Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

“Last pose! Look over your shoulder!” Aruna berbalik sedikit. Ia menatap ke belakang bahunya, senyumnya tipis, hampir seperti misterius. Klik. Beberapa detik kemudian suara Alvi terdengar keras dari belakang. “Oke… cut! Kita masuk ke sesi terakhir!”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai alur mundur adalah
Baca
+Pustaka
Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

“Kau ingin aku mundur? Cukup dengan menyebarkan itu?” “Tidak.” Aurel tersenyum dingin. “Aku ingin kau tidak hanya mundur, tapi hilang. Tak ada jejak, tak ada peluang kau mendekati Arfan atau Danis. Aku ingin kau tahu tempatmu.” Arlena menghela napas. Lalu ia berkata pelan, “Aku bisa memilih mundur. Tapi bukan karena kau. Tapi karena Arfan sendiri.”
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai alur mundur adalah
Baca
+Pustaka
Maaf, Aku Memilih Mundur

Maaf, Aku Memilih Mundur

teriak Rossi dengan wajah memerah. Handoko mundur selangkah, nafasnya tercekat. Aurora yang ada di gendongannya mulai bergerak resah, tapi Handoko tak bisa mengucapkan satu kata pun. Semua yang dikatakan Rossi benar, dan itu membuatnya semakin tenggelam dalam rasa bersalah yang tak tertahankan.
1027.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 999 kali sebagai alur mundur adalah
Baca
+Pustaka
Terjebak Dendam dan Gairah

Terjebak Dendam dan Gairah

Abimanyu menggeser telunjuknya satu sentimeter ke samping, gerakan kecil tapi tegas. Timmy mundur satu langkah tanpa sadar. Aurelia memijit pelipis. “Abimanyu…” "Keamanan,” jawab Abimanyu singkat. Aurelia menatap Timmy. “Timmy, makasih sudah menghampiri, tapi aku ada urusan. Lain kali saja.” “Urusan? Dengan siapa?”
1033.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai alur mundur adalah
Baca
+Pustaka
Chasing the Sexy Nerd

Chasing the Sexy Nerd

Aurora mengangkat kaki ke atas kursi, mengencangkan tali sepatu yang terlihat kendur. Mau panjat tembok belakang sekolah, pastinya harus banyak persiapan. "Ya Lo tingkahnya ada mulu sih!" Alda membalas tak kalah sebal. Teman Aurora sejak bayi itu mendecak lagi. "Jangan minggat deh percaya sama gue," Aurora mengabaikannya. Dia bergegas mengencangkan tali sepatu di kaki yang lainnya. "Lagian kalo Lo minggat, mau kemana?"
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 540 kali sebagai alur mundur adalah
Baca
+Pustaka
Aku Mundur, Mas!

Aku Mundur, Mas!

Yoga pun hanya memberikan isyarat dengan mengangkat kedua bahunya. Tak lama berselang barulah Guntur mau membuka suara, dia memberikan pada ibunya sebuah stop map warna biru yang di dalamnya berisi akta cerai dari istrinya. Bu Surti pun segera membuka dan membacanya dan tidak menunggu lama Bu Surti akhirnya ambruk karena shok membaca secarik kertas yang baru saja diserahkan oleh putranya tersebut.
9.4123.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai alur mundur adalah
Baca
+Pustaka
Aku Mundur, Mas!

Aku Mundur, Mas!

Tak ada gunanya meladeni ucapan orang yang tak suka, percuma yang ada hanya buang-buang energi saja. "Masuk Ais." ucap Daniel sambil membuka pintu belakang. Perlahan menjatuhkan bobot, netra indah Daniel selalu mengawasiku. Tanpa sengaja netra kami saling bertemu, menimbulkan desiran yang tak menentu. "Kita jalan ya Ais." ucapnya sambil menyalakan mesin mobil. "Oke, memang mau kemana Dan?" rasa penasaran membuatku tak sabar mendengar jawaban dari mulutnya.
10128.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai alur mundur adalah
Baca
+Pustaka
Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Di sebelahku, tergeletak kotak abu dan foto pemakamanku sendiri. 5, 4, 3, 2, 1 ... Hitungan mundur berakhir, aku pun merasakan sekelilingku tiba-tiba menjadi begitu hening. Tidak ada suara apa pun di ruangan ini, bahkan suara napasku sendiri terasa menghilang. Pada saat yang bersamaan, terdengar suara dari arah pintu. Ada yang kembali!
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai alur mundur adalah
Baca
+Pustaka
Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Ibu Gema cenderung berbicara lembut tapi setiap inti katanya seperti tamparan bagi Almeda. “Mau mundur?” tanya Denial setelah beberapa waktu. “Mumpung belum terlalu jauh.” “Kamu yang dulu mendukungku untuk maju, kenapa sekarang bertanya untuk mundur?” “Aku hanya tanya. Nggak bermaksud apa-apa.” Almeda menyeringai. “Seorang Almeda mundur? Nggak ada dalam kamusnya. Aku sudah nyemplung. Basah sekalian.” Menambahkan. “Aku nggak akan membiarkan mereka menang.”
8.8155.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai alur mundur adalah
Baca
+Pustaka
Kakak, Jangan Merayuku Terus!

Kakak, Jangan Merayuku Terus!

Segera, Aurora mengejar Alzard. “Al, mau ke mana?” Alzard tidak menoleh, tetapi terus berjalan menuju mobil. “Alzard! Tunggu!” Sambil mendengus pelan, Alzard berhenti dan menatap Aurora. “Aku mau menenangkan diri.” Tanpa menunggu balasan Aurora, Alzard masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya keluar. Aurora hanya bisa termangu sesaat lalu mengembuskan napas panjang.
1052.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai alur mundur adalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status