Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mr Genius

Mr Genius

00 dini hari Di pesawat Astro Air-bus bermesin jet Arthur dan seluruh timnya berhasil melakukan take off. Segala sesuatunya telah mereka persiapkan dengan baik tak ada yang tertinggal kecuali sebagian hati Arthur. Iya , Arthur tak bisa mengingkari perasaannya pada Heilen namun ia memilih untuk melupakannya perlahan. Ia masih tak yakin akan perasaannya karena mungkin saja semua itu muncul dari adanya kemiripan antara Heilen dan Athena-1609. Arthur menarik nafas berat. Ia pergi tanpa sepatah kata pada Heilen sama seperti perpisahannya dengan Athena-1609.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai angkasa 186
Baca
+Pustaka
Sekamar dengan Atasanku

Sekamar dengan Atasanku

Nita bahkan terlihat menggemaskan dengan raut wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus. "Nita... Nita, ternyata kamu tidak keberatan dicium rupanya. Kalau saja aku mengetahuinya lebih awal pasti sudah kulakukan sejak malam pertama kita menikah," gumam Kandar. Entah bagaimana tatapan pria 27 tahun itu langsung tertuju pada objek putih di sudut rak kamar. Sebuah mangkok sup dengan lambang ayam jago legendaris. Pikiran Kandar seketika terlempar pada kejadian 8 bulan yang lalu saat memperhatikan benda legendaris tersebut.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai angkasa 186
Baca
+Pustaka
Milky Legends

Milky Legends

Terlihat Kapal Angkasa mulai mendarat ke bandara. “(Nina Chan, Teganya engkau padaku (T...T) ).” Pikir Nijirou yang tali rantainya dipegang oleh Nina. Kemudian Kapal Angkasa Ria mendarat di sebuah Bandara dari Planet Toksin. Suasana bandara Toksin mirip seperti Bandara Lapangan terbang yang ada di Planet Bumi. Sangat besar dan sangat Ramai.
9.810.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai angkasa 186
Baca
+Pustaka
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

"Dan karena kebodohan lo itu, lo udah lewatin hal baik yang terjadi di sini, Sa!" Angkasa mengernyit sejenak, lalu tertawa sarkastik. "Hal baik apa? Emang sekarang masih ada hal baik? Nggak ada, Bis! Satu-satunya hal yang menurut gue baik adalah kalo Bintang balik lagi ke gue, itu baru baik." Angkasa kembali tertawa sambil mengusap air matanya yang keluar kembali, "And it's impossible! Bintang nggak bakal balik. Itu hanya akan jadi sebuah mimpi yang konyol. Dan bagi gue nggak ada hal baik selain mimpi itu jadi kenyataan. Jadi nggak usah ngomongin hal baik yang nyatanya udah nggak ada, Bis!"
9.870.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai angkasa 186
Baca
+Pustaka
Bintang untuk Langit

Bintang untuk Langit

kata Bintang untuk mengurai rasa canggung dan malu. “Tidak masalah, mamimu baik,” balas Langit sambil mengedikkan kedua bahu, menunjukkan jika tidak masalah Annetha menemuinya. Bintang mengangguk-angguk, kemudian menyelipkan rambut ke belakang telinga.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai angkasa 186
Baca
+Pustaka
Antara Langit, Awan dan Udara

Antara Langit, Awan dan Udara

Seperti pagi-pagi lainnya, aku terbangun tepat pada pukul 5 pagi. Membuka jendela kamar, lalu segera melakukan semua kewajibanku. Namaku Langit, Langit Bumantara. Yang berarti angin di langit yang luas. Aku tak mengerti, mengapa orang tuaku memberi aku nama itu. Tapi yang jelas aku suka dengan nama itu.
9.82.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai angkasa 186
Baca
+Pustaka
Rahim Penebus Dosa

Rahim Penebus Dosa

Sperma? Bukannya segera menjawab, Vivian lebih dulu memamerkan senyuman tenang. “Kamu pasti kenal, Na.” 'Oh, ya? Good-lah.' “Dewa Angkasa Prima.” “WHAT?” Aku terbelalak. “Anaknya Pak Angkasa Prima yang pengusaha tambang batu bara itu?” tanyaku seraya berharap bahwa tebakanku tidak benar.
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai angkasa 186
Baca
+Pustaka
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

“Nggak! Dia menyebalkan!” “Menyebalkan tapi wajah kamu merengut gitu? Hemm? Jujur aja, Vin?” Sea bergeming dan hanya memainkan kuku jarinya. Sekitar jam enam pagi, mereka sudah sampai di bandara. Jadwal pesawat menuju California berangkat jam sembilan. Sesampainya di bandara, Angkasa pamit pergi dan saling berpelukan dengan ayah dan adik perempuannya.
9.714.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai angkasa 186
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status