Novel
Cerita Pendek

Genre

Imajinasi×
Semua
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Karakter

27
Mandiri×
Semua
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Tampilkan lebih banyak

Alur & Latar

27
Semua
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Sistem
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Tampilkan lebih banyak

Tema

15
Plot Twist×
Semua
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Tampilkan lebih banyak

Cerita Pendek Plot Twist Imajinasi & Novel Mandiri

Temukan kumpulan cerita pendek Plot Twist Imajinasi yang menarik dengan tokoh Mandiri, alur cerita yang memikat, dan penceritaan yang imersif. Sempurna untuk pembaca yang mencari cerita pendek satu jam dan bacaan cepat yang imersif secara online.
Lebih Baik Kejam daripada Penuh Kasih Sayang - Imajinasi novel & cerita
Atonim
"Sistem, aku ingin pulang." Sistem langsung menjawab, "Baik, Nona, proses pelepasan program sudah aktif. Dalam setengah bulan, kamu bisa meninggalkan tempat ini." Sistem yang biasanya mekanis itu terdiam beberapa detik, lalu bertanya dengan sedikit kebingungan. "Nona, di sini ada suami yang menyayangimu dan putra yang selalu membelamu. Bukankah ini rumahmu? Mereka adalah keluargamu." Mendengar kata keluarga, tatapan Shanon perlahan tertuju pada televisi.
Saat Pilihanku Berubah - Imajinasi novel & cerita
Jojo
Aku dan sahabat masa kecilku sama-sama mengalami kecelakaan. Saat tersadar kembali, dia yang sudah kucintai selama bertahun-tahun itu justru kehilangan ingatannya. Sementara aku tidak terluka sedikit pun, tetapi di dalam tubuhku … malah dimasuki jiwa nenekku yang sudah meninggal lama. “Dasar bocah sialan! Beraninya berpura-pura amnesia untuk menipu cucuku yang baik. Kalau saja aku masih berkeliaran di dunia orang hidup, pasti sudah kupatahkan kakinya!” Aku melotot kebingungan. Suara Nenek masih terus berteriak di dalam kepalaku. “Di kehidupan sebelumnya, cucu kesayanganku ini dibuat menderita oleh Lisa. Bertahun-tahun bersamanya hidup dalam kesialan hingga terkena serangan jantung dan hampir mati. Tetapi dia malah menemani Josh merayakan ulang tahunnya dengan bahagia. Menyebalkan!” “Sayangku, kali ini kakekmu akan mengurus pernikahanmu. Jangan sampai kamu memilih Lisa. Pilih Vina saja, anak itu sangat lumayan!” Detik berikutnya, kakek bersama beberapa tetua keluarga benar-benar masuk ke ruang rawat. Mereka meletakkan foto para pewaris dari empat keluarga besar di hadapanku dan memintaku memilih salah satunya sebagai calon istri. Tanpa ragu, aku memilih musuh bebuyutanku ... Vina. Aku adalah cucu kesayangan Nenek. Jika Nenek bilang bahwa Lisa tidak mencintaiku, maka aku tidak akan memilihnya lagi.
Selamat Tinggal, Mimpi Lama - Imajinasi novel & cerita
Silas
Pada Hari Anak Internasional, aku tiba-tiba menerima telepon dari putriku di masa depan. Sambil tersenyum, aku bertanya, "Nak, apa Mama dan Papa masih saling mencintai dan hidup bahagia?" Dengan bangga, gadis kecil itu menjawab, "Tentu! Papa dan Mama saling sayang. Mereka nggak pernah bertengkar. Papa bilang, Mama itu orang yang paling Papa cintai seumur hidup!" Wajahku langsung memerah. Dalam hati aku mengomel, sejak kapan Joel pandai mengatakan hal semanis itu di depan anak? Tenggelam dalam rasa bahagia, aku kembali bertanya, "Kalau gitu, margamu ikut Mama, Winata, atau ikut Papa, Gutama?" Gadis kecil itu terdiam sejenak, seolah kebingungan. "Aku ikut Papa, Gutama. Tapi Mama marganya Santoso. Namanya Olivia." Seketika tubuhku membeku. Olivia ... itu nama sahabat masa kecilku. Kemarin, dia bahkan sampai masuk rumah sakit karena membelaku saat bertengkar dengan Joel.
