Romane
Kurzgeschichten

Genres

Alle
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Charaktere

26
Mafia×
Alle
Mandiri
Pelakor
Munafik
Psikopat
Wanita Kuat
Mafia
Cinta Pertama
Kejam
Istri Muda
Teman Masa Kecil
Cinta Sejati
Dokter
Bestie
Pengasuh
Pengganti
Bucin
Menantu
Guru
Identitas Tersembunyi
Sekretaris
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Mehr anzeigen

Handlung & Schauplatz

27
Penyesalan×
Alle
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Mehr anzeigen

Thema

15
Alle
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Mehr anzeigen

Mafia Penyesalan-Kurzgeschichten & -Kurzromane

Entdecke eine Sammlung fesselnder Mafia Penyesalan-Kurzgeschichten mit packenden Handlungen und immersivem Geschichtenerzählen. Perfekt für Leser, die Kurzgeschichten für eine Stunde und schnelle, fesselnde Online-Lektüren suchen.
Hatinya Memohon, Tangannya Merusak - undefined romane & geschichte
Cinta Toxic
Mafia
Munafik
Eternity
Pada makan malam keluarga hari Minggu lainnya di kediaman Brahmani, asisten Luca Brahmani, Eva Miskandar, sedang duduk di kursiku. Tempat itu adalah kursi pertama di sebelah kanan Luca di meja makan panjang dari kayu walnut. Kursi itu diketahui semua orang di dunia mafia Kota Chicandi sebagai milik Nyonya Brahmani. Eva duduk di sana seolah-olah kursi itu memang terlahir untuknya. Pergelangan tangannya yang pucat, sesekali menyentuh lengan baju Luca saat dia menuangkan anggur untuk pria itu. Aku berdiri di ambang pintu dan menatapnya. "Dia duduk di kursiku. Nggak ada yang ingin kamu katakan?" Luca mengangkat pandangan. "Kamu terlambat. Jangan salahkan orang lain karena duduk duluan. Masih ada kursi kosong di sana. Kalau mau, duduklah. Kalau nggak, keluar." Ruang makan itu langsung sunyi senyap. Bahkan sebelum sempat menjawab, isi pikirannya sudah masuk ke telingaku. 'Vivian, jangan pergi. Duduklah di sampingku. Katakan pada mereka itu kursimu. Katakan kalau kamu masih ingin menjadi istriku.' 'Tolong marah. Tolong bersikap peduli. Katakan kalau kamu butuh aku dan aku akan memberikan seluruh dunia untukmu.' Dulu, pikiran yang lembut itu telah membuatku merasa lebih dari cukup. Aku pasti akan menerima penghinaan ini dan tetap tinggal di sisinya seperti anjing setia yang tidak tahu kapan harus pergi. Namun kali ini, aku tidak melakukannya. Aku melepaskan cincin pernikahan dari jariku dan meletakkannya di atas meja. "Kalau Keluarga Brahmani bahkan nggak bisa mempertahankan kursi seorang Nyonya untukku, kurasa keluarga ini sudah nggak butuh seorang Nyonya lagi. Luca, mari kita bercerai."
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku - undefined romane & geschichte
Penyesalan setelah kematian
Mafia
Pilih Kasih/Egois
Cocojam
Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lantai dua dan tanpa sengaja menjatuhkan pot berisi mawar putih. Suara pot yang pecah membuat adikku yang sedang berjemur di taman di bawah, langsung mengalami krisis emosi. Untuk pertama kalinya, Victor menatapku seolah aku adalah musuh. Dia berteriak, "Kamu nggak bisa diam? Mau buat dia jadi gila?" Adikku mundur ketakutan hingga menabrak meja kaca, lalu menjerit melengking. Victor menerobos melewatiku dengan amarah dan kepanikan. Saat aku berlari menuruni tangga untuk menolongnya, dia menghantam tubuhku. Aku kehilangan keseimbangan dan dadaku menghantam sudut tajam tiang pegangan tangga besi. Rasa sakit meledak di dadaku. Aku membuka mulut untuk menjerit, tetapi tidak ada suara yang keluar. Seluruh keluargaku mengerumuni adikku yang terus menjerit. Tidak seorang pun bahkan melirik ke arahku. Paru-paruku dipenuhi darah. Aku tenggelam dalam genangan darahku sendiri di lantai. Mereka semua mengira adikku yang mengidap autisme adalah orang yang membutuhkan perhatian dan penghiburan keluarga. Mereka mengira aku hanya terjatuh dan aku bisa menunggu. Mereka salah.
