Simpanan Ayah Sahabatku
Air dingin itu mengalir di tenggorokannya yang kering, memberikan kelegaan luar biasa.
"Terima kasih," ucapnya tulus, matanya tak lepas mengamati gadis yang kini duduk di kursi kayu di pojok ruangan.
Untuk pertama kalinya, ia benar-benar memperhatikan penolongnya. Gadis berusia tujuh belas tahun dengan rambut hitam panjang yang dikuncir sederhana. Wajahnya cantik alami tanpa riasan, kulit putih yang sehat, dan mata yang jernih penuh kebaikan. Pakaian sederhana yang dipakainya tampak bersih meski sudah lusuh.