Kenapa Panik Setelah Aku Meninggalkan Dunia - Imajinasi novel & cerita
Ijo
Selama tiga tahun ini, Leon Sinclair berselingkuh dariku. Dia menyembunyikan perempuan itu dengan begitu rapi, tanpa menyisakan celah sedikit pun. Aku pernah menemukan kalung renda yang masih hangat di jok belakang mobilnya. Bahkan di belakang telinganya, lebih dari sekali aku menemukan bekas gigitan yang masih baru, menyisakan jejak kemesraan dengan perempuan lain. Setiap kali, aku mengamuk seperti orang gila, mengobrak-abrik rumah sampai berantakan, dan menuntut jawaban tentang siapa wanita itu, Leon hanya mengernyit lelah, menatapku seakan akulah yang bermasalah. "Giselle, sampai kapan kamu mau curigaan begini? Kamu bilang aku selingkuh, ya tunjukkan buktinya." Jadi, aku mengikutinya 24 jam penuh. Aku beri tahu semua keluarga, semua teman, untuk berjaga di depan hotel di bawah apartemen, siap menangkap basah. Namun, setiap kali pintu kamar itu didobrak, yang kulihat hanya Leon, duduk rapi di sofa dengan kemeja terkancing sempurna, menatapku dingin. "Mau geledah?" Setiap kali aku keluar dengan tangan kosong, ibuku menggenggam tanganku sambil menghela napas. "Giselle, dalam pernikahan itu yang paling penting kepercayaan. Kamu ribut terus kayak gini, muka Leon mau ditaruh di mana?" Bahkan sahabat terdekatku pun berusaha menasihatiku dengan hati-hati. "Mungkin ... kamu emang lagi terlalu stres, Giselle. Bisa jadi itu cuma pikiranmu sendiri."
Sepanjang Hidup Ini, Kuharap Kita Tak Bertemu Lagi - Imajinasi novel & cerita
Ever
Selesai ujian masuk perguruan tinggi, aku tidak sengaja melihat sebuah unggahan. [Kalau bisa mengulang, jurusan apa yang akan kamu ganti kali ini?] Di kolom komentar, banyak sekali orang yang ingin berganti jurusan dan alasan penyesalan mereka juga bermacam-macam. Ada satu komentar yang terlihat begitu berbeda di antara sekian banyak jawaban. [Aku akan memilih jurusan Sastra dalam negeri.] [Dengan begitu, aku dan dia nggak perlu melewatkan empat tahun yang harusnya bisa kami lalui bersama tiap waktu, cuma karena mikirin si beban itu.] Aku pun tersenyum. Baru saja hendak menggeser layar, tiba-tiba aku melihat foto profil dan akun yang sama persis dengan Nadya Jiandra, teman masa kecilku. Saat aku mengekliknya, profil pribadinya juga sama persis, hanya saja usianya sepuluh tahun lebih tua. Hatiku langsung terasa hampa. Ternyata, inilah Nadya sepuluh tahun kemudian. Pantas saja, saat tahu kami diterima di jurusan yang sama, hanya aku satu-satunya yang bersorak gembira. Pantas saja, saat melihat teman masa kecilku, Aldo Prasetya, menerima surat penerimaan dari jurusan Sastra dalam negeri, Nadya terdiam begitu lama. Ternyata, akulah yang menjadi beban bagi Nadya, yang menyebabkan begitu banyak penyesalan dan kekecewaan di hatinya. Jika seperti itu …. Aku dengan tenang mengeklik tombol konfirmasi dan menerima surat penerimaan kuliah yang seluruhnya ditulis dalam bahasa asing itu. Jika seperti itu, biarkan aku mengakhiri kesalahan ini sepuluh tahun lebih awal.
