Suara Desahan di Kamar Anakku
tukasku.
"Tapi, Mia-"
Segera kuberikan amplop besar berwarna putih kepada Yusuf. "Ini, Pak," ucapku dengan suara yang berat.
"Apa ini?" Yusuf langsung tercengang.
"Surat pengunduran diri. Maaf, Pak. Saya tidak bisa bekerja lagi," ucapku seraya menahan sesuatu di tenggorokan.
Masih dengan wajah tercengangnya, Yusuf langsung membuka amplop putih itu. Dia langsung membaca surat pengunduran diri yang telah kucetak lalu merobeknya dengan emosi.