Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

"Percaya atau tidak, mengusap punggung bisa memberikan efek penenang. Kamu hanya perlu rileks. Jangan pikirkan sakitnya, setiap sakit itu datang, sebut nama Tuhan, tarik napas melalui hidung, keluarkan lewat hidung. Pasti sakitnya akan cepat berlalu. Kali ini tak ada reaksi dari Nailah, tetapi sepertinya ucapan Rinai berpengaruh padanya. Terlihat wanita itu mulai bernapas melalui hidung dan mengeluarkan lewat mulut. Melihat itu, Rinai tersenyum. Sifat arogan dan keras kepala Nailah bisa juga diturunkan bila menghadapi kesakitan. "Iya, seperti itu. Tarik napas, embuskan lewat mulut." Rinai memberi instruksi dengan lembut.
819.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Gara-Gara Biro Jodoh: Tuan Dingin Tunduk Padaku

Gara-Gara Biro Jodoh: Tuan Dingin Tunduk Padaku

Nafasnya naik turun tak teratur. “Ya Tuhan… tenangkan aku. Kumohon,” bisiknya lirih. Tapak sepatu itu semakin dekat. Semakin jelas. Dan ketika aroma parfum maskulin yang tajam namun elegan merayap masuk ke ruangan, Sabrina memejamkan mata sejenak… lalu mengintip dari sela bulu matanya.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Ingat Aku, Suamiku!

Ingat Aku, Suamiku!

Dia akan bersin-bersin jika memang dirasa udara atau tempatnya berada tidak dalam kondisi bersih. "Coba sini aku lihat!" Sekarang lihatlah! Mas Hamish dengan begitu perhatian menawarkan diri untuk meniup mata Sofie demi mengeluarkan kotoran yang membuat mata perempuan itu kesakitan. Saat wajah mereka nyaris berdekatan dengan ibu jari serta telunjuk Mas Hamish berusaha membuka mata Sofie yang memejam, aku bergegas datang. "Biar aku saja!"
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Rahim Dua Ratus Juta

Rahim Dua Ratus Juta

Masa iya dia harus mandi lagi? "Aku enggak tahan mencium wangi sabun dari tubuhmu," jawab Darren menghujani wajah Sabrina dengan ciuman. Sabrina menutup mulut dengan sebelah tangannya. "Maaf, Tuan. Tubuhku malah wangi sabun bukan wangi parfum," kata Sabrina terkekeh. Merasa malu karena jarang sekali ia menyemprotkan parfum pada tubuhnya.
1020.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 610 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Hidup di Dua Hati

Hidup di Dua Hati

"Enggak mau, Bu. Biar aja, nanti sembuh sendiri." Hasna memang memiliki sinusitis. Hingga dia rentan sekali pada cuaca dingin. Alih-alih terkena hujan, minum air es pun, tidak berapa lama pasti akan membuat hidungnya tersumbat, lalu di malam hari Hasna mengeluh tak bisa tidur karena napasnya sesak.
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 418 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Satu Malam, Dua Rahasia: Lelaki Dingin Itu Ayah Anakku

Satu Malam, Dua Rahasia: Lelaki Dingin Itu Ayah Anakku

suara bersin memecah keheningan. Iris mengusap hidungnya yang terasa gatal sembari diam-diam melirik pria yang diam seribu bahasa di sebelahnya. Easton tidak menoleh medengar bersin itu. Dia terus menatap keluar jendela. "Hatchiii…" Iris kembali bersin. Ia tidak membuat-buat, hidungnya memang terasa gatal. Kali ini Easton menoleh, menatap Iris. "Naikkan suhu AC," perintahnya sambil beralih menatap ke depan.
1010.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Pernikahan Kedua dengan sang Mantan

Pernikahan Kedua dengan sang Mantan

Kedua matanya pasti terpejam ketika Darren menghabiskan waktu sekian menit hanya dengan satu kali ciuman. Sedikit dorongan Audi lakukan ketika merasa pasokan udara di paru-parunya menipis. "Sepanjang sore tadi aku bersin terus," ucap Darren setelah melembabkan bibirnya usai mereka berciuman. "Kamu sakit?" Tiba-tiba Audi khawatir. "Tidak. Aku tidak sakit, hidungku saja yang gatal. Nah, Zain bilang kalau kita bersin-bersin terus, tetapi bukan karena sakit itu tandanya kalau sedang ada yang membicarakan diri kita."
1027.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Asmaraloka Sang Putri Pusaka

Asmaraloka Sang Putri Pusaka

Alin baru saja berdiri, hendak menyiapkan perlengkapan mereka, ketika tiba-tiba Raras bersin keras. “Haacchuu!” Suara itu menggema sampai ke arah Reyas yang refleks menoleh dengan ekspresi khawatir atau mungkin geli. Raras buru-buru menutup hidungnya sambil mendengus kesal, “Uh, siapa yang sedang membicarakanku ini? Jangan-jangan Rakai, ya… sedang marah karena aku kabur?”
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

Ujang langsung kaku. “Airnya kelihatan nyaman.” Anjani mendekati bathtub. “Sepertinya aku bisa berendam sebentar.” Jantung Ujang berdetak semakin keras. Anjani mulai meraih tirai penutup. Dari luar, Adara tiba-tiba bersin kecil. “Haciiim!” Anjani menoleh. “Adara, kamu tidak apa-apa?” Adara tertawa gugup. “Tidak. Cuma alergi.”
1035.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Nasib calon menantu salah alamat

Nasib calon menantu salah alamat

kata Embun yang jadi terpancing untuk bergosip malam-malam. “Aduh! Kasihan itu hidung. Kebanyakan bersin sampai merah begitu.”canda Ara sambil menunjuk hidung gadis yang berdiri di sebelahnya sibuk memeluk diri sambil mengosok-gosok kedua sisi lengannya sendiri karena kedinginan.
9.928.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 899 kali sebagai adab bersin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status