Cinta Ini Sudah Kedaluwarsa - Imajinasi novel & cerita
Desi
Semua orang tahu, Hardy Jayendra, cowok idola kampus, biasanya hanya menjalin hubungan selama tiga bulan. Tapi denganku, sudah hampir sembilan bulan kami menjalin hubungan. Semua orang bilang akulah cinta sejatinya. Belakangan ini, sebuah unggahan mendadak ramai dibicarakan. Katanya, cinta pertama Hardy, Livia Suwandi, sudah kembali dan dia akan segera mencampakkanku. Aku geli membacanya dan hendak menunjukkan unggahan itu kepada Hardy. Dia malah pura-pura tidur, membalikkan tubuh dan diam-diam menjauh dariku. Kukira dia sedang kesal karena aku menambahkan nomor kontak seorang laki-laki. Seperti biasa, aku langsung merangkulnya sambil bermanja-manja, lalu mulai menggodanya dengan kedua tanganku. Melihat matanya terpejam rapat dan bibirnya mengatup, seolah sedang menahan diri, aku justru makin ingin menggodanya. Hampir saja aku menciumnya. [Tokoh utama pria sudah jijik setengah mati, tapi tokoh wanita pendukung ini masih saja nggak tahu malu nyentuh dia. Pantas saja pada akhirnya dia sampai dibuli habis-habisan.] [Tokoh pendukung wanita ini nggak benar-benar mikir kalau tokoh utama pria anggap dia cinta sejati, 'kan? Tokoh utama pria rela pacaran dengannya selama lima bulan hanya karena tahu angka keberuntungan tokoh utama wanita itu sembilan. Dia sengaja bertahan sampai sembilan bulan cuma buat bikin tokoh utama wanita kesal.] [Benar. Begitu dengar tokoh utama pria sudah pacaran selama itu, si tokoh utama wanita langsung panik dan pulang ngejar dia. Pasangan utama kita yang manis sebentar lagi akan bersatu!]
Ketika Aku Mengakhiri Semua, Mereka Pun Mulai Menghargaiku - Imajinasi novel & cerita
Aurtal
Pagi ini, aku dan tuan muda kalangan elite ibu kota baru mendaftarkan pernikahan. Sore harinya, dia malah membawaku untuk bercerai. Aku memegang akta nikah dan akta cerai sambil terpaku di tempat. Di sekelilingku, terdengar tawa ejekan dari teman-temannya. "Roman, cuma karena satu kalimat dari Celia, kamu benar-benar bawa nona besar ini nikah lalu langsung cerai?" "Hahaha. Lihat tuh, muka si nona besar sampai pucat. Jangan-jangan mau nangis ya?" Roman malah merangkul adik angkat kami, Celia, dan berucap dengan nada lembut, "Sekarang dua akta sudah lengkap, kamu akhirnya mau senyum ke aku, 'kan?" Celia tertawa ringan. Wajah dinginnya pun merekah dengan senyuman. Aku ingin maju dan mempertanyakan semuanya, tetapi tiga kakakku menarikku kuat-kuat. Kakak pertama, seorang presdir, mengerutkan kening. "Celia cuma bisa tertawa kalau ada Roman. Anggap saja kamu kumpulin pahala." Kakak kedua, seorang aktor papan atas, mendorongku jatuh ke lantai. "Latar belakang Celia menyedihkan. Kamu 'kan punya kondisi bagus, jadi nggak bakal kekurangan pria." Kakak ketiga, profesor biologi, menatapku dengan dingin. "Roman memang sudah seharusnya menikahi Celia. Jangan lagi ganggu mereka." Mereka memaksaku masuk ke mobil, tidak mengizinkanku merusak kebahagiaan cinta pertama di hati mereka. Sistem yang sudah lama menghilang akhirnya muncul lagi. 'Host, misi penaklukkan terdeteksi telah selesai! Apakah ingin segera kembali ke dunia nyata?' Aku duduk di kursi belakang, menatap keluar jendela dengan murung, hampir tertawa. Drama penuh penderitaan yang kujalani demi misi ini akhirnya berakhir. Mulai sekarang, aku tidak akan ikut campur dalam kisah cinta dan benci mereka lagi!