Aku Menikahi Pamannya, Baru Dia Menyesal - undefined romane & geschichte
Mafia
Teman Masa Kecil
Pilih Kasih/Egois
sago pudding‌
Seminggu sebelum hari pernikahan, Liam Suwanto diam-diam ganti nama calon mempelai pria di formulir pendaftaran pernikahan. Nama yang semula miliknya diganti jadi nama pamannya sendiri, Edwin Suwanto, ketua mafia baru Keluarga Suwanto. Seorang temannya menatap dia dengan wajah terkejut. "Kamu sudah gila, yah? Selena sudah tunggu kamu selama tujuh tahun. Di mata semua orang, dia hampir dianggap perawan tua! Dan sekarang kamu justru serahkan dia ke pamanmu yang paling kejam itu?" Liam hanya tersenyum santai. "Lena dan aku kalah dalam sebuah taruhan. Aku sudah janji akan penuhi satu permintaannya." "Lagian, begitu Selena tahu namanya diganti, dia pasti akan panik lalu lari cari aku untuk minta perbaiki semuanya." "Dan lagi, mana mungkin pamanku beneran mau nikahi Selena? Begitu tahu kesalahan itu, dia pasti langsung batalkan pertunangannya. Dan pada akhirnya, Selena tetap akan jadi istriku." Nada suaranya terdengar begitu ringan, seolah semua itu cuma permainan saja. Teman-temannya langsung tertawa terbahak-bahak. Sementara itu, aku telah berdiri di balik pintu cukup lama, dengarkan setiap kata yang mereka ucapkan. Sedikit demi sedikit, hatiku jadi beku. Hari pernikahan akhirnya tiba. Aku tetap datang seperti yang telah direncanakan. Sementara itu, Liam, pria yang selama ini selalu angkuh dan merasa segalanya berada dalam genggamannya justru jadi gila saat berusaha terobos masuk ke dalam gereja. "Aku pengantin prianya! Aku yang seharusnya jadi pengantin prianya!"
Harga Cinta di Balik Ujian Sang Pewaris Mafia - undefined romane & geschichte
Mengejar Istri
Pilih Kasih/Egois
Penyesalan
Summer
Pacarku adalah pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Selesar. Untuk tes kesetiaanku, selama lima tahun kita pacaran, dia nggak pernah keluarkan uang sepeser pun untuk aku. Bahkan saat beli kondom, dia tetap bersikeras agar kita bayar masing-masing setengah. Minggu lalu aku alami kecelakaan mobil. Demi selamatkan bayi yang sedang aku kandung, aku sangat butuh uang 16 juta rupiah untuk jalani operasi darurat. Dari ranjang rumah sakit, aku telepon dia sambil mohon bantuan. Namun yang aku dapat hanyalah tuduhan kalau aku lagi bohong untuk peras uangnya, sebelum akhirnya sambungan telepon diputus begitu saja. Dalam keputusasaan, aku hubungi semua teman dan kenalan yang aku miliki, mohon bantuan ke sana sini. Saat akhirnya uang itu berhasil aku kumpulkan, rasa sakit yang luar biasa robek perutku. Detak jantung bayiku telah berhenti. Setelah makamkan bayiku, aku kembali ke apartemen untuk kemasi barang-barangku. Di sana aku nggak sengaja temukan daftar hadiah ulang tahun yang telah dia siapkan untuk Nadia, tetangga sekaligus sahabat masa kecilnya. Sebuah kapal pesiar mewah. Sebuah bintang yang dinamai atas namanya. Dan sederet barang bermerek. Saat itu juga, suara Daniel Marwan terdengar dari ruangan sebelah. Dia sedang bicara melalui telepon dengan para anak buah kepercayaannya. "Bos, apa benar Elena sampai mohon 16 juta rupiah ke kamu?" Daniel Marwan mendengus sinis penuh kesombongan. "Iya. Dan aku tetap tolak itu. Nadia memang benar. Elena itu cuma anak yatim piatu yang nggak mungkin sanggup tinggalkan aku. Tapi kalau dia ingin jadi bagian dari keluargaku, dia harus lulus ujian yang ketat. Sebentar lagi semuanya selesai. Nanti dia akan ngerti kalau semua ini aku lakukan demi kebaikannya sendiri." Jadi lima tahun pengabdianku, dan nyawa anakku, semuanya hanya sekadar ujian menjijikkan demi dapatkan pengakuan sebagai nyonya keluarga mafia. Apa pun alasannya, sekarang semuanya sudah nggak berarti lagi. Sejak dokter nyatakan bayiku sudah meninggal, saat itulah aku putuskan untuk tinggalkan Daniel selamanya.
