Cinta Yang Salah
Kami saling berhadapan dan saling bersitatap, mendalami perasaan yang tak sengaja tumbuh di hati ini.
Meski gelap, tapi kami masih bisa melihat satu sama lain, dari cahaya kilat di luar. Senyum Mas Arkan begitu mempesona, wajahnya yang karismatik, membuat hatiku terpanah, dan tak bisa menahan gejolak yang ada di dalam diri ini.
"Intan, kamu cantik," ucap Mas Arkan, menyibak rambut yang menutupi sebagian wajahku. Aku hanya senyum tersipu malu, wajahku mungkin merah saat ini menahan rasa.