Mengubah Kehangatan Menjadi Penyesalan - Imajinasi novel & cerita
Nia
Pada hari ketika Marcel Davka kembali ke Hangkang setelah membunyikan lonceng pembukaan perdagangan di Wolstrit, ambang pintu rumah Keluarga Ehren nyaris rusak karena didatangi banyak orang. Semua orang berkata bahwa Kana Ehren, putri sulung Keluarga Ehren yang manja dan angkuh, telah bertaruh pada orang yang tepat. Di kawasan kumuh, dia berhasil menemukan menantu yang luar biasa berbakat. Namun, beberapa hari terakhir ini Kana justru sangat gelisah. Penyebabnya, dia terus dihantui oleh sesosok hantu perempuan. Semua itu bermula sejak Marcel berangkat ke Amriga. Tiba-tiba, di sisinya muncul sosok hantu perempuan gila yang hanya bisa dilihat oleh Kana. Sosok itu mengaku sebagai dirinya di masa depan. Hantu perempuan itu memiliki wajah yang sama persis dengannya, tetapi penuh bekas luka. Suaranya serak, tatapannya kosong. Rambutnya kering dan kusut, dengan ujung-ujung yang tidak rata seolah pernah terbakar. Dia seperti orang gila, bahkan bicara pun tidak jelas, menangis siang dan malam tanpa henti. Sampai hari ini, pada pesta perayaan keberhasilan Marcel. Kana berdandan dengan sangat cantik dan membawa buket mawar di tangannya. Namun, tepat saat hendak mendorong pintu masuk, tangan hantu perempuan yang penuh luka itu menekan tangannya. "Jangan masuk. Kehormatan yang dia raih bukan milikmu, tokoh utama malam ini juga bukan dirimu."
Setelah Memutuskan Menikah Lagi - Imajinasi novel & cerita
Ohne
Pada malam pernikahan kami, suamiku, Haydar Airlangga, meninggal mendadak di atas ranjang, meninggalkan warisan dua puluh triliun rupiah untukku. Semua orang menyarankanku agar segera menikah lagi selagi masih muda. Sahabatku bahkan diam-diam memperkenalkanku kepada seorang pria yang bahunya lebar dan pinggangnya ramping. Meski tak setampan dan sekaya Haydar, setidaknya dia masih muda dan perhatian. Tepat pada hari pria itu melamarku, tiba-tiba aku melihat deretan komentar bermunculan di hadapanku. [Jangan terima lamarannya! Sahabatmu sengaja mengenalkan pria ini kepadamu karena dia tahu arwah mantan suamimu ada di sisimu!] [Begitu kamu menerima cincin itu, kamu akan benar-benar dicap sebagai wanita jahat yang mata duitan, haus laki-laki, dan nggak setia!] [Mantan suamimu akan mengubah cintanya menjadi kebencian dan benar-benar berubah menjadi jahat. Setelah hidup kembali, orang pertama yang akan dia cekik sampai mati adalah kamu!] [Sementara itu, sahabat baikmu akan menyelamatkan mantan suamimu yang sudah kamu sakiti, lalu mendapatkan seluruh kasih sayang dan hartanya. Mereka akan menjadi pasangan suami istri yang saling mencintai selama empat puluh tahun, hingga kisah mereka menjadi sebuah kisah yang dikenang orang-orang.] Aku menatap pria satu-satunya di hadapanku yang tengah mengangkat cincin berlian. Aku terdiam selama beberapa detik, lalu memilih untuk mempercayai komentar-komentar tersebut. Satu tamparan keras mendarat di wajahnya.
