PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM
Dania menatap taman dengan tatapan mata kosong, entah apa yang dipikirkannya, langkah kaki seseorang membuyarkan lamunannya.
“Pagi Dania,” sapa Andra, mengejutkan Dania.
“Pag, Dokter Andra,” balas Dania dengan mengulas senyum.
“Kamu seorang psikolog, tapi kamu juga seorang manusia, merasakan hancur dan sedih juga, ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Menangislah, jika itu mebuatmu lebih tenang,” ucap Andra.
Dania menatap Andra, lalu bulir bening mengalir di pipinya, selama ini Dania berusaha kuat di hadapan keluarganya, tapi sebenarnya ia sangatlah rapuh.
Hot Chapters