Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Di tangannya hanya satu kotak kaca kecil persegi, dibungkus kain merah. Beberapa kepala menoleh. Bibir mereka mulai bergerak. Tertawa. Berbisik. "Itu dia… menantu sampah keluarga Laurent." "Katanya nganggur, kan? Sungguh pengangguran dengan nyali besar datang pakai wajah itu." "Lihat bajunya… kasihan. Pasti bekas."
1081.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Hasrat Bukan Menantu Idaman

Hasrat Bukan Menantu Idaman

katanya dengan suara dibuat lebih lembut. Obrolan terus berlanjut, penuh dengan tawa dan candaan. Salah satu dari mereka, yang mengenakan hoodie abu-abu, menatap Bu Intan dengan tatapan jahil. "Tante ini beneran kaya mahasiswa deh, serius. Kalau kita ajak nongkrong di kampus, pasti banyak yang nyangka seangkatan sama kita." Bu Intan menatapnya sambil memainkan sedotan di gelas jusnya. "Iya, ya? Tante harus coba main ke kampus kalian nih," jawabnya dengan nada menggoda, membuat mereka semua tertawa.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
BUKAN MENANTU MISKIN

BUKAN MENANTU MISKIN

Aku menarik tangan ibu, mengajak ibu untuk masuk ke dalam rumah, meninggalkan para tetangga yang entah merasa malu atas tuduhan mereka atau tidak. "Maafkan ibu, Nduk. Kamu jadi mendengar yang gak baik tentang Ibu dan Lana," ucap Ibu kemudian ketika kami berdua sudah sampai di dapur. Aku menarik napas panjang, menatap ke arah wanita berpakaian lusuh yang berdiri di depanku dengan wajah menunduk itu. Aku belum lama mengenalnya, dan bahkan tak peduli bagaimana masa lalunya. Bagiku, tak ada manusia yang suci, termasuk diriku sendiri. Para tetangga itu hanya belum tahu, siapa wanita yang menjadi menantu Bu Aisyah yang selalu mereka hina ini.
5.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
(Not) A Queen

(Not) A Queen

Ditambah aroma khas orang tua tercium kuat. Tiba-tiba Nenek Neena memukuli Naratama. “Dasar suami tidak bertanggung jawab! Istrimu hamil tapi malah sibuk kerja. Apalagi buang sampah malam hari!” Setelah puas menyerang Naratama, napas Nenek Neena yang mulai tersengal, ia memutuskan untuk duduk. “Buang sampah?” Naratama mendengar jelas ucapan perempuan tua itu. “Untuk apa Miss Alecta buang sampah malam-malam seperti ini?”
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Madu Kujadikan Babu

Madu Kujadikan Babu

Mijitin kakinya sampe berjam-jam, lap badannya saat dia malas mandi, bahkan aku juga sampai harus nyebokin dia saat dia malas cebok sesudah buang air. Tetapi meski begitu, di matanya Mbak Intan adalah yang terbaik. Dan aku sama sekali tak pernah dianggap juga dihargai sebagai menantu meski nyatanya aku adalah istri kedua anaknya. "Masakan kamu enak banget Tan. Gak pernah ada duanya pokoknya," ucap Ibu mertua sore itu. "Nggak kayak yang sebelah. Masak apaan cuma kangkung sama kerupuk doang. Sekalinya enak, eeeh malah duit haram," imbuhnya lagi.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Tiba-Tiba Menjadi Menantu Konglomerat

Tiba-Tiba Menjadi Menantu Konglomerat

"Maaf, Ayah. Aku gak bisa, Ayah dan Ibu tanggung saja semua perbuatan kalian. Karena pasti uang itu kalian gunakan untuk Ratih, Ratna dan Rani." "Kirana, kamu dua pilihan. Ikut ayah pulang atau kamu harus bekerja dengan Fitri, karena dia mau membayarkan hutang kami." "Apa Ayah bilang, bekerja dengan Fitri? Apa Ayah tahu kalau dia itu seorang Kupu-kupu Malam?" "Ayah gak peduli," ujarnya sembari mencengkram tanganku. "Ayah tenang dulu, sebenarnya sekarang aku sudah memiliki orang tua angkat yang kaya raya, mereka akan memberi berapapun uang yang kuminta, meski 200 juta sekalipun."
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh

Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh

maki Mara. Glena terkekeh, suara tawanya terdengar hambar dan meremehkan. "Kenapa? Nggak terima disebut sampah? Kalian berdua itu ibarat seekor lalat yang tidak sadar jika dirinya lalat. Hobinya mengorek sampah, dan Anton lah sampahnya. Jadi, kalian merasa cocok, kan? Lalat bertemu sampah di rumahku."
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Hinaan Dari Keluarga Suami

Hinaan Dari Keluarga Suami

Lagi, hinaan kuterima. "Dengan senang hati. Kamu kira aku mau tinggal di rumah Ibumu? Seharusnya perbaiki sikapmu. Masak laki-laki seperti ini? Nggak malu apa?" "Oh ya, kamu bilang aku seperti sampah. Justru sampah yang dikumpulkan Bapakku adalah sampah yang berguna dan bisa didaur ulang. Bukan perabot mahal tapi kwalitas buruk hingga terbuang tak berguna sama sekali," sambungku.
9.9252.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai aku bukan menantu sampah
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Desri Marifa
untuk stelan dan ibunya tragis sekali cerita nya.. untuk Rina,, ini sangat menginspirasi.. klo boleh tau apakah ini sesuai dengan kehidupan nyatanya penulis atau gimana..? jadi penasaran kok ada mertua sama ipar kek gitu ya.
Nisa Nurpasa
Yuk Baca Novel Menikahi Gadis Desa --> Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi penyebabnya. Akankah Sarah hidup bahagia bersama pasangannya kelak?
Baca Semua Ulasan
Ceraikan Aku, Mas!

Ceraikan Aku, Mas!

Tidak ada barang berharga. Bu Ratna mengaduk-aduk baju itu dengan ujung kakinya. Dia membuka kotak surat, membaca cepat surat dari Bu Ida, kepala panti, lalu membantingnya kembali ke lantai. "Sampah semua! Gak ada gunanya! Pantesan gak bisa ngasih cucu, hidupnya aja isinya sampah kenangan! Beda sama Keyna. Dia bawa berkah. Bawa cucu buat aku."
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Kau adalah pangeran sampah seperti si Wiraswara. Kau beruntung jadi pangeran pertama dalam siklus kedua, jadi aku terpaksa menurunkan semua ilmu yang dimusnahkan." Sampah. Sebuah ujaran yang belum pernah didengarnya di negeri manusia bagaimana pun sulitnya ekonomi mereka. Abah dan Ambu selalu mengajari dirinya untuk menjadi orang bermanfaat meski sekedar memberikan segelas air putih.
9.947.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai aku bukan menantu sampah
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Telah terbit karya saya "Mengejar Cinta Puteri Bangsawan" bercerita tentang perjuangan Arjuna dalam mencari bapaknya untuk memenuhi persyaratan acara lamaran klan Angada. Bagi reader yang suka romantika cinta dengan latar cerita abad 21 dan abad 16, cerita ini cocok untuk diintip sejenak.
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status