Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hukuman Cinta Darinya

Hukuman Cinta Darinya

"Beri tahu kami, beri tahu kami, apa lagi yang kau lakukan?" “Hmm …” Sabrina memiringkan kepalanya ke samping dan berpikir sejenak, lalu berkata dengan ekspresi senang di wajahnya, seperti gadis kecil. “Misalnya, ketika kau keluar dengan pacarmu, dan tanganmu semua kotor karena makanan tetapi kau tidak memiliki tisu, apa yang harus kau lakukan? Kau dapat dengan sembarangan memasukkan tanganmu ke dalam saku celana jeans mu dan menyeka kotoran di kain bagian dalam saku. Juga, ketika pergi berbelanja dengan teman dan kau berkeringat di mana-mana, kemudian orang yang kau sukai meneleponmu dan mengatakan dia akan tiba di sini dalam lima menit, sekali lagi, kau tidak perlu menyeka keringat kau, ap
9.32.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55.7K kali sebagai adab bersin
Tampilkan Ulasan (480)
Baca
+Pustaka
Imgnmln
Permisi kk yang baik hati^^ mohon maaf sebelumnya, izin promosi yaa. Sambil nunggu update, mampir juga ke Novelku... Sang Penguasa dan Tuan Muda Konglomerat>>Tokoh utamanya cool, keren, beda dari yang lain ga gampang ditindas lohh. Terima kasih^^
Linda Malinda
ceritanya lumayan bagus, cuma sering kesel sama fl nya, sering menciptakan masalah untuk dirinya sendiri, yg seharusnya gak perlu, dan kadang terlalu naif, tetap percaya dengan omongan orang yg jahat sama dia
Baca Semua Ulasan
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

Selain demam, ia juga terus bersin dan hidungnya meler. “Minum air hangat, nanti juga membaik,” ucap Ken sambil mengangkat tangan memanggil suster, “Tolong, tolong bawakan segelas air hangat untuknya. Terima kasih.” Sebagai pasien, ia malah sibuk merawat pasien lain. Adeline yang sedang mengelap hidungnya pun tak tahan untuk tertawa kecil. “Ini yang namanya pincang bantu yang lumpuh, ya?”
9.2233.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.9K kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Best Friend With Benefits

Best Friend With Benefits

Kulitnya tergolong sensitif terhadap Debu, karena itu ia berusaha untuk selalu menjaga kebersihan dirinya maupun barang-barang yang ia kenakan. "Sekali kali nggak usah sok bersih, atau Lo milih pakai baju Lo yang ini aja? Gue nggak masalah jalan sama gembel kaya Lo," kata Adam memberi pilihan pada Shara lalu ia keluar dari mobil.
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Sama-sama Egois

Sama-sama Egois

kata Bima ia tersenyum menoleh kearah Sindi, Sindi menjawab dengan senyuman. Brak... "Cukup, Sin, Ayo pulang!" Abidin meletakan sendok dengan kasar, tampaknya ia sudah tidak sangup lagi menahan amarahnya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Bukannya diam dan memejamkan mata, gadis itu malah bersin berkali-kali. Sagara tidak marah ataupun jijik. Kedua tangannya tetap menangkup pipi istriya, sabar menunggu sampai bersinnya reda. “Sudah bisa dicium?” tanya Sagara pelan, tetapi suaranya terdengar jelas oleh seluruh tamu di ballroom karena mikrofon di jas-nya masih terpasang sejak prosesi akad tadi. Bukan Jingga yang menjawab pertanyaan itu, melainkan para tamu undangan—terutama Kayla dan Senada yang suaranya paling nyaring.
1066.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Sahabatku, Ternyata Istri Rahasia Suamiku

Sahabatku, Ternyata Istri Rahasia Suamiku

Istilah kata tidak dapat perawannya juga tidak apa-apa, yang penting masih bisa mendapatkan jandanya. *** "Haachim ...." Widia bersin. Dia merasa hidungnya gatal padahal tidak sedang flu. "Kenapa tiba-tiba ingin bersin ya? Apa ada orang yang sedang membicarakan aku sekarang?" gumam Widia. Tok .... Tok .... Tok .... Suara pintu di ketuk, beberapa detik kemudian Rini masuk ke dalam kamarnya. Dia membawa selimut yang tadi pagi baru di cuci olehnya.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

Angin laut menerbangkan rambut nakal yang keluar dari ikatan rambut Bee yang dibentuk bun membuat leher jenjang putih nan mulus itu terekspose. Sunrise dan Bee membuat pagi hari Akbi terasa penuh semangat. Akbi melangkah seringan bulu mendekati Bee, ingin ikut merasakan hangatnya sinar matahari pagi. Namun udara asing yang bercampur aroma laut membuat indera penciuman Akbi bereaksi. Lelaki itu bersin hingga Bee terkejut lalu bergerak refleks tanpa menyadari bila ia sedang berdiri di ujung tangga.
1054.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Wedding Chaos

Wedding Chaos

“Ada cream yang nempel di sudut bibir kamu, Sa. Pelan-pelan saja makannya, nanti kamu tersedak.” Lama keduanya saling memandang, sampai Salsabila yang lebih dahulu memutus tatapan itu. “Lain kali jangan lakukan ini, itu kurang sopan namanya. Harusnya kamu memberitahuku, bukannya malah nyosor dan membersihkannya tanpa persetujuanku.”
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Our Beautiful Sin (Bahasa)

Our Beautiful Sin (Bahasa)

Mama Aliya tersenyum. Di sisi Aurel, Aurel berlari ke wastafel. Belakangan ini hormon hamilnya sangat tinggi. Aurel tidak bisa mencium beberapa wewangian, seperti bau parfum berbau bunga-bunga. Dan parfum Jessi berbau bunga-bunga. "Kamu gak papa Baby?" tanya Alva saat Aurel mencuci mulutnya. "Gak papa Kak, cuman agak mual aja." ujar Aurel sambil menatap Alva.
9.98.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
DUA ISTRI CEO

DUA ISTRI CEO

Bisa-bisa, dia akan dipecat karena karyawan lain menggunjing tentangnya yang tak punya kemampuan tapi bisa menjadi sekretaris Adam. Perlahan, Sabrina berjalan mendekati cermin di wastafel. Dia menata kembali penampilannya saat ini agar tampak sensual dan menggiurkan bagi Adam. Wanita itu melepas tiga kancing atas kemeja, sengaja agar tampak aset indahnya yang disukai Adam. Disemprotkannya parfum stroberinya yang manis ke belakang telinga dan titik-titik lain yang biasanya Adam hirup. Tentu saja, bau parfum khas Sabrina yang familiar di penciuman Adam membuat keinginan pria itu tumbuh. Dia menoleh ke arah Sabrina dan bertanya, "Sayang, kamu tidak berencana melakukan apa pun di sin—"
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 360 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status