Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mayat di Atas Ranjang

Mayat di Atas Ranjang

Dia menatap wajah Hendi sekilas, lalu secepat mungkin membuang muka. “Kenapa? Lihat diriku. Aku ingin melihat apa yang ada di dalam bola matamu.” Hendi berkata. “Aku buruk, wajahku pasti membuatmu jijik.” Anggita tidak bisa berbuat apa-apa mengenai wajahnya saat itu. Kekuatannya terbatas, kesaktiannya luruh oleh panasnya angin yang telah menyerangnya. Dia tidak bisa mengubah wajahnya menjadi seperti semula.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Mahligai Rasa | Ruang Dimensi Asmara

Mahligai Rasa | Ruang Dimensi Asmara

Mahligai Rasa Ruang Dimensi Asmara Setelah kejadian panas semalam dimana Revan yang sedang mencumbu sang istri tetapi mengira orang lain dalam hubungan tersebut, membuat hati Anin sungguh berteriak sakit. Apa kalian pernah membayangkan bagaimana rasanya jika kalian bercinta dengan orang yang kalian cinta tetapi menyebutkan nama lain dalam cerita panas kalian.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
AIR MATA PERNIKAHAN

AIR MATA PERNIKAHAN

Sepasang pengantin yang sangat serasi. Hati Bella tidak bisa menahan rasa kesal yang bercampur rasa sedih. Kedua matanya kini di banjiri oleh air mata hangat. Pundaknya naik turun di iringi suara hidung yang tersumbat akibat tangisan. "Mbak, Bella ... " panggil suara ragu-ragu itu dari belakang. Bella tidak menengok karena ia tidak mau Marni tahu kalau dirinya sedang menangis. Bella mencoba menahan suara agar tidak serak.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Air Mata Aruna

Air Mata Aruna

Wanita itu menghabiskan waktu dengan menangis duduk di depan cermin. “Buat aku wajah cantikku ini, kalau suamiku saja menikah lagi? Untuk apa?” tanya Aruna dalam linangan air matanya. Aruna menangisi nasibnya hingga akhirnya rasa kantuk dan lelah pun menyandera kedua netranya dari rasa kantuk yang hebat. Ketika tersadar, jam telah menunjukkan pukul 2 sore dari serangkaian acara pagi tadi.
910.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status