Kita Sampai di Sini, Tak Ada Lagi Hari Esok - Imajinasi novel & cerita
Wandi
Sejak aku mulai mengingat segala hal, setiap orang yang muncul di hadapanku selalu memiliki sebuah angka yang melayang di atas kepala mereka. Angka itu menunjukkan berapa kali lagi kami akan bertemu sepanjang hidup kami. Jika angkanya satu, berarti pertemuan kali ini adalah pertemuan terakhir kami. Setelah itu, kami tak akan pernah berjumpa lagi. Saat usiaku sepuluh tahun, angka di atas kepala Nenek hanya tersisa satu. Setelah menyisir rambutku untuk terakhir kalinya, malam itu juga dia meninggal dalam tidurnya. Ketika aku lulus kuliah, angka di atas kepala guru yang paling berjasa dalam hidupku adalah dua. Setelah pertemuan kami yang kedua, dia pindah ke luar negeri bersama seluruh keluarganya. Sejak saat itu, dia tak pernah kembali ke negara ini. Saat usiaku dua puluh lima tahun, aku menikah dengan Harry Rangkuti, seorang pengacara ternama yang selalu memenangkan perkara. Di ruang sidang, dia tak pernah sekalipun mengalami kekalahan. Namun, seluruh kelembutan hatinya hanya dia berikan kepadaku. Selama tujuh tahun pernikahan kami, dia selalu pulang tepat waktu setiap hari. Semua penghasilannya dia serahkan kepadaku atas kemauannya sendiri. Bahkan saat sedang melakukan perjalanan bisnis, sesibuk apa pun dia, dia selalu menyempatkan diri melakukan panggilan video denganku sebelum tidur. Namun, yang terpenting adalah sejak hari pertama aku mengenal Harry, angka di atas kepalanya bukanlah ratusan, apalagi puluhan ribu. Melainkan simbol tak terhingga. Angka yang tak akan pernah habis. Aku mengira itu berarti kami ditakdirkan untuk menemani satu sama lain hingga akhir hayat. Sampai menjelang ulang tahun pernikahan kami yang ketujuh, Harry mulai sering lembur. Bahkan kemejanya, yang biasanya sama sekali tidak pernah dia semprot parfum, kini menyisakan aroma bunga kacapiring yang asing. Saat aku mendesaknya untuk memberikan penjelasan, dia hanya terdiam selama satu detik, lalu menunduk dan mengecup keningku. “Belakangan ini ada seorang klien yang baru bercerai dan harus membesarkan anaknya sendirian. Hidupnya tidak mudah, jadi dia cukup sering datang ke firma hukum untuk menemuiku. Mungkin aromanya tidak sengaja menempel di bajuku.” Aku menatap simbol tak terhingga yang masih bertengger di atas kepala Harry tanpa perubahan sedikit pun. Diam-diam, aku merasa mungkin akulah yang terlalu banyak berpikir. Bagaimanapun juga, angka-angka itu tak pernah berbohong. Namun, sampai suatu malam Harry kembali pulang terlambat karena lembur, simbol yang selama ini tak pernah berubah di atas kepalanya tiba-tiba mulai berkedip. Cahaya keemasan itu perlahan meredup, sedikit demi sedikit, hingga akhirnya padam. Sebagai gantinya, muncul angka tiga berwarna merah menyala. Saat itu juga aku tahu, aku dan Harry tak akan memiliki masa depan bersama lagi.
