Dinodai Sebelum Malam Pertama
“Aku tidak tahu, Nada, serius! Dia ‘kan kulkas empat pintu. Tapi, seperti yang sudah aku katakan sebelumnya. Kita tidak akan pacaran! Ibu melarang keras pacaran! Pertama, membuang waktu! Ke dua, dosa! Urusan jodoh biarlah Allah yang menentukan. Kita hanya berdoa saja. Lagipula, kita masih kuliah.”
“Emang bisa? Padahal gak apa-apa loh pacaran. Asalkan pacaran yang gak sampe pegangan tangan. Physical touch gitu! Paling ngobrol aja. Biar jadi penyemangat gitu!”
Nada berkomentar sesuka hatinya.
Farah seketika menjentikan jarinya pada kening sahabatnya. “Tidak ada pacaran! Paham!”
“Paham, Bu Ustazah! Curhat dong Mamah Farah,” seru Nada random.