Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kamar Nomor 13

Kamar Nomor 13

bisiknya pelan sebelum Damar berbalik dan naik ke lantai atas. Damar tidak terlalu memikirkan ucapan itu. Menurutnya, mungkin saja wanita tua itu mencoba menakutinya. Tapi saat ia berdiri di depan pintu Kamar Nomor 13, ada perasaan aneh yang merayap di hatinya. Kunci yang berada di tangannya terasa dingin, dan lorong di sekelilingnya terasa sunyi, seolah waktu berhenti.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai 13 minutes
Baca
+Pustaka
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Tubuhku seperti hancur perlahan, rasa sakitnya ada di mana-mana sekaligus tak bisa kutunjuk. Dengan tangan gemetar, aku mengambil keluar sisa terakhir obat penghilang rasa sakit dari tas kecilku. Tiga hari untuk hidup. Bagus. Harusnya cukup. Pil itu larut di bawah lidahku, memberiku secuil kekuatan. Aku memanggil taksi menuju vila pinggir laut.
8.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai 13 minutes
Baca
+Pustaka
Cinta yang Melintasi Waktu

Cinta yang Melintasi Waktu

"Dia bilang, penderitaan yang kutimbulkan untuknya jauh lebih banyak daripada kebahagiaan. Bahkan demi menolongku, dia akhirnya meninggal di usia 30 tahun." Saat berbicara sampai di sini, hatiku terasa begitu sakit hingga aku sulit bernapas. Amina tertegun. "Ini .... Tapi, ini cuma mimpi, Nak. Atmaja tidak akan begitu." Aku menahan keinginan untuk menangis dan memaksakan seulas senyum.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai 13 minutes
Baca
+Pustaka
Apartemen Unit 131

Apartemen Unit 131

Ia tak mengerti dengan sikap anehnya sekarang. Tak lama kemudian portal pintu lift terbuka lebar. Ferrel dan Riyan bergegas melangkahkan kakinya keluar. Setelah melewati lorong yang cukup panjang, akirnya mereka tiba di depan pintu bertuliskan angka 131. Ferrel sempat terdiam sesaat di ambang pintu. Sementara itu, Riyan menekan tombol bel, menunggu seseorang membukannya.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai 13 minutes
Baca
+Pustaka
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

Ari melihat mereka menggangguk sebagai isyarat setuju. "Oke, dikarenakan sekarang masih jam 8 kurang 15 menit, ada 15 menit untuk kalian bersiap-siap. Jangan lupa keluarkan buku catatan, pulpen, tipe-x. Jangan lupa juga, matikan handphone kalian atau silent aja karena ini merupakan salah satu sikap menghargai seseorang. Paham?" "Paham, Kak." ❄ Jam istirahat telat tiba, semua penghuni kelas berbondong-bondong menuju tempat favorit di setiap sekolah. Apalagi kalau bukan kantin? Tempat yang paling disukai oleh ratusan pelajar.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai 13 minutes
Baca
+Pustaka
Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Tiga detik. Dalam kondisi normal, tiga detik adalah waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menarik napas dalam, memproses sebuah pemikiran sederhana, atau melepaskan tembakan presisi. Namun di atas bongkahan es seukuran lapangan basket yang miring empat puluh lima derajat dan meluncur menuju rahang mesin penggiling raksasa, tiga detik terasa laksana satu keabadian yang diukir dalam teror.
10852 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai 13 minutes
Baca
+Pustaka
Terjebak Hasrat Bos Mafia

Terjebak Hasrat Bos Mafia

kata Linda, santai. Mereka semua melongo. Mereka tahu Linda suka uang. Tapi tidak menyangka menyanggupi mereka semua. Apa tidak lelah, karena mereka sedang butuh cepat. Linda kembali menyilangkan kakinya, membuat pahanya yang mulus menggoda iman mereka. Dengan santai dia kembali membaca majalah. Dia tahu, paling lambat mereka bisa main 13 menit. 13x7=91 menit. Kerja apa 91 menit bisa dapat mobil?
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai 13 minutes
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

kataku sambil melangkah ke kamar. Eits... tunggu dulu, Itu jam dinding benar apa salah? Mati apa jamnya? Tapi jarumnya bergerak, kenapa menunjukkan angka 13.20? Segera kuambil handphone di saku celana untuk mencocokkan, yah... di handphone juga jam 13. 20. Benarkah ini? Ah ... masak sih? Tadi jelas-jelas di jurang kulihat jam 13.15. Gak masuk akal dari air terjun ke mari lima menit, walaupun itu naik motor. Belum lagi berjalan menyusuri hutan, gak masuk akal cuma lima menit. Logikaku benar-benar tidak bisa menerima ini.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 548 kali sebagai 13 minutes
Baca
+Pustaka
PLAYER

PLAYER

“Jadi berapa menit? Tiga belas menit? Atau tiga puluh menit?” Ervin menelan salivanya dengan susah payah. “Jangan salahkan aku kalau bener-bener sampe tiga puluh menit ya. Dan kamu harusnya tau, tiga puluh menit bukan durasi yang normal untuk cuma ciuman, pasti lebih dari itu, setidaknya … nyentuh ke sana-sini—” “Erviiin! Please, lagi banyak yang aku pikirin, aku capek kalau harus nambahin lagi mikir durasi dan segala macamnya.”
1038.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 816 kali sebagai 13 minutes
Baca
+Pustaka
Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku

Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku

“Kamu butuh waktu berapa lama lagi?” Nada suara pria itu terdengar datar, tapi Mariana tahu pria itu tidak suka menunggu. “Lima menit,” katanya cepat. “Baik.” Sambungan terputus. Mariana menghela napas dalam, kemudian beranjak ke cermin untuk memastikan penampilannya. Kemeja putih yang dipadukan dengan blazer hitam sudah rapi, rambutnya pun sudah diikat sejak tadi. Tapi ada sisa kelelahan di matanya yang tidak bisa disembunyikan begitu saja.
1037.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 975 kali sebagai 13 minutes
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status