Kania (Gairah Seorang Pembantu)
akui Aida, terpaksa.
"Udah, Ma. Setiap orang itu pasti pernah salah paham. Kita nggak bisa nyalahin begitu aja, karena memang sudut pandang orang itu beda-beda. Mungkin Mama bilang gitu karena Mama nggak aku nanti Arumi kecewa. Kami maklum itu, Ma," bujuk wanita cantik itu.
Sang ibu mengangguk, lantas mengusap puncak kepala sang putri dengan lembut. Dibalik usapan itu, Aida berdoa semoga angin buruk tidak pernah menerpa kehidupan sang putri.