Bayang di Balik Kabut
Batu-batu kecil meloncat dari tanah, lalu muncul pusaran samar—bukan angin, tapi seperti energi yang menghisap cahaya di sekitarnya.
Dari pusaran itu, muncul ukiran kuno di udara: huruf-huruf berbahasa leluhur, yang hanya bisa dibaca oleh mereka yang berdarah campuran roh dan manusia.
Kalindra mendekat dan membaca keras-keras:
“Hanya yang rela terluka, yang bisa menembus batas antara kenyataan dan kehilangan.”
Seketika, pusaran membuka lorong gelap yang berkelap-kelip seperti bintang mati.