Jujur atau Tantangan: Aku Pilih Pergi - undefined romane & geschichte
Mengejar Istri
Kesadaran Diri
Cinta Toxic
Bagel
Setiap kali bermain game "Jujur atau Tantangan", Clara, teman masa kecil pacarku, selalu menantang Ronan untuk mengerjaiku, sedangkan Ronan tidak pernah menolak, dia berpura-pura melamarku. Terakhir kali, aku sempat percaya dengan tipuan mereka. Aku mengulurkan tangan dengan senang hati, tetapi komponen di dalam cincin itu tiba-tiba menjepit jariku, seketika itu juga aku menjerit kesakitan. Ronan dan Clara tertawa terbahak-bahak, mengabaikan jariku yang sudah membiru karena terjepit. Setelah itu, Ronan menahanku di dinding dan bersumpah bahwa dia akan serius melamarku tahun ini. Sehingga ketika pengawalnya mengantarku ke klub elite tempat kami pertama kali bertemu, aku mengenakan gaun sutra putih yang mahal, menata rambut, bahkan berdandan secantik mungkin. Aku juga membayangkan momen lamaran yang mengharukan, membayangkan aku menganggukkan kepala dan menjawab, "Ya, aku bersedia." Namun begitu aku membuka pintu ruang VIP, betapa terkejutnya diriku, ada seseorang yang mengguyur segelas anggur merah ke wajahku. Minuman itu menetes dari dagu dan membasahi gaunku. Tawa seorang wanita langsung pecah di tengah kerumunan. "Sudah kubilang, Aurora pasti datang, 'kan? Ronan, kamu kalah!" Ronan menghampiriku dengan wajah pasrah. Pria itu mengusap wajahku menggunakan tisu dengan lembut, nada suaranya masih selembut biasanya. "Kamu dandan demi aku, ya? Sayang sekali, gaunmu jadi kotor." "Clara menantangku bertaruh apakah kamu berani datang ke klub kita malam ini, aku yakin kamu pasti datang. Taruhannya seperti ini: Kalau kamu nggak datang, aku akan melamarmu besok. Sebaliknya, kalau kamu datang, maka lamaran ini diundur tahun depan." "Maaf, Sayang. Karena kamu datang, jadi kita batal menikah tahun ini." Aku menatapnya. Setelah terdiam lama, aku bertanya, "Apa kamu ingat besok itu hari apa?" Pria itu mengangkat bahu sambil tersenyum. "Tentu, besok adalah hari jadian kita yang keenam tahun, aku nggak mungkin lupa." Anggur merah itu mengalir melewati tulang selangkaku, rasa dingin dan lengketnya membuat tubuhku menggigil. Tiba-tiba, semua terasa sia-sia. Hari jadian kami tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan salah satu lelucon mereka ini. Orang sepertiku tidak pernah bisa menang melawan teman masa kecilnya, Clara. Aku melepaskan gelang perak yang terus kupakai selama enam tahun dari pergelangan tanganku. "Semua sudah berakhir, kita putus!"