Tiada Lagi Ombak Namamu - Imajinasi novel & cerita
Grind
Sinta Lioda sudah menantikan pertunangan yang disiapkan selama setahun ini, tapi acara tersebut justru berubah menjadi lelucon akibat kedatangan cinta sejati tunangannya dari luar negeri. Dia ditinggalkan oleh Ronald di hadapan semua orang. Bahkan, saat mengejarnya dalam keadaan kacau, Sinta mengalami kecelakaan mobil hingga koma. Semua orang menunggu untuk melihat bagaimana Sinta yang biasanya suka sewenang-wenang itu, membalas dendam pada perempuan cinta sejati itu begitu dia terbangun. Namun, ketika sadar, dia seperti menjadi orang yang berbeda. Dia tidak membuka mata dan langsung membuat keributan untuk bertemu Ronald, tidak menelepon pria itu terus-menerus, tidak pula mencari masalah dengan perempuan yang merusak pertunangannya. Dia begitu tenang seolah jiwanya sudah tertukar. Hingga kondisinya membaik, dia mengumumkan akan menggelar konferensi pers. Opini publik langsung heboh dalam sekejap. Para wartawan mengarahkan kamera ke arahnya sambil memegang majalah gosip terbaru, menunjukkan pandangan yang bermaksud mengejek. Ada dua foto di berita tersebut, satu foto Sinta yang bersimbah darah akibat kecelakaan, satu foto Ronald yang mencium punggung Virly. Sangat kontras.
Setelah Sepuluh Hari, Semua Tersisa Kenangan - Imajinasi novel & cerita
Lidik
Setelah mengetahui keberadaan Larissa, aku tidak bertengkar dengan Nicholas Sena. Aku hanya menyerahkan surat perjanjian cerai kepadanya. Dia duduk tertunduk. Setelah ragu sejenak, dia merobek surat itu. “Sepuluh hari. Sepuluh hari lagi, aku akan mengirim Larissa pergi sejauh mungkin. Dia tak akan muncul lagi dalam kehidupan kita.” Setelah berkata begitu, dia langsung berbalik dan pergi meninggalkan rumah tanpa menunggu jawabanku. Begitulah sepuluh hari itu dimulai. Nicholas mengajaknya arung jeram, mendaki gunung bersalju, lompat bungee, hingga terjun payung. Mereka mencoba segala hal yang memacu adrenalin. Dia juga mengajak wanita itu melihat matahari terbit di pantai, berdoa di Vihara Kalindra, dan melakukan segala hal yang romantis. Hingga malam di hari kesembilan. Setelah membereskan semua barang bawaanku, tanpa sengaja aku menerima panggilan video dari diriku sepuluh tahun yang lalu. “Jadi, kamu benar-benar diriku sepuluh tahun lagi ya?” serunya dengan mata berbinar. “Kalau begitu, aku dan Nico pasti sudah menikah dan punya anak, kan?” Senyumku seketika meredup dan langsung melangkah ke balkon. Aku mengarahkan kamera ke bawah, memperlihatkan Nicholas dan Larissa yang sedang berpelukan erat, seakan tak ingin terpisahkan. “Inilah akhirnya.” Dia terpaku, matanya membelalak tak percaya. “Ini nggak mungkin.” Suaraku terdengar lemah, nyaris tanpa tenaga. “Elena ... kumohon. Jangan menikah dengannya.”
