IBUKU PELAKOR
Aku berharap, dia tak datang lagi.
Sudah jam sebelas malam. Perutku sangat lapar. Dari pagi tadi, hanya sedikit makanan yang masuk. Seleraku benar-benar ambyar untuk makan. Aku tetap memaksakan untuk menelan makanan, karena menyusui Arsen. Apalagi Satria juga sama sekali tak bicara padaku. Beberapa hari ini, aku jadi kurang tidur. Mau nggak dipikirin, mana bisa. Rentetan masalah yang datang, seperti teka teki buatku.