PETARUNG JALANAN RUNGKAD JAGATGENI
Ia tersenyum sinis, “Sebelum hari ini berakhir, aku akan menghancurkan topeng sialanmu itu dan meludah ke wajah ayumu, Nduk. Jangan sia-siakan waktu. Ayo sini maju.”
Anjani bukannya tanpa persiapan. Ia mengeluarkan sepasang nunchaku dari pinggangnya, dan layaknya seseorang yang menguasai alat beladiri itu, ia memainkannya dengan tegas tapi tetap gemulai. Bagaikan tambahan tangan yang menambah jarak serang.
Kitsune berteriak kencang. Nyaring, melengking, dan menyakitkan telinga. Seperti suara seekor binatang yang ingin membunuh lawan.