Rentenir Duda Itu Suamiku
Aku melihat jam di tangan kiriku, “Ini sudah jam dua dini hari pak. Yakin mau jalan-jalan?”
“Astaga, maaf. Aku sampai lupa waktu.” Pak Hakam terkekeh, kemudian langsung memutar balik mobilnya mengarah ke jalan pulang. “Oh, kamu belum menjelaskan mengapa bisa sampai tersandung kaki meja,” tagihnya untuk pertanyaan yang belum aku jawab pasti beberapa saat lalu.
“Itu…” Aku terdiam, tidak yakin harus menjawab apa. Jika aku mengatakan bahwa itu karena aku ingin buru-buru memberi jawaban atas pernyataan cintanya, apa mungkin aku akan ditertawakan?
Hot Chapters