BUKAN MENANTU MISKIN
Aku menarik tangan ibu, mengajak ibu untuk masuk ke dalam rumah, meninggalkan para tetangga yang entah merasa malu atas tuduhan mereka atau tidak.
"Maafkan ibu, Nduk. Kamu jadi mendengar yang gak baik tentang Ibu dan Lana," ucap Ibu kemudian ketika kami berdua sudah sampai di dapur.
Aku menarik napas panjang, menatap ke arah wanita berpakaian lusuh yang berdiri di depanku dengan wajah menunduk itu. Aku belum lama mengenalnya, dan bahkan tak peduli bagaimana masa lalunya. Bagiku, tak ada manusia yang suci, termasuk diriku sendiri. Para tetangga itu hanya belum tahu, siapa wanita yang menjadi menantu Bu Aisyah yang selalu mereka hina ini.
Bab Populer