Putri yang Mereka Biarkan Mati - undefined romane & geschichte
Sekeluarga Mengejar
Cinta Toxic
Plot Twist
Finn
Bella Basuki sekarat. Leukemia mieloid akut stadium tiga. Dokter keluarga kabari aku lewat telepon, satu-satunya harapan adalah transplantasi sumsum tulang. Dibutuhkan donor yang benar-benar cocok. Dan saudara kembar identik punya tingkat kecocokan hingga sembilan puluh sembilan persen. Aku remas lembar hasil diagnosis itu. Di bagian paling atas tertulis namaku: Gemma Basuki. Namun suara dokter bergetar saat dia berulang kali minta maaf. Terjadi kesalahan administrasi. Yang sakit bukan aku. Melainkan saudara kembarku Bella. Dan obatnya adalah aku. Aku harus segera pulang. Hujan menghantam jendela taksi tanpa henti. Sepanjang perjalanan, aku terus bayangkan gimana semuanya akan terjadi. Ayah akan letakkan cerutunya. Ibu akan terkejut. Lalu aku akan jelaskan kekeliruan itu. Nama di laporan itu memang namaku, tetapi hasil pemeriksaan darah adalah milik Bianca. Aku masih bisa perbaiki semuanya sebelum terlambat. HP-ku tiba-tiba menyala. Grup keluarga. Sebuah pesan singkat dari Ayah muncul di layar. [Gemma divonis penyakit terminal. Bianca nggak boleh jadi pendonor. Ini keputusan keluarga.] Darahku seketika membeku. Mereka sudah lihat berkas yang salah kirim. Mereka kira akulah yang lagi sekarat dan mereka pilih biarkan aku mati. Saat aku dorong pintu rumah hingga terbuka dan lihat sosok Ayah berdiri di sana, aku langsung rasakan hawa di sekelilingku berubah. Seolah suhu ruangan mendadak turun drastis. Seakan seluruh dunia membeku di sekitarku. Mataku mulai terasa panas. Air mata menggenang, nggak mampu kutahan lagi. "Ayah," ucapku lirih, berusaha jaga suaraku agar nggak pecah. "Aku mau tanya sesuatu." Dia angkat kepala dari cerutunya dengan raut kesal. "Kalau yang sedang sekarat itu Bianca," bisikku. "Apa Ayah akan minta aku donorkan sumsum tulangku untuk selamatkan dia?" Ruangan itu langsung sunyi. Ayah perlahan letakkan cerutunya. Keheningan panjang penuhi udara. "Aku nggak akan lakukan itu," jawabnya akhirnya. "Tentu saja nggak. Keluarga kita punya cukup sumber daya. Kita akan cari pendonor lain. Kita nggak akan pernah minta kamu ambil risiko sebesar itu." Senyum tipis terukir di bibirku. Senyum kecil yang pahit. "Bagus," kataku pelan. "Itu jawaban ayah sendiri, jangan nyesal nanti."
Malam Sebelum Pernikahan, Dia Ingin Mengganti Mempelai Wanita - undefined romane & geschichte
Pernikahan
Mafia
Pilih Kasih/Egois
Bella
Pada malam sebelum pernikahan, tunanganku tiba-tiba memintaku menyerahkan upacara pernikahan kami kepada cinta pertamanya, Sofia. Di kehidupan sebelumnya, aku menolaknya dengan tegas. Setelah itu, aku menikah dalam sebuah pernikahan mewah dan menjadi ibu baptis mafia Chicago. Ketika Sofia mendengar kabar itu, hatinya hancur. Dia melompat ke laut dan mengakhiri hidupnya. Vincent menyalahkanku atas kematian Sofia. Selama 30 tahun berikutnya, kalimat yang paling sering dia ucapkan kepadaku adalah, "Elena, kalau hari itu aku menikahi Sofia, dia nggak akan mati." Di ranjang kematiannya, dia bahkan berpesan kepada anak-anak kami, "Jangan makamkan aku bersama Elena." Setahun setelah dia meninggal, aku jatuh sakit parah dan akhirnya meninggal dunia. Namun ketika membuka mata lagi, aku kembali ke malam sebelum pernikahan kami. Dari telepon, suara Vincent kembali terdengar. "Sofia lebih membutuhkan status ini daripada kamu. Semua orang tahu aku mencintaimu, jadi mereka menghormatimu. Tapi Sofia berbeda. Dia hanya gadis yatim piatu yang malang ...." Sebelum dia sempat menyelesaikan ucapannya, aku menjawab dengan tenang, "Baik, aku setuju." Aku berbalik dan menandatangani surat pemutusan hubungan dengan keluarga. Kemudian, aku terbang ke Sisilia, tempat Institut Salk yang sejak dulu selalu aku kagumi berada. Di kehidupan kali ini, aku tidak akan lagi menjadi pelengkap hidupnya.
