DENDAM
"Siap."
-----------
Aku menatap lamat apartemen wanita itu, sambil menekan bell-nya. Lima menit kemudian, Amira keluar dengan dandanan seksinya.
"Ah, sayang .... aku kangen deh!" ucapnya, seraya melingkarkan kedua tangannya ke leherku.
Aku tersenyum, meskipun rasanya aku mulai ilfil.
"Mir, aku mau bicara serius!" kataku pelan. Dengan pandangan datar.