Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Secret Service 21+

Secret Service 21+

"Aku bisa matikan sebagian jaringan listrik di area itu selama dua menit dan seharusnya cukup untuk bikin mereka kehilangan visibilitas tanpa memicu alarm besar." "Dua menit cukup," kata Max. Nichole menarik napas pelan dan menyadari ini bukan lagi sekadar pengintaian. Ini adalah langkah pertama untuk masuk ke dalam lingkaran yang selama ini mereka kejar dan kesalahan sekecil apa pun bisa mengakhiri semuanya. "Baik, kita lakukan," kata Nichole. ***
1042.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai 21 minute
Baca
+Pustaka
Perfect Obsession

Perfect Obsession

Dan memulai acara mandinya dengan cepat. Dia melilitkan handuknya di pinggang setelah mengelap tubuhnya hingga kering. Hanya tetesan air yang jatuh dari rambutnya yang membuat tubuh itu kembali basah walau tak sampai kuyup. Marvinhendak menuju walk in closet, namun matanya menangkap seseorang yang duduk di ranjang sambil menyilangkan kaki dan tangannya. "Empat puluh menit, aku tak menyangka kau mandi selama itu Wil," ujar seorang wanita paruh baya seumuran dengannya. namun masih terlihat cantik dan anggun.
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 848 kali sebagai 21 minute
Baca
+Pustaka
Mr. Fragrant and Me

Mr. Fragrant and Me

Kala mengerucutkan bibirnya sebal dengan tangan bersedekap, "Songong banget sih." Setelah kurang lebih dua puluh menit perjalanan, mobil Jevan berhenti di sebuah rumah yang tampak sederhana namun tetap memiliki kemewahan di dalam desainnya. Rumah itu bertingkat dua dengan sepetak taman berisi bunga - bunga yang bermekaran serta sebuah garasi yang muat untuk dua buah mobil dan dua buah sepeda motor. Jevan keluar dari mobil meninggalkan Kala yang masih terdiam di dalam mobil. Lalu dengan secepat kilat ia menyusul Jevan yang sudah akan masuk ke dalam rumah. Saat masuk, Kala berdecak kagum. Walau rumahnya lebih besar daripada rumah ini, namun desain rumah ini benar - benar mengagumkan.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai 21 minute
Baca
+Pustaka
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

“Kau sudah mandi?” Khalid terpana menyaksikan wajah Dzi yang sudah segar terguyur air. Dzi mengangguk lalu menundukkan wajahnya. “Mas Sahal datang jam berapa?” “Sekitar jam dua belas” “O”
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai 21 minute
Baca
+Pustaka
Unexpected Night

Unexpected Night

Bukan putus dimakan dinosaurus? Sekarang Liam merasakan sesuatu yang aneh, hanya suara pesan masuk yang mengisi keheningannya. Liam melirik jam di lengan kirinya dan seketika menyadari sudah sepuluh menit berlalu, ia mematikan ponselnya kemudian keluar dari mobil, angin malam yang dingin menerpa wajah tampannya hingga masuk ke dalam apartment, tepatnya lift. Apa yang gadis itu lakukan hingga selama ini di atas? Kaki kanannya melangkah keluar dan langkahnya terhenti tiba-tiba mendengar suara… pertengkaran. Dari apartment Arlene.
9.7121.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai 21 minute
Baca
+Pustaka
Malam Panjang di Bus Terakhir

Malam Panjang di Bus Terakhir

Aku terus-menerus menelan ludah, berusaha keras mengencangkan saraf demi melawan rasa gatal di dalam tubuhku. Bus itu berguncang-guncang. Setiap kali ada gundukan, aku merasa seluruh tubuhku menegang. Kalau terus begini, rasanya aku benar-benar tidak akan tahan. Aku mengambil sebuah mainan kecil berwarna ungu dari dalam tas. Selagi tidak ada yang memperhatikan, aku menyelinapkannya ke balik rok secara sembunyi-sembunyi. "Huuuh ...." Aku pun menyandarkan tubuh ke sandaran kursi dengan nyaman sambil sedikit merenggangkan kedua kakiku.
42.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai 21 minute
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Dunia

Di Antara Dua Dunia

Jantung Waktu yang ada di tangannya bersinar lebih terang, menciptakan cahaya yang tak seharusnya ada di dunia ini. “Saudaraku mungkin berpikir telah menghentikan semuanya,” Hamin berkata, suara penuh kepercayaan diri. “Tapi tak ada yang bisa menghentikan takdir. Tak ada yang bisa menghentikan Oranyss.” Dengan satu gerakan, Hamin menancapkan Jantung Waktu ke tanah. Retakan itu semakin membesar, memperlihatkan dimensi yang jauh lebih gelap dari apa pun yang bisa dibayangkan.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai 21 minute
Baca
+Pustaka
ONE DAY IN MY LIFE

ONE DAY IN MY LIFE

Aku tetap harus mengundi keberuntunganku bukan? Restoran Ayam Miny Aku telah berada di Restoran lebih dari 30 menit dan beberapa orang yang yang ingin aku ajak kencan telah tiba satu per satu. Selama 30 menit itu lagi dan lagi aku tidak mendapatkan seseorang yang sesuai ekspektasi ku. Tiga orang, aku telah menolak tiga orang pria.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai 21 minute
Baca
+Pustaka
TimeLess

TimeLess

Robby menekan tambol masuk apartemen, dan melihat Jonatan duduk di sudut dengan segelas wine. "Hentikan kebiasaan minummu saat stres Jo." Ucap Robby yang jengkel melihat sikap kekanak-kanakan Jonatan. Jonatan tidak menggubris Robby sama sekali, dan masih memandang ke arah langit yang semakin gelap. Bintang-bintang bertaburan dan suasana begitu hening. Terang saja, waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 dini hari. Robby mengambil wine di tangan Jonatan dan menguruhnya istirahat.
9.95.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai 21 minute
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status