Putri Kesayangan Sang Ketua Mafia - undefined romane & geschichte
Cerita Enak
Hajar Musuh
Plot Twist
Vesper Shaw
Ayahku adalah Enzo Kusnadi, sang ketua mafia dari salah satu keluarga mafia paling berkuasa di Nevala. Dan aku adalah putrinya, sang putri kecil yang paling dia sayangi. Harta paling berharga dalam hidupnya. Ayah sembunyikan aku dari dunianya demi lindungi aku. Namun dia juga nggak ingin aku hidup sendirian. Karena itu, dia atur sebuah pernikahan untuk aku. Pria yang akan jadi suamiku adalah Leon Sudirman, putra dari pria terkaya di Nevala. Tampan, kaya raya, dan seorang bintang baru yang sedang bersinar di dunia bisnis. Jika dilihat dari luar dia adalah pria yang sempurna. Untuk pernikahan kita, Ayah bahkan pesan gaun pengantin khusus yang dibuat oleh seorang desainer ternama dari Milana. Hari ini adalah jadwal fitting gaunku. Namun begitu aku melangkah masuk ke butik pengantin itu, jantungku seakan berhenti berdetak. Nina Melati, teman masa kecil Leon, sedang kenakan gaun pengantinku. Saat lihat aku, senyuman kecil penuh kesombongan perlahan muncul di sudut bibirnya. Lalu dia ambil sebuah gaun pengiring pengantin putih berbahan poliester murahan dari atas meja dan lemparkan itu ke tanganku. "Pakai ini," katanya sambil angkat dagunya, seolah tempat itu adalah miliknya. "Kamu bisa pakai ini saat upacara nanti." Aku menatap kain tipis dan murahan di tanganku. Kemudian aku kembali menatapnya. Suaraku berubah jadi dingin. "Aku ini calon pengantin wanita. Kamu malah suruh aku pakai ini?" Nina tertawa kecil. Tawanya tajam dan penuh penghinaan. "Sudah, turuti aku saja dan nggak usah buat masalah. Leon sudah putuskan aku yang akan jalan menuju altar gantikan kamu. Sedangkan kamu cukup berdiri di sana seperti pengiring pengantin yang baik. Ikuti saja semuanya sampai selesai." Selama beberapa detik, aku nggak mampu berkata apa-apa. Lalu aku keluarkan HP-ku. Aku cari nomor Leon dan langsung telepon dia. Telepon itu berdering dua kali sebelum akhirnya diangkat. "Leon, soal Nina yang akan gantikan aku di altar. Apa menurutmu, kamu nggak mau jelasin ke aku?"
