Tunas Baru yang Bertumbuh, Perpisahan Selamanya
Ada rekan yang menyayangkan kepergianku, ada pula yang memberikan ucapan selamat, dan beberapa diam-diam bertanya apakah aku sedang bertengkar dengan Devan.
Aku menjawab dengan tenang, "Nggak berantem kok, kita udah putus."
Saat stempel terakhir dibubuhkan, aku menatap langit di luar jendela yang tampak kelabu.
Di sela-sela gedung-gedung tinggi, terlihat sebagian kubah Griya Cendana di kejauhan.
Aku mengalihkan pandangan dan mengirimkan informasi tiket pesawat kepada sahabatku, Nara.