Suami Misteriusku
“Siapa yang bilang nggak boleh? Boleh dong, Sayang … aku malah senang. Kalau bisa sih, secepatnya, ya!”
Kami berdua tertawa, hingga Tante Ella menghentikan tawa kami dan menyuruh kami berdua untuk cepat makan.
“Ah, setan!” pekikku. Kututup wajahku dengan kedua tangan.
Malam ini di kamar Neni, kami berdua tengah menyaksikan film horor di layar laptopku.
“Sudah ah, serem! Nanti kalau kebelet tengah malam gimana? Nggak lucu, kan, kalau ngebayangin yang nggak-nggak!” seru Neni.
Hot Chapters