Hasrat Kakak Tiri
Sementara Arion memilih duduk di belakang, menatap layar laptopnya tanpa fokus, seperti seorang pengamat dari kejauhan.
Ketika kelas usai, Raka menepuk bahu Shana.
“Eh, nanti malam ada festival kampus. Mau nonton bareng? Ada stand makanan, live music juga.”
Shana sempat ragu. “Aku nggak tahu, deh…”
“Sudahlah, sekalian refreshing. Kamu kelihatan stres,” Raka tersenyum—senyum yang tulus dan bersahabat, namun Arion tahu, ada makna lain di baliknya.