Ketika Dia Menghamili Wanita Lain, Aku Memilih Berpisah
"Sayang, kamu alergi alkohol. Kamu nggak boleh minum!"
Namun, Nigel yang sekarang sempat terdiam sesaat, lalu mengangguk. Aku tersenyum, lalu mengangkat gelasku ke arah remaja itu. "Kesempatan pertama."
Cairan itu mengalir melewati tenggorokanku, meninggalkan rasa pahit yang samar. Rasanya begitu menusuk hingga air mataku hampir menetes. Kepanikan di mata remaja itu seketika berubah menjadi rasa sakit, lalu tenggelam menjadi penyesalan yang begitu dalam.