Tunggu Pembalasanku, Mas!
"Siapa juga yang liatin Mas. Mas tuh yang liatin aku. Aku ini istri orang loh, ingat, enggak boleh naksir sama istri orang."
"Iya, tahu kok." Mas kan cuma bercanda. Oh ya, kita makan dulu yuk! Kamu harus traktir Mas, anggap saja sebagai ganti rugi atas kejadian kemarin. Biar kamu gak merasa punya hutang lagi, gimana?"
Aku pun menyetujuinya. Mas Ahmad lalu membelokkan mobilnya ke sebuah restoran.
***
"Mir, ini sudah malam loh, kamu kenapa belum pulang?" Sebuah pesan dari Mas Hanif.