Sketsa Hujan
silvia siwisuara elanggambar elang hitamnovel aksara untuk eleaelang perak
Aksara sudah pergi enam jam yang lalu.
Elang mencoba membayangkan koordinat pesawat Aksara sekarang. Mungkin sedang berada di atas benua yang berbeda.
Di atas sana, di ketinggian 35.000 kaki, Aksara mungkin sedang memejamkan mata, membuang semua sisa memori tentang Elang ke dalam gumpalan kumulonimbus.
Sementara di sini, di bangku bandara yang dingin, Elang baru saja memulai masa "pengabdian" yang sebenarnya: mengabdi pada penyesalan yang tidak akan pernah menemui ujung.