Aku Menyerah, Mas!
Pasti dia paham]
[Oke, terima kasih, Mas]
Aku berjalan menghampiri istri yang sedang duduk bersandar di sandaran dipan, menunjukkan pesan dari Mas Abraham, namun, Kanaya langsung menunduk dengan wajah bersemu merah.
“Memangnya doa apa, Sayang?” tanyaku masih penasaran. Maklum masih belajar dan belum banyak tahu tentang doa-doa. Mengaji saya baru masuk iqro dua.
“Itu ... Emm ... Memangnya kamu mau minta hak kamu sekarang?” Wajah istri terlihat mulai menegang.
Hak? Hak apa? Memangnya ini doa apa?
“Maksudnya apa, Sayang?”