Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mimpi Buruk Di Depan Bar

Mimpi Buruk Di Depan Bar

Aku segera menoleh ke belakang. Aku langsung membeku di tempat. Orang di belakangku bukan pacarku, melainkan Calvin, pria yang baru saja minum bersama kami! Pantas saja aku merasa tekniknya sangat hebat dan ukurannya sangat besar. Bukannya dia itu seorang dosen? Tak disangka, ternyata di baliknya seliar ini. Aku menatapnya dengan penuh ketakutan, “Pak Calvin, kamu… kamu apain?”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai ada di depan
Baca
+Pustaka
Saat Hasrat Menjadi Dosa

Saat Hasrat Menjadi Dosa

Aku melangkah maju, sudah membuka pintu jok belakang ketika suara Adrian menghentikanku. “Selena.” Tanganku tertahan di udara. Aku menoleh, alisku sedikit terangkat. “Duduk di depan saja,” katanya datar. Aku mengerutkan kening. “Kenapa? Di belakang juga tidak masalah.”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai ada di depan
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Dokter Untuk Gadis Nakal

Cinta Sang Dokter Untuk Gadis Nakal

Mas, ini tante Dina bukan? "Mana sini!" Mas Adi segera merebut ponsel dari tanganku. "Ma, maaf Ma, tadi nggak kedengaran." ucap kak Adi, setelah mengangkat teleponnya. "Apa! Mama didepan? Ya sudah, Adi bukain pintu dulu ya?" mas Adi meletakan kembali ponselnya. "Ra, Mama ada didepan, aku bukain pintu dulu ya?"
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai ada di depan
Baca
+Pustaka
Hasrat di Depan Kemudi

Hasrat di Depan Kemudi

Aku tidak tahu harus menjawab apa ketika ditanya seperti ini olehnya. Aku asal menjawab, "Itu tumor di pahaku. Kamu tahan saja dan fokus mengemudi." Setelah Liana duduk dengan stabil, aku menggenggam tangannya di setir. Lalu, mengajarinya dengan sabar. "Genggam setir dengan erat. Mata lurus ke depan!" "Kaki kiri di kopling, kaki kanan di rem. Lepaskan kopling perlahan hingga sampai ke posisi setengah gigi."
282.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.0K kali sebagai ada di depan
Baca
+Pustaka
Menikah Karena Visa

Menikah Karena Visa

seru Adi sambil melambai. Refleks Elena menepikan mobil. Jendela kaca diturunkan, dan Adi mendekat. “Kebetulan sekali, boleh nebeng? Hotel tempat aku nginap searah kok,” katanya dengan senyum ramah. Elena sempat ragu sejenak, tapi akhirnya mengangguk. “Oh, ya sudah, masuk aja.” Adi segera membuka pintu depan, hendak duduk di kursi sebelah Elena. Namun baru saja ia menaruh tasnya, suara Daniel langsung terdengar dari kursi penumpang depan.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai ada di depan
Baca
+Pustaka
Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

Ia tahu Adrian sedang mengulur waktu. “Gue nggak main belakang,” jawab Adrian datar. “Gue cuma ngelawan di depan.” Keheningan sesaat, lalu suara langkah menjauh dari pintu. Tapi hanya beberapa detik kemudian, terdengar deru mobil yang berhenti tepat di depan pagar. Callista melirik ke luar dari sela tirai—dua mobil lain datang, lampunya menyala terang, menerangi halaman.
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 610 kali sebagai ada di depan
Baca
+Pustaka
Dikeluarkan Dari Grup Ibu PKK

Dikeluarkan Dari Grup Ibu PKK

"Sudah siap, Bu?" Aku menoleh ke belakang, Adi sudah berdiri sambil tersenyum ke arahku. Lelaki itu melangkah mendekat lalu mengambil kardus yang ada di tanganku. Dia masukkan dan tata di jok belakang. "Masih ada lagi, Bu?" tanyanya sambil menatap kanan dan kiri. "Tinggal koper, Di. Masih ada di dalam." Adi mengangguk kemudian dengan sigap masuk dan mengambil barang yang tadi kusebutkan.
1022.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 534 kali sebagai ada di depan
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Mesi

Terjerat Cinta Mesi

Dan menunggunya di depan kosnya. Saat sedang menunggu, kebetulan Adit juga keluar. Sesaat tatapan mereka beradu.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai ada di depan
Baca
+Pustaka
Main Belakang

Main Belakang

bisik Aira putus asa. Pagi menjelang dengan begitu cepat. Aira terlihat diam sambil menatap kopi hitam di depannya dengan pandangan kosong, sampai suara pintu terbuka kencang membuat wanita itu tersentak dari lamunannya. ​"Aira! Di mana kamu?"
10788 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai ada di depan
Baca
+Pustaka
Dinodai Kakak Sebelum SAH

Dinodai Kakak Sebelum SAH

Mengganti kartu SIM smartphone dengan yang baru. Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas lewat lima menit, artinya sebentar lagi adzan dhuhur akan berkumandang. "Tak sempat lagi, pasti Kak Fahd sudah bangun dan akan curiga aku tak ada di rumah," batinnya, cepat bergerak ke arah bus yang berhenti di depannya. Setelah berhasil duduk di dalam salah satu bangku, Annisa mengatur napasnya susah payah. Menyentuh dada yang naik turun dengan terengah dan perasaan tak tenang.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai ada di depan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status