FORBIDDEN LOVE (Cinta Terlarang)
“Maaf, ponselku ketinggalan. Boleh minta tolong Mbak Nisa yang teleponkan?”
“Oh, ok.” Annisa merogoh ponsel di saku. Mengaktifkan layarnya. Detik itu pula, wajah itu tampak tercenung. Sekejap Annisa memandang Hana yang masih menatapnya, sebelum kembali pada layar ponsel, mengetik, dan meletakkannya di samping telinga.
“Gimana Mbak Nisa?” tanya Hana tepat setelah Annisa menurunkan ponselnya.