Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Once then Forever

Once then Forever

Satu tangan memasukkan kunci, yang lainnnya menempelkan ponsel ke telinga. Mobil mulai berjalan meninggalkan area parkir kelab. "Kamu pulang sama Maudi. Saya dan Sera ada urusan." Panggilan diputus, tanpa menunggu Dante menyahut. Diinjak lelaki ini pedal gas sedalam mungkin, sembari sesekali melirik ke arah kursi penumpang.
1018.6K viewsCompletedAdded to Library 426 Times as and then there were none
Read
+Library
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

Dia terjatuh. “Tidak. Nenek, maafkan Kayla. Kayla tak bisa menyerahkan ini kepada nenek,” ucapnya sambil menangis saat menyadari kakinya sudah tidak ada. Tak ada rasa sakit. Ada rasa aneh yang tak bisa dia ungkapkan. Kakinya mulai menghilang, lalu tubuhnya bagian bawah mulai menghilang. Saat itulah dia tiba-tiba mengerahkan tenaga terakhirnya untuk melempar arloji itu ke rumah Iskha. Arloji kuno itu pun menghantam pagar rumah Iskha dengan cukup keras. Siapapun pasti mendengar suaranya sekalipun dari dalam rumah. “Nenek. Maafkan Kayla. Mama, papa, Kayla gagal,” ucap Kayla sebelum tubuhnya menghilang sepenuhnya.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as and then there were none
Read
+Library
No One

No One

Because no one, no one gonna find me, I'm just gonna live here with my friends and wait for someone's help. -------- Halo semuaa!! gimana part ini? btw selamatt!! kalian udah sampai di part terakhir!! sebenarnya aku masih ada banyak ide dan alur untuk cerita ini, tapi aku masih kurang mampu mengekspresikan dan menumpahkan semua ideku dengan baik disini. Maafin aku yang baru pemula ini huhuhu TT
102.7K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as and then there were none
Read
+Library
A Few Years Later

A Few Years Later

Sella tak ada di tribun, tak ada di lapangan, tak ada di panggung, tak ada di mana pun. Lalu penampilan mereka selesai. Usai begitu saja, terbang serupa embusan angin sore yang begitu dingin menusuk, terbang bersama serpihan hati Dipta yang hancur. “Udah selesai, Ta. Kita berhasil.” Bobby memeluknya, diikuti Roni dan Juna.
4.8K viewsCompletedAdded to Library 174 Times as and then there were none
Read
+Library
Till The End Of The World

Till The End Of The World

Look in my eyes Can you see my heartbeat Swirling everywhere I go Look in my eyes I will be next to you You let me be on the line Step step Where do we go now It feels like lost in a wrong maze Step step Here we are half way home And we will never give up Myungsuk sengaja melakukan ini. Menerbangkan sebuah balon ke arahnya. Ada kotak di bawah balon itu, membuat Sunmi mengerjap bingung. Saat balon itu sampai ke arahnya, ia membuka ikatan pada kotak itu dengan hati-hati. Hush you can find your starts Someday in your dream Yes I know it's not so easy Yeah but don't you ever let go I know it's all or nothing
3.6K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as and then there were none
Read
+Library
Unexpected Life

Unexpected Life

tiba—tiba Arabella bergabung. “Mommy kamu lagi di luar negeri ya?” tebak gadis kecil bermata abu—abu itu. Kenzie menggeleng, “My mom sudah nggak ada. Mommy sudah bersama Tuhan,” paparnya tersenyum tipis. Malvin juga Russel memeluk Kenzie kemudian Arabella ikutan. Aluna menyeka sudut matanya lalu memeluk para muridnya. How sweet it is.
109.5K viewsOngoingAdded to Library 265 Times as and then there were none
Read
+Library
Not Allone

Not Allone

Faray tertawa, memecah keheningan malam. "Ketawa itu emang nular, ya?" Elnira ikut tertawa akibat terpancing, membuat yang lain pun ikut meramaikan suasana. "Apaan, dah. Kita bahasnya planet makhluk asing, malah ngakak nggak jelas." Kinan angkat bicara setelah puas tertawa "Ya, nggak perlu serius juga kali." Laura menambahkan. Mereka melewati malam yang indah, menikmati hawa dingin yang timbulkannya, serta taburan bintang di langit gelap. Untuk sekejap, rasanya kehidupan Laura bergerak ke arah lebih baik.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 161 Times as and then there were none
Read
+Library
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Di luar sana ada Abah yang mukanya terlihat panik. "Kenapa, Bah?" "Jamal." "Kenapa dengan Jamal?" "Jamal kecelakaan." Aku kaget. Aku benar-benar seperti orang linglung. Abah dan Mbak Nida terdengar berbicara padaku namun aku sama sekali tak bisa mendengar apa yang mereka katakan. "Nad. Nad. Nada! Loh, Nada!" Teriakan Mbak Nida dan Abah menjadi suara terakhir yang kudengar karena selanjutnya yang kurasakan hanya gelap.
9.9124.8K viewsCompletedAdded to Library 4.1K Times as and then there were none
Read
+Library
ARE YOU DONE, MY DEAR?

ARE YOU DONE, MY DEAR?

"Apakah harus ada yang meninggal dulu baru Kenzi bangun?" Istri Donny melempar tatapan bermusuhan. "Kamu ini bicara apa? Jangan ngawur begitu." "Ya habis, semua masalah sudah selesai tapi dia belum bangun. Ed bangun setelah Adi bunuh diri, Adelio bangun setelah ibunya meninggal karena kecelakaan. Aku kira Maya, biang kerok mati maka cucu kita akan bangun tapi pada kenyatannya dia masih seperti ini," kata Donny.
634.4K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as and then there were none
Read
+Library
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

Seakan sesuatu—atau *seseorang*—sedang mendekat. Red Prime menatap Elara untuk terakhir kalinya. “Jika aku mati... kalian harus jadi penerus. Dunia ini belum berakhir. Tapi waktu kalian... hampir habis.” Cahaya dari mesin memancar terang. Transfer selesai. Red Prime tersenyum tipis. Lalu tubuhnya meledak dalam cahaya. Laboratorium mulai runtuh. “LARI!” teriak Kaela.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as and then there were none
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status