Petaka Mendua
"Menderita? Kamu yang menciptakannya! Bukankah sudah jelas, mencintai makhluk melebihi Sang Penciptanya itu tidak baik. Aish, Allah mencoba menarik kamu kembali kepadanya, perbaiki hubungan kamu dengan Allah, insya Allah, semua akan baik untukmu pada saatnya."
"Kak, Aish merasa putus asa sudah dengan hidup ini," ucapnya pelan, disertai isak tangisnya.
Aku memeluknya. "Putus asa pun hanya sia-sia. Kamu harus bangkit Aish, kamu berhak bahagia, jadi kan masa lalu, sebagai pelajaran hidup yang berharga."
Aku mengurai pelukan, kemudian menyeka pelan air matanya. "Kamu tidak sendirian, ada kami, keluarga kamu!" kataku.
Hot Chapters