Kasih Sayang Hanya Untuk Kembaranku, Aku Memilih Pergi - undefined romane & geschichte
Mafia
Pilih Kasih/Egois
Sekeluarga Mengejar
TJ
Di Keluarga Brahmin, setiap putri keluarga menerima sebuah batu permata saat lahir. Pada ulang tahunnya yang ke-18, Bos akan memasang batu permata itu pada mahkota pelantikannya, yang melambangkan bahwa dia resmi berada di bawah kekuasaan dan perlindungan Keluarga Brahmin. Seminggu sebelum aku dan saudari kembarku, Bianca, berusia 18 tahun, kakakku membawa pulang mahkota kami. Mahkota Bianca berkilauan dengan dua berlian. "Kenapa berlian milikku ada di mahkotanya?" tanyaku. Marco mengangkat bahu. "Bianca ingin mahkotanya lebih berkilau." Kemudian, dia menyerahkan sebuah mahkota tua dari brankas keluarga kepadaku. Mahkota itu sudah kusam dan separuh batu permatanya hilang. Ibu menghela napas. "Itu tetap mahkota Keluarga Brahmin, Elena. Jangan merusak acara pelantikan hanya gara-gara sebuah perhiasan." Seumur hidup, aku selalu mengalah dan menyerahkan satu demi satu hal demi Bianca. Aku kira acara pelantikan ini akhirnya akan membuktikan bahwa aku juga bagian dari keluarga ini. Namun, sekali lagi mereka menyingkirkanku seolah aku tidak berarti. Ponselku bergetar. Tenggat terakhir untuk menerima tawaran masuk dari MIT sudah tiba. Kali ini, kutekan "Terima". Jika Keluarga Brahmin memang tidak menyediakan tempat untukku, aku tidak akan lagi mengorbankan diriku hanya demi tetap menjadi bagian dari keluarga mereka.
Aku Menolak Nama Moretti - undefined romane & geschichte
Mafia
Pilih Kasih/Egois
Sekeluarga Mengejar
Katerina
Aku tidak pernah pandai berpura-pura, tidak menyadari saat seseorang memanipulasiku. Waktu aku berumur 14 tahun, seorang gadis di kelas matematikaku menyelinapkan lembar contekan ke mejaku tepat ketika guru berjalan menyusuri barisan kursi kami. "Pegang sebentar untukku," bisiknya. "Cukup sampai ujiannya selesai." Dia menyangka aku akan menyembunyikannya. Tapi, aku mengangkat tangan. "Bu Kelly, Jessi menaruh contekan di mejaku dan memintaku membantunya simpan." Sejak hari itu, tak seorang pun di sekolah pernah lagi memintaiku membantu mereka pegang sesuatu. Lalu, Lorenzo Halim, pemimpin keluarga mafia tertua di dalam negeri, menemukanku dan memberitahuku bahwa akulah putrinya yang hilang 25 tahun lalu. Dia mengadakan makan malam untuk memperkenalkanku kepada keluarga. Sebelum aku tiba, Sofia, putri yang mereka besarkan, menyembunyikan kartu tempat dudukku dan mengambil kursi di antara kedua orang tuaku. "Aku sudah duduk di sini selama 21 tahun," katanya manis. "Kamu nggak keberatan, ‘kan?" Semua orang menyangka aku akan tersenyum, duduk di tempat lain, dan membuktikan bahwa aku bukan ancaman. Tapi aku meletakkan kembali kartu tempat dudukku di atas meja. "Kalau kursi ini tak berarti apa-apa, kenapa kamu membutuhkan kursiku?" Sofia menangis. Ibuku bergegas menghiburnya, ketiga kakakku mengikutinya keluar, dan ayahku menasihatiku agar menjaga kedamaian. Ini bukan kali pertama. Mereka melewatkan tiga ulang tahunku demi Sofia, menghadiahkan padanya gelang yang terukir namaku, dan mengubah kamar-kamar yang dijanjikan untukku menjadi studio pribadinya. Setiap janji yang diingkari selalu datang dengan alasan yang terdengar masuk akal, tetapi setiap alasan berakhir dengan cara yang sama: Sofia selalu diprioritaskan dan aku selalu dituntut untuk mengerti. Mereka semua percaya aku akan menolerir apa saja demi marga Halim, demi uang mereka, dan demi perlindungan mereka. Esok paginya, mereka meninggalkanku seorang diri di gedung pengadilan pada jadwal penggantian namaku, hanya karena Sofia mengeluh asmanya kambuh. Maka aku menarik kembali permohonanku, mempertahankan marga yang diberikan ibu angkatku, lalu pindah membawa satu koper. Namun setelah aku pergi, kenapa justru mereka semua yang menyesalinya?
ZURÜCK
1234
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status