Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AKU TANPAMU

AKU TANPAMU

Kurasa wanita itu merasa tak nyaman dengan basa-basiku dengan Gibran barusan. “Eh, di sini aka Lin, santai aja. Kami emang sohib akrab jadi ya gini kalo ketemu, pada nyablak!” Gibran menahannya. “Oiya, kenalin ini teman gue yang paling brengsek sekaligus paling beruntung. Namanya Fahry buaya darat.” “Brengsek, lo!” Ku tinju pundak Gibran sebelum menyambut uluran tangan temannya tadi.
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 528 kali sebagai aku pun
Baca
+Pustaka
Depression

Depression

Kenapa? Luna : Kenapa aku gak bisa merasakan kasih sayang dari Papi? Hiks Luna : Sejak dulu Papi pukul aku. Hiks. Luna : Pakai ikat pinggang, pakai sapu, pakai hanger jemuran. Luna : Bahkan Papi pernah pukul aku pakai tongkat. Luna : Hiks hiks. Luna : Aku… aku gak ngerti lagi. Hiks.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai aku pun
Baca
+Pustaka
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

kata Alifian menatap bunda dan pamannya bergantian. Sarita menganggukkan kepala ringan. Begitu juga Sagara, lalu pria kecil itu kembali serius membaca beberapa poin yang tertera di sana. Dahinya berkerut saat membaca satu pasal yang menurutnya begitu aneh dan tidak masuk akal. "Lalu apa artinya Alif digunakan sebagai umpan, Bun?"
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai aku pun
Baca
+Pustaka
MENGUAK KEMATIAN ISTRI DAN CALON ANAKKU

MENGUAK KEMATIAN ISTRI DAN CALON ANAKKU

Tukas Elkan tidak habis pikir dengan apa yang ia dengar dari Lima Madu pahit. “Apa kita harus turun tangan duluan, El. Sumpah, gue geram sekali,” imbuh Kunkun kini sudah berdiri, ia mengibaskan jubahnya yang kini sudah ganti. Bagian punggungnya kini bergambar calon presiden. “Eh tunggu, Lo dapat jubah gambar beginian di mana, Mai?” Kutu kupret langsung saja memutarkan tubuh Kunkun, lalu memintanya sedikit membungkuk.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai aku pun
Baca
+Pustaka
Paman, Jadi Papaku Ya!

Paman, Jadi Papaku Ya!

Plak! Michael tersentak kala baru saja mendapatkan tamparan di pipi kanannya tiba-tiba. Secepat kilat dia menoleh ke depan. Melihat wajah Moon tampak merah padam sekarang. "Jangan asal bicara kau! Aku bukan wanita malam! Dan pria itu bukanlah ayah anak-anakku! Pria itu suruhan orang yang sangat aku benci!" Dengan dada naik dan turun Moon pun berseru. Hatinya terasa remuk redam, aneh sekali perkataan pria asing ini telah membuat dadanya terasa sangat perih sekarang. Padahal, jika Erna atau tetangganya yang mengatakannya wanita malam. Moon tampak biasa saja.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai aku pun
Baca
+Pustaka
Putra Hartawan dari Rahim Perawan

Putra Hartawan dari Rahim Perawan

Mentari menggeleng. "Aku tarik bajunya dan ternyata di punggung preman itu ada tato gambar kupu-kupu!" ucap Karin sembari tertawa. "Udah gitu warnanya pink lagi!" Mentari ikut tergelak mendengarnya. Tapi dipikir-pikir memang aneh kalau ada preman bertato kupu-kupu warna pink. Kayak hilang kegarangannya.
1053.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai aku pun
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Pria Arogan

Terjebak Cinta Pria Arogan

Kuda Peony kayaknya kudu kabur 8-X Vote dan commentnya jangan pelit-pelit ya, Kakak2 :*
1018.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai aku pun
Baca
+Pustaka
Tetangga Manisku

Tetangga Manisku

[Cuma godain doang ya] [Nggak boleh baper] [Nggak boleh bucin dong] @Erick [Tergantung kalau itu] [Bagaimana komitmen awal aja] @Nana [Baiklah] [Saling godain aja] [No baper-baperan] [Deal] @Erick [Deal] [Mulai kapan] @Nana [Tahun depan bang] @Erick [Astaga] [Kelamaan Markonah] @Nana [Kapan dong Bambang] @Erick [Sekaranglah Markonah] @Nana [Etdah] [Buru-buru amat bang] [Wkwkwkwkwk] @Erick [Harus] [Nanti keburu dirimu diambil si Bambang] [Wkwkwkwkwk] @Nana [Eh] [Bambang siapa] @Erick [Itu] [Si anu]
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 578 kali sebagai aku pun
Baca
+Pustaka
Sang Pengaman

Sang Pengaman

"Emh gitu yah, bagus dong! pasti istrinya khawatir ya?" "Hah! istri? emangnya aku kelihatan udah nikah yah!" "Terus siapa?" "Temen!" "Emh, temen apa pacar?" "Dari dulu aku belum pernah punya pacar, jadi gak bisa bedain rasa punya pacar sama rasa punya temen dekat cewe!" "Haha, dasar Buaya! "Hmp! maksudnya?" "Semua lelaki itu pandai berbohong yah! sama seperti kamu. Gak mungkinlah sampai setua ini belum pernah ngerasain punya pacar!"
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai aku pun
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

“Nggak bisa nyambi yang lain?” “Apaan yang bisa dapat duit cepat? Ngepet? Pekcun?” Nayara menggerutu sambil tetap berharap bisa menabrakkan kepala Manggala ke dinding di belakangnya. Tiba-tiba Manggala menoleh ke arah Nayara, fokus menatap matanya. “Apaan? Gue nggak pernah ke Gunung Kawi. Dan gue nggak bakat jadi pekcun.” Nayara semakin jengkel ditatap seperti itu. Semakin ingin membuat ada bekas sayatan di tubuh Manggala.
1028.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 806 kali sebagai aku pun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status