ไปกินสิลูก” แม่จูนบอกกับลูกชายสุดที่รักเพียงคนเดียวของเธอด้วยน้ำเสียงและท่าทีที่อ่อนโยน “คุณแม่ใจดีแล้วก็น่ารักกับวาตลอดเลย
ตอนนี้เคนตะเอาแต่เดินวนไปวนมาอยู่ภายในคอนโดของดีนคนรักของเขา เพราะเขากำลังเครียดและคิดไม่ตก เนื่องจากเรื่องที่เขากำลังแอบคบหาดูใจกันกับดีน ถูกมือดีถ่ายภาพเอาไว้ได้ จนตอนนี้กลายเป็นข้าวใหญ่โต ทำให้ดีนเองต้องถูกวิพากษ์วิจารณ์อย่างหนักเป็นวงกว้าง “
หลังจากที่นทีและไรวินขับรถออกไปแล้ว ทิวาก็เอาของที่เขาถือมาไปเก็บที่ท้ายรถ ก่อนจะเดินอ้อมมาเพื่อตั้งท่าจะขึ้นรถของภาคินด้านคนขับ เพื่อสตาร์ทรถเปิดแอร์รอภาคินที่กำลังคุยธุระกับโค้ชโจ้อยู่ แต่ยังไม่ทันที่ทิวาจะได้ขึ้นไปนั่งบนรถไทม์ก็เดินตรงดิ่งมาหาทิวาพร้อมกับดึงที่ข้อมือของทิวาเอาไว้ จนทิวาเองเซถลาจนเกือบจะล้ม
เช้าวันต่อมา
มสงสัย ว่าทำไมดึกดื่นป่านนี้ ภาคินยังไม่อะไรต้องคุยกับเขาอีกหรือ เขาจึงรีบเดินไปเปิดประตูโดยที่ลืมไปว่าตัวเองยังไม่ได้ใส่เส

![รรร...ก็แค่ตกกระไดพลอยโจน [mpreg]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)
![เกิดใหม่เป็นตัวร้ายในซีรีส์วายเรื่องหนึ่ง [Mpreg]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)



Ulasan-ulasan