Wendy
Di dalam mobil off road yang berguncang, sahabatku, si David sedang tertidur lelap di tempat duduk belakang, dengkurannya terdengar begitu keras.
Sementara diriku yang duduk di kursi penumpang depan telah melintasi konsol tengah. Tanpa merasa bersalah sedikitpun, tanganku menyelinap ke balik rok istrinya.
Kakak ipar yang biasanya langsung merona hanya karena melirikku, saat ini sedang mencengkeram setir dengan sangat kuat. Seluruh tubuhnya menegang seperti busur panah yang ditarik penuh.
Mengikuti guncangan mobil, aku dengan nakal mempercepat gerakanku, lalu berbisik sambil terkekeh pelan di dekat sandaran kursinya.
“Fokus menyetir ya, kak. Jalanan di gunung ini bahaya sekali.”
Sudut mata Mona memerah, dia menggigit bibir bawahnya erat-erat hingga jarinya memucat karena mengepal terlalu kuat.
Sebuah rintihan memohon yang tertahan keluar dari tenggorokannya, tapi dia tak berani meminta tolong.
Tepat saat dia hampir kudesak hingga berada di ambang kehancuran dan nyaris kehilangan kendali untuk mendesah….
David yang berada di tempat duduk belakang membuka matanya tiba-tiba, lalu menjulurkan kepalanya ke sela-sela kursi kami.
“Sayang, bagaimana latihannya… eh, kok mukamu merah sekali? Emangnya panas di dalam mobil?”
….