I Love You, Mr. Brewok
“Saya tidak perduli kamu datang naik angkot, busway, kereta atau jalan kaki sekalipun. Saya tidak akan menjemput kamu, jadi saya akan tunggu di lobby mall. Paham?”
“Paham, pak”
Ferdian dapat menerka dari lembut dan pelannya suara Muffin, dia pasti sedang tersenyum lebar dan bahagia. Biarlah, semua sudah terlanjur terjadi, pikirnya. Kedepannya dia benar-benar harus bisa lebih menahan diri.
“Ya, sudah, tutup teleponnya”
“Ga mau. Bapak aja yang tutup”
Hot Chapters