Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Menggugah selera. "Mbak, maaf. Haruan cacapan limau kuit tolong diganti jadi menu lain!" sela lelaki berseragam loreng itu. Mataku membeliak, menatap lelaki yang selalu bertindak sesuka hati itu. Sebelum aku membuka mulut, Mas Brian kembali berujar. "Dev, kamu punya asam lambung. Jangan makan yang asem dan juga pedas! Mas gak mau kamu jatuh sakit dan harus di opname lagi!"
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai akar 148
Baca
+Pustaka
ALARICK

ALARICK

Apalagi posisi kota yang terletak diantara danau dan pegunungan sungguh menambah kesan alami. Setelah sampai di alamat tujuannya, kakinya terus melangkah memasuki hotel yang kini ada di hadapannya. Tak hanya itu, gadis yang selama ini dia rindukan juga sudah menunggunya. Gadis cantik itu berlari menghampiri Alarick dan langsung menubruk tubuh Alarick begitu saja. Dengan sigap Alarick menangkap tubuh kecil itu dan memeluknya erat. “Aku benar-benar sangat merindukanmu,” lirihnya. Alarick tak kuasa menahan air matanya. Kini pipinya sudah basah karena air mata yang mengalir begitu saja.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai akar 148
Baca
+Pustaka
Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

kata Akari yui. "Aku bangkit karena orang itu telah bebas dari segelnya. Kaisar pertama Kegelapan sejati Gelap permana bumi hitam. Dan Sahamaru sudah lepas. "Rupanya kamu "Brother Complex"Aku tidak menyangka" Akari yui berkata. "Diam Kamu ini semua kesalahanmu menikah dengan Kakak ku Akashi. " "Kita adalah dua saudari tidak boleh saling berperang"
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai akar 148
Baca
+Pustaka
Ajari Aku Salat

Ajari Aku Salat

Diva terjatuh. “Masya Allah, Sayang.” Fatih membangunkannya. Kepala Diva masih pusing karena benjol terkena ujung meja. Dengan telaten Fatih membukakan baju pengantin milik Diva dan melilitkan handuk ke tubuh mungil istrinya tersebut. Diva tidak menolak, dia masih membeku dengan yang dilakukan Fatih untuknya. Lelaki itu mengangkat tubuh istrinya dengan santai bagai seorang ksatria. Diva tidak berpaling dari wajah itu. garis rahang yang tegas, dengan bulu halus yang tertata rapi. Alis yang tebal menambah kharisma dari seorang Fatih Ahmad Sayfi’i. Mata elang berlensa coklat, dengan rambut lurus yang sedikit berantakan.
1033.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai akar 148
Baca
+Pustaka
Arya Tumanggala

Arya Tumanggala

Apa akal? "Gawat! Aku harus segera menemui Ki Bekel Kridapala. Semuanya berubah kapiran setelah bertemu dengan Rakryan Rangga," batin Wipaksa dalam diam. Melihat Wipaksa tak menjawab pertanyaannya, amarah Arya Lembana kembali terbit. Sekali lagi dilayangkannya tangan, menampar pipi si lurah prajurit. Plaak!
9.933.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 667 kali sebagai akar 148
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Terima kasih untuk semua yang sudah mampir dan membaca cersil ini. Tinggal 12.000 kata lagi menjelang tamat, paling lambat dua hari lagi. Selanjutnya akan ada cersil baru yang merupakan sekuel Arya Tumanggala, dengan tokoh utama tetap sang prajurit, tapi dengan cerita dan jalinan konflik beda.
Artha Trishna
Wow, ini mutiara terpendam di GoodNovel. Sejauh ini satu-satunya cerita silat berlatar sejarah yang informasinya valid, enggak ngawur. Baca ini nambah pengetahuan sejarah. Nama-nama tokoh, juga bahasa dan istilah yang digunakan, semuanya pas sesuai dengan zaman yang diceritakan. Mantap, salut!
Baca Semua Ulasan
Asmaraloka

Asmaraloka

Ya, itu adalah susu kotak untuk Kiara. Akrha langsung saja menuju meja Kiara dan meletakkan susu kotak yang ia bawa di depan Kiara. “Apaan nih?” Kiara bertanya dengan ketusnya. “Susu” Jawab Arkha “Lo ngasih gue susu?” Lagi, Kiara mengeluarkan kata ketusnya untuk Arkha “Lo kira gue bayi?” lanjutnya. “Pede banget, orang ini buat gue” Ucap Arkha sembari duduk disamping Kiara lalu menoleh ke sang wanita. Dan Kiara yang melihat kelakuan Arkha hanya bergidik ngeri.
2.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai akar 148
Baca
+Pustaka
APRILISYA

APRILISYA

Oma Dera mengangguk, dan membiarkan April meninggalkannya. Menutup pintu kamar dia berjalan ke arah nakas. April meraih satu foto yang diberikan Omanya. Aliga King Adelard. Laki-laki yang akan dijodohkan dengannya. Wajah dengan rahang tegas, mata hitam legam dengan tatapan tajam, dan yang membuatnya kagum adalah bulu mata lentik milik Aliga. Sudah mengalahkan bulu matanya saja. Bagaimana tanggapan laki-laki itu mengenai perjodohan ini? Apakah laki-laki itu sudah melihat wajah April? Bagaimana tanggapannya?
102.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai akar 148
Baca
+Pustaka
Arimbi

Arimbi

Sayangnya masih belum sampai juga, sebab tubuh Arimbi yang terlampau kecil. "Huft! Sedikit lagi." Kedua tangan Arimbi terulur ke atas, menggapai kerdus tersebut. Tidak patah semangat, Arimbi bahkan sampai melompat-lompat di atas kursi. Mata dan pikirannya fokus pada kerdus, sehingga dia tidak peduli dengan kondisi kursi yang sudah goyang. Arimbi kegirangan saat tujuannya tercapai, melompat lebih keras, dan keseimbangan kursi pun patah. Braaak! Bersama kerdusnya Arimbi terjatuh, dengan barang yang berantakan. Terempas dan berdarah.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai akar 148
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Tapi aksiku terhenti saat merasakan tubuhnya yang menegang dan terasa kaku. "Hanya ciuman," ucapnya memperingati. Aku menggigit leher Mawar seperti vampir sehingga membuatnya tertawa karena kegelian. "Tidak bisakah kita melanjutkannya?" Tanyaku yang masih menikmati leher putih mulus miliknya. Mawar menggeleng kuat. "Tidak untuk sekarang, aku belum yakin kepadamu," "Baiklah, satu ciuman lagi bagaimana?"
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai akar 148
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Semakin kuat mereka menyerang dengan logika ketidakteraturan, semakin kuat pula dimensi syukur ini berpendar. ​Di dimensi ke-14, kau mencatat perubahan ini. Kau memberikan Arka kemampuan untuk menggunakan The Infinity Ink, sebuah tinta yang memungkinkan setiap struktur yang ia bangun untuk terus beradaptasi dengan jenis ancaman apa pun secara real-time.
713 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai akar 148
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status