Kutahan 3 Tembakan Peluru, Pria Itu Malah Menikahi Wanita Lain - Imajinasi novel & cerita
April
Naya menahan tiga tembakan demi Dallas, paman kecilnya yang selalu bersikap dingin dan sulit didekati itu. Setelah itu, Nyonya Tua Keluarga Mansyur akhirnya mengangguk dan mengizinkan Naya menikah dengan Dallas. Namun, saat Naya masih terluka dan tak sadarkan diri, Dallas justru mengumumkan bahwa wanita yang akan dinikahinya adalah Elena, mahasiswi kurang mampu yang selama ini dibiayai oleh keluarganya, Keluarga Mansyur. Begitu pengumuman itu keluar, seluruh kota langsung gempar. Bagaimanapun juga, semua orang tahu betapa kerasnya sifat Naya, bunga mawar yang dirawat oleh Dallas sendiri. Sementara Elena hanyalah seorang reporter magang di Harian Garinda. Dia sama sekali tidak cukup pantas untuk dianggap sebagai lawan Naya. Karena itu, saat Naya muncul di pesta pertunangan Dallas dan Elena, hampir semua tamu yang hadir yakin bahwa gadis yang selalu bertindak semaunya dan jatuh cinta pada sahabat beda usia mendiang ayahnya itu, pasti akan kembali membuat keributan besar. Bahkan Dallas pun langsung memasang ekspresi dingin. Tanpa sadar, dia melindungi Elena di belakangnya sambil memperingatkan dengan nada tegas, "Naya, jaga sikapmu." Namun, Naya hanya melengkungkan bibirnya, lalu memperlihatkan senyuman yang begitu cerah kepada mereka berdua. Dengan nada yang sangat manis, dia berkata, "Selamat ya, akhirnya Om menemukan belahan hati Om."
Reinkarnasi ke Zaman Ajaib - Imajinasi novel & cerita
Lozato
Setelah perang antara manusia dan binatang berakhir, kedua belah pihak pun sepakat bahwa manusia setengah binatang yang akan menguasai dunia. Pernikahan antara kaum manusia dan binatang terjadi setiap seratus tahun sekali. Siapa pun yang melahirkan manusia setengah binatang terlebih dahulu-lah yang akan menjadi penguasa generasi berikutnya. Di kehidupan sebelumnya, aku memilih menikah dengan putra sulung Klan Serigala yang terkenal dengan kegilaannya dan melahirkan manusia setengah serigala putih terlebih dahulu. Putra kami pun menjadi penguasa berikutnya dari Aliansi Manusia dan Binatang. Tentu saja anak kami juga memperoleh kekuatan yang luar biasa. Namun, adik perempuanku yang menikah dengan Klan Rubah karena tertarik dengan paras molek dari klan tersebut malah terserang penyakit hingga mandul. Itu semua karena si putra sulung dari Klan Rubah terobsesi meniduri banyak wanita di luar sana. Adikku yang cemburu pun membakarku dan putraku hingga kami tewas. Ketika aku membuka mataku lagi, aku justru kembali ke hari pernikahan antara manusia dan binatang. Sedangkan adikku sudah naik ke atas ranjang Jati Jatmiko, si putra sulung dari Klan Serigala. Aku tahu dia juga terlahir kembali. Namun, adikku tidak tahu bahwa Jati adalah orang yang kejam dan suka melakukan kekerasan. Jadi, sudah pasti Jati bukanlah pasangan yang cocok!
Dulu Aku Memahami, Kini Aku Melepaskan - Imajinasi novel & cerita
Sisi
Setiap kali ada acara kumpul keluarga, asisten wanita Steven kembali duduk di tempat yang seharusnya menjadi milikku. Aku bertanya pada Steven, “Dia duduk di tempat istri pemilik rumah, kamu tidak mau mengatakan apa-apa?” Steven menjawab dengan tidak sabar, “Kamu yang terlambat, jangan salahkan orang lain karena mengambil tempatmu. Kalau mau, duduk saja di kursi kosong sebelah sana. Kalau tidak mau, pergi!” Ketika aku hendak berbicara, suara hati Steven kembali terdengar. [Istriku, cepat marah ….] [Bilang kalau kamu membutuhkanku dan hanya mau duduk di sampingku ….] [Buktikan kalau kamu mencintaiku. Dengan begitu, aku baru bisa merasa tenang ….] Kali ini, aku tidak lagi menuruti isi hatinya. Aku hanya menunduk dan melepas cincin di jariku perlahan. “Jika di rumah ini bahkan tidak ada tempat untuk seorang istri, kurasa kalian juga sudah tidak membutuhkanku.” “Kita bercerai saja.”
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status