Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jadilah Pedangku, Sayang!

Jadilah Pedangku, Sayang!

tutur Damarteja. Muniratri memejamkan mata. Ia mengatur napasnya agar teratur dan hatinya menjadi lebih tenang. “Hanya demi posisi putri mahkota?” Muniratri mendengus. “Kurasa tidak sesederhana itu.” Wanita itu menghapus air mata di pipi. ***
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
REINKARNASI

REINKARNASI

Ia juga merasa senang melihat Nindia, gadis itu tampak sangat ramah dan sopan. "Maaf, Nindia di dahimu itu tanda lahir atau make up?" tanya Maharani tiba-tiba saat Nindia menyibakkan poninya. Gadis itu meraba dahinya, "Ah, yang di dahi ini tanda lahir, Tante. Itu sebabnya saya tutupi poni," jawab Nindia sambil tersipu.
9.946.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai air mata maharani part 40
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Gladys Shanum
Cara penulis menyampaikan cerita berlatar kerajaan Kahuripan lalu lompat ke masa 600 tahun mendatang itu, kereeen. Perlu riset pustaka nih untuk dapat setting kerajaannya. Ditunggu uploadnya lagi, Thor.
Marion D'rossi
Kak, ceritanya bagus dan lain dari yang lain. Sebuah cerita di zaman kerajaan yang begitu menggugah selera. Konflik di awal cerita adalah langkah tepat yang Kakak lakukan untuk membuat pembaca tergugah dan ingin terus mengetahui kisah selanjutnya. Dari segi plot, sebenarnya cerita Kakak ini berat
Baca Semua Ulasan
Handa

Handa

Flashback off Handa mengalihkan pandangannya dan menarik nafas dalam-dalam. Dia menundukkan kepalanya, bulir-bulir bening air mata menetes di pahanya. Handa mengusap air mata di pahanya, dengan sedikit gerakan maju tangannya sudah mengepal, lalu memukul pelan pahanya berusaha memberi kekuatan pada dirinya sendiri. Handa mengangkat kepalanya sambil menarik nafas dalam-dalam, dengan punggung tangannya Handa menyeka air mata yang telah membasahi pipinya, lalu pandangannya kembali beralih keluar jendela menyaksikan pemandangan alam Laut Jawa yang indah. Handa melepas ikatan rambutnya lalu menggunakan ikat rambutnya sebagai gelang di tangan kirinya, ia mulai menyandarkan kepalanya lalu melemparka
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 858 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Mahligai Skandal

Mahligai Skandal

Aini menopang dagunya membiarkan sengatan matahari menampar wajah cantiknya yang kian layu dan murung karena menyesali nasip hidupnya yang tak kunjung mujur. Tidak jauh dari tempat itu juga, tampak seseorang sedang memperhatikan gadis itu dengan perasaan gundah. Entah sejak kapan, ia mulai gelisah bila sehari tidak melihat gadis bangsawan itu. Sosok itu tak lain adalah Halim Kusuma si pria pengangguran yang terabaikan oleh Meylani sang istri.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

Rasanya sungguh malu bertemu mata dengannya saat ini. "Ooo ... jadi ini wanita yang membuatmu hampir mati, Dev?" Aku tersentak mendengar suara seorang wanita di belakangku. Mataku membulat saat melihat seorang wanita paruh baya namun masih sangat cantik dengan pakaiannya yang sangat elegan dan sopan. Rambut pendeknya dengan model oval sebahu, membuatnya semakin berwibawa dan pantas disegani.
9.6289.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.7K kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Maha Dimensi

Maha Dimensi

“Jelas sekali ini melanggar norma dan adat istiadat.” Mata tajam Maha menatap lekat Deolinda, mencoba masuk ke alam bawah sadar manusia pemilik bagian terbesar “mireco”. ‘Masih tidur,’ batin Maha berkata. “Ada apa, Pak?” Deolinda bingung melihat reaksi Maha. “Ada yang salah sama mata saya?” “Tidak.” Maha berdiri, berhadapan langsung dengan wanita berkulit sawo matang. “Apa kau tahu yang baru saja aku pikirkan?” tanya Maha mencoba mencari tahu.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Air Mata Diandra

Air Mata Diandra

sinis mama. Sakit... sakit sekali seluruh tubuh yang Diandra rasakan. Akhirnya dia pingsan. ****
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Terlarang

Terjebak Cinta Terlarang

Maharatu langsung melompat dari ranjang, melempar ponselnya asal, lalu menuju ke kamar mandi. “Mataku!” Bibir Maharatu mencebik setelah melihat pantulan wajahnya di depan cermin terutama di bagian mata. Matanya begitu sembab karena menangis semalaman. Pun bola matanya terlihat memerah.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
SUAMIKU KEKASIH IBUKU

SUAMIKU KEKASIH IBUKU

"Kalau diperhatikan baik-baik, matanya itu... mirip orang luar negri, coklat tajam tapi sedih. Saya jadi kasihan sebenarnya." "Kasihan?" Maheswari yang datang, mengerutkan kening. "Bagaimana bisa kasihan lihat kelakuannya bikin orang spaneng gitu? Siang udah bikin aku basah kuyup, sekarang bikin kelurga ini malu." Bu Wagini menepuk lembut bahu Maheswari. "Sudahlah, Bu. Nasi sudah jadi bubur. Sekarang tinggal bagaimana menjaganya supaya tidak basi."
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai air mata maharani part 40
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status